PT Unilever Indonesia, Tbk. tumbuhkan bisnisnya 19,2% di 2011

Di tengah berbagai tantangan berat, Perseroan berhasil mencapai hasil yang memuaskan pada akhir tahun.

Jakarta, 29 Mei 2012 - PT Unilever Indonesia sekali lagi meraih kinerja yang memuaskan pada tahun 2011. Penjualan mencapai Rp 23,5 trilyun, naik 19,2% dari 2010. Laba usaha mencapai Rp 5,5 trilyun dengan marjin usaha 23,2%, sementara arus kas bersih naik 50,9% menjadi Rp 5,5 trilyun.Pada Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta hari ini (29/5), pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen final Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2011 sejumlah Rp 296,- per lembar saham atau semuanya berjumlah Rp 2,3 triliun, sehingga bila digabungkan dengan dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya, total dividen untuk Desember 2011 yang akan dibagikan kepada semua pemegang saham yang berhak adalah Rp 546 per lembar saham atau semuanya Rp 4,2 triliun (100% payout).

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Maurits Lalisang mengatakan, “Tahun 2011 merupakan tahun yang sangat baik bagi Unilever Indonesia. Setelah mengalami pasar konsumen yang relatif lemah pada tahun 2010, kami melihat adanya peningkatan kepercayaan konsumen selama 2011; dan khususnya kebangkitan kelas menengah. Namun, kami dihadapkan pada kenaikan harga dua komoditas penting, yakni minyak mentah dan minyak nabati; serta persaingan yang makin intensif dan agresif. Namun karena kami memiliki dasar yang kuat, pengendalian biaya yang ketat serta portofolio yang luas, tantangan-tantangan tersebut berhasil kami lewati dengan hasil memuaskan di semua bagian.”

Sepanjang tahun, Perseroan menerapkan strategi yang memaksimalkan kekuatan utamanya, yakni inovasi dan pengembangan pasar. 2011 ditandai dengan keluarnya inovasi-inovasi baru dalam peluncuran ulang berbagai brand Home & Personal Care termasuk Clear, Molto, Sunlight serta satu brand baru untuk perawatan kulit yakni Fair & Lovely yang ditargetkan untuk mass market. Portofolio perawatan kulit untuk pria pun semakin diperkuat melalui Vaseline for Men.

“Kemampuan Unilever yang kuat di bidang riset dan pengembangan secara global sangat mendukung kami dalam menciptakan inovasi produk yang membawa manfaat lebih bagi konsumen dan pada akhirnya akan menguntungkan bisnis kami.”

Maurits Lalisang lebih jauh memaparkan bahwa selama tahun 2011, Perseroan terus berinvestasi secara signifikan. “Di tahun 2011 kami menginvestasikan sekitar Rp 1,7 trilyun untuk meningkatkan kapasitas produksi serta distribusi. Total investasi kami dari 2010 sampai akhir 2012 akan mencapai sekitar 350 juta Euro, yang sebagian besar memang untuk memperluas kapasitas manufaktur dan distribusi.”

Unilever memiliki target yang ambisius untuk pertumbuhan jangka panjang. Perseroan percaya bahwa pertumbuhan bisnis akan membawa manfaat bagi perekonomian secara nasional maupun bagi pihak-pihak yang terlibat dalam rantai nilai dari hulu sampai hilir. Namun perseroan juga sadar bahwa pertumbuhan bisnis juga berpotensi membawa dampak negatif.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sancoyo Antarikso mengatakan, “Pada tahun 2102, benang merah di keseluruhan strategi kami adalah fokus yang lebih intensif terhadap agenda sustainability / keberlanjutan, yang mencakup peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, penurunan dampak bisnis kami terhadap lingkungan, serta pemasokan bahan baku dari sumber yang sustainable. Agenda ini, yang dituangkan dalam sebuah strategi yang kami sebut Unilever Sustainable Living Plan, membawa manfaat bukan saja bagi lingkungan dan masyarakat, namun juga menguntungkan bagi bisnis. Kami telah buktikan bahwa dengan mengintegrasikan sustainability ke dalam bisnis dan brand kami, kami telah membangun landasan yang kokoh untuk menciptakan nilai lebih bagi bisnis kami di masa mendatang.”

Untuk semakin menekankan prinsip bahwa melakukan bisnis secara sustainable adalah satu-satunya cara untuk menumbuhkan usaha dan perekonomian dan di saat yang bersamaan melindungi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik, Perseroan akan mengadakan sebuah diskusi seputar sustainability pada tanggal 4 Juni di Jakarta. Diskusi ini akan menampilkan narasumber yang mewakili kalangan usaha, pemerintah, media dan organisasi independen. Diskusi ini diharapkan dapat memicu masyarakat untuk memberi perhatian terhadap hal ini; dan pada akhirnya mendorong kalangan usaha untuk membuat langkah nyata untuk menerapkan sustainability di sepanjang rantai nilai mereka.

Sebagai penutup, Maurits Lalisang mengungkapkan pandangannya mengenai 2012,” Kami memandang 2012 dengan optimis namun tetap hati-hati. Kita menghadapi isu perekonomian global, melemahnya Rupiah serta menurunnya kepercayaan konsumen. Namun, kami memiliki strategi yang kuat dan implementasi yang mantap. Kami akan bekerja keras untuk menghadirkan produk-produk terbaik bagi konsumen dengan memanfaatkan keunggulan kami dalam inovasi serta mengoptimalkan potensi pasar. Kami percaya, dengan fundamental yang kokoh serta dukungan talenta-talenta terbaik dalam perusahaan, kami akan terus mampu menciptakan nilai lebih bagi Perseroan di tahun 2012.”

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top