Unilever Sustainable Living Plan untuk

Pergi ke

Pembelian bahan baku berkelanjutan

Bertumbuh demi masa depan – pembelian bahan baku berkelanjutan kini menjadi sangat penting.

Petani minyak sawit

Penerapan pertanian berkelanjutan secara luas sangat penting jika kita ingin memberi makan lebih dari 9 miliar orang tanpa menghabiskan sumber daya alam planet ini. Metode pertanian berkelanjutan berpotensi meningkatkan hasil panen, mengurangi dampak perubahan iklim, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada para petani, keluarga mereka, dan masyarakat di sekitarnya.

Dengan menyadari bahwa konversi hutan menjadi perkebunan pertanian yang tidak berkelanjutan mungkin adalah salah satu penyebab penggundulan hutan, melalui skala dan dukungan kami membantu mendorong pertanian berkelanjutan dan membangun rantai pasokan inklusif untuk petani kecil yang memproduksi sekitar 70% makanan dunia.

Pembelian bahan baku secara berkelanjutan membantu mengamankan pasokan kami serta mengurangi risiko dan volatilitas dalam rantai pasokan bahan baku kami. Hal ini juga membuka peluang inovasi: dengan berfokus pada kebutuhan hidup masyarakat yang berkelanjutan dan preferensi konsumen, kami membangun brand yang lebih kuat. Metode pertanian berkelanjutan juga dapat meningkatkan kualitas produk kami, misalnya saus, sup, saus salad, atau es krim.

Target & kinerja

Kami telah menetapkan target untuk sepuluh bahan baku pertanian teratas.

PEMBELIAN BAHAN BAKU BERKELAJUTAN

KOMITMEN KAMI

Pada 2020 kami akan membeli 100% bahan baku pertanian secara berkelanjutan: 10% pada 2010; 30% pada 2012; 50% pada 2015; 100% pada 2020.

KINERJA KAMI

60% bahan baku pertanian kami dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2015. Ini berarti kami melampaui pencapaian sementara kami, yaitu 50% pada tahun 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Setengah dari bahan baku kami berasal dari pertanian dan hutan. Keputusan yang kami buat mengenai kepada siapa kami membeli, dan bagaimana kami bekerja sama dengan mereka, dapat berimplikasi besar terhadap sumber daya global dan perubahan iklim. Hal ini juga memiliki dampak sosial yang lebih luas pada pengembangan manusia dan memengaruhi penghidupan banyak orang.

Dengan membeli bahan baku secara berkelanjutan, kami dapat melindungi sumber daya yang langka. Kami dapat memastikan bahwa penebangan hutan, pemakaian lahan, dan masalah-masalah sosial kemasyarakatan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Pada bisnis kami, pembelian bahan baku yang berkelanjutan berarti memastikan keamanan pasokan dan mengurangi ketidakstabilan pasar.

Kami terlebih dahulu berkonsentrasi pada sepuluh bahan baku pertanian teratas. Ini sama dengan dua pertiga dari volume kami. Bahan baku tersebut meliputi kelapa sawit, kertas dan karton, kedelai, gula, teh, buah-buahan dan sayuran, minyak bunga matahari, minyak biji sesawi, bahan dasar susu, dan kakao.

Dengan berbagi informasi seputar asal produk, kami pun memenuhi keinginan konsumen yang semakin meningkat akan produk yang lebih berkelanjutan. Banyak brand kami berhasil menceritakan kisah suksesnya kepada konsumen kami: Fruttare menaruh label 'dibeli secara berkelanjutan' pada buah-buahan bekunya, Breyers telah meluncurkan vanili yang dibeli secara berkelanjutan untuk es krimnya, Magnum menggunakan kakao berkelanjutan yang bersertifikasi Rainforest Alliance. Saat ini, Lipton membeli teh bersertifikasi 100% Rainforest Alliance untuk semua teh kantong dan Knorr memanfaatkan sayuran serta rempah-rempah yang dibeli secara berkelanjutan.

Pada tahun 2015, kami mengalami perlambatan dalam melakukan sosialisasi program pembelian bahan baku berkelanjutan kepada para pemasok, sehingga portofolio buah dan sayuran kami masih tertinggal dari rencana yang seharusnya. Portofolio ini sangat kompleks dan beragam: tantangan kami adalah menutup semua celah serta menyertakan beberapa material yang rumit dengan sedikit pilihan pasokan ke program pembelian bahan baku secara berkelanjutan. Kami memperkirakan akan mencapai 100% pembelian bahan baku berkelanjutan untuk portofolio buah dan sayuran kami pada tahun 2020.

Kami ingin mendorong perubahan transformasional yang lebih luas di seluruh industri dan sistem; untuk mencapai hal ini, bekerja sama dengan pihak lain sangatlah penting. Kami bertekad untuk memberantas penggundulan hutan dari rantai pasokan kami dan orang lain. Lebih dari 90% minyak sawit yang diperdagangkan secara global dibungkus dengan janji 'tanpa penggundulan hutan'. Tantangannya adalah mewujudkan janji ini menjadi aksi nyata, dan hal ini membutuhkan perubahan transformasional dalam sistem global.

  • Tercapai: 4
  • Sesuai rencana: 11
  • Tidak sesuai rencana: 0
  • %% target tidak tercapai: 3

Target kami

Baca Pemeriksaan Independen (EN) untuk perincian lebih lanjut mengenai program jaminan kami di seluruh Unilever Sustainable Living Plan.

MINYAK SAWIT BERKELANJUTAN

  • Kami akan membeli semua minyak sawit dari sumber yang berkelanjutan dan bersertifikasi pada 2015.
  • Kami akan membeli semua minyak sawit secara berkelanjutan dari sumber bersertifikasi yang dapat dilacak pada 2019.

(Target direvisi dari tahun 2020 menjadi 2019 pada tahun 2016)

100% minyak sawit dari sumber yang berkelanjutan pada akhir 2012: melalui kombinasi pasokan bersertifikasi tersendiri dan neraca massa serta sertifikat GreenPalm.*

19% minyak sawit dibeli dari sumber bersertifikasi yang dapat dilacak (melalui neraca massa RSPO** dan pasokan terpisah) pada akhir 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Kami mempercepat pembelian minyak kelapa sawit bersertifikasi fisik hingga 19% (naik dari 8% pada tahun 2014). Sisa 81% tercakup oleh sertifikat GreenPalm. Kami akan menghentikan GreenPalm ketika mencapai kemajuan 100% minyak bersertifikasi fisik. Pada tahun 2016 kami memajukan target tahun 2020 untuk memperoleh minyak kelapa sawit dari sumber bersertifikasi yang dapat dilacak pada tahun 2019.

Pada 2015, kami meresmikan fasilitas kelapa sawit di Sei Mangkei, Sumatera Utara untuk mendukung rantai pasokan bersertifikasi yang lebih mudah dilacak. Melalui kemitraan dengan pemasok kami PTPN III, RSPO, dan IDH, kami melibatkan 600 petani kecil independen dalam program sustainability. Tahap berikutnya adalah mengembangkannya hingga menguntungkan 25.000 petani.

Ketelusuran yang kuat adalah langkah pertama yang harus diambil untuk melindungi lahan gambut dan hutan. Kami bermitra dengan World Resources Institute, Proforest, dan Daemeter untuk menilai risiko dan peluang terkait dengan lokasi pabrik dalam rantai pasokan kami. Pada penghujung tahun 2015, 73% minyak sawit yang dilaporkan dalam rantai pasokan kami dapat dilacak ke pabrik yang dikenal.

** Pembagian sebenarnya di penghujung tahun 2012: 97%‡ melalui sertifikat GreenPalm; dan 3%‡ dari sumber yang bersertifikasi dan dapat dilacak (melalui pasokan tersendiri)

*Definisi

KERTAS DAN KARTON BERKELANJUTAN

Kami akan membeli 75% kertas dan karton untuk kemasan kami dari hutan bersertifikasi yang dikelola secara berkelanjutan atau dari bahan daur ulang pada 2015. Kami akan mencapai 100% pada 2020.

98% kertas dan karton kami berasal dari hutan bersertifikasi yang dikelola secara berkelanjutan atau dari bahan daur ulang pada 2015.

PERSPEKTIF KAMI

2015 adalah tahun yang penuh tantangan karena kami berusaha keras mempercepat target untuk mencapai 100%, sekaligus memastikan kekuatan proses pelaporan kami. 49%total volume kami diterima dengan klaim sertifikasi pihak ketiga dan rantai penuh pengawasan serta secara independen telah diperiksa oleh PwC untuk pertama kali sejak 2015.

Namun, kami perlu mengatasi tantangan yang dihadapi para pemasok kami dalam penyediaan bukti yang dapat diverifikasi guna mendukung penyelesaian produk tanpa sertifikasi. Demi tujuan inilah, kami akan terus meningkatkan volume produk daur ulang bersertifikasi yang kami beli.

Kami yakin bahwa tingkat ketegasan ini diperlukan, dan kami telah belajar banyak dari proses ini. Sebagai contoh, audit yang dilakukan oleh Proforest menandai masalah tertentu dengan mengumpulkan bukti yang cukup di Asia, dan hal ini perlu kami atasi. Namun, untuk sebagian pasokan global kami yang lain, kami melihat tingkat keandalan yang tinggi.

† Secara independen telah diperiksa oleh PwC.

KEDELAI BERKELANJUTAN

Kami akan membeli semua kacang kedelai secara berkelanjutan pada 2014 dan semua minyak kedelai pada 2020.

Pada akhir 2014, 100% kedelai diperoleh dari sumber-sumber yang taat prinsip keberlanjutan.

43% minyak kedelai diperoleh dari sumber-sumber yang taat prinsip keberlanjutan pada akhir 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Kami mencapai target untuk membeli 100% kacang kedelai kami secara berkelanjutan pada 2014 (melalui pembelian fisik kedelai bersertifikat RTRS dari brand AdeS, yang dinyatakan berdasarkan data awal kacang kedelai AdeS kami). 

Proyek percobaan A.S. kami tumbuh dari hanya 44.000 hektar yang digarap pada 2013, menjadi 100.000 hektar pada 2014 dan lebih dari 400.000 hektar pada 2015. Unilever A.S. mengumumkan akan menggunakan kedelai berkelanjutan pada 2017 yang mewakili 1 juta hektar.

43% minyak kedelai yang kami beli berasal dari sumber yang berkelanjutan (dinyatakan berdasarkan data awal minyak kedelai kami). Hal ini meliputi sertifikat Round Table for Responsible Soy (RTRS) yang dibeli untuk mencakup 100% minyak kedelai Amerika Latin kami dan minyak kedelai yang telah diverifikasi sendiri di A.S. 

Di Brazil pada tahun 2015, kami memulai kemitraan dengan Santander, Yara Fertilizers, Bayer CropScience, serta Aliança de Terra untuk mengembangkan produksi kacang kedelai bersertifikat RTRS seluas 100.000 hektar.

TEH BERKELANJUTAN

  • Pada 2015 kami berencana agar semua kantong teh Lipton dibeli dari perkebunan tersertifikasi Rainforest Alliance™.
  • Pada 2020, 100% bahan baku teh Unilever, termasuk teh curah, akan dibeli secara berkelanjutan.

100% teh dalam campuran kantong teh Lipton berasal dari sumber Rainforest Alliance Certified™ pada akhir 2015.

Secara keseluruhan, 66% teh yang dibeli untuk semua brand kami berasal dari sumber-sumber yang berkelanjutan: 64% dari Rainforest Alliance Certified™ dan 2% lagi dari terverifikasi trustea.

PERSPEKTIF KAMI

Kami membeli sekitar 10% teh hitam di dunia dan pada 2007 kamilah perusahaan teh raksasa pertama yang berkomitmen untuk membeli bahan baku teh yang berkelanjutan dalam skala besar. Pada akhir 2015, 100% teh dalam campuran kantong teh Lipton kami dan 66% dari keseluruhan volumenya dibeli dari sumber yang berkelanjutan. Upaya kami yang terus-menerus dalam mendorong pemasok dan petani kami untuk menghasilkan bahan baku yang berkelanjutan menyiratkan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target seluruh teh kami pada 2020. 

Kami terus bermitra dengan pemasok seperti McLeod Russel, Camellia, dan Kenya Tea Development Agency (KTDA). Pada 2014, KTDA meraih pencapaian yang signifikan saat semua pabriknya menyelesaikan proses sertifikasi dari Rainforest Alliance. 

Sekarang, sekitar 20% produksi teh dunia telah bersertifikat Rainforest Alliance CertifiedTM. Itu setara dengan lebih dari 900.000 ton teh dari 900 perkebunan dan lebih dari 740.000 petani kecil.

BUAH DAN SAYUR BERKELANJUTAN

  • Kami akan membeli 100% buah dari sumber yang berkelanjutan pada 2015.
  • Kami akan membeli 50% dari 13 sayur dan rempah-rempah teratas kami dari sumber yang berkelanjutan pada 2012 dan 100% pada 2015. Ini mencakup lebih dari 80% jumlah sayur dan rempah-rempah global kami.

67 67% buah dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2015.

92 92% dari 13 sayur dan rempah teratas kami dibeli dari sumber yang berkelanjutan pada akhir 2015, meningkat 59% pada tahun 2012.

PERSPEKTIF KAMI

Kami membeli buah berkelanjutan pertama pada 2012. Kemajuannya lebih lambat dari yang diperkirakan dan kami mengalami beberapa kemunduran terkait target 2015.

Kami telah melampaui target sementara 50% pada tahun 2012 (mencapai 59%), namun buah dan sayuran adalah material portofolio yang rumit dengan basis pasokan yang sangat besar dan beragam. Kerumitan rantai pasokan ini membuatnya sulit mencapai target 100% di seluruh portofolio pada tahun 2015.

Meskipun demikian, kami terus berusaha mencapai target 100% dengan menjalin kemitraan bersama rekan di industri untuk menutupi keseluruhan basis pasokan kami.

† Secara independen telah diperiksa oleh PwC.

KAKAO BERKELANJUTAN

Kami akan membeli kakao secara berkelanjutan untuk es krim Magnum pada 2015. Semua kakao lainnya akan dibeli secara berkelanjutan pada 2020.

98% kakao untuk Magnum dibeli secara berkelanjutan melalui sertifikasi Rainforest Alliance pada akhir 2015.

Secara keseluruhan, 60% kakao dibeli secara berkelanjutan.

PERSPEKTIF KAMI

Magnum adalah es krim terbesar kami dan dijual di 52 negara, dengan semua produk (kecuali dua) saat ini membeli bahan baku bersertifikasi Rainforest Alliance CertifiedTM

Pada akhir tahun 2015, dengan angka 98% kami sangat dekat menuju pencapaian sementara untuk Magnum. Kami bekerja keras menyelesaikan konversi akhir 2% untuk kakao Rainforest Alliance CertifiedTM.

Kami tetap berada di jalur yang tepat menuju target 2020, yaitu membeli semua kakao secara berkelanjutan, meningkat dari 46% pada tahun 2014 menjadi 60% pada tahun 2015.

GULA BERKELANJUTAN

Kami akan membeli semua gula secara berkelanjutan pada 2020.

60% gula dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Kami memverifikasi bit gula berdasarkan Sustainable Agriculture Code (Pedoman Pertanian Berkelanjutan) kami dan menggunakan sertifikasi Bonsucro untuk gula tebu. Pada 2015, volume gula kami dari sumber yang berkelanjutan berkurang menjadi 60%, turun dari 64% pada 2014. 

Kami terus menorehkan kemajuan yang baik pada bit gula di Eropa, sebagian didorong oleh percobaan dari SAI Platform’s Farm Sustainability Assessment (FSA), kode etik umum dalam industri ini. Volume yang signifikan di Jerman, Swedia, dan Polandia telah berhasil dimasukkan ke dalam FSA. 

Dalam hal gula tebu, kami melanjutkan strategi ganda dengan menciptakan lebih banyak kapasitas fisik pada lahan sambil terus membeli kredit. 

Sementara itu, secara terpisah, kami berjuang untuk menciptakan momentum dan kapasitas pada lahan. Untuk membukanya, kami terus bertindak sebagai anggota aktif Bonsucro dan mencari mitra potensial yang dapat mendukung tujuan keberlanjutan kami. Kami yakin bahwa kami berada di jalur yang benar dan akan melihat lebih banyak momentum pada 2016.

† Secara independen telah diperiksa oleh PwC.

MINYAK BUNGA MATAHARI BERKELANJUTAN

Kami akan membeli semua minyak bunga matahari secara berkelanjutan pada 2020.

45% minyak bunga matahari dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Kami mengadakan kemajuan yang baik dalam membeli minyak bunga matahari secara berkelanjutan. Volume kami meningkat dari 37% pada 2014 hingga 45% pada 2015 dengan meluncurkan praktik bersama mitra kami, Cargill dan ADM. 

Strategi pembelian berkelanjutan kami terus berkembang. Misalnya, kami menargetkan untuk mendapatkan 100% minyak bunga matahari berkelanjutan dari pangkalan pasokan kami di Rusia pada 2015. Namun demikian, dengan mengambil lebih banyak pemasok selama tahun tersebut - kami berkesempatan untuk memasukkan kelompok petani dan pemasok yang lebih besar dalam program pembelian berkelanjutan - artinya kami tidak mencapai ambisi pada 2015.

MINYAK BIJI SESAWI (RAPESEED) BERKELANJUTAN

Kami akan membeli semua minyak biji sesawi (rapeseed) secara berkelanjutan pada 2020.

76% minyak biji sesawi (rapeseed) dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Pada 2015, sebagian besar volume sesawi (rapeseed) Eropa kami dibeli secara berkelanjutan. Ini termasuk minyak untuk produk olesan roti (spread) German Rama kami (melalui penilaian mandiri) dan mayones Hellmann's di Inggris. Hal ini juga mencakup semua jajaran Flora kami di Inggris. Sebagian besar volume ini didapatkan secara lokal dari petani yang berada di dekat pabrik kami.

Brand kami yang semakin berkembang seperti Rama dan Flora menyampaikan manfaat perubahan ini kepada konsumen melalui gelar pabrik, penyebarluasan resep sehat, dan kerja sama dengan acara TV populer.

SUSU BERKELANJUTAN

Kami akan membeli semua susu secara berkelanjutan pada 2020.

59% susu dibeli secara berkelanjutan pada akhir 2015.

PERSPEKTIF KAMI

Kami mencapai kemajuan yang baik, meningkat dari 51% pada tahun 2014 menjadi 59% pada tahun 2015, berkat pembelian dari sejumlah pemasok di seluruh Nordik, Inggris, dan peningkatan hasil pemasok kami di Amerika Serikat.

Pada tahun 2015, kami memulai percontohan di India bersama World Animal Protection yang bertujuan mengutamakan praktik kesejahteraan hewan, pakan, dan air petani kecil.

Kami melanjutkan upaya untuk mengubah sektor industri menuju pembelian bahan baku yang berkelanjutan, membangun keberhasilan kami di Australia dan Irlandia – di masing-masing negara tersebut sejak 2013 dan 2015, sektor susu memiliki program yang setara dengan Sustainable Agriculture Code (SAC) kami. Di Eropa, kami memiliki program keberlanjutan terstandar dengan beberapa pemasok yang lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa mereka setara dengan SAC kami - yang telah memungkinkan pertumbuhan signifikan dalam pembelian susu berkelanjutan.

Kami menantikan pencapaian yang dapat diraih di Turki dan Rusia.

FAIRTRADE BEN & JERRY'S

Semua rasa es krim Ben & Jerry’s akan disertifikasi Fairtrade pada 2013.

77 77% rasa es krim Ben & Jerry's mendapatkan sertifikasi Fairtrade pada tahun 2013. Kami mencapai 100% pada tahun 2014.

PERSPEKTIF KAMI

Es krim Ben & Jerry pertama kali menggunakan bahan dasar Fairtrade (FT) pada tahun 2005. Pada akhir tahun 2011 di Eropa, kami mendapatkan sertifikasi Fairtrade untuk semua produk kami yang diproduksi dan didistribusikan di Eropa.

Pada 2012, karena masalah seputar kualitas dan ketersediaan, kami sadar tidak dapat memasok semua bahan dasar bersertifikasi FT yang dibutuhkan untuk konversi global. Jadi, kami merevisi target kami sebelumnya dari 'semua bahan dasar' menjadi 'semua rasa' harus bersertifikasi.

Kami mengidentifikasi bahwa dengan menggunakan bahan dasar FT untuk lima komoditas utama di semua basis campuran serta potongan (chunk) dan adukan (swirl), serta mengikuti prosedur pengurangan Fairtrade yang tepat, semua rasa es krim kami akan lolos sertifikasi Fairtrade pada tahun 2013. Kami mencapai 77% pada tahun 2013.

Pada tahun 2013, kami juga memutuskan untuk hanya memasok bahan dasar non-GMO berdasarkan sumber benih. Karena hal ini menambah kerumitan program konversi, kami menunda rencana ini dan memperoleh sertifikasi FT untuk semua rasa pada tahun 2014.

TELUR TANPA KURUNGAN

Kami berencana untuk beralih ke 100% telur luar kandang (cage-free) untuk semua produk kami,* yang meliputi es krim Ben & Jerry’s dan mayones Hellmann's, Amora, dan Calvé.

Pada akhir tahun 2015, telur luar kandang atau tanpa kurungan yang digunakan mencapai 45%.

PERSPEKTIF KAMI

Penelitian kami menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih produk yang dibuat dengan telur luar kandang. Kami menggunakan telur dalam mayones, saus salad, saus, dan es krim. Namun, kondisi tempat telur tersebut dihasilkan berbeda-beda di seluruh dunia. Kami memikirkan dengan serius kesejahteraan hewan sebagai masalah sosial dan etika.

Di Eropa Barat, Hellmann's, Amora, dan Calvé 100% memanfaatkan telur ayam luar kandang sejak tahun 2009, dan setelah kami menyelesaikan konversi rantai pasokan kami di Eropa Timur, semua produk kami di Eropa berhasil menggunakan telur ayam luar kandang pada tahun 2014.

Es krim Ben & Jerry’s hanya menggunakan telur luar kandang di Eropa sejak tahun 2004; di penghujung tahun 2011, 99% dari semua telur yang digunakan dalam campuran es krim Ben & Jerry’s di seluruh dunia juga menggunakan telur luar kandang.

Kami terus membuat kemajuan yang baik dengan basis pasokan di Amerika Utara - mencapai lebih dari 60% kebutuhan telur kami yang berasal dari sumber luar kandang pada akhir 2015.

PEMBELIAN BERKELANJUTAN MATERIAL KANTOR

Pada 2013 kami akan membeli material kantor berbasis kertas untuk 21 negara teratas kami dari hutan berkelanjutan yang bersertifikasi atau sumber daur ulang.

100% material berbasis kertas berasal dari hutan berkelanjutan yang bersertifikasi atau sumber daur ulang pada akhir 2013.

PERSPEKTIF KAMI

Komitmen kami mencakup produk kertas kantor seperti kertas printer, buku catatan, dan amplop. Dengan menggunakan kertas dari sumber yang berkelanjutan atau sumber daur ulang, kami menghindari penggunaan kayu dari sumber yang tidak berkelanjutan, guna membantu tujuan kami untuk mengakhiri penggundulan hutan.

Kami meraih target pada 2013, saat 100% material kantor berbasis kertas kami untuk 21 negara teratas berasal dari hutan berkelanjutan yang bersertifikasi atau sumber daur ulang. Semua pemasok kami menandatangani sertifikat kepatuhan, dan kami memantau kepatuhan melalui laporan triwulanan. Bilamana diperlukan, kami telah berpindah dari produk yang tidak berkelanjutan ke produk berkelanjutan.

Lantas, kami meningkatkan ambisi kami dari 21 negara teratas ke semua negara di Eropa dan Amerika Latin, dengan tujuan mencapai 100% kepatuhan pada akhir 2015, yang mana telah kami capai.

Kami meninjau pasar pasokan global selama 2016 dan akan memutuskan apakah kami dapat memperluas komitmen kami lebih lanjut ke negara-negara di Afrika dan Asia selama 2016-2017.

Key

  • Tercapai
  • Sesuai rencana
  • Tidak sesuai rencana
  • target tidak tercapai
Back to top