1. Home
  2. ...
  3. Siaran Pers
  4. Unilever Indonesia Catat Pertumbuhan Aset 110 Kali Lipat dalam 35 Tahun Terakhir

Unilever Indonesia Catat Pertumbuhan Aset 110 Kali Lipat dalam 35 Tahun Terakhir

35UNVR - Pembukaan Saham 35UNVR - Penekanan Tombol 35UNVR - Foto Bersama ULI & BEI 35UNVR - Penyerahan Simbolik ULI BEI

Jakarta, 11 Januari 2017 – Sejalan dengan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia, hari ini PT Unilever Indonesia Tbk. memperingati 35 tahun sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dalam kurun waktu tersebut, saham perseroan menunjukkan kinerja yang sangat baik, yakni naik lebih dari 1.570 kali dibandingkan saat IPO. 

Selain itu, Aset Perseroan juga bertumbuh lebih dari 110 kali lipat, dari Rp140,4 miliar pada awal 1982 menjadi Rp16,8 triliun pada kuartal ke tiga 2016. Bertempat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Presiden Komisaris PT Unilever Indonesia Tbk., Maurits Lalisang dan Presiden Direktur, dan PT Unilever Indonesia Tbk., Hemant Bakshi, secara resmi membuka perdagangan, menandai peringatan ke-35 tahun saham PT Unilever Indonesia Tbk. tercatat di BEI.

Hemant Bakshi mengatakan, “Dalam kurun waktu 35 tahun, kinerja saham Unilever Indonesia terus melesat. Jika seorang investor membeli 1.000 lembar saham pada saat IPO seharga Rp3.175 per lembar, saat ini nilai investasinya bernilai hampir Rp5 milyar. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata 2 juta saham Unilever diperdagangkan setiap harinya. Pada akhir tahun lalu kami menduduki peringkat 5 kapitalisasi pasar terbesar, dengan nilai Rp296 triliun atau sekitar 5,1% dari total kapitalisasi bursa. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang mengantarkan kami tercatat selama 35 tahun dengan peningkatan kinerja yang baik.”

Sejak tahun 1982, omset Unilever telah meningkat 229 kali dari Rp159 miliar menjadi Rp36,5 triliun di tahun 2015. Sementara Return on Equity (ROE) meningkat secara signifikan dari 34% menjadi 122% pada akhir tahun 2015. Hal ini merupakan bentuk perwujudan komitmen Unilever Indonesia untuk memberikan imbal hasil yang terbaik bagi para pemegang saham.

Dengan segala pencapaian tersebut, Unilever Indonesia menerima penghargaan Capital Market Award sebagai Best Listed Company untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp10 triliun selama dua tahun berturut-turut, pada tahun 2012 dan 2013. Tahun lalu, bersama dengan 10 perusahaan publik lainnya, Unilever juga dinobatkan sebagai The IDX Top Ten Blue 2016.

Salah satu kunci sukses keberhasilan bisnis Unilever Indonesia juga dipacu oleh komitmen Unilever dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan penerapan  bisnis model ‘4G’ yaitu; pertumbuhan yang konsisten (consistent growth), pertumbuhan yang menguntungkan (profitable growth), pertumbuhan yang kompetitif (competitive growth), dan pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan (sustainable growth).

“Untuk memastikan bahwa bisnis kami mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth), kami memiliki strategi bisnis yang dinamakan Unilever Sustainable Living Plan (USLP). strategi ini bertujuan mengembangkan bisnis seraya mengurangi dampak lingkungan dan  meningkatkan manfaat yang positif bagi masyarakat.” Hemant menambahkan.

Dampak positif dari kehadiran Perseroan di Indonesia tidak terbatas dari pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui produk-produknya, melainkan juga hal-hal di bawah ini (antara lain):

  • Penyerapan lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung di seluruh Indonesia (2016). Sedangkan jumlah orang yang mendapatkan mata pencaharian sebagai dampak dari bisnis perseroan di Indonesia mencapai sekitar 300.000 (laporan Oxfam tahun 2005). 
  • Melalui program keberlanjutan yang dijalankan, hingga 2017 Unilever telah mengedukasi 70 juta ibu dan anak untuk menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) di 16 provinsi di Indonesia melalui program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). 
  • Melalui kampanye sikat gigi pagi dan malam, Unilever telah mengedukasi 7 juta anak di lebih dari 250 kota di Indonesia. 
  • Pada pilar lingkungan, Unilever telah membangun 1.258 Bank Sampah dan menyerap lebih dari 3.700 ton sampah anorganik. 
  • Perseroan pun membantu dan melatih sekitar 31.500 petani kedelai hitam dan gula kelapa, serta memberikan akses pelatihan dan peningkatan keterampilan untuk 3.300 petani perempuan dengan fokus meningkatkan pendapatan para petani perempuan ini beserta keluarganya.

“35 tahun tercatatnya saham PT Unilever Indonesia Tbk. di BEI merupakan salah satu tanda komitmen jangka panjang Unilever di IndonesiaKami percaya dengan dukungan dari konsumen, pelanggan, pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya, kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia”, tutup Hemant.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini
Back to top