Lifebuoy Berita Sehat Ramadhan

Bersih Dari Kuman untuk Siap Meraih Kemenangan Fitri. Kebersihan tangan menjadi kunci mencegah masalah kesehatan akibat kuman.

Jakarta, 6 Agustus 2012 –Tanpa disadari banyak sumber kuman selama aktivitasmudik dan merayakan Idul Fitri. Memahami adanya permasalahan tersebut, Lifebuoy menggelar Obrolan Sehat bertema, “Lifebuoy Berita Se

hat Ramadhan: Bersih Dari Kuman untuk Siap Meraih Kemenangan Fitri” yang bertujuan untuk kembali mensosialisasikan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) salah satunya melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) .

Hadir di acara tersebut Eva Arisuci Rudjito,Director of Brand Building Skin Cleansing PT Unilever Indonesia Tbk., dua pakar kesehatan Lifebuoy Berita Sehat, yakni dr. R. Fera Ibrahim, Msc, PhD, SpMK- Ahli mikrobiologi FKUI dan dr. T. Bahdar Johan, SpPD - Ahli penyakit dalam Rumah Sakit Premiere Bintaro, Agamawan Ustadz Cinta (Restu Sugiharto), Amalia Sarah Santi - Senior Brand Manager Lifebuoy PT Unilever Indonesia Tbk., dan artis Ayu Dewi sebagai moderator.

Sarah mengatakan “Lifebuoy secara terus menerus berkomitmen untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya menerapkan PHBS dan CTPS agar keluarga Indonesia siap menjalankan aktivitas selama puasa, saat mudik dan merayakan hari raya idul fitri. “Tanpa kita pahami, kuman penyebab masalah kesehatan banyak terdapat di ruang publik seperti sarana transportasi dan fasilitas umum lainnya, sehingga setiap orang perlu menjaga kebersihan dan kesehatan pribadinya dengan selalu melakukan CTPS sehingga kuman tidak masuk ke dalam tubuh,” tuturnya.

Sebuah studi kesehatan yang dilakukan Universitas Nottingham dan dipublikasikan di Journal BMC Infections Diseases menunjukkan risiko seseorang terjangkit penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)dalam lima hari setelah seseorang menggunakan bus atau kereta api enam kali lebih besar.

dr. Fera mengatakan saat mudik adalah salah satu moment dimana intensitas penggunaan fasilitas umum menjadi meningkat, dan tanpa kita sadari hal ini berdampak bahaya penyebaran rantai kuman. Penting bagi keluarga Indonesia untuk memahami dan waspada terhadap kuman yang ada pada fasilitas umum, sehingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat dilakukan dalam kondisi yang sehat. “Disiplin diri dalam menerapkan PHBS seperti CTPS terutama sebelum makan sebaiknya tetap dilakukan sebagai upaya preventif dari berbagai jenis kuman yang dapat kita temui baik di luar maupun di dalam rumah,” menurutnya.CTPS dapat membuat kuman lepas dari kulit dan larut bersama air yang mengalir sehingga proses penyebaran kuman ke dalam tubuh terputus.

dr Bahdar mengatakan kuman yang paling umum yang menyebabkan penyakit diare adalah E.coli. Saat penderita diare memegang fasilitas umum dan transportasi umum, maka kuman E.coli dapat berpindah. Jika orang yang sehat memegang fasilitas umum tersebut, maka kuman dapat berpindah dapat berpindah ke orang yang bersangkutan. Sedangkan ISPA disebabkan oleh virus influenza pada 15% dari kasusnya. Jika sudah mengalami diare sebaiknya mendapat pertolongan pertama oralit dan segera dibawa ke dokter.“Diare yang akut dapat menyebabkan bocornya usus dan menyebabkan kematian bagi penderita,” paparnya. “Namun upaya yang paling baik adalah mencegah terkena ISPA dan diare dari penyebaran kuman saat mudik yakni dengan PHBS dan CTPS,” tegas dia.

Berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa CTPSd apatmenurunkan angka kejadian diaredan ISPA yang cukup signifikan. Antara lain, studi penelitian oleh Curtis V. Cairncross menunjukkan CTPS dapat menurunkan risiko diare hingga 47%.

Kuman dapat ditemui tidakhanyapadatransportasi seperti pegangan di bus danfasilitas umum seperti ATM, namun juga di rumah salah satunya adalah dapur.. Selama puasa dan Idul Fitri para ibu akan lebih sibuk di dapur khususnya untuk menyiapkan makanan sahur, berbuka dan santapan Hari Raya. Dalam hal ini selain karena faktor makanan dan lingkungan, faktor kebersihan tangan baik yang mengkonsumsi makanan dan yang menyiapkan makanan juga menjadi penting.

Penelitian pada Pilot Studydi Public Health and Human Rights luar negeri memperlihatkan bahwa sebagian besar jumlah bakteri ditemukan pada tempat atau permukaan yang lembab seperti bak cuci piring, spons, dan saluran air. Staphylococcus aureus ditemukan pada tempat atau permukaan yang sering kontak dengan tangan termasuk pegangan pintu dapur, dudukan toilet, microwave touchpad, spons, serbet dan lain-lain. Hasil penelitianlainmenunjukkan dapur yang sering dipergunakan sebagai ruang mengolah makanan ternyata juga merupakan sumber bibit penyakit.

Menjaga kebersihan dan kesehatanjuga dianjurkan semua agama termasuk Islam. Ustadz Cinta mengatakan ajaran Islam memerintahkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari penyakit, yaitu antara lain dengan membersihkan dan menyucikan tubuh dengan mandi. Menjaga kebersihan tangan juga merupakan kebiasaan sehat yang sangat dianjurkan. “Dalam sebuah kisah, istri Nabi Muhammad, Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah bila hendak makan maka beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu,” kata dia.

Artis Ayu Dewi juga menyadari pentingnya PHBS dan CTPS. Ia mengatakan kini selalu melakukan CTPS sebelum menyiapkan makanan sahur dan berbuka bagi suaminya dan hidangan untuk menyambut Hari Raya. Apalagi kini dia sedang dalam keadaan hamil yang artinya menjaga kesehatan sangat penting untuk janin bayinya.“Saya sadar pentingnya menerapkan CTPS sejak dini terutama sebelum makan, mengingat setiap asupan makanan yang saya makan, berdampak pada kesehatan calon bayi saya. Sehingga saya selalu memastikan tangan selalu dalam keadaan bersih,” ujarnya.

Selain CTPS, kebiasaan sehat yang penting dilaksanakan adalah mandi pakai sabun. Penelitian mengenai mandi mengungkapkan bahwa selain untuk membersihkan tubuh,ternyata mandi memiliki peranan dalam meningkatkan sistem kekebalan, mencegah penyakit kulit, bahkan untuk menyembuhkan masalah medis yang serius.

Sebagai upaya terus mengedukasi dan mensosialisasikan PHBS dan CTPS kepada keluarga Indonesia, Lifebuoy telah menyediakan forum Lifebuoy Berita Sehat, yang berisi informasi, fakta dan tips kesehatan dalam medukung para Ibu dalam menjaga kesehatan keluarga sehari-hari, termasuk selama Ramadhan, saat mudik, dan merayakan Idul Fitri.

Berita Sehat hadir dalam bentuk portal berita sehat di internet (website, facebook dan twitter) yang didukung oleh empat pakar kesehatan, yakni dr Herbowo Soetomenggolo SpA, dokter spesialis anak Rumah Sakit Hermina, dr. H. Rachmat Sentika DR.,dr.,Sp.A, MARS, Ketua Bidang Kesehatan Ibu dan Anak PB IDI dan Staf Ahli Menko Kesra,dr., Msc., PhD., SpMK. R.Fera Ibrahim, dokter ahli mikrobiologi FKUI, dr T Bahdar Johan, SpPD, dokterspesialispenyakitdalam, Rumah Sakit Premiere Bintaro. Lifebuoy juga akan mengadakan kompetisi di Facebook bagi para ibu untuk berbagi tips bagaimana menjaga kesehatan di bulan Ramadhan. Sedangkan pada periode mudik, akan digelar kompetisi foto di Facebook mengenai aktivitas mudik keluarga Indonesia dengan tema: Mudik Sehat bersama Lifebuoy yang dimulai pada 13 Agustus 2012.

Pada obrolan Lifebuoy Berita Sehat Ramadhan, para pakar memberikan berbagai tips kesehatan. dr. Bahdar memberikan tips kaitannya dengan mudik sehat, yakni siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik, berisitirahatlah jika kondisi badan mulai letih, membawa obat pribadi, membawa makanan dan minuman dari rumah agar kebersihan terjamin, jangan lupa cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan atau setelah keluar dari toilet umum agar kuman yang ada di tangan tidak masuk ke tubuh dan terhindar dari penyakit diare. Sedangkan dr.Fera menyampaikan tips kaitannya dengan penyajian makanan yang sehat agar Idul Fitri dapat berjalan dengan lancar: Clean/Bersihkan (cuci tangan yang benar sesering mungkin, bersihkan bahan pangan dengan benar, bersihkan segera permukaan dan alat dapur sebelum dan sesudahnya), Separate/Pisahkan (bahan pangan matang dan mentah), Cook/Masak dengan temperatur yang benar (suhu internal 70oC), Chill/Dinginkan (bahan pangan yang mudah rusak, makanan yang belum disajikan).

“Melalui berbagai aktivitas edukasi dan sosialisasi termasuk Lifebuoy Berita Sehat, Lifebuoy berupaya agar keluarga Indonesia dapat terus menjaga kebersihan dan kesehatannya. Sehingga pada saat Ramadhan ini, dengan kunci bersih dari kuman dapat menjadikan kita siap untuk meraih kemenangan fitri,” Sarah menyimpulkan.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top