Festival Jajanan Bango kembali hadir di Surabaya

Kecap Bango senantiasa sepenuh hati berkomitmen menjalankan misi sosial pelestarian warisan kuliner Nusantara, salah satunya melalui pelaksanaan festival kuliner akbar tahunan Festival Jajanan Bango (FJB)

Surabaya, 31 Mei 2015 – Kecap Bango produksi PT Unilever Indonesia Tbk, senantiasa sepenuh hati berkomitmen menjalankan misi sosial pelestarian warisan kuliner Nusantara, salah satunya melalui pelaksanaan festival kuliner akbar tahunan Festival Jajanan Bango (FJB). Setelah sukses memuaskan selera puluhan ribu pecinta kuliner Nusantara di Surabaya tahun 2013 lalu, di tahun pelaksanaan yang ke-10 ini FJB kembali menyambangi kota ini untuk mempersembahkan beragam hidangan autentik dari Barat hingga Timur Nusantara.

Nuning Wahyuningsih, Senior Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia Tbk. mengatakan, ”Tahun ini, Bango memiliki misi besar untuk mendorong kecintaan dan kebanggaan masyarakat luas terhadap ragam kekayaan warisan kuliner Nusantara. Sebagai bagian penting dari misi tersebut, kami menghadirkan FJB dengan tema 'Persembahan Kuliner dari Barat ke Timur Nusantara' untuk mengangkat kembali kebanggaan masyarakat Indonesia akan kekayaan ragam kuliner Nusantara, sesuatu identintas bangsa yang kalau kita abaikan bisa saja hilang.”

FJB menghadirkan 38 legenda kuliner Indonesia yang telah teruji kelezatan serta kesohorannya untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner Nusantara. Di FJB kali ini, para pecinta kuliner akan diajak untuk bertualang menjelajah khasanah kuliner Nusantara, mulai dari Area Indonesia Bagian Barat, Area Indonesia Bagian Tengah, hingga Area Indonesia Bagian Timur.

“Di antara puluhan kuliner pilihan yang Bango hadirkan bagi masyarakat Surabaya, ada 2 legenda kuliner yang bulan April lalu telah mengharumkan nama Indonesia di pentas kuliner dunia melalui ajang World Street Food Congress 2015 (WSFC 2015) di Singapura. Mereka adalah Kupat Tahu Gempol, dan Ayam Taliwang Bersaudara. Di pesta kuliner internasional yang diikuti 12 negara itu, para legenda kuliner Indonesia mendapatkan sambutan yang luar biasa, karenanya kami turut menghadirkan mereka dalam FJB tahun ini,” jelas Nuning. Selain kedua legenda kuliner tersebut, di WSFC 2015 hadir pula salah satu legenda kuliner asal Surabaya, yaitu Soto Ambengan Pak Sadi dan Gudeg Yu Nap yang sayang sekali berhalangan berpartisipasi di FJB 2015.

Ibu Zahra, pemilik warung makan Ayam Taliwang Bersaudara berkisah tentang pengalamannya. “Saat mengikuti ajang WSFC bulan lalu, salah satu tantangan yang harus kami hadapi adalah kami pasokan ayam yang terbatas. Hidangan ayam taliwang umumnya menggunakan ayam yang berukuran kecil, akan tetapi karena ukuran ayam di Singapura besar, akhirnya kami hanya menggunakan ayam bagian sayap saja. Namun untuk urusan bumbu, kami tetap menggunakan bumbu asli yang biasa kami pakai, seperti cabai hitam yang langsung kami bawa dari Lombok. Alhamdulillah, usaha keras kami membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Antrian panjang yang tak kunjung usai membuat saya bangga bahwa kuliner Indonesia ternyata mendapat pengakuan di kancah internasional!” tutur wanita yang telah gigih menasionalkan hidangan ayam taliwang sejak tahun 1980an.

Di penyelenggaraan FJB tahun ini, Bango juga menobatkan 10 Jagoan Kuliner Nusantara yang merupakan penjaja kuliner favorit pilihan masyarakat Indonesia. Selama beberapa bulan menjelang pelaksanaan FJB, Bango mengajak masyarakat melakukan voting untuk legenda kuliner Nusantara favorit mereka melalui tiga saluran digital, yaitu Facebook fanpage Bango Warisan Kuliner, Mobile Application Warisan Kuliner dan website www.bango.co.id . Dari pilihan 50 legenda kuliner asal Barat, Tengah hingga Timur Nusantara yang dikurasi oleh Bango, 10 legenda kuliner dengan pemilih terbanyak telah dinobatkan sebagai 10 Jagoan Kuliner Nusantara, dan 8 di antaranya dihadirkan di FJB Surabaya.

Tahun ini, FJB diselenggarakan di tiga kota. Setelah menuai kesuksesan luar biasa di kota pertama, Yogyakarta, Surabaya merupakan kota persinggahan kedua, dan nantinya akan ditutup dengan pelaksanaan di Jakarta. Tahun ini Bango kembali menyinggahi Surabaya, selain karena animo masyarakat yang begitu besar di pelaksanaan FJB 2013 lalu, Surabaya juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Jawa Timur dengan hidangan yang sangat khas dan beragam. Merupakan sebuah kehormatan bagi Bango bahwa pelaksanaan FJB 2015 hari ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Bapak Drs. Handoyo, M.Pd, selaku Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Jie W Kusuma, seorang penggiat kuliner Nusantara asal Surabaya menanggapi, ”Saat ini perhatian dan minat masyarakat Surabaya terhadap kuliner Nusantara semakin meningkat, khususnya di antara generasi muda. Mereka memiliki semangat yang besar untuk menelusuri ragam kuliner Nusantara, baik yang sudah populer maupun yang belum. FJB sebagai ajang kuliner yang selalu ditunggu-tunggu bisa memberikan kesempatan bagi para pecinta kuliner untuk semakin mengenali dan ikut berpartisipasi dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara.”

Selain kelezatan ragam kuliner, Bango juga akan menghadirkan beberapa area yang tak kalah istimewa seperti: Kampung Bango yang memperlihatkan komitmen Bango dalam menjaga kualitas sepenuh hati; Galeri Festival Jajanan Bango yang menampilkan sejarah keberagaman kuliner Nusantara dan kisah sukses Bango dalam menyelenggarakan FJB selama 10 tahun terakhir; serta Panggung Hiburan Bango yang menyajikan aneka hiburan bernuansa tradisional dan berbagai tayangan menarik lain yang dapat semakin menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap warisan kuliner Nusantara.

“Pada akhirnya, tak hanya memanjakan seluruh pecinta kuliner dengan ragam kelezatan kuliner dari Barat hingga Timur Nusantara, acara ini akan memberikan banyak pengetahuan dan inspirasi untuk memupuk kecintaan dan kebanggaan kita semua terhadap kuliner Nusantara,“ tutup Nuning.

Indonesia

Graha Unilever
Jl. Jend. Gatot Subroto kav.15
Jakarta – 12930

www.unilever.co.id

+6221-5299 5299

Back to top