Unilever Sustainable Living Plan untuk

Pergi ke

Limbah & Kemasan

Kami membeli lebih dari 2 juta ton kemasan per tahun.

Seorang lelaki mendaur ulang limbah rumah tangganya

Meningkatnya kelangkaan sumber daya berarti meningkatnya urgensi untuk lebih efisien dalam hal kemasan dan untuk menemukan solusi penanganan sampah kemasan bekas pakai. Kami terus mencari cara baru untuk mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, serta memulihkan kemasan dan limbah selagi bergerak menuju bisnis yang meniadakan limbah. Kasus bisnisnya jelas. Pengurangan limbah menciptakan efisiensi dan menurunkan biaya. Penggunaan kembali material memperpanjang masa hidupnya dan membantu mengurangi penggunaan sumber daya bumi yang berharga. Daur ulang memungkinkan kami menggunakan kembali bahan berharga yang dibuang untuk tujuan lain. Semakin kami mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan memulihkan kemasan, semakin besar penghematan biaya material, energi, transportasi, dan sampah pembuangan. Semakin kami dapat merancangnya dalam siklus, semakin besar nilai yang kami dapat untuk perusahaan dan orang lain.

Target & kinerja

Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk mengurangi limbah yang berhubungan dengan pembuangan produk kami hingga separuhnya.

LIMBAH & KEMASAN

Komitmen Kami

Mengurangi hingga separuh jumlah limbah yang berhubungan dengan pembuangan produk kami sampai dengan 2020.1

KINERJA KAMI

Pada tahun 2015, dampak limbah kami telah berkurang sekitar 29% sejak tahun 2010.

PERSPEKTIF KAMI

Kami telah menempuh lebih dari separuh jalan menuju pencapaian komitmen 2020, yaitu mengurangi limbah yang berhubungan dengan pembuangan produk kami. Total jejak lingkungan per penggunaan konsumen kami telah berkurang 29%sejak 2010.

Kami mencapai pengurangan ini melalui kombinasi divestasi, kenaikan tingkat daur ulang, dan proyek inovasi kami. Kami terus memprakarsai serta menggunakan teknologi baru dan teknik mutakhir untuk menghasilkan kemasan yang lebih ringan. Misalnya, komersialisasi teknologi pencetakan MuCellTM memungkinkan kami untuk mengurangi komponen plastik dalam botol hingga 15% dibandingkan dengan botol sebelumnya.

Peningkatan infrastruktur dalam pendauran ulang dan pemulihan juga telah berkontribusi terhadap kinerja kami. Kami juga bekerja sama dengan pihak lain untuk menggiatkan infrastruktur pendauran ulang dan pemulihan melalui prakarsa kolaborasi industri, terutama untuk material yang lebih rumit didaur ulang, seperti kemasan saku (sachet) di negara berkembang. Contoh yang baik dari menggiatkan infrastruktur pendauran ulang dan pemulihan adalah Program Bank Sampah Berbasis Komunitas kami di Indonesia, tempat infrastruktur pemulihan material kemasan rumah tangga tidak banyak tersedia. Pada tahun 2015, kami mengembangkan lebih lanjut program ini dan lebih dari 3.500 ton sampah kemasan rumah tangga dikumpulkan oleh masyarakat setempat.

Kami membuat kemajuan yang besar terhadap komitmen di bidang yang kami kendalikan secara langsung, misalnya desain produk dan pengurangan limbah dalam operasi kami sendiri. Pada tahun 2015, kami meninjau strategi limbah kemasan kami, menilai prestasi kami sejauh ini, dan mengidentifikasi bidang yang dapat kami maksimalkan lebih lanjut guna mencapai tujuan mengurangi separuh limbah yang berhubungan dengan pembuangan produk kami. Sebagai hasil dari strategi yang dihidupkan kembali ini, kami berkomitmen untuk menambah plastik daur ulang dalam kemasan kami. Target menggunakan kembali kemasan tidak lagi termasuk dalam Program karena kami akan melaporkan kemajuannya sebagai bagian dari tujuan mengurangi separuh limbah dan bukan secara terpisah.2

Di luar kendali langsung kami, kami menemukan tantangan dalam hal sampah pasca-konsumsi, terutama untuk mendorong konsumen mendaur ulang serta membangun infrastruktur yang tepat guna memastikan material tersebut dipulihkan dan digunakan kembali.

1 Target lingkungan kami dinyatakan berdasarkan data awal tahun 2010, dihitung ulang pada Desember 2015, dan berdasarkan 'per penggunaan konsumen'. Ini berarti penggunaan, porsi atau penyajian produk tunggal.

2Mengurangi GRK saat mencuci dan mandi; konsentrasi dan pemadatan produk; serta menurunkan suhu air saat mencuci/menggunakan dosis deterjen yang tepat.

  • Tercapai: 3
  • Sesuai rencana: 6
  • Tidak sesuai rencana: 0
  • %% target tidak tercapai: 3

Target kami

Baca Pemeriksaan Independen (EN) untuk perincian lebih lanjut mengenai program jaminan kami di seluruh Unilever Sustainable Living Plan.

MENGURANGI LIMBAH PRODUKSI

  • Pada tahun 2020, total pembuangan limbah akan setingkat dengan atau di bawah pembuangan tahun 2008 meskipun volumenya jauh lebih besar.

Ini menggambarkan pengurangan sekitar 40% per ton produksi.

Dibandingkan dengan data awal tahun 1995, ini menunjukkan pengurangan sebesar 80% per ton produksi dan 70% pengurangan absolut.

  • Pada tahun 2015 semua lokasi produksi akan mencapai nol limbah tidak berbahaya ke tempat penimbunan sampah.
  • Semua pabrik yang baru dibangun dirancang untuk menghasilkan limbah kurang dari setengah limbah pada data awal tahun 2008.

Kami mencapai target pada tahun 2012 dengan limbah 76.000 ton lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2008, dengan kata lain pengurangan 51% per ton produksi.

Pada 2015 kami membuang limbah total 146.000ton lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2008, atau 97%pengurangan per ton produksi.

Dibandingkan dengan tahun 1995, hal ini merupakan 99% penurunan secara absolut.

Kami memperoleh status nol limbah tidak berbahaya ke tempat penimbunan sampah di seluruh jaringan pabrik global kami pada penghujung tahun 2014. Dibandingkan data awal tahun 2008, pada tahun 2015 kami mengirimkan, dari delapan lokasi kami, 0,14% limbah tidak berbahaya ke tempat penimbunan sampah. Data ini diperbarui sesegera mungkin sepanjang tahun.*

Pabrik baru di Tiongkok, Afrika Selatan, A.S., dan Indonesia memulai produksi pada tahun 2015. Setelah beroperasi penuh, masing-masing pabrik menargetkan kurang dari separuh limbah perusahaan tersebut jika dibandingkan dengan data awal tahun 2008.

PERSPEKTIF KAMI

Kami mencapai target untuk mengurangi limbah dari lokasi produksi delapan tahun lebih cepat, yaitu pada tahun 2012. Oleh karena itu, pada tahun 2012 kami memperkenalkan target baru – mengirimkan nol limbah tidak berbahaya ke tempat penimbunan sampah (ZWL) dari lokasi produksi pada tahun 2015.

Pada akhir tahun 2014, jaringan pabrik global yang mencakup 240 pabrik di 67 negara mencapai target nol limbah tidak berbahaya ke tempat penimbunan sampah. Kami percaya bahwa hal ini pertama kali dilakukan oleh perusahaan dengan skala seperti kami di industri ini. Menyusul pencapaian target yang terjadi setahun lebih cepat ini, pada tahun 2015 fokus kami adalah mempertahankan nol limbah tidak berbahaya ke tempat penimbunan sampah. Namun pada tahun 2015, delapan lokasi membuang limbah tak berbahaya dalam jumlah kecil ke tempat penimbunan sampah. Kami memandang dengan serius setiap penyimpangan dan hal ini akan diperbaiki sesegera mungkin dalam tahun ini. Kami yakin bahwa secara keseluruhan prestasi kami masih yang terdepan di industri ini dan kami menerapkan prosedur yang kuat dalam menyoroti berbagai masalah sehingga tindakan perbaikan dapat segera diambil.

Pada Februari 2016, melalui penggandaan model nol limbah ini di berbagai bagian bisnis kami, hampir 400 lokasi nonproduksi juga berhenti membuang limbah tak berbahaya ke tempat penimbunan sampah.

Secara independen telah diperiksa oleh PwC

*Tujuan kami adalah mempertahankan prestasi nol limbah tidak berbahaya ke tempat penimbunan sampah (ZWL) di lokasi produksi di seluruh dunia. Namun, insiden terjadi ketika limbah tak berbahaya dibuang dalam jumlah kecil ke tempat penimbunan sampah akibat kesalahan. Kami rasa ZWL dapat dipertahankan, meskipun kurang dari 0,5% limbah tak berbahaya dibuang ke tempat penimbunan sampah dalam waktu 12 bulan.

MENGURANGI KEMASAN

Pada tahun 2020 kami akan mengurangi sepertiga berat kemasan yang kami gunakan dengan cara:

  • Mengurangi bobot material
  • Mengoptimalkan desain struktur dan material
  • Mengembangkan versi konsentrat produk kami
  • Meniadakan kemasan yang tidak perlu

Pada tahun 2015, berat per penggunaan konsumen mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan dengan tahun 2010.

PERSPEKTIF KAMI

Hasil kami menunjukkan bahwa upaya mengurangi kemasan melalui inovasi, mengurangi bobot, dan mengganti material pada tahun-tahun sebelumnya kini mulai terlihat. Hasil tersebut juga dipengaruhi oleh efek akuisisi dan pembuangan.

Komersialisasi teknologi pencetakan MuCellTMmemungkinkan kami mengurangi komponen plastik dalam botol hingga 15% dibandingkan dengan botol sebelumnya. Kami memperkirakan bahwa hal ini akan membawa penurunan yang signifikan dalam jumlah plastik yang digunakan setelah diterapkan pada produk lainnya. Contoh lain dari inisiatif pengurangan meliputi konversi produk detergen Surf dari kardus karton menjadi pouch atau kantong yang fleksibel untuk jajaran produk 500g dan 1kg; peluncuran aerosol terkompresi, yang mengakibatkan penurunan 25% dalam penggunaan aluminium untuk kaleng kami; serta penggunaan strategi desain dan teknologi secara cerdas yang memungkinkan kami mengurangi lapisan polietilen dalam banyak saset kami.

MENDAUR ULANG KEMASAN

  • Bermitra dengan industri, pemerintah dan LSM, kami bertujuan untuk meningkatkan tingkat daur ulang dan pemulihan rata-rata sebesar 5% pada tahun 2015 dan sebesar 15% pada tahun 2020 di 14 negara teratas kami. Untuk beberapa tempat ini berarti tingkat daur ulangnya sebanyak dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat. Kami akan mempermudah konsumen dalam mendaur ulang kemasan kami, yakni dengan menggunakan bahan yang paling sesuai dengan fasilitas daur ulang di negara mereka.
  • Pada tahun 2025, kami akan meningkatkan isi material daur ulang di kemasan kami hingga 25%. Peningkatan ini akan berlaku sebagai katalis untuk menaikkan tingkat daur ulang.

(Target diperbarui pada tahun 2016)

6% kenaikan tingkat daur ulang dan pemulihan pada tahun 2015, melebihi rata-rata Indeks Pemulihan dan Daur Ulang (RRI) tahun 2010, yang dirata-rata di seluruh 14 negara teratas kami.

4.900 ton bahan daur ulang pasca-konsumsi digunakan dalam kemasan plastik kaku kami selama 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Daur ulang dan pemulihan merupakan tantangan terbesar dalam target kami karena hal ini berada di luar kendali langsung kami. Oleh karena itu, kami bergantung pada kebijakan publik, infrastruktur, dan keterlibatan konsumen. Untuk terus mendorong agenda ini, kami berfokus pada empat bidang: kebijakan, pembangunan infrastruktur, kemajuan teknologi, dan perubahan perilaku konsumen.

Terlepas dari kesulitan ini, kami melihat kenaikan dalam tingkat daur ulang kami. Volume material yang didaur ulang atau dipulihkan meningkat 6% selama tahun 2014-2015 dibandingkan dengan data awal tahun 2010.

Kami percaya bahwa keterlibatan kami dalam kolaborasi industri, dan dukungan yang terus-menerus dalam program pendidikan konsumen, turut berkontribusi dalam menjaga momentum ini. Misalnya, melalui kemitraan kami dengan program Metal Matters, bekerja sama dengan British Aerosol Manufacturers’ Association, Alupro, dan lain-lain, kami meningkatkan jumlah pihak berwenang setempat di Inggris yang mengumpulkan aerosol untuk didaur ulang dari 67% pada tahun 2012 menjadi lebih dari 90% pada tahun 2015. Di Indonesia, kami terus mengembangkan Program Bank Sampah Berbasis Komunitas pada tahun 2015 melalui kerja sama dengan pemerintah kota setempat.

MENANGANI LIMBAH SASET

Sasaran kami adalah mengembangkan dan menerapkan model bisnis yang sustainable untuk menangani aliran limbah saset kami pada tahun 2015.

66 Kami terus menggali potensi teknologi baru di pasar negara maju dan negara berkembang. Namun, kemajuan berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan.

PERSPEKTIF KAMI

Tujuan kami adalah mengembangkan sistem siklus tertutup untuk limbah saset. Hal ini akan memungkinkan kami untuk terus memberikan harga dan kenyamanan produk saset untuk konsumen berpendapatan rendah, sekaligus menanggulangi masalah lingkungan terkait dengan penggunaannya. Hal ini meliputi sampah dan daur ulang.

Di India, kami telah membuktikan bahwa teknologi pirolisis dapat mengubah sampah saset menjadi bahan bakar industri. Namun, pirolisis merupakan teknologi yang masih baru dan memiliki beberapa keterbatasan, sehingga kemajuan kami lebih lambat dari yang diperkirakan. Salah satu keterbatasannya adalah biaya yang berkaitan dengan pengumpulan dan pengolahan saset dibandingkan dengan nilai yang diperoleh dari produk keluaran. Untuk mengatasi hal ini, sejak tahun 2011, kami telah merintis teknologi baru yang dipercaya dapat membantu menciptakan kasus bisnis yang layak. Pada 2015, kami telah menyelesaikan uji coba skala besar dan telah memesan peralatan untuk membangun pabrik percontohan di Indonesia guna membuktikan kelayakan komersial teknologi ini. Dengan menerapkannya, kami menempuh dua pertiga jalan menuju tercapainya target kami.

MENIADAKAN PVC

Kami akan meniadakan PVC (polivinil klorida) dari semua kemasan pada 2012 (jika ada solusi teknis).

99 99% kemasan PVC dihapuskan dari portofolio kami pada akhir 2012.

PERSPEKTIF KAMI

Kami telah membuat kemajuan yang sangat baik dalam meniadakan PVC dari kemasan kami, termasuk dari akuisisi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Kami memberlakukan sistem yang kuat untuk memastikan bahwa setiap PVC yang masuk dalam bisnis melalui akuisisi segera ditangani, dan jika tidak ada pilihan pengganti yang layak, misalnya untuk PVC yang digunakan dalam segel penutup logam, kami bekerja sama dengan pemasok guna mengembangkan teknologi yang tepat untuk menggantikan material ini. Pengembangan solusi pengganti dapat memakan waktu bertahun-tahun karena hal ini harus memenuhi persyaratan fungsional produksi, pengajuan, dan penggunaan konsumen.

MENGURANGI LIMBAH KANTOR

  • Di 21 negara teratas kami, setidaknya 90% limbah kantor akan digunakan kembali, didaur ulang, atau dipulihkan pada 2015 dan kami tidak akan mengirim limbah ke tempat pembuangan akhir sampah pada 2017.
  • Pada 2015 kami akan mengurangi penggunaan kertas sebesar 30% per orang di 21 negara teratas kami.
  • Kami akan meniadakan kertas dalam faktur, kuitansi barang, proses pesanan pembelian, pelaporan keuangan, dan pemrosesan pengeluaran karyawan pada 2015, jika diperbolehkan secara hukum dan memungkinkan secara teknis.

93% limbah kantor kami digunakan kembali, didaur ulang, atau dipulihkan pada 2015.

Kami mencapai target kami pada 2013, dengan kertas yang dikonsumsi per penghuni 37% lebih rendah dari tahun 2010. Pada tahun 2015, kami mencapai pengurangan sebesar 55% dibandingkan data awal tahun 2010.

73 73% dari proses Layanan Bisnis dan Keuangan dalam cakupan kami dilakukan secara elektronik.

PERSPEKTIF KAMI

Pada tahun 2015, semua lokasi dalam cakupan kami di 21 negara teratas memperoleh status tidak mengirim limbah ke tempat pembuangan akhir sampah (ZWL) atau berencana mengolahnya. Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target 2017. Kami telah memperluas upaya pengurangan sampah ke luar 21 negara teratas kami dan memiliki tambahan 44 lokasi yang sekarang berstatus ZWL. Selama tahun 2016, kami berencana mempercepat rencana untuk mencapai status ZWL di lokasi nonproduksi lainnya.

Konsumsi kertas per penghuni saat ini 55% lebih rendah dibandingkan dengan data awal tahun 2010 di 21 negara teratas dan kami akan terus mendorong konsumsi lebih yang rendah.

Meskipun kami mencapai 73%, meningkat dari 69% pada tahun 2014, kemajuan dalam menghilangkan kertas pada sistem Bisnis dan Keuangan kami lebih lambat dari yang diperkirakan. Penyebab utamanya, beberapa negara melarang faktur elektronik dan sejumlah pemasok enggan menerima faktur elektronik (eInvoicing) sebagai pengganti faktur kertas.

Key

  • Tercapai
  • Sesuai rencana
  • Tidak sesuai rencana
  • target tidak tercapai
Back to top