Sejarah kami

Unilever Indonesia berupaya menciptakan masa depan yang lebih cerah. Didasari oleh nilai-nilai yang kami junjung dalam bisnis, kami membantu mengatasi beberapa tantangan paling mendesak yang dihadapi Indonesia - dan dunia – saat ini, antara lain kemiskinan, kesehatan, gizi, kelestarian sumber daya, pengelolaan limbah dan perubahan iklim selama lebih dari 80 tahun.

Part of a Blue Band advert in India

Maju bersama Unilever Indonesia selama lebih dari tujuh puluh tahun

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.

Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.

Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.

Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003. Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.

Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000.

Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.

Perluasan Unilever Indonesia

Replace this image

Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT AL.

Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.

Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode yang sama dengan metode pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.

Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.

Rangkaian Peristiwa

1933         Unilever didirikan dengan nama Lever’s Zeepfabrieken N.V di daerah Angke, Jakarta dengan mengoperasikan pabrik sabun.

1936         Margarin Blue Band dan sabun mandi Lux dipasarkan di Indonesia.

1941         Unilever membangun pabrik komestik bernama Colibri NV di Surabaya.

1942-46     Sebagai dampak dari Perang Dunia II, maka kendali oleh Unilever dihentikan.

1965-66     Unilever berada di bawah kendali pemerintah.

1967         Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman modal asing.

1980         Nama perseroan diubah menjadi PT Unilever Indonesia.

                Presiden Direktur berkewarganegaraan Indonesia pertama, Yamani Hasan, dilantik.

1982         Unilever Indonesia menjadi perseroan terbuka dan melepas saham ke publik dengan mendaftarkan 15% saham di Bursa Efek Indonesia.

                Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya.

1988         Pemindahan pabrik sabun mandi dari Colibri ke pabrik Rungkut, Surabaya.

1990         Unilever Indonesia membangun pabrik Personal Care di Rungkut, Surabaya.

                Unilever Indonesia terjun ke bisnis the dengan mengakuisisi SariWangi.

1992         Pabrik es krim Wall’s dibuka di Cikarang. Conello dan Paddle Pop muncul di pasar.

1995         Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi.

1996-98     Penggabungan instalasi produksi di Cikarang dan Rungkut.

1999         Unilever Indonesia memproduksi deterjen Cair NSD di pabrik Cikarang.

2000         Unilever Indonesia terjun ke bisnis kecap dengan mengakuisisi Bango.

2001         Unilever Indonesia membuka pabrik teh di Cikarang.

2002         Unilever Indonesia membuka pusat distribusi sentral Jakarta.

2003         Unilever Indonesia terjun ke bisnis obat nyamuk bakar.

2004         Mengakuisisi Knorr Indonesia dari Unilever Overseas Holding Ltd dan menggabungkannya dengan Unilever Indonesia.

                Memindahkan pabrik produk perawatan rambut dari Rungkut ke Cikarang.

2005         Unilever Indonesia membuka pabrik sampo cair di Cikarang.

2008         Membangun pabrik perawatan kulit (Skin Care) terbesar se-Asia di Cikarang. Memasuki bisnis minuman sari buah dengan mengakuisisi merek Buavita dan Gogo. SAP diimplementasikan di seluruh Unilever Indonesia.

2010         Unilever Indonesia memasuki bisnis pemurnian air dengan meluncurkan PureIt.

2011         Unilever Indonesia mendirikan pabrik sabun mandi Dove di Surabaya sekaligus memperluas pabrik es krim Wall’s dan Skin Care di Cikarang.

2012         Unilever Indonesia berhasil melipatgandakan bisnis dalam kurun waktu lima tahun dan mencatat omset lebih dari 2 miliar.

2013         Unilever Indonesia memperingati 80 tahun perjalanan Unilever Indonesia, dengan meluncurkan“Project Sunlight” untuk menginspirasi masyarakat agar bergabung dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi generasi masa depan.

2014         Unilever Indonesia meluncurkan IOMA, sebuah system perawatan kulit mewah gaya baru yang memanfaatkan teknologi canggih untuk mendiagnosa kebutuhan perawatan kulit sekaligus menciptakan formula unik sesuai dengan kondisi kulit pemakainya

2015         Unilever Indonesia meresmikan pabrik ke-9 yaitu pabrik Foods yang berukuran 63 hektar.

Back to top