Lewati ke content

Taklukkan Insecurities Setelah Career Break di TRESemmé Professional Hair Studio

Diterbitkan:

Waktu rata-rata membaca: 4 menit

Press conference Tresemme Professional Hair Studio

Jakarta, 30 Agustus 2022 TRESemmé, brand perawatan rambut berkualitas salon yang dikembangkan tim profesional hari ini meresmikan TRESemmé Professional Hair Studio yang berlokasi di lantai satu, Lippo Mall Kemang. Salon ini hadir untuk mentransformasi style, khususnya tata rambut, sebagai boost of confidence dan empowerment bagi perempuan profesional agar lebih percaya diri mengejar karir, terutama bagi mereka yang sempat mengambil career break.

Survei global LinkedIn pada 2022 yang melibatkan 22.995 pekerja eksekutif menunjukkan bahwa 64% perempuan pernah mengalami career break di sepanjang perjalanan karirnya dengan berbagai alasan1. Di balik fakta ini, sebenarnya peluang bagi perempuan Indonesia untuk kembali berkiprah di dunia profesional masih terbuka luas, terlihat dari angka tenaga kerja perempuan profesional yang terus meningkat menjadi 49,9% di 20212 .

Putri Paramitha, Head of Marketing Beauty and Wellbeing, PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, “Meski career break menjadi pilihan yang semakin lumrah diambil perempuan, nyatanya banyak dari mereka masih menghadapi berbagai tantangan internal ataupun eksternal yang menimbulkan insecurities untuk kembali ke dunia kerja. Percaya bahwa style bermakna lebih dari sekadar tampilan, melainkan tools yang ampuh untuk mencapai impian, TRESemmé menghadirkan TRESemmé Professional Hair Studio sebagai bentuk dukungan agar setiap perempuan yang mengambil career break dapat lebih percaya diri mengambil leap of faith menuju karir yang lebih cemerlang.”

Tantangan yang dihadapi perempuan ketika berencana kembali ke dunia kerja setelah career break terbagi dua, yaitu tantangan internal dan eksternal. Secara internal, perempuan yang ingin kembali ke dunia kerja membutuhkan soul searching yang lebih panjang untuk menemukan keseimbangan yang pas antara purpose, passion dan profit. Timbul pula rasa bersalah karena meninggalkan keluarga, hingga rasa rendah diri karena menganggap dirinya “tertinggal” dari segi pengalaman dan kemampuan. Sementara dari sisi eksternal, mereka juga sering menghadapi tekanan dari keluarga dan lingkungan sosial mengenai peran domestik perempuan, peer pressure dari teman-teman yang lebih “sukses”, atau adanya perubahan ekspektasi mengenai kompetensi di bidang kerja.

Lika Satvarini selaku Career Coach dan Professional Trainer menjelaskan, “Rasa percaya diri merupakan modal utama yang harus dimiliki perempuan untuk menaklukkan berbagai insecurities tersebut. Selain terus meng-update diri secara profesional, sangat penting untuk menjadikan style sebagai bagian dari personal branding karena dapat menciptakan first impression yang berkesan dan membentuk persepsi yang positif.

Hal ini sejalan dengan teori dimana faktor Visual yaitu style dan body language mendominasi kesuksesan komunikasi interpersonal, disusul oleh Vocal, dan Verbal. 3V's ini dapat menambah tingkat kepercayaan orang terhadap kita, dimana kepercayaan itu bisa didapat dari first impression positif melalui ‘Know-Like-Trust’. Tidak hanya outfit yang stylish, tatanan rambut menjadi salah satu faktor utama yang menunjang style perempuan saat mereka kembali ke dunia kerja.”

Contohnya pada waktu interview, tampilan rambut yang rapi dan praktis (misal: tidak menutupi sebagian besar wajah) menunjukkan bahwa kita tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan. Selain itu, tatanan rambut juga mencerminkan bahwa kita memahami bidang pekerjaan yang kita tuju dan mampu mewakili image dari perusahaan tempat kita melamar.

Cathy Sharon, sosok selebritas sekaliguswomanpreneurbercerita, “Setelah rehat dari dunia entertainment dan mulai menjajaki karir profesional, aku ingin memiliki personal branding yang lebih fresh dan sesuai dengan industri beauty yang aku geluti. Jadi, ritual ke salon menjadi salah satu agenda wajib untuk menyiapkan style terbaik, karena sentuhan profesional untuk rambut yang flawless sangat membantuku lebih percaya diri menjalani rutinitas sebagai womanpreneur, seperti saat akan bertemu client atau business meeting.

Memahami kebutuhan ini, TRESemmé Professional Hair Studio memberikan empowerment yang inklusif bagi semua perempuan muda profesional – apapun jenis rambut, model rambut dan tampilan mereka, baik yang berhijab sekalipun –melalui #TRESformation: berupa ragam fasilitas dan aktivitas yang membantu mereka mentransformasi dan menyiapkan style terbaik dalam mengejar karir.

Salon ini dipimpin oleh professional hairdresser ternama, Diana Hadisuwarno. Ia berkomentar, “Hairstyle sangat bisa menentukan image seseorang, khususnya mereka yang bekerja di dunia profesional. Tim TRESemmé Professional Hair Studio memiliki skill dan expertise untuk memberikan konsultasi sekaligus mentransformasi tata rambut menjadi beragam professional looks yang sesuai dengan dinamika dan bidang pekerjaan perempuan modern yang berbeda-beda.”

Uniknya, transformasi ini dapat langsung diabadikan di photo booth yang tersedia. Foto yang dapat langsung dicetak ataupun di-download ini akan sangat berguna sebagai acuan menyiapkan style terbaik di hari-hari berikutnya, atau untuk menyempurnakan CV maupun profil di akun LinkedIn.

Fasilitas lainnya adalah scalp check dan konsultasi kondisi rambut, serta sesi #TRESMasterclass untuk memberikan berbagai inspirasi dalam memastikan rambut mereka tetap ‘on’ saat kembali ke dunia kerja. Tersedia pula #TRESVendingMachine yang memudahkan konsumen mendapatkan rangkaian produk TRESemmé, sehingga di rumah pun mereka bisa merawat rambut secara profesional layaknya perawatan di salon.

“TRESemmé berharap seluruh dukungan yang kami berikan melalui TRESemmé Professional Hair Studio dapat menjadi bagian dari support system bagi semua perempuan yang ingin come back stronger ke dunia karir untuk mengejar mimpi-mimpi mereka. Kami akan hadir hingga 31 Desember 2022 untuk membantu merek transform their style, and unleash their confidence!” tutup Putri.

Kembali ke atas