Unilever Luncurkan Sunlight Living Challenge

Inspirasi bagi keluarga di Indonesia untuk melakukan tindakan kecil untuk membangun hari esok yang lebih cerah bagi generasi mendatang.

Jakarta, 13 Juni 2014 – PT Unilever Indonesia, Tbk. hari ini meluncurkan Sunlight Living Challenge, sebagai kelanjutan dari program Project Sunlight, untuk menginspirasi masyarakat Indonesia melakukan tindakan kecil setiap harinya untuk mewujudkan hari esok yang lebih cerah bagi anak-anak.

Sancoyo Antarikso, Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. mengungkapkan, “Dunia kita menghadapi banyak sekali tantangan dewasa ini, antara lain masalah perubahan iklim, kesehatan dan sanitasi, kematian bayi, persampahan di kota dan lain-lain. Semua masalah ini sangat mempengaruhi keberlanjutkan kehidupan manusia dan membutuhkan penanganan yang melibatkan semua pihak, dimulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita. Sunlight Living Challenge adalah kampanye sekaligus tindakan nyata yang bertujuan menginspirasi keluarga-keluarga Indonesia untuk menjalankan cara hidup secara lebih sehat dan ramah lingkungan di rumah, sebagai langkah awal menuju dunia yang lebih lestari.”

Melalui Sunlight Living Challenge, Unilever mengajak 50 keluarga di 5 kota di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Yogyakarta) untuk menjalankan tiga challenge / tantangan selama 2 bulan, yakni menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengelola sampah rumah tangga dan memberdayakan masyarakat setempat untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pembentukan komunitas bank sampah. Setiap keluarga akan mendapatkan pendampingan dalam menjalankan setiap tantangan tersebut.

Selama menjalankan tantangan, setiap keluarga diajak untuk mendokumentasikan kegiatan dan kemajuan yang mereka raih. Kisah, tips, dan berbagai pengalaman menarik mereka diharapkan akan menjadi inspirasi nyata bagi keluarga Indonesia dan dapat dilihat di www.projectsunlight.co.id dan facebook Unilever Indonesia [link: https://www.facebook.com/unileverid].

Lebih lanjut Sancoyo Antarikso mengatakan, “Satu langkah kecil yang dilakukan satu keluarga dapat menciptakan perubahan besar apabila langkah kecil tersebut dilakukan secara tepat, bersama-sama dan terus menerus. Dengan demikian kita bisa membuat kehidupan yang lebih baik bukan saja untuk kita sendiri, melainkan juga untuk dunia di sekitar kita.”

Berkaitan dengan tiga tantangan dalam Sunlight Living Challenge, Sancoyo Antarikso menjelaskan bahwa ketiga tantangan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk tiga masalah yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara terpadu di Indonesia, yakni kesehatan , lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat.

“Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat adalah langkah awal dari masyarakat yang sehat. Riset Kesehatan Dasar Depkes 2007 menunjukkan bahwa 31,4% kematian balita di Indonesia disebabkan karena diare. Hal ini dapat dihindari dengan satu langkah sederhana, yakni cuci tangan pakai sabun, yang dapat menghindarkan kita dari berbagai penyakit seperti diare dan flu; dan dengan demikian akan meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia. Sunlight Living Challenge memberikan tantangan bagi keluarga untuk menerapkan perilaku hidup bersih yang sehat secara konsisten, yakni cuci tangan pakai sabun, gosok gigi pagi dan malam serta merawat toilet agar selalu higienis,” kata Sancoyo Antarikso.

Tantangan kedua dalam program ini ditujukan untuk menjadi solusi bagi salah satu masalah lingkungan hidup di kota-kota di Indonesia, yakni persampahan. Di Jakarta saja, data dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta menunjukkan bahwa timbunan sampah yang dihasilkan per hari mencapai 6500 ton terdiri dari 53% sampah rumah tangga dan 47% sampah industri. Tidak hanya lingkungan yang buruk, sampah yang tidak dikelola dengan baik juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

“Dalam Sunlight Living Challenge, keluarga juga diajak menjadi bagian dari solusi masalah persampahan di kota mereka dengan melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar di tingkat rumah tangga. Mulai dari hal kecil, yakni pemilahan sampah dan penanganan sampah organik dan non-organik secara benar di setiap rumah, apabila hal ini dilakukan secara terus menerus dan bersama-sama, niscaya perubahan akan terjadi. Oleh karena itu, pada tantangan yang ketiga, keluarga diajak untuk menggerakkan warga di sekeliling mereka untuk bersama-sama melakukan pengelolaan sampah rumah tangga dan mengubah sampah menjadi berkah dengan memprakarsai komunitas bank sampah,” papar Sancoyo Antarikso. (Untuk penjelasan lebih detail mengenai Sunlight Living Challenge, silahkan lihat Lembar fakta terlampir)

Sunlight Living Challenge merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Project Sunlight yang diluncurkan pada 20 November 2013. Project Sunlight adalah salah satu pengejawantahan strategi Unilever, yang disebut dengan Unilever Sustainable Living Plan (USLP), yang telah diluncurkan pada tahun 2011. Strategi ini dilaksanakan oleh Unilever di seluruh dunia untuk mencapai misinya, yakni menumbuhkan bisnisnya dua kali lipat namun di saat yang bersamaan menekan dampak negatif yang ditimbulkan dari bisnisnya terhadap lingkungan serta meningkatkan manfaat yang diciptakan untuk masyarakat. Strategi ini memiliki tiga sasaran utama yakni meningkatkan kesehatan dan keafiatan masyarakat, menurunkan dampak terhadap lingkungan, serta meningkatkan penghidupan masyarakat di sepanjang rantai nilai Unilever.

“Sunlight Living Challenge merupakan perwujudan dari Unilever Sustainable Living Plan yang secara langsung melibatkan masyarakat. Selain di Indonesia, Sunlight Living Challenge juga dilaksanakan di India, Amerika Serikat, Brasil dan Inggris. Kami berharap, melalui Sunlight Living Challenge, kami dapat menginspirasi seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan nyata mulai dari diri sendiri, sekarang, untuk mewujudkan hari esok yang lebih cerah bagi anak-anak dan generasi mendatang,” tutup Sancoyo Antarikso. (Indonesia)

Indonesia

Graha Unilever
Jl. Jend. Gatot Subroto kav.15
Jakarta – 12930

www.unilever.co.id

+6221-5299 5299

Back to top