Lewati ke content

Hari Gizi Nasional, Royco Dukung Tekan Angka Stunting di Indonesia

Diterbitkan:

Waktu rata-rata membaca: 7 menit

Penurunan Angka Stunting Krusial Menuju Indonesia Emas 2045, Hari Gizi Nasional jadi momentum tepat

Jakarta, 27 Januari 2023 - Memperingati Hari Gizi Nasional 2023, PT. Unilever Indonesia Tbk melalui Royco mempertegas komitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai panduan “Isi Piringku”, sejalan dengan upaya pemerintah menekan angka stunting hingga mencapai 14% pada tahun 20241 . Konferensi pers yang diselenggarakan pada Jumat (27/01) menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multi-sektor untuk menekan angka stunting. Konferensi pers ini dihadiri oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam kesempatan kali ini, Royco kembali menggaungkan Program Nutrimenu dan memperkuat kerja sama dengan BKKBN dalam menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah-daerah Indonesia dengan tingkat prevalensi stunting tinggi melalui program Nutrimenu dan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Langkah Royco dalam menekan stunting ini untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang salah satu pilarnya adalah Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, di dalamnya membahas peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup rakyat, termasuk stunting.

Hingga tahun 2022, Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, menunjukkan prevalensi balita stunting berhasil ditekan hingga 21,6% turun dari tahun sebelumnya 24,4%. Adapun untuk mengejar ambisi pemerintah menekan angka stunting hingga 14% pada 2024, intervensi dari gotong royong multisektor berperan penting. Penekanan stunting melalui penerapan konsumsi gizi seimbang berkaitan erat untuk meningkatkan perkembangan baik generasi emas dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia masih memiliki tiga beban masalah gizi yang dapat menghambat pembangunan kesehatan dan kualitas masyarakat. Tiga beban ini adalah kekurangan gizi makro seperti protein, dan air, kekurangan gizi mikro yang mencakup asupan vitamin dan mineral, serta kelebihan gizi. Selain itu, malnutrisi pada ibu hamil dan balita, serta pola makan yang tidak sehat juga menjadi faktor risiko penyakit dan dapat mempengaruhi capaian pembangunan kesehatan ke depan.

“Oleh karena itu, kami dengan gencar menyosialisasikan Pedoman Gizi Seimbang ‘Isi Piringku’ untuk menghidangkan makanan dengan gizi berimbang di rumah. Pada peringatan Hari Gizi Nasional 2023, Kementerian Kesehatan mengangkat tema “Cegah Stunting dengan Protein Hewani”, yang juga penting untuk menekan angka stunting. Sebagai salah satu langkah utama dalam mencegah angka stunting, kami juga membagi 300 ribu Antropometri atau alat pengukur berat dan tinggi bayi berstandar nasional ke posyandu sebagai langkah utama untuk memantau anak terkena stunting dengan melihat kenaikan berat badan.”

“Saya sarankan bagi ibu-ibu Indonesia untuk secara rutin memantau perkembangan berat dan tinggi badan anak sebagai langkah pencegahan sedari dini. Ibu-ibu yang sedang hamil juga bisa melakukan pencegahan stunting sedari dini dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein” kata Menteri Budi.

Pendekatan tentang kesadaran pentingnya pemenuhan gizi seimbang penting dilakukan dari semua pihak dan dimulai dari rumah, lingkungan, dan sekolah. “Kami mendukung upaya gotong royong lintas sektor serta mengapresiasi komitmen Unilever dalam mendukung program peningkatan gizi dan percepatan penurunan stunting. Peringatan Hari Gizi Nasional adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kolaborasi yang sudah terjalin untuk meningkatkan kesadaran guru, orang tua, dan anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi agar generasi muda Indonesia bisa tumbuh sehat, semangat belajar, sehingga mereka bisa mencapai cita-citanya di masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

Lebih lanjut Menteri Nadiem menjelaskan edukasi kepada anak-anak sedari dini mengenai kebiasaan konsumsi makanan bergizi seimbang yang sangat penting untuk menekan angka stunting. “Kemendikbudristek sendiri memiliki kampanye Sekolah Sehat yang diluncurkan pada tahun 2022 di mana salah satu materi pembelajarannya adalah mengenai nutrisi untuk anak. Gerakan Sekolah Sehat ada tiga pilar, salah satu pilarnya adalah Sehat Bergizi, fokus pada pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang,” lanjut Menteri Nadiem.

Unilever Indonesia pun memiliki Program Sekolah Sehat Unilever, sebuah program edukasi terintegrasi ini telah dijalankan sejak tahun 2016, yang hingga saat ini telah menjangkau lebih dari 50.000 sekolah dan pesantren, serta mengedukasi lebih dari 14 juta anak di 33 provinsi di Indonesia dengan pendekatan pembiasaan selama 21 hari. Program Sekolah Sehat Unilever dilakukan untuk membentuk perubahan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya juga mengajarkan tentang gizi seimbang.

Dalam memperluas upaya dalam menekan angka stunting, Royco bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) bekerja sama untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan jangkauan dalam perbaikan gizi anak melalui kegiatan DASHAT yang berkolaborasi dengan Royco Nutrimenu. Tahun 2023, kolaborasi Unilever Indonesia melalui Royco dan BKKBN ini ditargetkan menjangkau masyarakat di 11 provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting tinggi, khususnya wilayah di luar Pulau Jawa dengan angka stunting mencapai 30-37 persen.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dalam kegiatan Hari Gizi Nasional dan Peringatan HUT Kampung Keluarga Berkualitas yang diwakili oleh Fungsional Utama BKKBN Dwi Listyawardani menggarisbawahi pentingnya menekan angka stunting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. BKKBN mengapresiasi dukungan Royco untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dalam penerapan panduan Isi Piringku.

“Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kami mewujudkan program Kampung Keluarga Berkualitas yang telah mencakup 23 persen dari desa/kelurahan di Indonesia. Semoga program kerja sama BKKBN dan Royco melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dapat berdampak nyata, di mana para kader DASHAT membagikan pengetahuan yang didapat kepada komunitasnya masing-masing sehingga semakin banyak keluarga Indonesia yang mengadopsi pola makan sesuai Isi Piringku. Sampai saat ini terdapat 2.520 DASHAT di Kampung Keluarga Berkualitas. Kerjasama ini diharapkan membantu para ibu dalam penyediaan menu gizi seimbang dalam keluarga, dan dapat membuka peluang usaha kuliner bergizi di rumah.

Nutrition Director Unilever Indonesia, Amaryllis Esti Wijono, menjelaskan misi Royco untuk menjawab masalah stunting tertuang dalam brand purpose atau tujuan mulia Royco - Reinventing Foods for Humanity atau Gerakan Pangan untuk Masa Depan. Royco Nutrimenu menginspirasi ibu-ibu Indonesia untuk menghidangkan makanan lezat dan bernutrisi dengan bahan pangan yang terjangkau di rumah untuk keluarga Indonesia. Dengan panduan Program Royco Nutrimenu, masyarakat Indonesia bisa terinspirasi menghadirkan hidangan yang lezat, bernutrisi, dan juga mudah dibuat dengan #CukupRoycoAja.

“Kami harap Program Royco Nutrimenu bisa turut berkontribusi untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Hingga saat ini gerakan #KebaikanIsiPiringku yang merupakan bagian dari program Royco Nutrimenu telah menjangkau lebih dari 16 juta ibu, guru, murid, dan santriwati di 22 provinsi melalui rangkaian kegiatan offline dan online. Pada tahun 2023 ini, kami menargetkan untuk mengedukasi 18 juta orang serta mengubah 120 juta piring keluarga Indonesia menjadi lebih bernutrisi,” ujar Amaryllis yang akrab disapa Lilis.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik turut memberikan kiat-kiat memutus rantai stunting pada anak-anak di Indonesia, “Cara yang paling efektif dalam menurunkan angka stunting adalah dengan edukasi yang mumpuni. Perlu diingat bahwa kondisi stunting pada anak tidak bisa berubah, namun kondisi tersebut dapat dicegah. Pola asuh terbaik bagi anak mulai dari masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan, sehingga menjadi sangat penting bagi para orang tua, terlebih ibu, untuk menerapkan prinsip gizi seimbang dengan memenuhi asupan energi dan protein, asam lemak dan asam folat, serat, zat besi, serta vitamin dan mineral.”

Momfluencer Nagita Slavina turut berbagi pengalamannya yang tetap menyempatkan untuk masak di rumah di tengah kesibukannya untuk menjaga kandungan gizi yang dikonsumsi oleh keluarganya, “Sebagai seorang ibu yang berperan untuk memastikan asupan gizi keluarga, aku sangat terbantu dengan resep-resep di Royco Nutrimenu yang tidak hanya memenuhi porsi gizi seimbang, namun juga lezat. Dalam waktu luang, aku sering browsing resep-resep praktis dan lezat Royco Nutrimenu di situs Royco.co.id atau Instagram @roycoindonesia. Jadi dengan bahan makanan bergizi dan lezat sesuai dengan Isi Piringku dan #CukupRoycoAja, aku sudah bisa menyajikan makanan enak dan bergizi seimbang untuk keluargaku,” kata Nagita.

Dalam kata penutup, Lilis berharap kolaborasi lintas-sektor dapat terus dilakukan untuk menekan angka stunting demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, Lilis meyakini program Royco Nutrimenu bisa ikut menekan angka stunting dan membantu meningkatkan konsumsi makanan gizi berimbang dan lezat di setiap rumah di Indonesia. “Kami berharap Program Royco Nutrimenu bisa menjadi andalan setiap ibu di rumah untuk menghidangkan makanan bergizi seimbang dan lezat demi mencegah risiko serta dampak buruk ketidakseimbangan gizi pada anak Indonesia di mana setiap anak Indonesia bisa bertumbuh secara optimal,” tutup Lilis

Kembali ke atas