1. Home
  2. ...
  3. Strategi kami untuk pertumbuhan yang berkelanjutan
  4. Menanamkan keberlanjutan

Menanamkan keberlanjutan

Kami mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam brand, pemasaran, dan inovasi kami serta mengeksplorasi ide dan pendekatan baru untuk mencapai tujuan dalam Unilever Sustainable Living Plan.

Petani membudidayakan tomat berkelanjutan untuk Knorr

Karyawan memiliki peran yang penting. Kami memberi mereka pengetahuan dan alat bantu yang diperlukan untuk membantu mendorong pertumbuhan berkelanjutan kami, khususnya tim pemasaran kami yang sangat penting dalam mengembangkan brand dengan tujuan kehidupan berkelanjutan. Kami bermaksud ingin menggunakan pemasaran kami untuk mendorong perubahan perilaku positif dan membagikan apa yang telah kami pelajari di bidang ini kepada yang lain. Lihat Mendorong perubahan perilaku.

Kami mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam cara kami melibatkan, melatih, dan memberi penghargaan kepada karyawan kami dan telah menanamkan keberlanjutan ke dalam struktur tata kelola kami. Kami berkolaborasi dengan pihak lain di empat bidang. Kami telah mengidentifikasi bahwa di keempat bidang tersebut kami dapat menggunakan skala dan pengaruh kami untuk menghadirkan perubahan pada seluruh sistem.

‘Brand with Purpose’ akan mendorong pertumbuhan

Menempatkan kehidupan berkelanjutan dalam jantung brand kami akan mampu memberikan inspirasi kepada konsumen serta meningkatkan penjualan kami. Konsep ‘Brand with Prurpose’ bukanlah hal baru. Di antara brand kami sendiri, Lifebuoy dan Ben & Jerry’s peduli dengan tujuan sosial atau lingkungan semenjak keduanya didirikan.

Namun, di dunia yang saat ini memiliki banyak tantangan, tujuan yang kuat saja tidak cukup dan brand harus melihat secara menyeluruh dampaknya terhadap rantai nilai dan di seluruh domain publik. Brand tidak dapat melakukan kebaikan sosial sembari membahayakan bumi, atau memperbaiki kehidupan perempuan yang membeli produk kami sembari mengabaikan kondisi kerja perempuan yang membuat produk tersebut.


Brand with Purpose


Keith Weed

 

Chief Marketing & Communications Officer kami, Keith Weed, memimpin fungsi Pemasaran kami serta tim Komunikasi & Bisnis Berkelanjutan kami.

“Dengan mengupayakan tujuan atau purpose brand kami, kami dapat beralih dari memasarkan kepada konsumen menjadi peduli kepada masyarakat. Brand with purpose akan mendorong pertumbuhan bisnis kami, menghubungkan kami dengan konsumen, dan memberikan manfaat sosial.”

Cara kami mendefinisikan ‘Sustainable Living Brand’

Kami membuat definisi tentang apa yang menjadikan sebuah brand sebagai 'Sustainable Living Brand’ yang sesungguhnya. Brand tersebut tidak hanya harus memiliki tujuan jelas, tetapi juga mewujudkan tujuan tersebut untuk membantu mengatasi masalah sosial atau lingkungan. Produk itu sendiri juga harus berkontribusi pada satu target atau lebih yang telah kami tetapkan dalam Unilever Sustainable Living Plan, yang juga berkontribusi pada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Sustainable Living Brand – menjawab tujuan

Untuk menilai produk/ brand dan purpose atau tujuan, kami mengembangkan metodologi untuk membantu kami menentukan bagaimana, dan sejauh mana setiap brand memberikan kriteria terhadap produk dan tujuan. Hal ini memungkinkan brand untuk mengadakan pandangan sistematis atas kemajuan mereka dalam faktor sosial dan lingkungan. Kami menganalisis beberapa brand terbaik kami menggunakan metodologi ini, yang mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, 12 ‘Sustainable Living Brand’ kami menyumbangkan hampir separuh dari pertumbuhan kami dan tumbuh 30% lebih cepat daripada keseluruhan bisnis.

Pada tahun 2016, dari 40 brand terbaik kami, yang memenuhi syarat sebagai ‘Sustainable Living Brand’ meningkat dari 12 menjadi 18. Di antaranya mencakup enam brand terbesar kami yaitu Knorr (Royco), Dove, Dirt is Good (brand deterjen kami seperti Rinso), Lipton, Rexona, dan Hellmann’s. Jika digabungkan, pada tahun 2016, ‘Sustainable Living Brand’ kami tumbuh 50% lebih cepat dibandingkan brand-brand lainnya. Dan brand tersebut menyumbangkan lebih dari 60% pertumbuhan kami. Kami sekarang memiliki 26 Sustainable Living Brands yang mencakup semua kategori kami. Brand-brand yang baru masuk tahun ini adalah Vaseline, Sunlight, Sunsilk, dan Wall's.

Kami percaya bahwa jika kami ingin mengadakan perubahan berskala besar, kami dapat mencapainya dengan membuat berbagai brand penentu tren yang besar dan sukses ini berkelanjutan. Konsumen menjadi lebih sadar akan perbedaan positif yang dapat dibuat oleh sebuah brand terhadap masalah sosial dan lingkungan, dan juga perbedaan yang dapat mereka buat melalui pilihan belanja mereka sehari-hari. Hal ini didorong oleh pertumbuhan di media sosial dan kesempatan yang diberikan oleh media sosial bagi orang-orang untuk memiliki hubungan yang lebih dekat dan lebih intim dengan brand

Akibatnya, hal ini menciptakan kebutuhan yang terus meningkat bagi brand untuk menghasilkan konten yang selaras dengan nilai-nilai konsumen brand tersebut. Brand dengan tujuan kehidupan berkelanjutan membantu brand melakukannya.

Pada 2015, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui apakah pandangan konsumen mengenai keberlanjutan benar-benar berujung pada pilihan pembelian1. Penelitian kami mengungkapkan bahwa lebih dari 50% orang ingin membeli brand yang lebih berkelanjutan. Penelitian itu juga mengungkapkan bahwa isu-isu keberlanjutan relevan bagi konsumen di pasar negara maju dan negara berkembang. Pada tahun 2017, kami memublikasikan hasil penelitian ini dan pemikiran terbaru kami tentang bagaimana brand yang didorong oleh tujuan dapat mendorong pertumbuhan dalam Menjawab Tujuan: Kehidupan Berkelanjutan yang Menginspirasi (PDF | 2MB) untuk menunjukkan bagaimana sikap berubah.

Spotlight

Indonesia Bango

Produk penuh makna dalam aksi nyata: Kecap Bango

Tujuan: Melestarikan kuliner Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani

Produk: Kecap Bango senantiasa memajukan dan melestarikan kuliner Indonesia, salah satunya lewat acara tahunan Festival Jajanan Bango yang mempopulerkan penjaja kuliner Nusantara. Produk kecap Bango tidak mungkin hadir tanpa bantuan petani. Untuk itu, Bango menggunakan 100% kedelai hitam Malika lokal dari pertanian yang diupayakan ramah lingkungan dan memberi manfaat sosial bagi petani melalui sertifikasi Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC). Bahan baku gula kelapa juga didapat dari 25.000 petani yang telah ditingkatkan penghidupannya.

Cari tahu lebih lanjut tentang tindakan yang kami lakukan untuk bahan baku berkelanjutan.

Helmann’s adalah salah satu dari banyak contoh tentang bagaimana kami menangani masalah sosial dan lingkungan berdasarkan target dalam Unilever Sustainable Living Plan kami. Pekerjaan kami terkait ‘Sustainable Living Brand’ didasarkan pada analisis terperinci mengenai jejak lingkungan para brand kami di seluruh siklus hidup. Lihat Penilaian siklus hidup untuk informasi selengkapnya tentang pendekatan kami.

1 Penelitian Unilever pada tahun 2015 oleh Flamingo dan Europanel

Back to top