
Divestasi ini merupakan bagian dari strategi Unilever dalam mengoptimalkan portofolio, selaras dengan fokus perusahaan pada kategori yang lebih sedikit tetapi memiliki skala besar serta peluang pertumbuhan berkelanjutan, guna mendukung penciptaan nilai jangka panjang.
Benjie Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia menyampaikan, “Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.”
Unilever Indonesia mengakuisisi SariWangi pada tahun 1989, menjadikannya pelopor teh celup di Tanah Air. Sejak itu, SariWangi dikenal sebagai merek yang dipercaya keluarga Indonesia berkat kualitasnya, inovasi yang terus berkembang, dan loyalitas konsumen yang tinggi.
Transaksi ini akan selesai setelah seluruh persyaratan penutupan yang umum terpenuhi, dan diperkirakan selesai pada semester pertama tahun 2026.