Sustainable Business

Strategi untuk menyelamatkan bumi, menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan ekonomi.

Jakarta, 4 Juni 2012 – Saat ini, kita hidup di era dimana terjadi berbagai perubahan dari segi lingkungan hidup maupun sosial. Pemanasan global, semakin langkanya air, ledakan populasi, kematian balita, kelaparan dan, di lain pihak, obesitas, adalah beberapa dari tantangan yang bisa mengancam keberlangsungan kehidupan semua mahluk di bumi.

”Unilever percaya, bahwa kalangan bisnis seharusnya menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan-tantangan tersebut, dan bukan malah menjadi kontributor terhadap masalah,” kata Presiden Direktur Unilever Indonesia, Maurits Lalisang, dalam paparannya di acara diskusi bertajuk ”Sustainable Business: Selamatkan Bumi, Sejahterakan Masyarakat, Tingkatkan Ekonomi”, hari ini (4/6).

”Secara global, Unilever memiliki tekad untuk menumbuhkan bisnisnya dua kali lipat, namun di saat yang bersamaan kami ingin menekan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bisnis kami terhadap lingkungan serta meningkatkan manfaat yang diciptakan untuk masyarakat. Untuk mewujudkan hal ini, Unilever menerapkan strategi yang disebut Unilever Sustainable Living Plan, yang telah diluncurkan secara global pada bulan November 2010. Strategi ini merupakan komitmenUnilever untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh bisnisnya terhadap lingkungan dan masyarakat di sepanjang rantai nilai, mulai dari pemilihan bahan baku sampai ke penggunaan produk oleh konsumen,” papar Maurits Lalisang.

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dalam strategi ini, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan dampak terhadap lingkungan dan meningkatkan penghidupan masyarakat di sepanjang rantai nilai Unilever di seluruh dunia.Masing-masing tujuan utama ini dijabarkan lagi ke dalam program yang lebih rinci.

Hari ini, Unilever Indonesia berbagi pencapaian yang telah diraih dalam mengimplementasikan Sustainable Living Plan di Indonesia. Bertempat di Ceria Room, Shangri La hotel Jakarta, acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Emil Salim (Pakar Ekonomi dan Lingkungan Hidup), Maurits Lalisang (Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk.), serta para mitra dari berbagai elemen seperti, pemerintah, akademisi, pengusaha, LSM, distributor, komunitas penerima manfaat, serta media.

“Penerapan Sustainable Living Plan adalah menguntungkan semua pihak, win-win bagi masyarakat, lingkungan dan bagi bisnis Unilever sendiri. Dengan menerapkan prinsip sustainability dalam bisnis, Unilever bisa menjadi bagian dari solusi terhadap masalah lingkungan, menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan bisnis kami secara lebih pesat,” ungkap Maurits.

Berikut beberapa contoh dari pencapaian Unilever yang memberikan situasi win-win :

  • Melalui brand Lifebuoy, Unilever ingin mengubah perilaku mencuci tangan 1 miliar orang di seluruh dunia hingga tahun 2015. Ini merupakan suatu ‘win’ bagi konsumen dan masyarakat. Mencuci tangan pakai Lifebuoy pada saat yang tepat bisa mengurangi diare dan membantu lebih banyak anak untuk tidak absen dari sekolah setiap harinya. Bagi Lifebuoy pun, ini adalah suatu ‘win’ karena Lifebuoy menjadi salah satu brand Unilever dengan pertumbuhan paling cepat. Di Indonesia, program Cuci Tangan Pakai Sabun saat ini mempunyai lebih dari 50.000 dokter kecil di lebih dari 4000 sekolah dan telah menjangkau lebih dari 4 juta orang sampai 2011.
  • Melalui kampanye “Gosok Gigi Pagi dan Malam”, sejak tahun 2010 brand pasta gigi Signal dan Pepsodent telah membantu 44 juta lebih orang di seluruh dunia untuk mengadopsi kebiasaan menggosok gigi dua kali sehari, diwaktu pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Hal ini merupakan ‘win’ bagi konsumen dan masyarakat karena mengurangi gigi berlubang. ‘Win’ pula bagi brand-brand tersebut, yang mencapai pertumbuhan volume yang sangat baik. Di Indonesia, program Sikat Gigi Pagi dan Malam telah mengedukasi lebih dari empat juta anak sekolah di seluruh Indonesia agar mempunyai kebiasaan menyikat gigi dengan baik.
  • Peluncuran alat pemurni air rumah tangga “Pureit” berkontribusi meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan memberikan akses yang mudah bagi keluarga untuk mendapatkan air minum yang aman dan hemat energi, tanpa gas dan tanpa listrik. Hal ini adalah ‘win’ bagi 35 juta konsumen yang telah mendapatkan akses ke air minum yang aman dengan harga terjangkau. Dan ‘win’ pula bagi Pureit, karena telah menciptakan bisnis baru yang telah berkembang dari India ke Indonesia, Bangladesh, Meksiko dan Brasil.

Selanjutnya Maurits Lalisang mengatakan, “Ada area-area di mana Unilever tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasinya, misalnya mengubah perilaku konsumen agar lebih hemat air dalam kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan membersihkan. Dan memang, dalam konteks yang lebih luas, untuk mengatasi tantangan-tantangan yang kita hadapi di dunia sekarang, tidak ada satu pihakpun yang bisa bekerja sendiri. Harus ada kerjasama dan peran aktif berbagai unsur termasuk pemerintah, dunia usaha, organisasi independen, media dan masyarakat umum.”

Untuk meningkatkan kesadaran mengenai hal tersebut, hari ini Unilever mengadakan sesi diskusi dengan tema “Sustainable Business – Selamatkan Bumi, Sejahterakan Masyarakat, dan Tingkatkan Ekonomi”, dengan narasumber Ir. Arief Yuwono (Deputi Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Kantor Lingkungan Hidup RI), Shinta Widjaja Kamdani (Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, KADIN Indonesia), Nazir Foead (Direktur Konservasi WWF Indonesia), Ahmad Djauhar (Direktur Utama Bisnis Indonesia) dan Sancoyo Antarikso (Direktur External Relations dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia, Tbk.). Diskusi yang dimoderatori oleh Fifi Aleyda Yahya ini membahas bagaimana dunia usaha secara umum dapat menjadi bagian dari solusi serta tantangan-tantangan apa yang ditemui dalam menjalankan bisnis yang sustainable.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top