Toggle Cari

  1. Home
  2. ...
  3. Siaran Pers
  4. Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5: Serum Gigi Pertama untuk Solusi Gigi Sensitif

Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5: Serum Gigi Pertama untuk Solusi Gigi Sensitif

Unilever Pepsodent Sensitive Expert - Foto Bersama Unilever Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5

Jakarta, 4 April 2017 – Hari ini Pepsodent Sensitive Expert, merek perawatan gigi yang ahli di bidang permasalahan gigi sensitif produksi PT Unilever Indonesia Tbk. meluncurkan inovasi terbaru dalam bentuk Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5. Inovasi ini dihadirkan sebagai solusi terkini dan menyeluruh perlindungan gigi sensitif melengkapi portfolio Pepsodent Sensitive Expert.

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent. MDSc., Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institution Unilever Foundation “Perkembangan waktu yang terus berubah dapat memengaruhi pola gaya hidup masyarakat pada umumnya, seperti pola konsumsi sehari – hari serta cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Tanpa disadari, kondisi ini semakin membuat kita rentan pada permasalahan gigi sensitif. Berdasarkan survei yang dilakukan Pepsodent Sensitive Expert, 1 dari 3 orang masih menderita gigi sensitif.”

Hal ini sejalan dengan data dari Clinical Oral Investigations yang menyebutkan bahwa sekitar 25-30% dari populasi orang dewasa dilaporkan menderita hipersensitifitas dental atau lebih dikenal dengan gigi sensitif. Kondisi gigi sensitif dapat dialami oleh rentang umur 20-50 tahun, namun kerap kali ditemui pada penderita dengan usia 30-40 tahun.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh pola hidup orang pada rentang usia tersebut masih tergolong dalam usia produktif, dimana padatnya aktivitas, dan sejumlah kebiasaan dapat membentuk pola diet dan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yang menyebabkan gigi sensitif.

Gigi sensitif merupakan salah satu permasalahan gigi ditandai dengan rasa ngilu yang datang secara tiba-tiba disebabkan oleh lapisan dentin yang semakin terbuka dan terpapar oleh rangsangan dari luar. Sayangnya, sebagian orang memiliki pemahaman keliru bahwa gigi sensitif disebabkan oleh makanan atau minuman yang terlalu dingin. Padahal kondisi tersebut hanya merupakan pemicu.

Justru tanpa disadari pola konsumsi makanan dan minuman dengan kadar asam tinggi seperti minuman berkarbonasi, buah – buahan dengan cita rasa masam, wine, dan yogurt dapat menyebabkan erosi email. Produksi asam yang bersumber dari permasalahan gastroesophageal reflux juga dapat menyebabkan permasalahan gigi sensitif.

Drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., h.D., Sp.KG (K), Dokter Gigi Spesialis Konsultan Konservasi Gigi menjelaskan,“Kita tidak dapat menyelesaikan permasalahan gigi sensitif, tanpa memahami penyebabnya dengan baik. Berbagai faktor yang paling sering menyebabkan gigi sensitif adalah kesalahan pada cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, seperti menyikat gigi yang terlalu keras sehingga menyebabkan abrasi, penyakit gusi yang diakibatkan kurangnya kebersihan rongga mulut, serta kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism dan abfraksi).

"Terjadinya gigi sensitif melalui dua fase yaitu lesi lokalisasi dan lesi inisiasi. Pada fase lesi lokalisasi, lapisan luar gigi (email) hilang, sehingga membuat dentin terekspos oleh rangsangan luar. Setelah fase lokalisasi, maka inisiasi dimulai yaitu hilangnya lapisan pelindung  dan menyebabkan paparan sampai ke saluran dentin pada bagian yang lebih dalam (tubuli dentin).”

“Gigi sensitif dapat kita antisipasi dengan memerhatikan kebersihan gigi dan mulut, serta mengurangi kebiasaan konsumsi makanan atau minuman asam yang dapat memperparah kondisi gigi sensitif. Untuk solusi yang lebih efektif, pasien dapat mengombinasikan penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dengan produk perawatan gigi sensitif lainnya yang dapat digunakan setiap saat dengan kandungan aktif yang bekerja lebih efektif,” imbuh drg. Diatri.

Sesuai dengan hasil penelitian Pepsodent Sensitive Expert secara in vivo kombinasi penggunaan pasta gigi Pepsodent Sensitive Expert dan Serum Intense Repair 5, selama 8 minggu terbukti dapat mengurangi rasa ngilu 3x lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pasta gigi flouride biasa. Kombinasi tersebut juga membantu memperkuat email yang mengalami erosi hingga 73% setelah 4 kali pemakaian.

Serum Intense Repair 5 merupakan serum leave on yang akan membentuk lapisan pelindung pada dentin yang terbuka dan mengurangi aliran cairan dalam tubuli dentin sehingga mengurangi rasa ngilu. Indikator penyakit gusi yaitu gusi bengkak, berdarah dan indeks plak menurun setelah kombinasi pemakaian pasta gigi Pepsodent Sensitive Expert dan Serum Intense Repair 5 selama 13 dan 26 minggu. 

Lewat inovasi ini, cukup lima detik setelah proses aplikasi Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5, masyarakat Indonesia dapat kembali menikmati kualitas hidup dengan menikmati berbagai makanan dan minuman favorit tanpa khawatir terganggu permasalahan gigi sensitif.

Hal ini dikarenakan kombinasi bahan aktif Hydroxyapetite (HAP) yang sama persis dengan molekul utama pembentuk gigi, Potassium Sitrat, Zinc Sulfate dan Flouride Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5 terbukti efektif meredakan rasa ngilu; membantu memperbaiki email gigi yang terkikis dan area gigi sensitif; membentuk lapisan perlindungan untuk gigi sensitif; membantu mengurangi masalah gusi; dan membantu menjaga kesehatan gusi. Berbeda dengan pasta gigi, serum dengan sifat leave on akan lebih lama melekat pada gigi sehingga dapat melindungi gigi sensitif lebih lama.

“Melalui terobosan ini, Pepsodent Sensitive Expert memahami bahwa gangguan gigi sensitif dapat berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Untuk itu, lewat portofolio produk solusi permasalahan gigi sensitif yang semakin lengkap ini, kami ingin masyarakat Indonesia dapat tersenyum bebas dari gangguan gigi sensitif,” tutup drg. Mirah.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini
Back to top