Lewati ke content

Unilever Indonesia Ubah lokasi


Pepsodent Ajak Keluarga Indonesia Merdeka dari Gigi Berlubang dengan Pilih Camilan Bergizi Seimbang

Pepsodent menyikapi tren camilan yang memiliki potensi risiko permasalahan gigi dengan mengajak keluarga Indonesia memeriksa kesehatan gigi dan menjaga asupan camilan bergizi seimbang

Unilever Indonesia Pepsodent BKGN Talkshow

Jakarta, 5 September 2017– Menyambut hadirnya kembali Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2017 di bulan September ini, Pepsodent memberikan pemahaman kepada orang tua untuk bijak menyikapi tren camilan yang berisiko memunculkan permasalahan gigi berlubang pada anak. Bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) dalam BKGN 2017, Pepsodent mengajak keluarga Indonesia untuk memeriksakan kesehatan gigi serta menjaga asupan camilan yang bernutrisi dan bertekstur seimbang agar dapat merdeka dari gigi berlubang untuk senyum cemerlang.

Terdapat indikasi peningkatan konsumsi camilan di negara Asia Pasifik seperti Indonesia sebesar 4% setiap tahunnya.[1]Cokelat, pastry, biskuit dan permen menjadi jenis camilan yang paling digemari anak-anak di Indonesia[2] yang hadir beragam dengan variasi yang menarik, mudah didapatkan, dan menjadi tren di masyarakat. Sedangkan camilan manis dan lengket yang dikonsumsi dengan frekuensi berlebih berisiko lebih besar memunculkan permasalahan gigi berlubang pada anak.

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc.selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia menjelaskan, “Pepsodent melihat maraknya pilihan ragam camilan yang digemari saat ini banyak yangbersifat kariogenikyaitu berpotensi meningkatkan risiko gigi berlubang. Untuk itu, Pepsodentyang selama lebih dari 72 tahun melindungi Senyum Indonesiamelalui kampanye edukasi kesehatan gigi dan mulut,mengajak orang tua khususnya para Ibu untuk memerhatikan pemilihan camilan yang bernutrisi seimbang agar bermanfaat bagi pertumbuhan gigi yang sehat, kuat dan merdeka dari gigi berlubang.”

“Mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Setelah konsumsi makanan yang manis derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral (email) pada gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” lanjutnya saat memberikan penjelasan di acara Media Briefing Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 di Plataran Menteng, Jakarta.

Menurut survei 79% camilan dibeli dengan alasan memenuhi keinginan akan rasa dan tampilan, dan 65% dilakukan secara spontan karena ingin mencoba camilan baru.[3]

Pakar Gizi Keluarga, Leona Victoria Djajadi, MND., memaparkan, “Kehadiran ragam jajanan yang menarik dan mudah didapatkan saat ini mendorong masyarakat mengonsumsi camilan melebihi frekuensi yang dianjurkan. Snack atau camilan bergizi seimbang sebagai sumber makanan tambahan ideal dikonsumsi 2 – 3 kali sehari di antara makan utama agar pola makan terjaga dan kadar gula darah seimbang dan tetap aman bagi kesehatan gigi. Jika ingin memberikan camilan manis yang digemari anak-anak, sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan utama,”papar Leona.

Untuk menyikapi camilan yang beragam, perlu adanya kesadaran untuk menyediakan jenis camilan sehat yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan gigi. Asupan camilan sehat yang dianjurkan harus tinggi serat dan mengandung kalsium, protein dan rendah gula. Leona menjelaskan, “Susu dan hasil produknya seperti keju banyak mengandung kalsium dan fosfat yang mampu mengembalikan mineral gigi yang hilang. Protein kasein yang ada dalam susu membentuk suatu lapisan tipis pada email gigi yang menghambat pertumbuhan bakteri.”

“Tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini juga membuat anak kurang berlatih mengunyah, sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah. Gerakan mengunyah sangat menguntungkan bagi kesehatan gigi karena merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut. Lengkapi kebiasaan baik ini dengan rajin menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi berflouride secara rutin pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dan berkunjung ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali,” papar drg. Mirah menambahkan saat menginformasikan kehadiran BKGN 2017.

BKGN ditahun kedelapan ini akan hadir kembali sebagai bentuk dukungan Unilever agar keluarga Indonesia merdeka dari gigi berlubang. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi secara gratis serta mendapatkan edukasi tentang kesehatan gigi di lebih dari 57 lokasi yang tersebar di beberapa kota besar dan kabupaten di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, Makassar, Bandung, Palembang Bulukumba, Ogan Komering Ilir, Sorong, Kuantan Singingi.

“Kegiatan yang rutin diadakan selama pelaksanaan BKGN antara lain pencabutan dan penambalan gigi yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pembersihan karang gigi, dan fissure sealant. Bekerjasama dengan para mitra, pelaksanaan tahun ini akan lebih menjangkau masyarakat pelosok daerah di Indonesia,” jelas drg. Mirah.

Kegiatan BKGN sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan dalam mendorong 1 milyar orang di seluruh dunia untuk mengambil tindakan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Pepsodent melaluiBKGN juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) no. 3 dan program pemerintah Menuju Indonesia Bebas Karies di tahun 2030.Kegiatan tahunan ini juga menjadi wujud komitmen Pepsodent dalam menghadirkan senyum cemerlang yang merupakan identitas bangsa Indonesia.

“Semoga BKGN tahun ini dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat Indonesia untuk merdeka dari gigi berlubang sehingga memiliki senyum cemerlang dengan gigi sehat, kuat, dan menjadi aset masa depan Indonesia yang lebih cerah,” tutup drg. Mirah mengakhiri acara.

Jadwal Pepsodent BKGN 2017

Inspirasi Menu Camilan Bertekstur dan Bergizi Seimbang agar Merdeka dari Gigi Berlubang

Sosis Solo

Bahan150 gr tepung terigu400 ml santan1 sdt garam2 butir telur(Alternatif untuk tambahan sayur: 50 gr pure bayam atau brokoli) Bahan isi
Bumbu Halus4 butir bawang merah2 siung bawang putih1/8 sdt jinten1/2 sdt ketumbar 500 gr daging ayam / sapi giling50 gr wortel, parut kasar50 gr buncis / brokoli, iris halus1/4 gr garam1/8 gr gulaMerica, secukupnyaMinyak secukupnya1 butir telur (baluran) PelengkapCoconaise (homemade mayonnaise dengan minyak kelapa)Acar nanas Cara membuat isi

  1. Tumis bumbu halus di atas pan hingga harum dengan minyak
  2. Masukkan wortel & buncis, tumis hingga setengah layu lalu masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna
  3. Bumbui dengan garam dan gula serta merica hingga dapat rasa yang diinginkan, angkat dan sisihkan

Cara membuat kulit

  1. Campur semua bahan, aduk rata, lalu tuangkan adonan di atas pan dengan sedikit minyak. Panggang tipis kulitnya lalu sisihkan
  2. Masukkan bahan isi lalu lipat, rekatkan dengan putih telur
  3. Gulingkan di atas telur yang sudah dikocok, lalu goreng ke dalam minyak panas, angkat, dan sajikan dengan coconaise dan acar nanas
Sosis Solo dan Es Teler Smoothie Bowl

Es Teler Smoothie Bowl

Es Teler Smoothie Bowl
Bahan100 gr daging kelapa yang dibekukan100 gr potongan pisang yang dibekukan50-100 ml air kelapaBisa tambahkan madu jika kurang manis ToppingNangka, potong daduAlpukat, iris tipis memanjangChia SeedsPuding MutiaraPepaya, bentuk bulatMelon, bentuk bulatBuah Naga, bentuk bulat Cara membuat

  1. Haluskan semua bahan dalam blender, tuang ke dalam mangkuk
  2. Tata dan kreasikan topping sesuai selera diatasnya, sajikan segera
1

Nielsen Global Snacking Survey, Q1 2014

2

Euromonitor, 2016

3

Nielsen Global Snacking Survey, Q1 2014