Lewati ke content

Unilever Indonesia Ubah lokasi


Meningkatkan Kesehatan Planet

Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan planet, hal ini sejalan dengan strategi Unilever secara global yang dinamakan ‘The Unilever Compass’. Planet yang sehat adalah planet yang bersih, lestari, sehat, aman, tempat yang nyaman untuk ditempati oleh manusia, anak cucu dan bahkan bagi hewan-hewan dan tumbuhan yang ada di planet ini. Hal ini penting bagi Unilever karena bisnis akan terus bisa bertahan dan berkembang jika planetnya sehat, bersih dan orang-orang yang hidup di dalamnya bisa menjalani keseharian dengan aman dan nyaman.

Unilever Indonesia Foundation mengambil peran dalam upaya pencapaian komitmen tersebut melalui serangkaian kegiatan yang dijalankan di tengah masyarakat, melakukan kemitraan bersama pemerintah, akademisi, serta sejumlah LSM yang tersebar di Indonesia.

Dunia yang Bersih dari Sampah

Di Indonesia, permasalahan lingkungan terutama sampah sangatlah pelik. Timbunan sampah tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton, dimana 15%-nya terdiri dari sampah plastik. Dari jumlah ini, 88,17% sampah plastik masih diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau bahkan berserakan di lingkungan. Apabila sampah plastik tidak dikelola dengan baik, maka sampah-sampah tersebut bertumpuk di tempat sampah, dan akhirnya berserakan di lingkungan dan sulit untuk di daur ulang.

Dunia Bersih Dari Sampah

Pentingnya Peran Serta Masyarakat

Unilever Indonesia percaya bahwa permasalahan sampah terutama sampah plastik, tidak bisa ditangani hanya oleh satu pihak saja, melainkan harus secara bersama-sama dan diperlukan upaya yang terintegrasi. Semua pihak, termasuk masyarakat, memiliki peran yang sangat penting dalam mata rantai sampah. Untuk itu, Unilever Indonesia Foundation secara konsisten melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat untuk bergerak bersama, mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah demi mewujudkan Indonesia yang hijau, bersih dan lestari.

Program Bank Sampah

Plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian manusia, karena plastik dapat melindungi sebuah produk dan membuatnya menjadi mudah untuk digunakan atau didistribusikan dari satu tempat ke tempat lainnya. Akan tetapi, jika tidak dikelola dengan baik dan tercecer di lingkungan, plastik bisa menjadi masalah besar.

 Program Bank Sampah

Kemasan plastik paska konsumsi jika dikelola dengan baik akan bisa di daur ulang, dengan begitu akan memiliki nilai ekonomi. Hal ini sejalan dengan pendekatan ekonomi sirkular yang dijalankan Unilever Indonesia untuk mengatasi kemasan paska konsumsi.

Unilever Indonesia Foundation, secara konsisten mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah, khususnya kemasan plastik dengan cara melakukan pemilahan sampah dari rumah. Unilever Indonesia Foundation melihat bahwa Bank Sampah merupakan salah satu sarana yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat lingkup terkecil.

Bank Sampah memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan, untuk itu sejak tahun 2008 Unilever Indonesia Foundation terus mengembangkan serta mempertajam model sistem Bank Sampah tersebut. Hingga saat ini, Unilever terus aktif memberikan edukasi dan membina lebih dari 4.000 Bank Sampah di 37 Kota dan 12 provinsi Indonesia. Unilever Indonesia juga memperkuat eksistensi dan peranan bank sampah binaannya melalui upaya digitalisasi, bekerja sama dengan platform Google My Business. Masyarakat kini lebih mudah mengakses dan memanfaatkan bank sampah terdekat, sejalan dengan upaya Pemerintah dalam menggalakkan digitalisasi bank sampah.

#GenerasiPilahPlastik

Plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian manusia, karena plastik dapat melindungi sebuah produk dan membuatnya menjadi mudah untuk digunakan atau didistribusikan dari satu tempat ke tempat lainnya. Akan tetapi, jika tidak dikelola dengan baik dan tercecer di lingkungan, plastik bisa menjadi masalah besar.

#GenerasiPilahPlastik

#GenerasiPilahPlastik, sebuah ajakan yang baru saja kami luncurkan, bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk menjadi generasi yang lebih peduli, generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap kemasan yang digunakan, terutama kemasan plastik.

Unilever Indonesia percaya bahwa plastik memiliki tempat tersendiri didalam rantai ekonomi, tetapi tidak di lingkungan. Kami juga percaya, permasalahan plastik merupakan tanggung jawab bersama, tanggung jawab setiap dari kita. Yuk, jadi bagian dari #GenerasiPilahPlastik dengan melakukan langkah sederhana, mulai dari rumah, dengan cara pilah, bersihkan dan bawa sampahmu ke bank sampah. Setiap kita punya peran untuk bisa bantu jaga bumi kita, jaga Indonesia agar lebih lestari #MariberbagiPeran.

Berkenalan dengan #GenerasiPilahPlastik

Tips Menjadi #GenerasiPilahPlastik

Mulai langkah pertamamu untuk menjadi bagian dari #GenerasiPilahPlastik dengan beberapa tips ini. Jangan lupa simpan dan bagikan tips ini melalui media sosialmu, ya!

Apa sih #GenerasiPilahPlastik
Layanan Pengelolaan Sampah
Tips Mengolah Sampah (1)
Tips Mengolah Sampah (2)

Informasi ini juga bisa didapatkan melalui Instagram kami yaitu @unileveridn dengan hastag #GenerasiPilahPlastik

Intip cerita pendek #GenerasiPilahPlastik

Pemenang Lomba Cerpen versi Komik

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa berkontribusi dalam menjadi #GenerasiPilahPlastik. Simak kontribusi anak Indonesia melalui hasil karya pemenang Lomba Menulis Cerita Pendek Fiksi “Semangat Melawan Sampah di Sekitar Kita” yang diselenggarakan oleh Unilever Foundation Indonesia & Greeneration Foundation. Yuk simak cerita lengkap dari komik diatas dengan mengunduh link file di bawah ini:

Bukan Bocah Sampah karya Chiara Thidy E. Siregar (PDF 362KB)

Menyemai Mimpi Indah di Tengah Sampah karya Mutiara Sya’bani (PDF 530KB)

Melisa dan Komplek Rumahnya karya Athirah Diva Ardani (PDF 503KB)

Sebagai #GenerasiPilahPlastik selain ke bank sampah, alternatif untuk membawa sampah paska konsumsi ke drop box juga bisa menjadi alternatif. Unilever memiliki Program Smart Drop Box yang berkolaborasi dengan Farmers Market dan start up Smash untuk sama-sama menggalakkan edukasi mengenai pentingnya pilah sampah kepada konsumen. Konsumen yang telah memilah sampahnya dari rumah, dapat dengan mudah menyetorkan sampah kemasannya di Smart Drop Box yang sudah tersedia di ritel Farmers Market tedekat dari rumahnya.

Selain itu, #GenerasiPilahPlastik juga bisa berbelanja tanpa kemasan di Bulk strore. Pada awal tahun 2020, Unilever Indonesia menghadirkan Refill Station di Saruga Bintaro sebagai alternatif belanja yang lebih ramah lingkungan untuk konsumen yang ingin menggunakan produk kami sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Pentingnya kemitraan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan

Sinergi dan kolaborasi diantara semua pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan terlaksanya Ekonomi Sirkular.Hal ini merupakan sebuah upaya kolaboratif yang melibatkan peran dan fungsi setiap pemangku kepentingan dalam mengatasi permasalahan lingkungan khususnya sampah plastik.

Peta Jalan Sampah

Komitmen Unilever Indonesia dalam pengelolaan sampah semakin diperkuat dengan disusunnya peta jalan pengelolaan sampah plastik dari hulu hingga hilir yang telah diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai bentuk Extended Stakeholder Responsibility (ESR) Perusahaan.

Peta jalan ini merupakan perwujudan dukungan jangka panjang kami terhadap program dan kebijakan pemerintah, khususnya Permen LHK no. 75 Tahun 2019 tentang Roadmap Pengurangan Sampah oleh Produsen. Peraturan ini mengatur bagaimana produsen harus memiliki road map yang jelas dan terukur dalam mendukung upaya pengumpulan dan daur ulang sampah, khususnya sampah plastik.

Refuse Derived Fuel (RDF)

Refuse Derived Fuel

Unilever Indonesia ikut mendukung penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dalam pengelolaan sampah, yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi untuk menggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen.

Saat ini kolaborasi penerapan teknologi RDF dilaksanakan di 2 lokasi, yaitu 1).Jeruk Legi - Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk (SBI); 2.) Bantar Gebang - DKI Jakarta, bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta dan SBI. Informasi selengkapnya mengenai inisiatif ini, silahkan klik ke

https://www.unilever.co.id/news/press-releases/2021/kolaborasi-pemerintah-dan-swasta-tingkatkan-sampah-sebagai-sumber-energi-terbarukan.html

https://www.unilever.co.id/news/press-releases/2020/unilever-indonesia-dukung-pengelolaan-sampah-bantargebang-menjadi-sumber-energi-terbarukan.html

PRAISE

PRAISE logo

Sebagai upaya dalam mengurangi jejak lingkungan, Unilever Indonesia tergabung dalam PRAISE (Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment). PRAISE memiliki tujuan untuk melakukan pendekatan ekonomi sirkular dengan mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai, tidak sebagai sampah, namun sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan sehingga terciptanya pengelolaan sampah kemasan di Indonesia yang berkesinambungan.

IPRO

IPRO Logo

Unilever Indonesia juga tergabung dalam IndonesiaPackaging Recovery Organization (IPRO) . IPRO merupakan organisasi yang fokus melakukan pengelolaan sampah dan optimalisasi praktek ekonomi sirkular di Indonesia. IPRO Bersama Unilever dan anggota lainnya selalu berupaya melakukan penanganan sampah kemasan di Indonesia dengan melibatkan sektor formal dan informal dalam mewujudkan sistem yang terintegrasi. Unilever percaya bahwa membangun kerjasama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat kritikal dalam transisi menuju ekonomi sirkular.

Melindungi dan Meregenerasi Alam

Komitmen Unilever Indonesia dalam melindungi dan meregenerasi alam dilakukan dengan beberapa tindakan nyata melalui program-program yang dibuatnya.

Petani Kecil dan Praktik Pertanian Berkelanjutan

Kami terus berupaya untuk melindungi dan membantu peningkatan taraf hidup para petani yang menjadi mitra kami dalam menghasilkan bahan baku pertanian yang berkualitas dan sesuai standar. Petani kecil memegang peran penting dalam rantai suplai produk pertanian, khususnya produk kecap kami, Bango yang membutuhkan kedelai hitam sebagai bahan dasar utama. Oleh karenanya, kami mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan produktivitas budi daya kedelai hitam yang sekaligus memenuhi standar lingkungan, sosial dan ekonomi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penguatan program pemberdayaan kami dilakukan melalui pendekatan kelompok tani.

Petani Kecil dan Praktik Pertanian Berkelanjutan

Melalui Yayasan Unilever Indonesia, kami memberikan pelatihan kepada para petani kedelai hitam melalui suatu program pendampingan, yaitu “Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam” yang diawali sejak tahun 2001. Dalam program pendampingan tersebut kami fokus memberikan pendampingan yang menjadi faktor kunci kesuskesan, yaitu berupa bantuan teknis, akses ke permodalan, pengembangan benih, pemberdayaan perempuan, pengembangan koperasi, dan jaminan pasar.

Bersama-sama mitra supplier, kami mendampingi para petani kecil dengan serangkaian kegiatan yang selaras dengan praktik budidaya pertanian yang baik dan bertanggung jawab. Materi ini mengacu pada pedoman Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC) dan Kebijakan Perolehan Bahan Baku yang Bertanggung Jawab. USAC sendiri merupakan salah satu alat utama bagi Unilever untuk mendukung upaya pelestarian alam dan lingkungan. Standar pertanian berkelanjutan ini memberikan panduan bagi petani mitra untuk menerapkan cara budidaya yang lebih lestari serta turut menjaga keanekaragaman hayati. Higga saat ini seluruh pasokan lokal kedelai hitam kami telah tersertifikasi 98% USAC.

Dari awal mula, Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemitraan ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan baik itu dalam pertanian berkelanjutan maupun inovasi yang mendukung perbaikan produksi kedelai hitam. Salah satu hasilnya adalah penemuan Mallika, sebuah varietas unggul dari benih kedelai hitam, yang produktifitasnya dapat mencapai 2,9 ton/hektar. Di dalam SK No. 78/Kpts/Sp.120/2/2007, Menteri Pertanian mengakui Mallika sebagai salah satu bibit kedelai hitam unggul. Pengakuan ini menandai kontribusi Unilever dalam keanekaragaman hayati Indonesia.

Sebagai kontribusi kepada agenda nasional untuk menjaga ketahanan pangan dalam jangka Panjang, kami menggagas“Program Petani Muda” berkolaborasi dengan mitra kami The Learning Farm Indonesia. Program ini hadir sebagai upaya meregenerasi petani, sehingga banyak petani muda yang menjadi yakin bahwa budidaya menjadi salah satu profesi yang menjanjikan untuk ditekuni. Dalam program ini kami memberikan pembinaan keterampilan bercocok tanam secara intensif kepada para petani muda. Program Ini juga menjadi bagian dari perwujudan tujuan baik dari brand Bango yang ingin turut serta meningkatkan kesejahteraan petani kecil.

Pengelolaan Air

Unilever Indonesia memiliki komitmen untuk selalu menjaga ketersediaan air. Kami berupaya melakukan langkah nyata melalui efisiensi penggunaan air dan pengurangan pencemaran terhadap air. Dalam efesiensi penggunaan air, kami melakukan perbaikan pada proses dan pemeliharaan instalasi air, peningkatan pada instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), serta menerapkan daur pakai air. Sementara dari sisi pengurangan pencemaran kami melakukan pengelolaan limbah yang baik dan melalui inovasi produk kami yang dapat terurai secara penuh serta produk yang dapat mengurangi pemakaian air seperti Rinso.

pengololaan air.

Selain menjaga ketersediaan air secara internal, kami juga melakukan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi permasalahan air bersih di Indonesia. Pada 29 Januari 2021, kami menandatangani Kesepakatan Bersama Para Mitra untuk pembentukan Koalisi Air Indonesia. Hal ini sejalan dengan ‘Unilever 2030 Water Commitment’ yang secara global telah kami luncurkan pada tahun 2020. Terdapat tiga fokus dalam komitmen tersebut, yaitu merancang produk biodegradable, menerapkan water stewardship program, dan membangun ketahanan pengelolaan air.

Di Tahun 2021 juga kami bekerjasama dengan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) dalammendesain sistem pengelolaan air wudhusebagai solusi penyediaan air bersih di beberapa pesantren yang berada di wilayah Indonesia.