Dukung Tumbuh Kembang Anak, Paddle Pop Pelopori Standar Cemilan Baik

Press Conference of Paddle Pop Cemilan Baik Untukmu

Jakarta, 22 Januari 2021 – Menyadari pentingnya cemilan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan kombinasi makanan untuk mendukung asupan nutrisi seimbang anak, Paddle Pop, brand cemilan es krim anak dari Unilever Indonesia, memperkenalkan logo Cemilan Baik Untukmu. Ini merupakan wujud komitmen dalam menerapkan standar cemilan es krim yang lebih baik dan mengedepankan kandungan yang baik untuk anak, tentunya dengan rasa yang tetap enak & disukai oleh anak.

Melalui komitmen #CemilanBaikUntukmu, semua es krim Paddle Pop dibuat khusus sesuai standar nutrisi tinggi dengan kebaikan susu & buah, serta membatasi tidak lebih dari kalori 110kkal, 12 g gula & 3 g lemak jenuh, untuk memenuhi asupan nutrisi sesuai kebutuhan anak. Standar ini telah mengikuti acuan dari dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI. Es krim Paddle Pop sebagai cemilan yang baik juga telah mendapatkan nomor ijin edar dari BPOM & halal sertifikat dari MUI.

“Sebagai pionir cemilan es krim anak selama 28 tahun di Indonesia, di momen perayaan Hari Gizi Nasional 2021, kami memperkenalkan logo ‘Cemilan Baik Untukmu’ untuk memberikan jaminan kandungan es krim Paddle Pop yang baik untuk anak. Logo ini akan diaplikasikan secara berkala pada kemasan dan media komunikasi Paddle Pop. Ini menjadi bagian dari komitmen Unilever terkait Pangan Masa Depan yang bertujuan membantu masyarakat mengubah pola makan yang lebih sehat & ramah lingkungan. Kami secara konsisten melakukan inovasi dengan meluncurkan produk yang baik, termasuk es krim Paddle Pop yang dibuat secara bertanggungjawab untuk anak,” jelas Hernie Raharja, Foods & Refreshment Director Unilever Indonesia.

Cemilan merupakan elemen makanan yang tidak bisa dipisahkan dari asupan harian anak. Berdasarkan studi, hampir semua anak Indonesia (97.7%)1 mengkonsumsi lebih banyak cemilan & minuman kemasan dibandingkan sayuran & buah-buahan. Apalagi dengan banyaknya pilihan cemilan di pasaran, orang tua mengaku kesulitan membedakan cemilan yang baik atau tidak, serta menyediakan alternatif cemilan yang lebih baik, dengan rasa yang disukai anak-anak.

“Ada banyak sekali jenis cemilan yang beredar di pasaran. Karena itu, sangat penting bagi semua orang tua untuk memeriksa kembali kemasan cemilan untuk anak. Kami telah memberikan izin logo Cemilan Baik Untuk yang diaplikasikan di kemasan produk Paddle Pop. Kami berharap, logo Cemilan Baik Untukmu ini bisa membantu orang tua menentukan pilihan cemilan tepat untuk anak. Untuk itu, kami selalu menghimbau kepada masyarakat untuk membaca label informasi pada kemasan,” ungkap Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes., selaku Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM.

“Kesadaran tentang pentingnya memilih cemilan yang baik sangat krusial, sebab jika salah pilih cemilan bisa memiliki berbagai akibat jangka panjang, seperti obesitas dan terganggunya daya tahan tubuh anak, terutama di masa pandemi sekarang ini. Diperkirakan juga bahwa 15-25% penyakit anak-anak disebabkan karena pola makan yang kurang tepat, termasuk cemilan. Selain itu, ketika anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah akibat pandemi, orang tua pun memiliki kesempatan emas untuk menumbuhkan kebiasaan baru, yakni memilih cemilan yang lebih baik,” jelas dokter spesialis anak, dr Attila Dewanti Sp.A(K).

Ada beberapa kriteria cemilan baik yang bisa diberikan kepada anak. Misalnya, pilihlah cemilan dengan kadar gula, kalori, dan lemak yang sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak2. Cemilan yang memiliki kandungan susu ataupun buah sangat baik untuk anak. “Susu memiliki beragam manfaat bagi anak-anak, karena memiliki kandungan protein & kalsium yang menunjang pertumbuhan tulang anak secara optimal. Buah juga mengandung berbagai jenis vitamin yang dapat membantu tumbuh-kembang anak - dan sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, balita & anak usia sekolah setidaknya mengkonsumsi cemilan 2-3 porsi setiap hari,” lanjut Attila.

Orang tua pun memiliki peran penting untuk memberikan contoh positif dalam memilih makanan & cemilan sehat pada anak. Seperti yang dilakukan Sophie Navita, presenter & ibu dari dua anak, ikut menyuarakan pentingnya menanamkan kebiasaan smart snacking kepada anak sejak dini. “Saya percaya bahwa tugas utama dari orang tua bukan hanya memberikan yang terbaik, namun bagaimana kita bisa mewariskan kebiasaan baik bagi anak. Saya berupaya memberikan alasan setiap kali melarang atau memperbolehkan anak dalam memilih cemilan, dengan harapan kebiasaan ini akan tertanam dalam diri mereka hingga dewasa, dan diwariskan juga ke anak-cucu generasi berikutnya,” ungkap Sophie.

Komitmen #CemilanBaikUntukmu ini melengkapi brand purpose #PaddlePopMainYuk yang telah diluncurkan pada bulan November 2020. Paddle Pop menyadari betul bahwa tumbuh kembang anak yang optimal tidak hanya didukung secara fisik, tetapi juga mental. Untuk itu, selain mengedukasi pentingnya pemilihan cemilan baik untuk tumbuh kembang anak lewat komitmen Cemilan Baik Untukmu, sebelumnya Paddle Pop telah aktif mengajak orang tua menginisiasi momen bermain bersama anak karena Paddle percaya ada banyak hal baik dimulai dari bermain.

“Paddle Pop berkomitmen menjadi mitra bagi orang tua dalam memberikan cemilan baik untuk anak. Tidak hanya menghadirkan produk yang berkualitas dan baik dikonsumsi masyarakat, kami juga turut mengedukasi & berkomunikasi langsung dengan orang tua, karena kami percaya merekalah pembuat keputusan utama dalam menentukan cemilan baik untuk anak.” tutup Hernie.

1 Ika Tristanti, Nasriyah, Ummi Kulsum, Islami, The Eating And Drinking Habits Of Children At Kudus, Central Java,Indonesia, dipublikasikan pada Third International Conference on Sustainable Innovation 2019 – Health Science and Nursing (IcoSIHSN 2019), https://doi.org/10.2991/icosihsn-19.2019.21

2 Berdasarkan rekomendasi dari WHO dan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Angka Kecukupan Gizi no. 28 tahun 2019, dalam satu hari sebaiknya anak-anak dan orang dewasa membatasi konsumsi gula agar tidak lebih dari 50gram dan lemak jenuh tidak lebih dari 10% total energi (misalkan, sekitar 18g untuk anak usia 7-9 tahun). Cemilan untuk anak juga disarankan mengandung tidak lebih dari 20% kebutuhan energi harian atau sekitar 330 kalori untuk anak usia 7-9 tahun.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini