Siasati Tantangan Pandemi Berkepanjangan, Unilever Indonesia Catat +1,5% Pertumbuhan Penjualan Domestik Retail pada Tahun Berjalan Desember 2020

Tangerang, 4 Februari 2021 – PT Unilever Indonesia, Tbk. (“Perseroan”) mengumumkan laporan kinerja keuangan untuk tahun berjalan Desember 2020 (diaudit). Pada tahun berjalan December 2020, Perseroan berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 43 triliun, tumbuh 0,1% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik sebesar 0,7%.

Di tengah pandemi yang berkepanjangan dan market yang terkontraksi, Perseroan tetap menunjukkan kemampuannya untuk terus tumbuh di sektor – sektor penyumbang kontribusi besar dalam bisnis Perseroan dan tumbuh lebih pesat dari pertumbuhan market. Perseroan mencatat peningkatan positif pada penjualan ritel domestik (tanpa UFS) sebesar 1,5% pada tahun berjalan Desember 2020. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh peningkatan penjualan produk kesehatan dan kebersihan serta produk untuk konsumsi dalam rumah. Sementara itu, Unilever Food Solution (UFS) yang merupakan unit Business to Business (B2B) perusahaan yang melayani Hotel dan Restoran telah mengalami perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya walau masih menghadapi tantangan karena sektor HORECA (Hotel, Restoran, Café) yang belum pulih sepenuhnya.

Di tahun berjalan Desember 2020 Perseroan juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 7,2 triliun. Hasil ini dicapai dengan adanya langkah-langkah optimalisasi dalam beberapa aspek, di antaranya dengan mendengarkan dan menjawab kebutuhan konsumen melalui berbagai ide inovasi yang dieksekusi dengan baik dan tangkas untuk mendorong penjualan, serta langkah dalam penekanan biaya operasional.

Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk menyampaikan “Di tengah pandemi yang berkepanjangan, kami tetap konsisten berfokus pada tiga hal yaitu memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan, menjawab kebutuhan konsumen dan pelanggan, serta terus berkontribusi pada masyarakat Indonesia.”

Ira menjelaskan bahwa di masa pandemi, inovasi Unilever Indonesia berfokus pada dua pola utama konsumen yang berubah yaitu pola permintaan (produk) dimana pertumbuhan pesat di produk – produk yang dibutuhkan untuk kebersihan, kesehatan dan konsumsi masak dalam rumah, dapat dicapai dan juga pola pembelian (channel) melalui jalur yang meningkat pesat seperti E-Commerce.

Untuk produk, pada kuartal IV 2020, Perseroan meluncurkan berbagai inovasi yang relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen di tengah pandemi ini, di antaranya Royco dengan garam Iodium yang memberikan pilihan bernutrisi, serta Sariwangi dengan Jahe dan Kunyit yang menjawab kebutuhan konsumen akan rempah traditional yang dinilai baik untuk kesehatan. Tidak ketinggalan, Perseroan juga mempersiapkan pilihan produk yang menyesuaikan dengan daya beli dalam masa pandemi ini, seperti misalnya Sahaja cairan pencuci piring kemasan Rp5.000,- (harga rekomendasi)

“Semua inovasi tersebut dieksekusi dengan baik dalam waktu yang sangat singkat di masa pandemi yang penuh tantangan lapangan, membuktikan bahwa Perseroan memiliki proses hulu ke hilir yang kuat dan siap menghadapi tantangan,” tambah Ira.

Meski sulit untuk memprediksi kapan situasi akan membaik, Perseroan optimis menghadapi 2021 dan akan terus berupaya menciptakan pertumbuhan yang konsisten, kompetitif, menguntungkan dan juga bertanggung jawab.

“Dalam menghadapi pandemi berkepanjangan ini komitmen dan optimisme Perseroan tetap kuat dan berorientasi pada masa depan. Kami yakin bahwa tahun 2021 merupakan tahun pemulihan, dan dengan memperkuat daya saing di lintas kategori dan kanal penjualan, Perseroan berada di jalur yang tepat untuk tetap menjadi yang terdepan di saat ini dan masa mendatang,” tutup Ira.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini