Teh SariMelati sajian harmonisasi tradisi dan modernisasi

PT Unilever Indonesia Tbk. melengkapi rangkaian produk tehnya dengan meluncurkan SariMelati, teh celup dan teh kantong bundar dengan rasa dan aroma melati yang mantap.

Yogyakarta, 19 Januari 2013 – Hari ini, PT Unilever Indonesia Tbk. melengkapi rangkaian produk tehnya dengan meluncurkan SariMelati, teh celup dan teh kantong bundar dengan rasa dan aroma melati yang mantap. Untuk merayakan peluncuran ini, berpusat di area Benteng Vredeburg, Yogyakarta, SariMelati mempersembahkan “Festival Kuno Lan Kini SariMelati” yang diresmikan oleh tamu kehormatan, Gusti Kanjeng (GKR) Ratu Hemas.

Minum the aroma melati merupakan tradisi masyarakat Yogyakarta yang menonjol sejak zaman dahulu kala, kata GKR Hemas dalam sambutannya. Karena itu, ia menyambut baik segala upaya mempertahankan dan mengembangkan tradisi ini, terutama yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat

Festival ini diawali dengan “Parade Kuno Lan Kini SariMelati” yangmegah dan teatrikal di sepanjang Jalan Malioboro, yang diikuti oleh ratusan orang yang berasal dari berbagai komunitas, sepertikomunitas sepeda onthel yang bersandingan dengan sepeda masa kini, perbandingan padanan dan tampilan batik masa lampau dan masa kini, serta bukti-bukti peleburan-peleburan lain yang disimbolkan oleh beberapa komunitas pelaku seni. Urut-urutan parade ini disambut olehpasangan kerajaan yang dicintai masyarakat Yogyakarta yaituGusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X,dan suami tercinta KPH Yudanegara.

Siang harinya, dalam konferensi pers bertajuk ”Sekantung Tradisi SariMelati”, Melinda Savitri, Brand Manager SariMelati mengungkapkan, ”Produk ini sengaja kami luncurkan di Yogyakarta karena teh melati sangat digemari oleh masyarakat Jawa Tengah pada umumnya.Di berbagai wilayah Jawa Tengah, teh melati bahkan menjadi bagian dari tradisi dan budaya meskipun dikonsumsi dengan cara dan kesempatan yang berbeda, namun keharuman khas aroma melati selalu menjadi identitas yang kental. Oleh karena itukami percaya citarasa serta aroma melati yang mantap dari SariMelati sangat sesuai dengan selera masyarakat.”

Selain itu, Yogyakarta dipandang sebagai tempat yang istimewa untuk meluncurkan SariMelati karena masyarakatnya memiliki karakteristik yang juga sangat istimewa dan sesuai dengan produk ini, yaitu progresif, luwes, namun tetap sarat akan nilai tradisi. Dalam kesehariannya, masyarakat Yogyakarta tetap memegang kuat dan mempertahankan tradisi dan budaya yang telah mengakar, namun tetap terbuka dengan perubahan dan perkembangan zaman, termasuk dalam menikmati tradisi minum teh. Tradisi ini tidak terbatas pada ritual semata, namun juga dalam hal esensi rasa dan aroma teh melati yang mantap, yang hingga saat ini tetap dipertahankan. Untuk itu, SariMelati hadir agar masyarakat dapat menyesap tradisi kenikmatan teh melati dengan cara yang lebih praktis dan modern.

Jeng Reni Secara Resmi Diperkenalkan sebagai Brand Ambassador SariMelati

Karakter masyarakat Yogyakarta yang progresif jelas terlihat pada sosok seorang wanita modern yang tetap berpegang teguh pada tradisi, yaitu GKR Bendara. Hari ini, GKR Bendara atau yang akrab disapa dengan Jeng Reni secara resmi diperkenalkan sebagai Brand AmbassadorSariMelati karena beliau mampu menginspirasi betapa kehidupan modern tidak harus semerta-merta bertentangan dengan nilai-nilai tradisi. Justru sebaliknya, kedua hal ini dapat saling berdialog dan berjalan beriringan dengan harmonis.

Jeng Reni menuturkan bahwa dalam menjalankan peranannya sebagai Puteri Keraton Ngayogyakarta, ia selalu berupaya untuk menjaga nilai-nilai tradisi yang sudah turun-temurun ditanamkan oleh leluhurnya. Namun di saat yang sama, beliau juga menyadari adanya tuntutan bagi seorang wanita di era modern ini untuk terus bertumbuh dan berkarya. Untuk itu, ia senantiasa mencari keseimbangan diantara keduanya, termasuk dalam menjalani tradisi minum teh melati.

Jeng Reni berbagi pengalaman, “Benar sekali bahwa Yogyakarta merupakan ‘rumah’ bagi tradisi minum teh, khususnya teh melati. Saya sangat merasakannya, terutama dalam lingkungan keluarga. Sejak dulu penyajian teh melati selalu menjadi bagian penting, baik itu dalam upacara-upacara Keraton maupun sebagai penghangat saat berkumpul bersama keluarga. Seduhan teh melati dengan rasa dan aroma yang khas selalu menjadi pengingat akan identitas dan asal-usul saya.”

”Namun harus diakui bahwa keseharian saya saat ini kurang memungkinkan saya untuk menjalani tradisi minum teh melati dengan cara yang sama. Saya membutuhkan kepraktisan untuk tetap dapat menikmati tradisi tersebut. Dengan SariMelati, saya dapat tetap menikmati aroma dan rasa teh melati dengan cara yang lebih praktis dan modern, dimanapun saya berada,” lanjut Jeng Reni.

Hal ini dibenarkan oleh Sosiolog dari Universitas Gajah Mada, Arie Sudjito, ”Minum teh melati sebagai tradisi masih sangat relevan jika kita mampu menghadirkan tradisi minum teh dengan gaya, pola, serta daya saji yang kontemporer. Warisan dan tradisi teh sebagai gejala budaya tidak akan lekang ditelan perubahan jaman, karena nilai-nilai dari tradisi yang mengakar ini dapat direvitalisasi sesuai dengan realitas yang berlangsung sehingga tradisi minum teh melati mampu ’menembus batas’ karena dapat dinikmati setiap orang tanpa sekat generasi maupun kelompok sosial.”

”Pada akhirnya, SariMelati berharap rangkaian acara hari ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga tradisi di tengah laju modernisasi, seperti yang kami hadirkan di dalam Festival Kuno Lan Kini SariMelati.Berbagai fasilitas dan atraksi seperti gelaran kuliner tradisional dan kreasi unik teh melati yang bisa dinikmati dengan hangat dan akrab di angkringan SariMelati, arena permainan anak, bazar dan pameran dari beberapa komunitas di Yogyakarta, panggung hiburan, hadiah langsung, dan lain-lain seluruhnya kami persembahkan untuk mengangkat harmoni peleburan tradisi dan modernisasi di berbagai sendi kehidupan. Semoga dengan nilai-nilai yang kami sampaikan, SariMelati mampu mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat,” tutup Melinda.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top