Lewati ke content

Unilever Indonesia Ubah lokasi


Unilever Indonesia Catatkan Kemajuan dalam Mendorong Kesetaraan, Keberagaman dan Inklusivitas

Jakarta, 31 Mei 2022 – Menyambut Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni, PT Unilever Indonesia, Tbk. (Perusahaan) mengumumkan rangkaian kemajuan di bawah naungan Equity, Diversity, and Inclusion Board (ED & I Board) Perusahaan, yang juga didukung oleh segenap brandnya. Kemajuan ini semakin memperkuat komitmen jangka panjang Unilever Indonesia untuk memainkan peran nyata dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang setara, beragam dan inklusif.

Hernie Raharja selaku Chair ED & I Board Unilever Indonesia menjelaskan, “Pancasila merupakan pengejawantahan dari tekad Indonesia untuk menjadi bangsa yang satu di atas segala perbedaan. Sejalan dengan tema peringatan Hari Lahir Pancasila 2022 yaitu ‘Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia’, Unilever Indonesia percaya bahwa semangat untuk memajukan kesetaraan, keberagaman dan inklusivitas menjadi salah satu modal utama dalam membangun Indonesia yang bersatu, berkeadilan sosial, dan beradab.”

“Untuk mendukung hal tersebut, Unilever Indonesia terus memainkan peran dengan mempertajam upaya untuk merealisasikan tiga pilar utama komitmen ED&I kami, yaitu: (1) Kesetaraan Gender, (2) Kesetaraan untuk Penyandang Disabilitas, dan (3) Penghapusan Diskriminasi dan Stigma. Komitmen ini kami wujudkan baik melalui inisiatif korporat ataupun melalui program dan kampanye yang dilakukan oleh brand-brand kami,” terang Hernie.

Per akhir tahun 2021, Unilever Indonesia melalui berbagai program1 telah melampaui rata-rata proporsi perempuan dalam posisi manajemen di Indonesia, mendorong 180 perempuan di bidang Science, Teknologi, Engineering Matematika (STEM) untuk mengembangkan karir, memberikan beasiswa kepada 270 generasi muda perempuan untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, memajukan 87.000 pengusaha kecil perempuan untuk berdaya dengan memanfaatkan teknologi, memberikan pelatihan tentang Positive Body Image pada lebih dari 6.500 guru yang menjangkau 300.000 remaja, serta memberdayakan 13.000 perempuan untuk menggali potensi diri melalui platform penelusuran minat dan bakat.

“Salah satu tujuan dari strategi global Unilever Compass adalah menciptakan dunia yang lebih toleran dan inklusif. Berbagai upaya kami ini merupakan perwujudan komitmen tersebut di Indonesia. Ke depannya, kami akan terus melahirkan berbagai inisiatif baru sembari menjalin kerja sama lebih kuat dengan berbagai pihak yang memiliki misi sejalan untuk terus menghidupkan semangat persatuan dan kesatuan di segala lini kehidupan,” tutup Hernie.

LAMPIRAN: Kemajuan komitmen ED & I Unilever Indonesia dan segenap brand-nya

1. Kesetaraan Gender:

  • Memperkuat kepemimpinan perempuan: Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata proporsi perempuan dalam posisi manajemen di Indonesia hanya mencapai 32,5% pada tahun 2021, menurun dari 33,08% pada tahun 2020. Merespon hal ini, Unilever Indonesia terus mendorong kepemimpinan perempuan di jajaran komisaris, direksi, maupun manajerialnya. Saat ini, 33% dari Dewan Komisaris dan 56% dari Dewan Direksi Perusahaan dijabat oleh perempuan, termasuk posisi Presiden Direktur. Selain itu, 44% dari posisi manajer menengah dan senior juga diduduki oleh perempuan.
  • Memajukan peran perempuan di dunia bisnis: Dengan latar belakang pengalaman memajukan kesetaraan gender di Perusahaan, Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti dipercaya menjadi Chairman B20 Indonesia Women in Business Council (WiBAC) pada periode kepresidenan Indonesia G20 2022. Posisi ini memungkinkan Perusahaan untuk turut merumuskan solusi yang mampu menjawab tantangan serta peluang bagi perempuan untuk lebih berkiprah di bidang ekonomi dan bisnis, baik di level nasional maupun internasional.
  • Mendorong kesetaraan pengembangan karir bagi perempuan: Perusahaan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan muda untuk mengikuti Unilever Future Leaders Program (UFLP), program tiga tahun yang dirancang untuk mempersiapkan pemimpin masa depan Unilever melalui berbagai proyek dan peran. Selain itu, di 2021, 50 mahasiswi teknik Indonesia di dalam dan luar negeri telah mengikuti program Women in Engineering Leadership Fellowship (WULF) untuk mendukung karir mereka di bidang teknik.
  • Memberdayakan komunitas perempuan dengan edukasi kesehatan, nutrisi dan kesejahteraan: Menggelar berbagai program khusus bagi para perempuan, terlebih masyarakat termarjinalisasi dan dari keluarga pra sejahtera. Misalnya program Royco Nutrimenu yang mengedukasi jutaan perempuan soal pentingnya mengkonsumsi gizi seimbang. Selain itu, Perusahaan juga meluncurkan program Ibu Sehat Keluarga Sejahtera (BU KARSA) berisikan edukasi pembiasaan cuci tangan, kesehatan gigi dan mulut, hingga sanitasi serta pengelolaan sampah rumah tangga.
  • Memberikan kesempatan untuk mengakses pendidikan yang lebih baik: Glow & Lovely secara konsisten mengadakan Bintang Beasiswa yang dilaksanakan sejak tahun 2017. Hingga tahun 2021, program ini telah memberdayakan 270 penerima beasiswa perempuan (Adik Bintang) untuk dapat melanjutkan belajarnya ke pendidikan tinggi.
  • Festival Foodpreneur Bersinar: Pada tahun 2021, Sunlight berkolaborasi dengan Tokopedia menyelenggarakan program Festival Foodpreneur Bersinar yang diikuti oleh hampir 25.000 pengusaha UMKM perempuan di sektor kuliner. Dalam program ini, para UMKM kuliner diberikan wadah untuk berjualan serta edukasi untuk mengembangkan usaha kulinernya
  • Kampanye #TakTerhentikanTukBerkilau: Kampanye dari Sunsilk yang menggandeng sederetan mitra untuk memberikan rangkaian kelas online maupun offline, serta hard skill maupun soft skill yang dibutuhkan perempuan dalam meraih mimpi. Dengan target menjangkau 500.000 perempuan, sejak 2021 kampanye ini terus berlangsung melalui kelas online yang dapat diakses secara gratis oleh semua perempuan muda Indonesia.

2. Kesetaraan untuk Penyandang Disabilitas

  • Menerapkan bisnis yang inklusif: Perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi keberagaman, inklusi, dan kesempatan yang setara, termasuk bagi karyawan penyandang disabilitas.
  • Memperluas rekrutmen untuk karyawan baru tanpa memandang disabilitas: Perusahaan percaya setiap orang berhak untuk bekerja di Unilever Indonesia melalui sistem seleksi berdasarkan kualifikasi, kemampuan, dan pengalaman – bukan kondisi fisik mereka.
  • Memberikan beasiswa bagi 5 (lima) mahasiswa berkebutuhan khusus: Melalui program Unilead, Unilever Indonesia telah memberikan beasiswa pada 5 orang orang mahasiswa penyandang disabilitas. Selain beasiswa, mereka juga mendapatkan rangkaian program pengembangan dan kepemimpinan agar memperbesar peluang mereka untuk bekerja di Unilever Indonesia ataupun perusahaan terkemuka lainnya.
  • Merangkul aksi nyata untuk memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas: Melalui program Every U Does Good Heroes 2021, Perusahaan memberikan apresiasi dan dukungan pada sederetan millennials yang berupaya menciptakan komunitas/masyarakat yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas. Dukungan diberikan dalam bentuk micro grant masing-masing senilai 30 juta rupiah dan transfer of knowledge untuk mempertajam program-program tersebut, antara lain:

o Feminis Themis (digagas oleh Nissi Taruli Felicia), berupa program bagi perempuan tuli dan berdaya memberikan edukasi kepada teman-teman tuli berupa pendidikan seksual, kepemimpinan, validasi data, dan advokasi.

o Porogram KONEKIN dengan Project BISA (digagas oleh Diva Asnawi), yaitu platform sosial yang menghubungkan disabilitas dan non-disabilitas untuk mendorong ekosistem inklusif di Indonesia melalui medium buku cerita.

3. Penghapusan diskriminasi dan stigma

  • Menciptakan lingkungan kerja zero discrimination: Memegang teguh kode etik Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT) untuk memastikan semua karyawan bekerja di lingkungan yang mempromosikan keberagaman, rasa saling percaya, menghormati hak asasi manusia, dan memberikan kesempatan yang setara, tanpa diskriminasi. Sebagai contoh, pada 2021 tidak ada insiden diskriminasi atau kekerasan terhadap perempuan di Perusahaan berkat penerapan RDFT yang kuat untuk melindungi seluruh karyawan, terutama perempuan, dari intimidasi dan pelecehan di lingkungan kerja.
  • Bermitra dengan komunitas untuk melawan anti-bullying di tempat kerja: Menggandeng komunitas anti-bullying Sudah Dong untuk menyusun e-booklet yang akan segera diluncurkan untuk mendorong komitmen dari segenap masyarakat untuk memberikan fokus lebih dan melakukan aksi nyata melawan workplace bullying.
  • Menyuarakan kecantikan yang positif atau Positive Beauty: Komitmen divisi Beauty and Personal Care Unilever secara global untuk menciptakan standar baru bagi kecantikan yang setara, inklusif, serta berkelanjutan untuk kelangsungan planet bumi. Salah satu bentuknya adalah komitmen untuk tidak akan menggunakan teknologi digital untuk mengubah bentuk tubuh, ukuran, proporsi, atau warna kulit seseorang dalam iklan-iklannya, dan meningkatkan jumlah iklan yang menggambarkan orang-orang dari berbagai kelompok yang kurang terwakili.
  • Merangkul aksi nyata untuk menghapuskan diskriminasi dan stigma di tengah masyarakat:

Melalui program Every U Does Good Heroes 2021, Perusahaan memberikan apresiasi pada sederetan millennials yang berupaya menciptakan komunitas/masyarakat yang terbebas dari diskriminasi dan stigma. Dukungan diberikan dalam bentuk micro grant masing-masing senilai 30 juta rupiah dan transfer of knowledge untuk mempertajam program-program tersebut, antara lain:

o Gerakan Be Home Indonesia (digagas oleh Sovia Ifana Sari Moko) berupa platform pertama dan terbesar di Indonesia yang memberikan ruang berekspresi dan berkarya bagi anak-anak broken home.

o Program Bersama Lansia (digagas oleh Erliana) berupa wadah layanan dan fasilitas kepada keluarga serta generasi muda Indonesia terkait kesehatan dan kesejahteraan lansia.

o Gerakan Terpandu (Tiap Orang Punya Kesempatan Kedua) yang digagas oleh Sandi Mahendra untuk memperjuangkan isu terkait hak-hak mantan warga binaan untuk mendapatkan kesempatan kedua, terutama hak mendapatkan kesempatan pekerjaan yang layak.

o Young Interfaith Peacemaker Community (digagas oleh Akbar Trio Mahsuri) yang bertujuan menciptakan ruang aman dan inklusif bagi kelompok minoritas.

  • Program Dove Self Esteem: Kerjasama Dove dan UNICEF untuk meningkatkan kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri bagi anak muda di seluruh dunia. Di Indonesia, kolaborasi ini terwujud dalam modul pembelajaran Positive Body Image, yang mendorong remaja untuk menghargai keunikan tubuh apa adanya dan meningkatkan kepercayaan diri. Pada 2021, lebih dari 6.500 guru telah mengikuti pelatihan sehingga menjangkau lebih dari 300.000 remaja.
  • Kampanye “Mari Bicara”: Kampanye yang dipersembahkan SariWangi di 2008 ini telah berhasil menginspirasi pasangan Indonesia untuk menciptakan keharmonisan dan kebersamaan dalam keluarga dan pernikahan dengan menjalin komunikasi terbuka. Melalui Mari Bicara, SariWangi percaya bahwa toleransi antar pasangan dan dalam keluarga bisa tercipta.
    Masih berfokus pada hubungan pasangan dan keluarga, SariWangi turut mengedukasi masyarakat mengenai manfaat kesehatan dari teh.
  • Kampanye “Rambutku Mahkotaku”: Berangkat dari fakta bahwa satu dari dua perempuan kerap mendapat komentar negatif tentang rambutnya, kampanye dari Dove Shampoo ini mengangkat pesan positif yang dikemas dalam format lagu dan video musik untuk mengajak perempuan Indonesia bangga dan tampil percaya diri dengan rambutnya. Kampanye ini didukung oleh Dian Sastrowardoyo dan komposer musik Eka Gustiwana.
  • Sunsilk Explore More: memberdayakan lebih dari 13.000 perempuan sejak 2019 sampai 2021 di seluruh Indonesia untuk menggali potensi diri menjadi pribadi yang tak terhentikan, meski di tengah pandemi, dengan rangkaian kelas inspirasi yang diberikan melalui platform penelusuran minat dan bakat yang dipersembahkan secara daring
1

Rincian dapat dilihat di lampiran