Unilever Sustainable Living Plan untuk

Limbah & kemasan

Limbah & kemasan

Kami membeli lebih dari 2 juta ton kemasan per tahun. Meningkatnya kelangkaan sumber daya berarti meningkatnya desakan untuk menemukan solusi guna mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan memulihkan sampah kemasan bekas pakai dan bergerak ke arah ekonomi yang lebih sirkular.

Setiap menit - kurang dari waktu yang Anda perlukan untuk membaca bagian ini - jumlah yang setara dengan satu truk sampah plastik mengotori kali dan sungai, akhirnya ke laut. Hanya 14% dari kemasan plastik yang digunakan secara global yang berakhir di pabrik daur ulang, sepertiga sisanya ditinggalkan di dalam ekosistem yang rapuh, dan 40% berakhir di tempat pembuangan akhir sampah.1

Sebagai perusahaan consumer goods, kami sangat menyadari penyebab dan konsekuensi model "ambil-pakai-buang" linear. Kami ingin mengubah itu. Meninggalkan model konsumsi linear adalah prioritas utama dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 12 PBB - Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab.

Alasan bisnisnya jelas. Sampah kemasan plastik mewakili kerugian ekonomi global sebesar $80 juta setiap tahunnya. Manfaat pendekatan ekonomi sirkular jelas bagi bisnis dan lingkungan - penggunaan bahan yang semakin efektif berarti biaya yang lebih rendah dan limbah yang lebih sedikit. Artinya, sumber-sumber nilai baru untuk pelanggan dan konsumen, manajemen risiko bahan baku yang lebih baik, dan peningkatan pendekatan terhadap rantai pasokan.

Pilar limbah dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP) utamanya berkontribusi pada dua dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG): Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12) dan Kehidupan di Bawah Air (SDG 14).

1Ellen MacArthur Foundation

Apa tujuan kemasan?

Kemasan memiliki banyak tujuan. Kemasan melindungi produk dan menjaganya tetap aman dari kontaminasi. Kemasan memungkinkan kami untuk menampilkan informasi penting tentang cara menggunakan dan membuang barang dengan aman. Kemasan memudahkan untuk mengeluarkan produk, atau menyegelnya kembali setelah digunakan, serta dapat membantu mempertahankan produk untuk waktu yang lama. Kemasan juga menawarkan kemudahan dan mengontrol porsi sesuai dengan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda. Di negara-negara berkembang, banyak produk seperti detergen pakaian dan sampo dijual dalam kemasan saset sekali pakai agar lebih bisa diakses dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Akan tetapi, kemasan sering kali akhirnya menjadi limbah di tempat pembuangan akhir sampah atau menjadi sampah. Diperkirakan hingga tahun 2050, jumlah plastik di lautan dunia akan lebih banyak daripada ikan.1

Kekhawatiran publik terhadap sumber daya yang digunakan untuk membuat kemasan, daya daur ulang kemasan, dan volume kemasan juga meningkat. Kekhawatiran ini mengarah pada komitmen oleh beberapa produsen terkemuka, termasuk Unilever, untuk meminimalkan masukan sumber daya dan meningkatkan daya daur ulang dari kemasan.

Dari perspektif murni bisnis, menghapuskan plastik tidak masuk akal. Sampah kemasan plastik mewakili kerugian ekonomi global sebesar $80 juta setiap tahunnya. Dibutuhkan pendekatan yang lebih sirkular, yaitu kami bukan hanya memakai lebih sedikit kemasan, melainkan juga mendesain kemasan yang kami pakai agar bisa digunakan kembali atau didaur ulang. Di dalam sebuah ekonomi sirkular, bahan-bahan diregenerasi dan terus-menerus mengalir melalui sistem 'siklus tertutup', dan bukannya hanya dipakai sekali kemudian dibuang. Artinya, nilai bahan, termasuk plastik, tidak hilang dengan dibuang.

1Ellen MacArthur Foundation

Strategi yang diperbarui

Pada tahun 2016, kami meninjau strategi kemasan yang berkelanjutan, menyadari meningkatnya kekhawatiran pemerintah, LSM, dan masyarakat umum tentang persoalan limbah kemasan di lingkungan. Kami menilai pencapaian kami sejauh ini dan mengidentifikasi bidang yang dapat kami maksimalkan lebih lanjut. Strategi yang diperbarui membuat kami berkomitmen untuk mempercepat upaya menuju ekonomi sirkular. Bahan-bahan dapat diregenerasi dan terus-menerus mengalir melalui sistem 'siklus tertutup', dan bukannya hanya dipakai sekali kemudian dibuang. Ini mencakup cara kami mengelola dan menggunakan limbah kemasan setelah selesai digunakan oleh konsumen.

Kami ingin menjadi pionir dalam mempopulerkan ekonomi plastik yang sirkular. Oleh karena itu, pada Januari 2017, kami berkomitmen untuk menjamin bahwa 100% kemasan plastik kami akan sepenuhnya bisa digunakan kembali, didaur ulang, atau dijadikan kompos pada tahun 2025. Target ini didasarkan pada target Unilever Sustainable Living Plan, yakni mengurangi limbah yang terkait dengan pembuangan produk kami hingga separuhnya pada 2020 dan meningkatkan kandungan plastik daur ulang dalam kemasan kami hingga 25% pada 2025.

Sebagai bagian dari target terbaru ini, kami akan memastikan adanya contoh yang membuktikan bahwa bahan tersebut secara komersial layak didaur ulang oleh perusahaan pengolahan ulang plastik dan secara teknis semua kemasan plastik kami dapat digunakan kembali atau didaur ulang.

Di negara berkembang, kemasan saset menjadi pilihan utama konsumen. Namun, infrastruktur untuk mendaur ulang sering kali terbatas sehingga umumnya sampah saset selalu berakhir di tempat pembuangan akhir sampah, atau mengotori jalan, sungai, dan laut.

Selama empat tahun terakhir, kami telah mengembangkan bersama sebuah teknologi baru yang menggunakan proses kimia yang disebut CreaSolv™. Teknologi ini menghasilkan polimer berkualitas yang dapat digunakan untuk membuat plastik yang bisa digunakan lagi dan lagi - menawarkan potensi untuk sebuah model ekonomi sirkular. Kami telah membuktikan melalui jejak industri berskala besar bahwa CreaSolv™ secara teknis merupakan solusi yang layak untuk mendaur ulang saset. Kami akan mencoba penggunaan CreaSolv™ dalam skala komersial di pabrik uji coba kami di Indonesia pada tahun 2018.

Kami berkolaborasi dengan Ellen MacArthur Foundation dan inisiatif New Plastics Economy mereka, dengan komitmen menerbitkan "palet" lengkap bahan plastik yang kami gunakan dalam kemasan pada tahun 2020 untuk membantu menciptakan Global Plastics Protocol - protokol plastik untuk industri. Dengan berfokus pada tiga tema daur ulang, penggunaan kembali, dan daya daur ulang, ekonomi plastik yang baru mewakili perubahan di tingkat sistem, dan bekerja dengan pihak lain dalam sektor kemasan plastik itu sangat penting bagi keberhasilannya.

Komitmen kami

Kami berupaya mengurangi setengah dari jumlah limbah yang berhubungan dengan pembuangan produk kami pada tahun 2020. Target lingkungan kami berdasarkan 'per penggunaan konsumen', artinya satu kali penggunaan atau satu porsi produk. Kami menggunakan pendekatan siklus hidup dengan data awal tahun 2010.

Kemajuan sejauh ini

Pada tahun 2017, kami telah mengurangi jejak limbah kami sebesar 29% per penggunaan konsumen dibandingkan dengan data awal tahun 2010.*

Selain itu, kami juga telah mengurangi limbah dari produksi. Pada tahun 2017, kami berhasil mengurangi limbah total sebesar 98%† per ton produksi sejak 2008.

*Target lingkungan kami dinyatakan berdasarkan data awal tahun 2010 dan berdasarkan 'per penggunaan konsumen'. Ini berarti satu kali penggunaan atau satu porsi produk.

Secara independen telah diperiksa oleh PwC

Tantangan masa depan

Untuk beralih ke pendekatan ekonomi sirkular, kami harus secara fundamental memikirkan kembali cara merancang produk dan kemasan kami. Ini berarti secara cermat mempertimbangkan sistem tempat produk kami disalurkan.

Kami harap CreaSolv™ akan mengubah saset dari masalah global menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Akan tetapi, sebagai industri kami harus membangun infrastruktur pendauran ulang yang mendukung pross pengumpulan saset sehingga model sirkular ini bisa dinikmati oleh semua.

Tidak ada bisnis yang dapat membuat ekonomi sirkular sendiri - atau bisa hanya "bergabung" dengan ekonomi sirkular yang lebih luas sampai ekonomi itu benar-benar ada. Banyak elemen yang berada di luar kendali kami, seperti pengumpulan limbah kemasan yang selektif, ketiadaan atau keterbatasan infrastruktur, dan keterbatasan investasi dalam industri limbah. Kami akan terus bekerja sama dengan bisnis lain dan mendesak pemerintah untuk menerapkan kebijakan dan kerangka kerja yang memfasilitasi perubahan fundamental ini.


Expand for more on Waste & packaging
Limbah dan kemasan
Komitmen kami

Mengurangi limbah yang berhubungan dengan pembuangan produk kami hingga separuhnya pada tahun 2020.*

Kinerja kami

Pada tahun 2017, dampak limbah kami telah berkurang sebesar 29% sejak tahun 2010.*

Perspektif kami

Kami telah menempuh lebih dari separuh jalan menuju pencapaian komitmen 2020, yaitu mengurangi limbah yang berhubungan dengan pembuangan produk kami. Total jejak lingkungan per penggunaan konsumen kami telah berkurang 29% sejak 2010* karena kami merancang kemasan yang menggunakan lebih sedikit bahan dan karena tingkat daur ulang meningkat.

Kami membuat kemajuan yang kuat dalam komitmen kami di bidang-bidang yang bisa kami kontrol secara langsung, seperti desain produk dan dalam mengurangi limbah dalam operasi kami. Misalnya, kami sudah tidak lagi memakai berton-ton plastik untuk pembungkus sabun batang Lifebuoy dan botol sampo Sunsilk.

Peningkatan infrastruktur daur ulang dan pemulihan juga berkontribusi terhadap kinerja kami, tetapi, kami menemukan bahwa tantangan untuk limbah bekas pakai konsumen terletak pada mendorong konsumen untuk mendaur ulang, dan memiliki infrastruktur yang tepat untuk memastikan bahan-bahan dipulihkan dan dipakai kembali. Untuk itu, salah satu cara yang dilakukan di Indonesia adalah dengan membina 2.615 bank sampah yang berhasil mengumpulkan 6.125 ton sampah organik di 2017.

Kami bekerja dalam kemitraan dengan pihak lain, termasuk melalui prakarsa kolaborasi industri, untuk merangsang infrastruktur daur ulang dan pemulihan, khususnya untuk bahan-bahan yang lebih rumit untuk didaur ulang, seperti saset di negara-negara berkembang. Misalnya, kami tengah menggunakan pyrolysis untuk mengubah sampah saset menjadi bahan bakar industri. Kami juga telah mengembangkan bersama teknologi baru yang menggunakan proses kimia yang disebut CreaSolv®. Tujuannya adalah mendaur ulang polimer yang bernilai tinggi dari saset bekas, agar bisa digunakan kembali untuk membuat kemasan plastik yang dapat didaur ulang - menawarkan potensi untuk model ekonomi sirkular untuk saset.

Pada tahun 2016, kami meninjau strategi limbah kemasan kami, dan berkomitmen untuk memasukkan sedikitnya 25% plastik daur ulang ke dalam kemasan plastik kami pada tahun 2025. Pada tahun 2017, kami berkomitmen lebih jauh untuk menjamin bahwa semua kemasan plastik kami akan dirancang untuk sepenuhnya bisa digunakan kembali, didaur ulang, atau dijadikan kompos pada tahun 2025.

CreaSolv® is a registered trademark of CreaCycle GmbH

*Target lingkungan kami dinyatakan berdasarkan data awal tahun 2010 dan berdasarkan 'per penggunaan konsumen'. Ini berarti satu kali penggunaan atau satu porsi produk.


  • Tercapai

  • Sesuai rencana

  • Belum sesuai rencana

  • %

    target tercapai

Key
  • Tercapai

    Tercapai

  • Sesuai rencana

    Sesuai rencana

  • Belum sesuai rencana

    Belum sesuai rencana

  • %

    target tercapai

    target tercapai

Target kami

Baca Pemeriksaan Independen untuk detail lebih lanjut mengenai program jaminan kami di seluruh Unilever Sustainable Living Plan.

Mengurangi limbah produksi

  • Pada tahun 2020, total pembuangan limbah akan setingkat dengan atau di bawah pembuangan tahun 2008 meskipun volumenya jauh lebih besar.

Ini setara dengan pengurangan sekitar 40% per ton produksi.

Dibandingkan dengan data awal tahun 1995, ini menunjukkan pengurangan sebesar 80% per ton produksi dan 70% pengurangan absolut.

Kami mencapai target pada tahun 2012 dengan limbah 76.000 ton lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2008, dengan kata lain pengurangan 51% per ton produksi.

Pada tahun 2017, kami membuang limbah 147.444 ton lebih sedikit daripada total limbah pada tahun 2008, pengurangan 98%† per ton produksi.

Dibandingkan tahun 1995, ini mewakili penurunan sebesar 99,3% secara absolut.


  • Pada tahun 2015 semua lokasi produksi akan mencapai nol limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah.

Kami memperoleh status nol limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah di seluruh jaringan pabrik global kami pada akhir tahun 2014. Pada tahun 2017, kami mengirimkan 0,07% limbah tidak berbahaya yang dihasilkan dalam setahun itu ke tempat pembuangan sampah dari 11 pabrik kami.*


  • Semua pabrik yang baru dibangun dirancang untuk menghasilkan kurang dari setengah limbah dari jumlah limbah sesuai data awal tahun 2008.

Pabrik baru di Turki, Vietnam, India, dan Iran memulai produksi pada tahun 2017. Setelah beroperasi penuh, tiap-tiap pabrik menargetkan menghasilkan kurang dari separuh limbah dari jumlah limbah sesuai data awal tahun 2008.


Perspektif kami

Walaupun berhasil mencapai target pembuangan limbah pada tahun 2012 - delapan tahun lebih awal daripada jadwal - kami melangkah lebih jauh lagi, terus mendorong peningkatan. Pada tahun 2017, kami membuang limbah 147.444 ton lebih sedikit daripada total limbah tahun 2008, pengurangan 98%† per ton produksi.

Kami mencapai target untuk mengirimkan nol limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah satu tahun lebih awal, pada akhir 2014. Kami percaya bahwa ini peristiwa pertama bagi perusahaan dengan skala seperti kami di industri ini. Semenjak itu, fokus kami adalah mempertahankan nol limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah, mengakui bahwa ini merupakan perjalanan terus-menerus dan bukannya pencapaian satu kali.

Pada tahun 2017, 11 lokasi membuang sejumlah kecil limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah. Kami menganggap serius penyimpangan sekecil apa pun. Kami yakin bahwa secara keseluruhan prestasi kami masih yang terdepan di industri ini dan kami menerapkan prosedur yang kuat dalam menyoroti berbagai masalah sehingga tindakan perbaikan dapat segera diambil.

Kami mereplikasi model nol limbah kami di bagian bisnis lainnya, hampir 400 lokasi non-produksi tambahan juga telah meniadakan pembuangan limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah.

* Tujuan kami adalah mempertahankan prestasi nol limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah (ZWL) di lokasi produksi di seluruh dunia. Namun, insiden dapat terjadi ketika limbah tak berbahaya dibuang dalam jumlah kecil ke tempat pembuangan sampah akibat kesalahan atau karena perubahan operasional, misalnya akuisisi atau masalah pemasok. Kami menganggap ZWL dapat dipertahankan meskipun kurang dari 0,5% limbah tak berbahaya dibuang ke tempat pembuangan sampah dalam waktu 12 bulan.

Secara independen telah diperiksa oleh PwC

Tidak berpuas diri dengan nol limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah

Kemasan plastik yang bisa digunakan kembali, didaur ulang, atau dijadikan kompos

Pada 2025, semua kemasan plastik kami akan dirancang untuk sepenuhnya bisa digunakan kembali, didaur ulang, atau dijadikan kompos.

Kami akan melaporkan target ini di dalam Laporan Kehidupan Berkelanjutan 2018.


Perspektif kami

Memperlakukan kemasan plastik sebagai sumber daya bernilai adalah prioritas utama dalam mempercepat upaya kami menuju ekonomi sirkular.

Pada Januari 2017, kami mengumumkan bahwa semua kemasan plastik kami akan dirancang untuk sepenuhnya bisa digunakan kembali, didaur ulang, atau dijadikan kompos pada tahun 2025. Sebagai bagian dari target ini, kami akan memastikan bahwa kemasan plastik kami secara teknis dimungkinkan, dan secara komersial layak, untuk digunakan kembali atau didaur ulang. Kami juga telah berkomitmen untuk berinvestasi dalam membuktikan, kemudian membagikan dengan industri, solusi teknis untuk mendaur ulang saset multi-lapisan, terutama untuk daerah pesisir yang memiliki risiko tertinggi plastik mengalir menuju lautan.

Memikirkan kembali kemasan plastik - menuju ekonomi yang lebih sirkular

Mengurangi kemasan

Pada tahun 2020 kami akan mengurangi sepertiga berat kemasan yang kami gunakan dengan cara:

  • Mengurangi bobot bahan
  • Mengoptimalkan desain struktur dan bahan
  • Mengembangkan versi konsentrat produk kami
  • Meniadakan kemasan yang tidak perlu

Pada tahun 2017, bobot per penggunaan konsumen mengalami penurunan sebesar 13% dibandingkan dengan tahun 2010.


Perspektif kami

Hasil kami menunjukkan bahwa upaya mengurangi kemasan melalui inovasi, mengurangi bobot, dan mengganti bahan pada tahun-tahun sebelumnya kini mulai terlihat. Hasil tersebut juga dipengaruhi oleh efek akuisisi dan pembuangan.

Komersialisasi teknologi pencetakan MuCell™ memungkinkan kami mengurangi komponen plastik dalam botol hingga 15% dibandingkan dengan botol sebelumnya. Kami memperkirakan bahwa hal ini akan membawa penurunan yang signifikan dalam jumlah plastik yang digunakan setelah diterapkan pada produk lainnya. Contoh lain dari prakarsa pengurangan meliputi penggunaan teknologi injeksi kompresi dalam banyak kemasan tub, konversi botol menjadi pouch isi ulang yang fleksibel, dan penggunaan strategi desain dan teknologi secara cerdas yang memungkinkan kami mengurangi lapisan dalam banyak kemasan saset.

Memikirkan kembali kemasan plastik - menuju ekonomi yang lebih sirkular

Mendaur ulang kemasan

  • Bermitra dengan industri, pemerintah, dan LSM, kami bertujuan untuk meningkatkan laju daur ulang dan pemulihan rata-rata sebesar 5% pada tahun 2015 dan sebesar 15% pada tahun 2020 di 14 negara utama kami. Untuk beberapa tempat, ini berarti meningkatkan laju daur ulang yang sudah ada menjadi dua atau bahkan tiga kali lipatnya. Kami akan mempermudah konsumen dalam mendaur ulang kemasan kami, yakni dengan menggunakan bahan yang paling sesuai dengan fasilitas daur ulang di negara mereka.

8% kenaikan dalam laju daur ulang dan pemulihan pada tahun 2017, melebihi rata-rata Indeks Pemulihan dan Daur Ulang (RRI) tahun 2010, yang dirata-rata di 14 negara utama kami.


  • Pada tahun 2025, kami akan meningkatkan kandungan bahan plastik daur ulang dalam kemasan kami hingga 25%. Peningkatan ini akan berfungsi sebagai katalis untuk menaikkan laju daur ulang.

Sekitar 4.850 ton bahan daur ulang bekas pakai digunakan dalam kemasan plastik kaku kami selama tahun 2017.


Perspektif kami

Daur ulang dan pemulihan merupakan target yang menantang karena kami mengandalkan kebijakan publik, infrastruktur, dan keterlibatan konsumen. Terlepas dari kesulitan ini, kami melihat kenaikan dalam laju daur ulang kami. Volume bahan yang didaur ulang atau dipulihkan meningkat sebesar 8% selama tahun 2016-2017 dibandingkan dengan data awal tahun 2010.

Pada tahun 2017, kami melihat peningkatan dalam volume bahan daur ulang bekas pakai yang digunakan dalam kemasan plastik kaku kami. Contohnya, di Argentina, kami meningkatkan kandungan polyethylene terephthalate (rPET) yang dapat didaur ulang di dalam botol Cif sebesar 50% pada tahun 2017.

Ketersediaan bahan daur ulang dengan tingkat kualitas yang bisa diterima tetap menjadi tantangan utama bagi kami dalam banyak pasar kami di seluruh dunia. Oleh karena itu, kami telah memulai prakarsa kolaborasi yang berfokus pada memproduksi barang daur ulang berkualitas yang kami uji cobakan di dalam banyak bentuk kemasan kami.

Memikirkan kembali kemasan plastik - menuju ekonomi yang lebih sirkular

Menangani limbah saset

Sasaran kami adalah mengembangkan dan menerapkan model bisnis yang berkelanjutan untuk menangani aliran limbah saset kami pada tahun 2015.

66

Kami terus menggali potensi teknologi baru di pasar negara maju dan negara berkembang. Kemajuan berjalan lebih lambat daripada yang diperkirakan, namun kami merasa kami sudah dua pertiga jalan menuju ke sana dan akan memiliki solusi yang layak dalam waktu dekat.


Perspektif kami

Tujuan kami adalah mengembangkan sistem siklus tertutup untuk limbah saset. Hal ini akan memungkinkan kami untuk terus memberikan harga dan kenyamanan produk saset untuk konsumen berpendapatan rendah, sekaligus menanggulangi masalah lingkungan terkait dengan penggunaannya. Ini termasuk sampah dan kemampuannya didaur ulang.

Selama empat tahun terakhir, kami telah mengembangkan bersama sebuah teknologi baru yang menggunakan proses kimia yang disebut CreaSolv™. Teknologi ini menghasilkan polimer berkualitas yang dapat digunakan untuk membuat plastik yang bisa digunakan lagi dan lagi - menawarkan potensi untuk sebuah model ekonomi sirkular. Kami telah membuktikan melalui jejak industri berskala besar bahwa CreaSolv™ secara teknis merupakan solusi yang layak untuk mendaur ulang saset.

Kami akan mencoba penggunaan CreaSolv™ dalam skala komersial di pabrik uji coba kami di Indonesia pada tahun 2018. Sebagai industri, kami harus membangun infrastruktur pendauran ulang untuk pengumpulan saset yang mendukung proses ini - menciptakan model sirkular yang bisa dinikmati oleh semua. Kami harap CreaSolv™ akan mengubah saset dari masalah global menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Memikirkan kembali kemasan plastik - menuju ekonomi yang lebih sirkular

Meniadakan PVC

Kami akan meniadakan PVC (polivinil klorida) dari semua kemasan pada 2012 (jika ada solusi teknis).

99

99% kemasan PVC dihapuskan dari portofolio kami pada akhir 2012.


Perspektif kami

Kami telah membuat kemajuan yang sangat baik dalam meniadakan PVC dari kemasan kami, termasuk dari akuisisi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Kami memberlakukan sistem yang kuat untuk memastikan bahwa setiap PVC yang masuk ke dalam bisnis melalui akuisisi segera ditangani, dan jika tidak ada pilihan pengganti yang layak, misalnya untuk PVC yang digunakan dalam segel penutup logam, kami bekerja sama dengan pemasok guna mengembangkan teknologi yang tepat untuk menggantikan bahan ini. Pengembangan solusi pengganti dapat memakan waktu bertahun-tahun karena ini harus memenuhi persyaratan fungsional produksi, pengajuan, dan penggunaan konsumen.

Mengurangi limbah kantor

  • Di 21 negara utama kami, setidaknya 90% limbah kantor akan digunakan kembali, didaur ulang, atau dipulihkan pada 2015 dan kami tidak akan mengirim limbah ke tempat pembuangan akhir sampah pada tahun 2017.

100% limbah kantor kami digunakan kembali, didaur ulang, atau dipulihkan dan kami tidak mengirim limbah ke tempat pembuangan akhir sampah di 21 negara utama kami pada tahun 2017.*


  • Pada tahun 2015, kami akan mengurangi penggunaan kertas sebesar 30% per orang di 21 negara utama kami.

Kami mencapai target kami pada tahun 2013, dengan kertas yang dikonsumsi per penghuni 37% lebih rendah daripada tahun 2010. Pada tahun 2016, kami mencapai pengurangan sebesar 62% dibandingkan data awal tahun 2010.


  • Kami akan meniadakan kertas dalam faktur, kuitansi barang, proses pesanan pembelian, pelaporan keuangan, dan pemrosesan pengeluaran karyawan pada tahun 2015, di tempat yang diizinkan secara hukum dan dimungkinkan secara teknis.
73

Pada tahun 2015, 73% dari proses Layanan Bisnis dan Keuangan dalam cakupan kami dilakukan secara elektronik.


Perspektif kami

Pada akhir tahun 2017, kami membuat kemajuan signifikan dalam mencapai target untuk tidak mengirimkan limbah ke tempat pembuangan akhir sampah di lokasi di 21 negara utama kami. Kami telah memperluas upaya pengurangan sampah di luar 21 negara utama dan 33 lokasi tambahan sekarang tidak lagi mengirimkan limbah ke tempat pembuangan akhir sampah.

Konsumsi kertas per penghuni saat ini 62% lebih rendah dibandingkan dengan data awal tahun 2010 di 21 negara utama dan kami akan terus mendorong konsumsi yang lebih rendah.

Meskipun 73% transaksi kami (tidak termasuk pelaporan keuangan dan proses pengeluaran karyawan) dilakukan secara elektronik pada tahun 2015, kemajuan lebih lanjut masih menjadi tantangan. Beberapa negara belum mengizinkan faktur elektronik dan kami mendapati keengganan di kalangan sejumlah pemasok untuk menerima faktur elektronik (eInvoicing). Terlepas dari tantangan ini, kami tetap berkomitmen untuk meniadakan kertas dalam proses bisnis dan layanan keuangan.

* Lokasi dalam lingkup adalah tempat kami memiliki atau memegang mayoritas sewa sehingga mampu memengaruhi penanganan limbah. Nol limbah tidak berbahaya ke tempat pembuangan sampah dicapai atau dipertahankan ketika 0,5% atau kurang dari limbah tidak berbahaya (limbah tidak berbahaya yang dibuang, didaur ulang, atau dipulihkan) di seluruh lokasi non-produksi dikirimkan ke tempat pembuangan sampah atau tempat pembakaran sampah tanpa ada energi yang dipulihkan.

Mengurangi limbah dari kantor kami
Back to top

BERHUBUNGAN DENGAN KAMI

Kami selalu mencari cara untuk berhubungan dengan mereka yang memiliki minat yang sama terhadap masa depan yang berkelanjutan.

KONTAK KAMI

Berhubungan dengan Unilever dan tim spesialis atau menemukan kontak di seluruh dunia.

Kontak Kami