Toggle Cari

  1. Home
  2. ...
  3. Siaran Pers
  4. Peposodent Tingkatkan Pengetahuan Dokter Gigi Lewat Pepsodent Dental Expert Center Free Dental Study Club Vol.10

Peposodent Tingkatkan Pengetahuan Dokter Gigi Lewat Pepsodent Dental Expert Center Free Dental Study Club Vol.10


Unilever Indonesia Pepsodent Dental Expert Care Photo Opp Unilever Indonesia Pepsodent Dental Expert Care Selfie Unilever Indonesia Pepsodent Dental Expert Care Seminar Unilever Indonesia Pepsodent Dental Expert Care Foto Bersama

Tangerang, 26 April 2018, Pepsodent, brand pasta gigi produksi PT Unilever Indonesia Tbk. melalui Pepsodent Dental Expert Center (PDEC) menyelenggarkan program tahunan Free Dental Study Club Vol.10 untuk meningkatkan pengetahuan dokter gigi di Indonesia. Pada penyelenggaraan kesepuluh ini, PDEC mengangkat tema “The Era of Millenials in Dentistry”, dimana seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan pengetahuan kaum millenials yang mendorong mereka untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi – tidak hanya untuk kebutuhan medis kesehatan gigi tetapi juga estetika dan kosmetik. Selain itu, tahun ini PDEC juga bekerjasama dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI) dengan memberikan Satuan Kredit Partisipasi (SKP) seminar kepada para undangan dokter gigi.

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia menjelaskan, “Pepsodent tidak hanya konsisten dalam mengedukasi masyarakat pentingnya sikat gigi siang dan malam, tetapi juga memfasilitasi dokter gigi di Indonesia untuk saling berbagi dan bertukar ilmu pengetahuan di seputar kesehatan gigi dan mulut sesuai dengan perkembangannya. Apalagi, di saat era millenials ini, konsumen semakin banyak terpaparkan berbagai macam informasi dan kebutuhan akan perawatan gigi dan mulut. Untuk itu, penting bagi para dokter gigi untuk selalu memperbaharui ilmu kedokteran gigi yang selalu berkembang mengikuti kemajuan jaman.” 

Free Dental Study Club yang telah diselenggarakan sejak tahun 2015 selalu menghadirkan berbagai expert yang sangat berkredibel di bidangnya. Kali ini, dengan tema “The Era of Millenials in Dentistry”, PDEC menghadirkan tiga pembicara dokter gigi untuk memberikan materi secara komprehensif, diantaranya yaitu:

  • drg. Rio Suryantoro Sp.KG - “A Story of Endodontic and It’s Respective Direct Restoration Applicable for Daily Practice”
  • drg. Andy Wirahadikusumah, Sp.Pros - “The Principles of Fixed and Removable Denture in Daily Dental Practice”
  • drg. Griya Ridha Raharja - “Applicative Dental Photography and Smile Design”

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013, prevalensi nasional masalah gigi dan mulut adalah 25,9 persen, sebanyak 14 provinsi mempunyai prevalensi masalah gigi dan mulut di atas angka nasional. Rendahnya kesadaran masyarakat seringkali membuat pasien yang datang ke dokter gigi sudah dalam kondisi yang cukup parah, sehingga seringkali penyakit giginya sudah mengenai syaraf gigi sehingga perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi.

Seiring perkembangan jaman, proses perawatan saluran akar gigi juga mengalami kemajuan dari segi cara, bahan dan alat sehingga para dokter gigi harus selalu memperbaharui ilmu pengetahuannya. Setelah dilakukan perawatan saluran akar gigi atau pencabutan gigi, perawatan ideal selanjutnya adalah pemasangan gigi tiruan. Namun sayangnya, kecendrungan di yang terjadi di masyarakat adalah masih banyak yang melakukan pemasangan gigi tiruan di tukang gigi bukannya di dokter gigi.

Pemerintah telah mengatur batasan praktik tukang gigi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 339 Tahun 1989 tentang kewenangan pekerjaaan tukang gigi dimana hanya diberikan wewenang dalam hal membuat gigi tiruan lepasan dari akrilik sebagian atau penuh dan memasang gigi tiruan lepasan. Di era millenials ini masih banyak masyarakat awam yang belum mengetahui bahaya dari pemasangan gigi tiruan yang tidak tepat. Maka dari itu para dokter gigi harus dapat mengedu kasi masyarakat umum dan juga terus mengasah kemampuannya untuk praktik pemasangan gigi tiruan.

Di acara Free Dental Study Club Vol. 100 ini juga dibahas tren terbaru di dunia kedokteran gigi yaitu adalah Dental Photography & Digital Smile Design. Dental Photography merupakan dokumentasi kasus dan hasil perawatan yang telah dilakukan oleh dokter gigi melalui fotografi digital. Dental Photography menjadi bagian penting dalam praktik dokter gigi diantaranya untuk :

  1. Diagnosis dan Perencanaan Penanganan
  2. Meningkatkan Edukasi dan Komunikasi Pasien
  3. Dokumentasi Legal
  4. Verifikasi Asuransi
  5. Konsultasi Spesialis/Rujukan
  6. Komunikasi Laboratorium Media Periklanan/Pemasaran Profesional
  7. Instruksi Profesional
  8. Pendidikan dan Pengembangan Diri
  9. Filosofi Penanganan dan Etika Kerja

Sedangkan, Digital Smile Design berorientasi kepada komunikasi interaktif melibatkan emosional pasien dengan memvisualisasikan rencana perawatan. Pasien diajak untuk melihat apa yang ada di dalam benak dokter gigi mengenai rencana perawatannya. Disebut komunikasi interaktif karena pasien diajak untuk melihat dan berbagi pendapat mengenai rencana perawatannya sehingga dapat tercapai hasil perawatan yang diinginkan dokter gigi maupun pasien secara maksimal.

“Digital Photography dan Digital Smile Design akan menjadi trend era millenials di bidang kedokteran gigi, sehingga materi yang dihadirkan acara Free Dental Study Club Vol.10 diharapkan dapat mengasah kemampuan para undangan dokter gigi untuk selalu beradaptasi dengan perubahan zaman”, tutup Mirah.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini
Back to top