1. Home
  2. ...
  3. Unilever Sustainable Living Plan
  4. Perolehan bahan baku berkelanjutan

Unilever Sustainable Living Plan untuk

Perolehan bahan baku dari sumber berkelanjutan

Perolehan bahan baku yang berkelanjutan sangat penting untuk persediaan bahan makanan orang-orang di dunia, dan sebagai wujud menghargai sumber daya alam - dan esensial bagi pertumbuhan bisnis kami yang bertanggung jawab.

Manusia, planet, dan kemakmuran: mengapa kita semua membutuhkan berkembangnya pertanian berkelanjutan

Bagaimana dunia akan bangkit untuk menghadapi tantangan memberi makan lebih dari 9 miliar orang tanpa menghabiskan sumber daya alam? Bagaimana kami akan mencapai ambisi kami yaitu menumbuhkan Unilever secara bertanggung jawab, dengan rantai pasokan yang mempertahankan kepercayaan konsumen dan menciptakan peluang baru demi manfaat sosial dan pertumbuhan bisnis?

Kami percaya sebagian besar dari jawaban atas kedua pertanyaan itu dapat ditemukan di dalam penerapan pertanian berkelanjutan secara meluas - itulah sebabnya kami berkomitmen untuk membeli bahan baku pertanian secara berkelanjutan.

Metode pertanian berkelanjutan berpotensi meningkatkan hasil panen secara pesat, mengurangi dampak perubahan iklim, serta memberikan peluang kepada para petani, keluarga mereka, dan masyarakat di sekitarnya untuk membangun masyarakat yang lebih makmur - sehingga mereka dapat berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Manfaat bisnisnya jelas. Membeli bahan baku secara berkelanjutan membantu mengamankan pasokan kami serta mengurangi risiko dan volatilitas di dalam rantai pasokan bahan baku kami. Hal ini juga membuka peluang inovasi: dengan berfokus pada kebutuhan hidup masyarakat yang berkelanjutan dan preferensi konsumen, kami membangun merek yang lebih kuat. Metode pertanian berkelanjutan juga dapat meningkatkan kualitas produk kami, misalnya saus, sup, saus salad, dan es krim.

Strategi kami

Produk kami digunakan oleh 2,5 miliar orang per harinya - itu sekitar sepertiga orang di Bumi. Kami memerlukan sekitar 7 juta ton bahan baku pertanian untuk membuat produk-produk tersebut - dan jutaan orang berperan penting dalam menyediakan bahan baku ini. Memastikan bahwa bahan baku pertanian ini diproduksi secara berkelanjutan sangat penting bagi tujuan Unilever yaitu memasyarakatkan kehidupan yang berkelanjutan.

Petani sawit

Masa depan pertumbuhan: menghadapi tantangan & menemukan peluang

Rantai pasokan global itu sangatlah kompleks, dan produksi makanan serta bahan baku lainnya memiliki kaitan ke banyak isu termasuk deforestasi, kelangkaan air, dan hak-hak pekerja. Dengan menggunakan skala kami, bekerja dengan mitra, dan memanfaatkan advokasi, kami percaya kami dapat membantu mendorong perubahan transformasional di dalam sistem global ini sambil meningkatkan keberlanjutan bahan baku pertanian kami sendiri.

Pada saat yang sama, dengan menghubungkan kami ke jutaan masyarakat dibidang pertanian, rantai pasokan pertanian kami akan menjadi pusat pencapaian ambisi sosial Unilever Sustainable Living Plan kami - misalnya, dengan membuat rantai pasokan inklusif untuk petani kecil yang menghasilkan sekitar 80% makanan yang dikonsumsi di pasar yang baru dari Asia Selatan hingga Afrika sub-Sahara. 

Proses ini meningkatkan visibilitas kami terhadap rantai pasokan, membantu kami mengatasi risiko dan menemukan peluang untuk berinovasi. Hal ini juga membantu kami menjaga kepercayaan konsumen dan pemangku kepentingan lainnya - kepercayaan yang sangat penting bagi sebuah perusahaan makanan yang percaya pada makanan bergizi yang ditanam secara berkelanjutan.

Bagaimana kami bekerja ke arah perolehan bahan baku pertanian secara berkelanjutan

Pendekatan kami memiliki lima untai utama:

  • memperoleh bahan baku secara berkelanjutan sesuai standar tertinggi dari jaringan pemasok kami
  • mendorong perubahan melalui kebijakan peningkatan berkelanjutan bersama pemasok
  • meningkatkan kesadaran akan perolehan bahan baku berkelanjutan di kalangan konsumen kami
  • memainkan peran terdepan dalam transformasi sektor pertanian yang relevan bagi bisnis kami, khususnya teh dan minyak sawit yang berkelanjutan
  • melindungi keragaman hayati.

Semuanya melibatkan kemitraan dengan pihak lain ke arah transformasi sistem pangan global. Ini mencakup berkolaborasi dengan pemasok, petani, LSM, dan pemerintah daerah, serta bekerja sama dengan bisnis lain di sektor ini. Pekerjaan yang kami lakukan dengan petani kecil untuk mencapai dampak sosial positif di samping pertanian berkelanjutan juga dijabarkan di dalam Meningkatkan Penghidupan.

Program-program yang mendorong perubahan

Sejak awal tahun 1990-an, kami telah memelopori sejumlah program dan prakarsa yang dirancang untuk mendorong standar tertinggi perolehan bahan baku berkelanjutan di dalam operasi dan rantai pasokan kami. Prakarsa ini kami kembangkan bersama berbagai pihak dan industri. Program dan kebijakan ini, terutama Sustainable Agriculture Programme, Unilever Sustainable Agriculture Code (PDF | 2MB) (SAC) dan Pengadaan yang Bertanggung Jawab (PDF | 9MB) (RSP), berada di jantung pendekatan kami.

Saat meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan pada 2010, kami menetapkan sejumlah tujuan ambisius di seluruh lini bisnis, termasuk memperoleh 100% bahan baku pertanian kami secara berkelanjutan. Dipacu oleh tujuan tersebut, kami membuat kemajuan yang pesat melalui program-program ini.

Evolusi pendekatan kami

Pada tahun 2016, kami mulai meninjau secara menyeluruh strategi perolehan bahan baku berkelanjutan untuk memastikan kami senantiasa melakukan perubahan pendekatan dan memaksimalkan manfaat yang ditimbulkan. Kami melontarkan pertanyaan sulit kepada diri sendiri tentang bagaimana rantai pasokan kami dapat mengirimkan volume bahan baku pertanian berkelanjutan yang kami butuhkan. Dan tentang bagaimana kami bisa meningkatkan standar kami - mengelola risiko dan meningkatkan manfaat sosial dan lingkungan seraya kami menumbuhkan bisnis. Kami juga mengamati dinamika pasar yang berubah-ubah dan bagaimana pembelian bahan baku berkelanjutan berubah di semua sektor.

Tinjauan mendalam ini menyoroti kebutuhan agar kami semakin memperkuat program perolehan bahan baku berkelanjutan secara keseluruhan, dan khususnya memperbarui Sustainable Agriculture Code (SAC) kami. Dengan bekerja bersama pemasok, kami membuat kemajuan pesat. Akan tetapi, kini ada kebutuhan agar kami mengadaptasikan pendekatan berdasarkan pembelajaran selama enam tahun terakhir untuk semakin menurunkan risiko, meningkatkan kepercayaan terhadap rantai pasokan kami, dan membuat perubahan di seluruh industri. 

Jadi, pada tahun 2018 kami menguji coba sertifikasi berdasarkan Sustainable Agriculture Code 2017 (PDF | 2MB) berskala besar. Pedoman yang diperbarui mencakup penekanan yang lebih kuat pada isu-isu sosial di kelima bidang utama (tanpa deforestasi; hak asasi manusia, termasuk Persetujuan Bebas yang Telah Diberitahukan Sebelumnya; kepatuhan terhadap hukum; tenaga kerja migran; dan proses pengaduan bagi karyawan).

Tinjauan kami juga mengonfirmasikan bahwa walaupun arah strategis kami benar untuk bisnis kami, masyarakat, dan lingkungan, kami tidak bisa mencapai target pada tahun 2020 meskipun telah banyak kemajuan yang kami buat. Sebagian dikarenakan skala kami yang terlalu kecil untuk mencapai perubahan yang cukup di semua hasil tani. Sebagian lagi karena panjang dan rumitnya beberapa rantai pasokan sehingga sangat sulit mengubah pandangan petani yang ada di bagian awal rantai pasokan, juga memastikan bahwa praktik pertanian mereka berkelanjutan.

Jadi, sekarang kami harus memfokuskan segala upaya di area yang bisa memberikan manfaat terbesar. Ini membuat kami menunjuk serangkaian hasil tani dan komoditas prioritas, yang tidak hanya penting bagi brand kami tetapi juga memberikan manfaat yang paling besar di sektor pertanian mereka. Komoditas ini mencakup minyak kelapa sawit, kertas dan karton, kedelai, gula, teh, produk susu, biji sesawi (rapeseed), sereal, sayur mayur, kakao, infusi herbal, dan vanili.

Kami tetap berkomitmen untuk memperoleh bahan baku pertanian secara berkelanjutan dan mengakui bahwa ini harus menjadi ambisi jangka panjang. Kami juga melanjutkan mendorong perubahan transformasional dan meningkatkan penghidupan di seluruh industri.

Komitmen kami

Kami berkomitmen memperoleh 100% bahan baku pertanian dari sumber yang berkelanjutan pada tahun 2020.

Kemajuan sejauh ini

56% bahan baku pertanian kami diperoleh dari sumber yang berkelanjutan pada akhir 2017 (2016: 51%). Ini termasuk lebih dari 51% sumber berkelanjutan yang dapat ditelusuri jejaknya (2016: 48%) dan hampir 5% dalam bentuk sertifikat terutama untuk kedelai dan gula (2016: 3%).

Walaupun tinjauan strategis mengonfirmasikan bahwa kami tidak akan mencapai target 100% perolehan bahan baku berkelanjutan pada tahun 2020, kami akan lebih menekankan isu-isu sosial seraya menguji coba Sustainable Agriculture Code 2017 yang diperkuat dalam skala besar pada tahun 2018. Sementara itu, mulai tahun 2018 ke depan kami akan memusatkan upaya pada sejumlah hasil tani dan komoditas prioritas di area yang dapat memberikan manfaat paling besar di sektor pertanian mereka.

Kami akan melanjutkan mendorong perubahan transformasional dan meningkatkan penghidupan di seluruh industri. Misalnya, dengan mengalihkan pengeluaran yang sebelumnya kami alokasikan untuk sertifikat GreenPalm untuk minyak kelapa sawit. Pada tahun 2017 kami menjadi investor perusahaan pertama dalam Green Fund yang bertujuan untuk mengurangi risiko investasi swasta pada produksi pertanian bebas deforestasi dan berskala besar. Ini didirikan dalam kemitraan dengan pemerintah Norwegia dan IDH, Sustainable Trade Initiative.

Lihat Target & kinerja untuk informasi selengkapnya.

Melihat manfaat dari ambisi yang kami tetapkan

Kami menetapkan target ambisius karena suatu alasan: membuat pola pikir baru dan memacu inovasi yang dapat mengkatalisasi perubahan besar dalam pelaksanaannya, bukan hanya di dalam bisnis kami melainkan juga di seluruh industri.

Kami melihat manfaat dari perubahan-perubahan ini, dan dari pelajaran yang telah kami dapatkan tentang bagaimana mencapai transformasi dalam sebuah sistem serumit sistem makanan. Sebagai contoh, kami memutuskan untuk memperoleh semua bahan baku teh secara berkelanjutan pada tahun 2007 dan ini merupakan langkah yang benar bagi bisnis kami. Namun kami juga tahu banyak masalah sosial dan lingkungan yang harus ditangani. 

Masalah-masalah itu harus diatasi melalui kombinasi tindakan di lapangan bersama mitra untuk mengembangkan praktik-praktik berkelanjutan, dan dengan pemerintah, industri serta banyak organisasi lain untuk meningkatkan standar. Kini, 81%† teh kami diperoleh secara berkelanjutan, sebagian besar dari 580.000 petani Kenya. Melalui kerjasama dengan Kenya Tea Development Agency, bahan baku ini telah meraih sertifikasi dari Rainforest Alliance. Sebanyak seperlima produksi teh dunia telah tersertifikasi Rainforest Alliance.

Tantangan masa depan

Walaupun telah terjadi kemajuan, kami selalu mengakui bahwa perubahan yang dibutuhkan untuk mentransformasi sistem pangan global hanya bisa efektif melalui tindakan kolektif. Kami berperan aktif dalam kolaborasi industri, seperti Platform Field to Market dan Sustainable Agriculture Initiative (SAI), dan kami bekerja sama secara erat dengan pihak lain untuk menyusun standar jaminan dan sertifikasi industri, terutama mengenai hak tenaga kerja dan kondisi kerja.

Meskipun demikian, kami tahu bahwa standar dan sertifikasi tidak serta merta menjamin solusi. Untuk memasyarakatkan kehidupan yang berkelanjutan, kami perlu terus menyampaikan pentingnya perolehan bahan baku yang berkelanjutan kepada konsumen. Hal ini sudah menjadi komitmen brand makanan dan minuman kami, lihat Pertumbuhan jangka panjang. Dengan demikian, kami akan memengaruhi kebiasaan mereka untuk membeli produk yang bahan bakunya diperoleh dari sumber yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan bisnis kami.

Untuk selengkapnya, simak Pendekatan kami terhadap pembelian bahan baku berkelanjutan.

Secara independen telah diperiksa oleh PwC


Expand for more on Sustainable sourcing
Perolehan bahan baku berkelanjutan
Komitmen Kami

Pada tahun 2020, kami akan memperoleh 100% bahan baku pertanian dari sumber yang berkelanjutan. Hal ini merupakan sebuah perjalanan dan pencapaian yang dilakukan secara bertahap, yaitu 10% pada tahun 2010; 30% pada tahun 2012; 50% pada tahun 2015; 100% pada tahun 2020.

Kinerja Kami

56% bahan baku pertanian kami dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2017 (2016: 51%). Ini termasuk lebih dari 51% sumber berkelanjutan yang dapat ditelusuri jejaknya (2016: 48%) dan hampir 5% dalam bentuk sertifikat terutama untuk kedelai dan gula (2016: 3%).

Perspektif Kami

Pada umumnya, kami menggunakan bahan baku yang berasal dari pertanian dan perkebunan. Untuk itu, keputusan terkait dengan siapa penyuplai bahan baku kami, dan bagaimana kami bekerja sama dengan mereka, dapat berimplikasi besar terhadap sumber daya alam dan perubahan iklim global. Selain itu, keputusan ini juga berdampak sosial yang lebih luas pada upaya pengembangan masyarakat dan memengaruhi penghidupan banyak orang.

Dengan memperoleh bahan baku secara berkelanjutan, kami dapat melindungi sumber daya yang langka. Kami ingin mengurangi deforestasi dan memastikan bahwa pemakaian lahan dan masalah-masalah sosial kemasyarakatan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Bagi bisnis kami, perolehan bahan baku yang berkelanjutan berarti memastikan keamanan pasokan dan mengelola jejak lingkungan kami, serta mengurangi volatilitas pasar.

Selama tahun 2016-2017, kami melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap strategi pembelian bahan baku berkelanjutan untuk memastikan kami senantiasa mengevolusi pendekatan dan memaksimalkan dampak. Walaupun kami membuat kemajuan, tinjauan semakin menuntut kami untuk memperkuat program pembelian bahan baku berkelanjutan secara keseluruhan, dan khususnya memperbarui Sustainable Agriculture Code (SAC) kami. Jadi, pada tahun 2018 kami menguji coba Sustainable Agriculture Code 2017 berskala besar. Pedoman yang diperbarui mencakup penekanan yang lebih kuat pada isu-isu sosial di kelima bidang utama (tanpa deforestasi; hak asasi manusia, termasuk Persetujuan Bebas yang Telah Diberitahukan Sebelumnya; kepatuhan terhadap hukum; tenaga kerja migran; dan proses pengaduan bagi karyawan).

Tinjauan kami juga menunjukan bahwa walaupun arah strategis kami benar untuk bisnis kami, masyarakat, dan lingkungan, kami tidak bisa mencapai target pada tahun 2020 meskipun telah banyak kemajuan yang kami buat. Hal ini disebabkan oleh skala yang terlalu kecil untuk mencapai perubahan yang cukup di seluruh hasil tani. Di sisi lain, panjang dan rumitnya beberapa rantai pasokan menyulitkan kami di awal rantai pasokan, yaitu untuk memastikan para petani agar praktik pertanian mereka berkelanjutan.

Jadi, sekarang kami harus memfokuskan segala upaya di area yang bisa memberikan manfaat terbesar. Ini membuat kami menunjuk serangkaian hasil tani dan komoditas prioritas, yang tidak hanya penting bagi brand kami tetapi juga memberikan manfaat yang paling besar di sektor pertanian mereka. Komoditas ini mencakup minyak kelapa sawit, kertas dan karton, kedelai, gula, teh, produk susu, biji sesawi (rapeseed), sereal, sayur mayur, kakao, infusi herbal, dan vanili.

Lihat Strategi Kami di atas untuk selengkapnya.


  • Tercapai

  • Sesuai rencana

  • Belum sesuai rencana

  • %

    target tercapai

Key
  • Tercapai

    Tercapai

  • Sesuai rencana

    Sesuai rencana

  • Belum sesuai rencana

    Belum sesuai rencana

  • %

    target tercapai

    target tercapai

Target kami

Baca Pemeriksaan Independen untuk detail lebih lanjut mengenai program jaminan kami di seluruh Unilever Sustainable Living Plan.

Minyak sawit berkelanjutan

Kami akan memperoleh semua minyak kelapa sawit dari sumber berkelanjutan yang besertifikasi yang dapat ditelusuri jejaknya pada 2019.

56%†* minyak sawit dari sumber besertifikasi yang dapat ditelusuri jejaknya pada tahun 2017, dicapai melalui kombinasi pasokan segregated dan mass balance.


Perspektif Kami

Minyak kelapa sawit merupakan bahan baku prioritas kami. Pada tahun 2016, kami memperbarui Kebijakan Peolehan Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan dan memajukan target 100% pembelian minyak kelapa sawit dari sumber besertifikasi yang dapat ditelusuri jejaknya dari tahun 2020 menjadi 2019. Pada tahun 2017, kami mencapai 56%† dari sumber besertifikasi yang dapat ditelusuri jejaknya untuk volume inti kami* (dari RSPO Mass Balance, RSPO Segregated, atau standar setara yang secara independen diperiksa oleh pihak ketiga).

Pada tahun 2016, kami memutuskan untuk berhenti membeli sertifikat GreenPalm. Kami bermaksud mengalihkan $50 juta yang dipakai untuk sertifikat GreenPalm selama lima tahun untuk diinvestasikan dalam kemitraan yurisdiksi - menambah ketersediaan minyak kelapa sawit berkelanjutan yang besertifikasi dan meningkatkan pembelian langsung dari petani kecil. Pada tahun 2017, kami berkomitmen untuk menginvestasikan hingga $25 juta di &Green Fund, yang bertujuan untuk mengurangi risiko investasi swasta pada produksi pertanian bebas deforestasi dan berskala besar, yang didirikan melalui kemitraan dengan pemerintah Norwegia dan IDH.

Secara independen telah diperiksa oleh PwC

* Sejak tahun 2017, kami hanya melaporkan volume inti minyak kepala sawit. Volume inti tidak mencakup turunan asam lemak sawit distilat (yang merupakan produk sampingan dari proses refinasi), bahan sampingan, dan bahan yang diproses oleh pabrikan pihak ketiga.

Mengubah industri minyak kelapa sawit

Kertas dan karton berkelanjutan

Kami akan membeli 75% kertas dan karton untuk kemasan kami dari hutan besertifikasi yang dikelola secara berkelanjutan atau dari bahan daur ulang pada 2015. Kami akan mencapai 100% pada tahun 2020.

98% kertas dan karton kami berasal dari hutan besertifikasi yang dikelola secara berkelanjutan atau dari bahan daur ulang pada akhir 2017.


Perspektif Kami

Kertas dan karton merupakan salah satu bahan baku prioritas kami dan kami mencapai 98% pembelian berkelanjutan pada tahun 2017.

Dari angka itu, 79% diterima dengan klaim sertifikasi pihak ketiga dan rantai penuh pengawasan untuk menunjukkan bahwa bahan baku tersebut berasal dari bahan daur ulang atau hutan yang dikelola secara berkelanjutan. Sisanya sebesar 19% berasal dari bahan daur ulang.

Para pemasok kami menghadapi tantangan dalam menyediakan bukti yang dapat diverifikasi guna mendukung penyelesaian produk tanpa sertifikasi dalam bahan daur ulang kami. Oleh karena itu, pada tahun 2016 kami menetapkan ambisi baru untuk mempercepat volume produk daur ulang besertifikasi yang dibeli pada tahun 2019 dan membeli serat daur ulang dari pemasok dengan sertifikasi pihak ketiga.

Meminta pemasok untuk memberikan sertifikasi bahan daur ulang memberikan jaminan bagi bisnis kami dan, yang sama pentingnya, membantu mendukung pasar bahan daur ulang besertifikasi.

Pembelian kertas & karton berkelanjutan

Kedelai berkelanjutan

Kami akan membeli secara berkelanjutan semua kacang kedelai pada 2014 dan semua minyak kedelai pada 2020.

Pada akhir 2014, 100% kacang kedelai dibeli dari sumber berkelanjutan.

Pada akhir 2017, 72% minyak kedelai diperoleh dari sumber-sumber berkelanjutan.


Perspektif Kami

Kami mencapai target untuk memperoleh 100% kacang kedelai secara berkelanjutan pada 2014 (melalui pembelian fisik kedelai besertifikat RTRS).

Kedelai merupakan salah satu hasil tani prioritas kami dan pada tahun 2017, 72%† dari minyak kedelai kami berasal dari sumber-sumber yang berkelanjutan. Hal ini meliputi minyak kedelai besertifikasi Round Table for Responsible Soy (RTRS), sertifikat RTRS yang dibeli pada tahun 2017 dan minyak kedelai yang telah diverifikasi sendiri di Amerika Serikat.

Di Iowa, AS, kami bekerja dengan petani kedelai dan pemasok minyak kedelai untuk meningkatkan penggunaan tanaman penutup sebagai cara untuk melindungi tanah mereka. Dari hanya 26 petani pada tahun 2015, proyek uji coba itu tumbuh menjadi sekitar 170 petani yang membudidayakan lebih dari 10.500 hektar pada tahun 2017.

Minyak kedelai, biji sesawi & bunga matahari berkelanjutan

Teh berkelanjutan

  • Pada 2015, kami ingin semua teh di dalam teh celup Lipton dibeli dari perkebunan besertifikasi Rainforest Alliance™.

Sejak 2015, 100% teh di dalam campuran teh celup Lipton berasal dari sumber Rainforest Alliance Certified™.


  • Pada 2020, 100% teh Unilever, termasuk teh curah, akan dibeli secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, 81%† teh yang dibeli untuk semua merek kami berasal dari sumber-sumber yang berkelanjutan pada tahun 2017: 71% dari Rainforest Alliance Certified™ dan 10% terverifikasi trustea.


Perspektif Kami

Teh adalah salah satu tanaman budidaya prioritas kami dan kami membeli sekitar 10% dari teh hitam dunia. Pada 2007, kami menjadi perusahaan teh besar pertama yang berkomitmen untuk membeli bahan baku teh berkelanjutan dalam skala besar. Pada tahun 2015, kami mencapai target kami, yakni 100% teh di dalam campuran teh celup Lipton kami dibeli dari sumber yang berkelanjutan. Pada tahun 2017, 81%† dari semua teh kami berasal dari sumber-sumber besertifikasi yang berkelanjutan.

Pada tahun 2017, kami mengerjakan sekitar 40 program besar di rantai pasokan teh, dengan tujuan seperti meningkatkan pendapatan pekerja dan petani kecil teh, meningkatkan kesehatan, memberdayakan perempuan, meningkatkan sanitasi, mengatasi perubahan iklim, dan mendukung keragaman hayati - dengan tiap-tiap program kerap menangani beberapa isu. Misalnya, melalui percobaan di lapangan oleh Centre for Agriculture and Biosciences International yang kami tugasi, selama 2015–2017 kami menujukkan bahwa ternyata menghindari penggunaan pestisida pada kebun teh India itu dimungkinkan, dengan mengambil pendekatan ekologi untuk mengelola hama.

Teh berkelanjutan - memimpin industri

Buah dan sayur berkelanjutan

  • Kami akan membeli 100% dari buah kami dari sumber-sumber yang berkelanjutan pada 2015.
67

67% dari buah kami dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2015; 86% pada akhir 2017.


  • Kami akan membeli 50% dari 13 sayur dan rempah-rempah utama kami dari sumber yang berkelanjutan pada 2012 dan 100% pada 2015. Ini mencakup lebih dari 80% volume sayur dan rempah-rempah global kami.
92

92% dari 13 sayur dan rempah-rempah utama kami dibeli dari sumber yang berkelanjutan pada akhir 2015, naik dari 59% pada tahun 2012. Kami mencapai 98% pada tahun 2017.


Perspektif Kami

Buah dan sayuran merupakan portofolio bahan yang rumit dengan basis pasokan yang sangat besar dan beragam sehingga pencapaian target 100% di seluruh portofolio pada tahun 2015 memang cukup sulit. Pada tahun 2017, 86% dari buah kami dibeli dari sumber berkelanjutan, tetapi buah tidak akan menjadi salah satu hasil panen prioritas kami mulai tahun 2018 hingga seterusnya.

Walaupun sayuran merupakan salah satu hasil panen prioritas kami, beranjak dari 98% menjadi 100% pada tahun 2020 tetap menjadi tantangan karena sebagian sayuran yang kami beli entah karena volumenya terlalu kecil (menyulitkan memengaruhi pasar untuk menyediakan pasokan yang berkelanjutkan) entah karena secara teknis sulit mengubah ke praktik-praktik berkelanjutan.

Buah & sayuran berkelanjutan

Kakao berkelanjutan

Kami akan membeli kakao secara berkelanjutan untuk es krim Magnum pada 2015. Semua kakao lainnya akan dibeli secara berkelanjutan pada tahun 2020.

98% dari kakao untuk Magnum dibeli secara berkelanjutan melalui sertifikasi Rainforest Alliance pada akhir tahun 2015; 98% pada tahun 2017.

Secara keseluruhan, 70% dari semua kakao dibeli secara berkelanjutan.


Perspektif Kami

Magnum adalah merek es krim terbesar kami dan dijual di 52 negara, dengan semua produk kecuali tiga di antaranya kini membeli kakao besertifikasi Rainforest Alliance Certified™. Masih ada tantangan dalam membeli kakao besertifikasi Rainforest Alliance Certified™ untuk Brasil, Venezuela, dan Israel, yang memiliki ketersediaan biji kakao besertifikasi yang terbatas. Karena kakao merupakan salah satu hasil panen prioritas kami, kami mencari solusi alternatif untuk menyelesaikan konversi akhir.

Kami tetap berada di jalur yang tepat menuju target 2020, yaitu membeli semua kakao secara berkelanjutan, meningkat dari 64% pada tahun 2016 menjadi 70% pada tahun 2017.

Kakao & gula berkelanjutan

Gula berkelanjutan

Kami akan membeli semua gula secara berkelanjutan pada 2020.

67% dari gula dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2017.


Perspektif Kami

Kami memverifikasi bit gula terutama berdasarkan Sustainable Agriculture Code (SAC) dan menggunakan sertifikasi Bonsucro untuk tebu. Pada tahun 2017, kami membeli gula besertifikasi fisik yang dinilai sendiri (bit dan tebu, 37%) dan memenuhi persyaratan lainnya untuk gula kami dengan kredit Bonsucro. Gula merupakan hasil panen prioritas kami.

Di Eropa, pada tahun 2016, pemasok kami, Nordzucker, menjadi salah satu perusahaan pertama yang menyelesaikan Farm Sustainability Assessment yang dikembangkan oleh Platform SAI dan disepakati oleh banyak bisnis sebagai pedoman umum untuk industri. Meskipun gula yang dipasok oleh Nordzucker sudah memenuhi standar SAC, kami menyambut baik transisi ke SAI sebagai langkah menuju pengarusutamaan keberlanjutan.

Dalam hal gula tebu, kami melanjutkan strategi ganda dengan menciptakan lebih banyak kapasitas fisik pada lahan sambil terus membeli kredit. Melalui platform Bonsucro, sebuah organisasi nirlaba dengan banyak pemangku kepentingan yang mempromosikan gula tebu berkelanjutan, kami bekerja di Amerika dan Asia untuk menerapkan pendekatan gabungan ini.

Kakao & gula berkelanjutan

Minyak bunga matahari berkelanjutan

Kami akan membeli semua minyak bunga matahari secara berkelanjutan pada 2020.

45% minyak bunga matahari dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2017.


Perspektif Kami

Selama beberapa tahun terakhir, kami membuat kemajuan dalam membeli minyak bunga matahari secara berkelanjutan, meningkatkan volume kami menjadi 53% pada 2016 dengan meluncurkan program dengan mitra kami, Cargill dan ADM dan membeli volume pertama minyak dari bunga matahari yang dibudidayakan di Turki dan Argentina dengan menggunakan Sustainable Agriculture Code kami.

Namun, sebagai hasil tinjauan mendalam tentang pembelian bahan baku berkelanjutan yang kami mulai pada tahun 2016, kami memutuskan untuk memusatkan upaya di tempat kami bisa mendorong dampak terbesar. Ini berarti kami akan memusatkan perhatian pada serangkaian tanaman budi daya dan komoditas prioritas, yang tidak hanya penting bagi merek kami tetapi juga tempat kami dapat memberikan dampak paling besar di dalam sektor pertanian mereka. 

Oleh karena itu, sejak 2018 dan seterusnya, minyak bunga matahari tidak akan lagi menjadi salah satu tanaman budi daya prioritas kami tetapi kami akan terus memprioritaskan pembelian bahan baku biji sesawi, kedelai, dan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Minyak kedelai, biji sesawi & bunga matahari berkelanjutan

Minyak biji sesawi (rapeseed) berkelanjutan

Kami akan membeli semua minyak biji sesawi (rapeseed) secara berkelanjutan pada 2020.

84% minyak biji sesawi (rapeseed) dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2017.


Perspektif Kami

Minyak sesawi merupakan hasil panen prioritas kami. Pada tahun 2017, sebagian besar volume biji sesawi kami di Eropa dibeli secara berkelanjutan. Ini termasuk minyak untuk olesan roti Rama di Jerman dan mayones Hellmann's di Inggris. Hal ini juga mencakup semua rangkaian produk Flora di Inggris. Mayoritas dari volume ini dibeli secara lokal dari petani yang berlokasi di dekat pabrik kami.

Kami terus bekerja sama dengan pemasok dan mitra lain, termasuk pada pendekatan bersama mitra kami, Bunge, di Kanada. Di sana, lebih dari 214 petani mendaftar program Sustainable Agriculture Code kami pada tahun 2017. Melalui kerja sama erat dengan penasihat pertanian kami, Control Union, para petani ini telah mengubah praktik mereka sesuai persyaratan Sustainable Agriculture Code kami jauh lebih awal dari jadwal.

Minyak kedelai, biji sesawi & bunga matahari berkelanjutan

Produk susu berkelanjutan

Kami akan membeli semua produk susu secara berkelanjutan pada 2020.

74% produk susu dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2017.


Perspektif Kami

Susu merupakan salah satu hasil panen prioritas kami dan kami terus membuat kemajuan, meningkatkan pasokan berkelanjutan kami menjadi 74% pada tahun 2017.

Pemasok dan petani telah mencapai status susu berkelanjutan di negara-negara seperti AS, Uruguay, Eropa, dan Selandia Baru.

Di Turki, kami menguji coba cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang terkait dengan susu - termasuk teknik yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan umur sapi.

Kami juga melanjutkan upaya untuk mengubah sektor industri sesuai standar pembelian bahan baku yang berkelanjutan, membangun keberhasilan kami di Australia dan Irlandia – tempat sejak 2013 dan 2015 sektor susu telah memiliki program yang setara dengan Sustainable Agriculture Code kami.

Produk susu berkelanjutan

Fairtrade Ben & Jerry's

Semua rasa es krim Ben & Jerry’s akan disertifikasi oleh Fairtrade pada 2013.

77

77% rasa es krim Ben & Jerry's mendapatkan sertifikasi Fairtrade pada tahun 2013. Kami mencapai 100% pada tahun 2014.


Perspektif Kami

Ben & Jerry merupakan es krim pertama yang menggunakan bahan baku Fairtrade (FT) pada tahun 2005. Pada akhir tahun 2011 di Eropa, kami mendapatkan sertifikasi Fairtrade untuk semua produk kami yang diproduksi dan didistribusikan di Eropa.

Pada tahun 2012, karena masalah seputar kualitas dan ketersediaan, kami sadar tidak dapat memasok semua bahan baku besertifikasi FT yang dibutuhkan untuk konversi global. Oleh karena itu, kami merevisi target dari yang sebelumnya "semua bahan" besertifikasi menjadi "semua rasa" besertifikasi.

Kami mengidentifikasi bahwa dengan menggunakan bahan baku FT untuk lima komoditas utama di semua campuran dasar dan untuk potongan (chunk) dan adukan (swirl), serta mengikuti prosedur pengurangan Fairtrade yang tepat, semua rasa es krim kami akan lolos sertifikasi Fairtrade pada tahun 2013. Kami mencapai 77% pada tahun 2013.

Pada tahun 2013, kami juga memutuskan untuk hanya memasok bahan baku non-GMO berdasarkan sumber benih. Karena ini menambah kerumitan program konversi, kami menunda rencana tersebut dan memperoleh sertifikasi FT untuk semua rasa pada tahun 2014.

Ben and Jerry's

Telur dari ayam bebas

Kami berencana untuk beralih ke 100% telur dari ayam bebas dari kandang (cage-free) untuk semua produk kami,* termasuk es krim Ben & Jerry’s dan mayones Hellmann's, Amora, dan Calvé.

Pada akhir 2017, telur dari ayam bebas yang digunakan mentahuncapai 61%.


Perspektif Kami

Penelitian kami menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih produk yang dibuat dengan telur dari ayam yang bebas dari kandang. Kami menggunakan telur di dalam rangkaian produk kami seperti mayones, saus salad, saus, dan es krim. Namun, kondisi tempat telur tersebut dihasilkan berbeda-beda di seluruh dunia. Kami menganggap penting kesejahteraan hewan sebagai masalah sosial dan etika. Untuk itu, kami menjadi salah satu perusahaan global pertama yang bekerja dengan pemasok telur untuk mulai memperoleh telur dari ayam yang tidak dikurung dalam kandang.

Di Eropa Barat, Hellmann's, Amora, dan Calvé 100% memanfaatkan telur dari ayam bebas sejak tahun 2009, dan dengan konversi rantai pasokan kami di Eropa Timur, semua produk kami di Eropa berhasil menggunakan telur dari ayam bebas pada tahun 2014.

Di Eropa, es krim Ben & Jerry's hanya menggunakan telur dari ayam bebas sejak 2004; pada akhir 2011, 99% dari semua telur yang digunakan dalam campuran es krim Ben & Jerry's di seluruh dunia juga merupakan telur dari ayam bebas.

Pada tahun 2018, kami mengumumkan komitmen kami untuk mengonversi semua pasokan telur menjadi telur dari ayam bebas pada tahun 2025.

Kesejahteraan hewan ternak

Pembelian berkelanjutan material kantor

Pada tahun 2013, kami akan membeli semua material kantor berbasis kertas untuk 21 negara utama kami baik dari hutan berkelanjutan yang besertifikasi maupun sumber-sumber daur ulang.

100% material berbasis kertas berasal dari hutan berkelanjutan yang besertifikasi atau sumber daur ulang pada akhir tahun 2013.


Perspektif Kami

Komitmen kami mencakupi produk berbasis kertas seperti kertas printer, buku catatan, dan amplop. Dengan menggunakan kertas dari sumber yang berkelanjutan atau sumber daur ulang, kami menghindari penggunaan kayu dari sumber yang tidak berkelanjutan, guna membantu tujuan kami untuk mengakhiri deforestasi.

Kami mencapai target pada tahun 2013, saat 100% material kantor berbasis kertas untuk 21 negara utama kami berasal dari hutan berkelanjutan yang besertifikasi atau sumber daur ulang. Semua pemasok kami menandatangani surat pernyataan kepatuhan, dan kami memantau kepatuhan melalui laporan triwulan. Di tempat diperlukan, kami telah beralih dari produk yang tidak berkelanjutan menjadi produk berkelanjutan.

Untuk itu, kami meningkatkan ambisi kami dari 21 negara utama menjadi semua negara di Eropa dan Amerika Latin, dengan tujuan mencapai 100% pencapaian pada akhir 2015, yang telah berhasil kami capai.

Meskipun tidak lagi melaporkan target ini karena sudah tercapai pada tahun 2013, kami terus mendorong penggunaan kertas berkelanjutan secara lebih luas di seluruh bisnis kami.

Mengurangi dampak kantor
Back to top

BERHUBUNGAN DENGAN KAMI

Kami selalu mencari cara untuk berhubungan dengan mereka yang memiliki minat yang sama terhadap masa depan yang berkelanjutan.

KONTAK KAMI

Berhubungan dengan Unilever dan tim spesialis atau menemukan kontak di seluruh dunia.

Kontak Kami