Selama lebih dari satu abad, Lifebuoy telah dipercaya karena perlindungannya terhadap kuman, menjangkau miliaran orang dengan produk-produk yang membantu mencegah penyebaran infeksi melalui kebersihan yang lebih baik.
Warisan perlindungan terhadap kuman tetap menjadi fondasi utama Lifebuoy, di tengah perubahan strateginya untuk memosisikan pertumbuhan merek di masa depan dan untuk lebih dekat dengan generasi konsumen yang baru.
Meskipun perlindungan akan selalu menjadi bagian dari visi Lifebuoy, merek ini terus berkembang menjadi rangkaian sabun batang dan cair yang berfokus pada sains, diperkaya dengan bahan-bahan yang dirancang untuk memperkuat lapisan pelindung kulit, dan didukung oleh pemasaran yang memfokuskan media sosial yang relevan dengan para pembeli.
Komitmen terhadap kesehatan kulit secara holistik
Wawasan penting di balik pendekatan baru Lifebuoy adalah bahwa konsumen menginginkan lebih dari sekadar manfaat kebersihan dari sabun dan produk pembersih mereka. Mereka mencari solusi sehari-hari untuk masalah seperti ruam, jerawat, dan kulit kering tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit mereka.
Riset terkini[a] di dua pasar utama Lifebuoy – India dan Indonesia – menunjukkan bahwa kesesuaian untuk seluruh keluarga, manfaat emosional seperti rasa segar atau dimanjakan, kualitas premium, serta nilai-nilai merek menjadi pendorong utama bagi konsumen dalam memilih merek sabun.
“Transformasi Lifebuoy berfokus pada menjadi pemimpin dalam perlindungan kulit, mengubah produk kami menjadi pilihan yang memiliki resonansi emosional yang tidak hanya dibutuhkan, tetapi juga benar-benar diinginkan orang. Kami menggeser peran merek dari menyelamatkan nyawa menjadi memungkinkan hidup untuk terus dijalani,” jelas Parnil Sarin, Global Brand Director, Lifebuoy.
“Konsumen tengah merevolusi dunia wellness dengan menuntut solusi berbasis sains, inovasi digital, serta transparansi yang lebih besar mengenai bahan dan manfaat. Langkah ini mencerminkan evolusi kami menuju perlindungan kulit yang holistik, berbasis sains, dan siap menghadapi masa depan. Kami membayangkan ulang berbagai perspektif, mulai dari formula dan kemasan hingga iklan dan pemasaran,” tambahnya.

Sains unggul dalam perlindungan skin barrier
Inti dari transformasi ini adalah teknologi paten Lifebuoy, Stratos Technology untuk sabun batang dan Armis Technology untuk sabun mandi cair. Formulasi inovatif yang ramah kulit ini menggunakan 100% bahan berbasis tumbuhan dan dirancang secara ilmiah untuk melindungi serta memperkuat kulit dari dalam.
Menyeimbangkan kelembutan dan efektivitas, produk baru Lifebuoy diperkaya dengan penguat peptida pelindung kulit dan vitamin, yang mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh sekaligus melindungi dari agresor eksternal yang berbahaya bagi kulit.
Penataan gaya, skinfluencer, dan pemasaran yang berfokus pada media sosial
Transformasi Lifebuoy tidak hanya terjadi pada isi botol dan kemasannya. Merek ini mengadopsi estetika baru, memadukan warna merah ikoniknya dengan pesan yang menonjolkan kredensial perlindungan skin barrier secara jelas di bagian depan.
Strategi pemasaran Lifebuoy juga ikut dimodernisasi, beralih ke pendekatan yang mengutamakan media sosial dengan kampanye influencer, di mana para kreator konten membagikan pengalaman positif mereka menggunakan formula baru tersebut.
Sebuah kampanye terbaru di Indonesia, di mana Lifebuoy bekerja sama dengan duo influencer ibu dan anak yang populer, Nagita dan Ajja, menghasilkan lebih dari 15 juta tayangan di media sosial hanya dalam 15 hari, serta tingkat keterlibatan 20% lebih tinggi dibandingkan kampanye sebelumnya.
“Proposisi baru kami tentang kesehatan kulit memungkinkan Lifebuoy terhubung dengan audiens yang mencari lebih dari sekadar manfaat pembersihan dari sabun mereka,” ujar Parnil.
“Dengan formula baru yang menggabungkan proposisi penguatan skin barrier dengan warisan dan kepercayaan yang telah dibangun Lifebuoy selama puluhan tahun, ditambah desain kemasan baru, kami menargetkan pertumbuhan volume dan memenangkan hati seluruh generasi konsumen baru untuk masa depan.”
Penelitian dari studi Brand Choice Nielsen.
