Kecantikan Kulit: Problematika sepanjang usia

Perubahan penampilan adalah indikator dari status kesehatan secara keseluruhan dan ini telah menunjukkan bahwa ‘kelihatan tua bagi seseorang’ terkait dengan peningkatan resiko kematian.

Sudut Pandang Baru

Penelitian mengenai penuaan kulit adalah area yang berhubungan dengan misi Unilever untuk menambah vitality dalam hidup, dan dengan merk kami membantu orang-orang merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan. Kami berkomitmen untuk memahami proses yang berkaitan dengan kebugaran tubuh termasuk menjaga kulit terlihat lebih muda, lebih lama.

Sementara pembelajaran masa lalu telah memeriksa hubungan antara suplemen dan vitamin serta kesehatan kulit, kami ingin memeriksa efek nutrisi melalui makanan seseorang. Menggunakan data dari Survei Pengamatan Kesehatan dan Gizi Nasional yang pertama, kami melakukan epidemiologikal pada lebih dari 4.000 wanita berumur antara 40 sampai 74 tahun.

Sejauh yang kami ketahui, penelitian ini unik. Dipimpin oleh Nutritional Epidemiologist Dr Maeve Cosgrove dari R & D Unilever, analisa ilmiah ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition dan dikutip dalam Newsletter Universitas terkenal Tuffs Health & Nutrition.

Penemuan Utama

Penelitian kami menemukan, untuk pertama kalinya, bahwa makanan yang mengandung level vitamin C lebih tinggi dihubungkan dengan lebih kecilnya resiko munculnya kerut dan keringnya kulit. Vitamin C mendukung fungsi biologi yang berbeda termasuk regenerasi dan penyembuhan luka. Vitamin C membentuk antioksidan dan faktor yang penting dalam memproduksi kolagen, protein yang memainkan peranan penting pada kekuatan kulit dan elastisitas.

Adadua hasil yang menarik. Pengambilan linoleic acid yang lebih tinggi, sebuah omega-6 fatty acid yang penting, dihubungkan dengan resiko lebih rendah pada kekeringan dan penipisan kulit; sementara lebih tingginya lemak dan karbohidrat dikaitkan dengan resiko lebih besar untuk munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit.

Buah-buahan dan sayuran adalah sumber terbaik untuk memasok vitamin C ke dalam tubuh. Pada saat penelitian, sumber utamanya adalah jus jeruk, citrus dan tomat. Sementara kacang-kacangan dan beberapa minyak, seperti bunga matahari memiliki linoleic acid yang tinggi.

Kita adalah Apa yang Kita Makan

Maeve menyimpulkan,”Bagaimanapun penelitian kami memiliki keterbatasan, seperti sifat historis data, ini menambah bukti pada hipotesa bahwa apa yang kita makan berpengaruh pada penampilan kita. Hal ini mendukung rekomendasi saat ini yang mempromosikan aspek makanan sehat seperti mengkonsumsi lebih banyak buah, sayuran dan kacang-kacangan. Ini menggambarkan arah baru dalam penelitian nutrisi dalam hubungannya dengan kesehatan publik.”

Sebagai hasil dari penelitian, Maeve diundang untuk menulis buku mengenai nutrisi dan penuaan kulit. Ditulis bersama-sama dengan Dr Gail Jenkins (R &D Unilever) dan akan diterbitkan pada akhir tahun 2009 dengan judul “Aging Skin: Theurapeutic Strategies” (eds Rhein dan Fluhr).

Dengan memfokuskan pada hubungan antara nutrisi dan penampilan kulit yang menua, penelitian ini telah memberikan pemahaman lebih banyak pada kita mengenai aturan spesifik yang diperankan oleh sejumlah komponen makanan. Penemuan ini dapat digunakan sebagai motivasi alternatif bagi para individu, untuk memilih makanan yang lebih sehat dan seimbang.

Back to top