Lewati ke content
Deretan produk termasuk Axe, Vaseline, TRESemmé, dan Dove yang mendorong pertumbuhan belanja global melalui d-commerce.

Cara Unilever Mendorong Pertumbuhan Melalui Strategi D-Commerce

Diterbitkan:

Kunci di balik pertumbuhan pesat strategi digital commerce Unilever adalah fokus untuk memenuhi, bahkan melampaui ekspektasi konsumen. Dengan pendekatan yang mengutamakan pelanggan dan didukung oleh teknologi AI, strategi ini terus mendorong pertumbuhan merek-merek Unilever.

Perkembangan belanja online telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan brand.

Mulai dari pengiriman dalam hitungan jam hingga kemampuan brand mengikuti tren terbaru di platform TikTok, ekspektasi konsumen seputar kemudahan dalam berbelanja, kehadiran di media sosial, keterampilan digital dan interaksi langsung dengan brand tidak hanya meningkat, tetapi juga terus berkembang.

Lalu, bagaimana Unilever tetap unggul menjawab perubahan tersebut?

Dengan strategi digital commerce (d-commerce), kami menghubungkan strategi demand creation yang kuat dengan eksekusi pengiriman yang unggul untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen.

Penjualan d-commerce B2C Unilever secara global tumbuh dua digit pada Kuartal 1 2026, didorong oleh beberapa pasar utama seperti India dan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, penggunaan AI dan teknologi digital mendorong perubahan besar dalam cara kami berinteraksi, mengoptimalkan, dan menghadirkan pengalaman terbaik di seluruh pengalaman d-commerce.

Saat ini, 17% omzet Beauty & Personal Care Unilever secara global berasal dari platform digital, sementara di kategori Wellbeing angkanya sudah melampaui 50%.

Di Indonesia, kategori Beauty & Wellbeing mencatat pertumbuhan d-commerce yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026. Brands kami membangun keterlibatan konsumen dengan memimpin momen-momen penting melalui kampanye yang relevan dan menarik, meningkatkan visibilitas melalui konten dalam jumlah besar yang mendukung algoritma platform belanja, serta menjalin kemitraan dengan komunitas untuk membangun koneksi yang lebih mendalam dengan konsumen serta memperkuat relevansi budaya.

Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja ini di seluruh pasar.

Mendorong Pertumbuhan Melalui Tiga Kanal Belanja D-Commerce

Keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi d-commerce yang semakin terarah dan berpusat pada tiga kanal belanja yang berkembang pesat.

Pertama, kemitraan yang kuat dengan peritel besar terus menghasilkan pertumbuhan yang signifikan. Di Amerika Serikat, penjualan d-commerce bersama pelanggan seperti Walmart dan Amazon tumbuh 25% pada FY 2025, didukung oleh retail media, konten berkualitas tinggi, dan eksekusi yang baik.

Kedua, social commerce semakin berperan penting dalam membantu konsumen menemukan dan membeli produk. Di pasar seperti Asia Tenggara dan Tiongkok, platform seperti Douyin (yang sering disebut sebagai TikTok versi Tiongkok) dan TikTok Shop mencatat pertumbuhan lebih dari 50% pada FY 2025, seiring semakin terhubungnya konten digital dengan aktivitas perdagangan.

Ketiga, quick commerce memungkinkan produk sampai ke tangan konsumen dalam hitungan jam, bukan hari. Strategi ini telah menjadi kisah sukses di India, di mana penjualan meningkat dua kali lipat pada tahun 2025 berkat ketersediaan produk yang lebih baik, visibilitas yang lebih tinggi, dan peningkatan konversi dalam skala besar.

Empat varian serum bibir Vaseline Gluta Hya, Cherry Crush, Rosy Pink, Juicy Peach, dan Royal Plum, ditampilkan dengan latar belakang berwarna merah muda.

Mencetak Rekor dalam Kinerja Social Commerce

Di kategori Beauty, d-commerce juga mendorong pencapaian yang signifikan. TikTok LIVE pertama Vaseline di Inggris berhasil menetapkan standar baru dalam performa social commerce.

Pada akhir tahun 2025, bundel Gluta-Hya Lip Serum Gloss dari Vaseline habis terjual di TikTok Shop hanya dalam enam jam setelah diluncurkan di Inggris.

Siaran LIVE tersebut masuk dalam 20 besar livestream TikTok Shop pada hari itu di seluruh kategori produk, dan menempati posisi keempat di kategori Beauty, melampaui berbagai tolok ukur industri.

Kekuatan Interaksi dengan Merek

Lalu, apa rahasia untuk mencapai dan mempertahankan keberhasilan di tengah lanskap d-commerce yang terus berubah?

Sebagian besar jawabannya terletak pada kemampuan untuk secara konsisten memenuhi dan melampaui ekspektasi konsumen.

"Kunci kesuksesan adalah menciptakan Perfect Store, di mana pengalaman fisik dan digital dapat terhubung secara mulus," ujar Aaron Jones, Chief Digital Officer, Unilever Wellbeing dan Liquid I.V.

Aaron merujuk pada kampanye Formula 1 milik Liquid I.V. sebagai contoh.

Dengan menggabungkan kemitraan media selama satu tahun bersama ESPN serta aktivasi digital takeover 360° di ajang Formula 1 Miami serta Las Vegas, kampanye ini diperluas ke LiquidIV.com dan berbagai platform media. Kampanye tersebut juga menghadirkan elemen video game terintegrasi dengan 80 ribu sesi permainan dan 45 ribu permainan yang diselesaikan. Dengan menggunakan kekayaan intelektual (IP) secara kreatif, kampanye ini berhasil meningkatkan penjualan sekaligus keterlibatan konsumen.

"Keberhasilan ini sebagian didorong oleh karakter digital-native dari merek-merek Wellbeing kami," kata Aaron.

"Portofolio kami sangat cocok untuk model berlangganan dan dirancang untuk lingkungan digital, baik melalui marketplace maupun retail media. Hasilnya, banyak produk kami seperti Nutrafol, Liquid I.V., dan OLLY menjadi pemimpin kategorinya baik dalam kanal direct-to-consumer maupun e-retail."

Banner tulisan “Personal Care” diapit oleh botol premium shower gel pump dan pilihan produk dari rangkaian serum Dove.

Strategi Konten Berskala Besar yang Mendorong Pertumbuhan Personal Care

Kategori Personal Care juga berhasil menerjemahkan strategi konten yang berfokus pada media sosial menjadi pertumbuhan penjualan online.

Di Vietnam, seluruh portofolio di social commerce berkembang sangat pesat, dengan peningkatan penjualan lebih dari empat kali lipat pada Kuartal 1 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didukung oleh produksi konten yang masif, cepat, dan dirancang khusus untuk media sosial. Saat ini, setiap merek Personal Care di Vietnam menghasilkan lebih dari 500 aset konten setiap minggu di berbagai platform sosial.

Salah satu hasil yang menonjol adalah pertumbuhan Dove Scrubs yang berkembang pesat dalam dua tahun terakhir. Selain itu, Dove Serum Body Wash yang saat ini hanya tersedia melalui kanal d-commerce juga mendapatkan respons yang sangat positif, melampaui ekspektasi sebesar 50%.

Peran Teknologi dalam Era Baru Industri Consumer Goods

"Semua bentuk d-commerce, mulai dari e-commerce tradisional hingga social commerce, quick commerce, dan agentic commerce, berkembang dengan sangat cepat," ujar Prashaant Huria, Global VP Digital and Technology, Customer Development.

"AI dan teknologi generasi terbaru yang didukung oleh fondasi data yang kuat dan terintegrasi kini menjadi semakin penting dalam membantu kami menghasilkan kinerja yang lebih baik sekaligus memantau performa secara lebih efektif di berbagai kanal tersebut."

“Namun, ini bukan semata-mata hanya bisa diselesaikan dengan teknologi. Kita harus melihatnya secara holistik—mulai dari demand forecasting dan ketersediaan produk, hingga kemampuan pemenuhan pesanan. Semua bagian bisnis harus bekerja secara terintegrasi agar kita bisa memenangkan persaingan di d-commerce."

Menghadirkan Kemudahan dan Kecepatan Pengiriman Bagi Konsumen

Kecepatan pengiriman merupakan salah satu indikator paling nyata dari kemampuan pemenuhan kebutuhan pelanggan, terutama ketika terjadi lonjakan permintaan yang dipicu oleh kampanye social first.

Sebagai contoh, Unilever telah membangun pabrik otomatis end-to-end serta pusat distribusi yang terintegrasi dengan pabrik di Hefei, Tiongkok. Fasilitas ini memungkinkan produk Dove Shower Gel dikirim langsung kepada konsumen dari lokasi produksinya.

"Berkat berbagai solusi inovatif berbasis AI dan portofolio Power Brands kami, ekosistem d-commerce membantu kami membuka peluang pertumbuhan, menciptakan nilai komersial, dan menjangkau konsumen di tempat mereka berada," ujar Graham Sommer, Global Head of Customer Operations.

Apa Itu D-Commerce?

D-commerce (digital commerce) mengacu pada penjualan online yang dilakukan melalui berbagai platform, termasuk situs web peritel, kanal milik Unilever sendiri, dan berbagai aplikasi online lainnya.

Frequently asked questions

  • Apa strategi D-Commerce Unilever?

    Unilever menggunakan data, otomatisasi, dan personalisasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang di berbagai kanal belanja online. Tidak sekedar memandang e-commerce sebagai satu kanal tersendiri, d-commerce mengintegrasikan pengalaman belanja yang dipersonalisasi, interaksi langsung dengan merek, kemudahan dan kecepatan layanan, serta social commerce ke dalam satu pendekatan ritel digital yang saling terhubung.

  • Bagaimana Unilever menggunakan data untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal?

    Unilever menggunakan teknologi berbasis AI untuk menyesuaikan pengalaman belanja konsumen di kategori Personal Care, Beauty, dan Wellbeing di berbagai kanal digital. Melalui analisis perilaku konsumen secara real-time, Unilever dapat menawarkan produk, konten, dan rekomendasi yang paling relevan sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing konsumen. Pendekatan berbasis data ini membantu meningkatkan pengalaman berbelanja dan konversi penjualan, sekaligus memberikan wawasan langsung mengenai kebutuhan dan preferensi konsumen, yang kemudian digunakan untuk mendukung pengembangan dan inovasi produk.

  • Bagaimana AI digunakan dalam operasional ritel Unilever?

    AI digunakan di seluruh ekosistem d-commerce Unilever untuk mempersonalisasi rekomendasi produk, memperkuat demand forecasting, mengoptimalkan pengelolaan persediaan, serta meningkatkan responsivitas rantai pasok. Melalui otomatisasi yang cerdas, Unilever dapat mengembangkan bisnis ritel digital secara efisien di berbagai pasar global sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten dan relevan bagi konsumen. AI juga digunakan untuk mengidentifikasi tren yang sedang berkembang di kategori Personal Care, Beauty, dan Wellbeing melalui analisis data serta pemantauan percakapan di media sosial.

  • Bagaimana d-commerce membantu meningkatkan kemudahan dan kecepatan layanan bagi konsumen?

    Unilever terus memperluas kemitraan pengiriman dan berinvestasi dalam inovasi logistik untuk memenuhi demand konsumen dan pemenuhan pesanan. Otomatisasi di seluruh rantai pasok memungkinkan proses pemenuhan pesanan berjalan lebih cepat sekaligus meningkatkan keandalan layanan di berbagai pasar. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi ekspektasi konsumen digital saat ini, di mana kemudahan dan kecepatan layanan sama pentingnya dengan kualitas produk dalam menciptakan pengalaman belanja yang baik.

Kembali ke atas