Unilever, WWF dan Hypermart Ajak Konsumen #beliyangbaik untuk Lingkungan yang Lestari

5 hal yang perlu diketahui oleh konsumen sebelum membeli produk

Photo 4 Photo 6 Photo 7

Jakarta, 21 April 2016 – Unilever melalui kampanye brightFuture menyelenggarakan program #beliyangbaik bersama World Wild Fund (WWF) dan Hypermart untuk mengajak konsumen secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang lestari demi masa depan yang cerah. Hal ini sejalan dengan komitmen Unilever untuk menumbuhkan bisnisnya seraya mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan serta meningkatkan dampak positif bagi masyarakat. Komitmen ini dituangkan dalam strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

“Unilever Indonesia telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 82 tahun; dan kami ingin terus bertumbuh secara berkelanjutan untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Hal itu hanya bisa kami capai apabila pertumbuhan bisnis kami di Indonesia dapat membawa manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat tempat kami berada. Strategi USLP merupakan bentuk nyata dari niat kami. Dalam USLP, ditentukan target-target spesifik yang harus kami penuhi untuk mengurangi jejak lingkungan dan meningkatkan dampak sosial yang positif, melalui berbagai prakarsa yang dilakukan di sepanjang proses bisnis kami mulai dari hulu, yakni pemilihan bahan baku, sampai hilir, yakni bagaimana cara konsumen menggunakan produk dan membuang kemasannya,” ungkap Governance and Corporate Affairs Director & Corporate Secretary, PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso.

“Konsumen, yang ada di bagian hilir dalam rantai bisnis kami, merupakan pihak yang mutlak harus dilibatkan apabila kami ingin menciptakan masa depan yang lebih cerah melalui cara berbisnis yang berkelanjutan,” papar Sancoyo. “Mengapa? Karena 68% dari jejak karbon Unilever ternyata ada pada cara konsumen memakai produk, seperti memasak, mencuci, mandi sampai membuang kemasan produk. program #beliyangbaik merupakan cara kami untuk menggandeng dan membangun kepedulian konsumen dalam memilih dan memperlakukan produk yang sehari-hari mereka pakai.”

Kegiatan program #beliyangbaik akan berlangsung mulai dari 21 April hingga 17 Mei 2016. Konsumen bisa berkontribusi melalui berbagai hal, seperti menulis tips bagaimana cara melestarikan lingkungan di kolom comment status Facebook Unilever dengan tulisan #beliyangbaik. Konsumen juga bisa ikut berpartisipasi dengan cara datang ke booth brightFuture di Hypermart dan mengikuti kompetisi cerita bagaimana melestarikan lingkungan. “Selama masa periode kampanye ini, setiap pembelian produk Lipton, Bango, Lifebuoy, Pepsodent, Domestos, Dove, Molto, Rinso dan Pure It di Hypermart, konsumen secara otomatis ikut mendonasikan Rp 1.000 untuk program NEWtrees, yaitu penanaman 10.000 pohon di Cisarua (Jawa Barat), Jogjakarta dan Tulungagung bersama WWF. Kami berharap melalui kerjasama antara Unilever, WWF dan Hypermart makin banyak konsumen yang tergerak untuk turut memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan,” jelas Head of Corporate Communications, PT Unilever Indonesia Tbk., Maria Dewantini Dwianto.

Program #beliyangbaik mengajak konsumen untuk lebih cermat dalam memilih kebutuhan sehari-hari dengan memperhatikan lima hal sebelum membeli produk, yakni: apakah fungsi produk sesuai yang dibutuhkan; darimana bahan baku yang digunakan berasal; bagaimana proses produk dibuat; bagaimana kontribusi produk terhadap lingkungan dan masyarakat; apakah kemasan produk dapat didaurulang.

Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga mengatakan, “Kami sangat antusias menjalankan program #beliyangbaik bersama Unilever dan Hypermart. Melalui #beliyangbaik, kami berharap bisa menginspirasi konsumen untuk melakukan perubahan gaya hidup, karena mengenal hak serta memahami perlindungan konsumen saja belum cukup. Konsumen juga perlu cermat dalam mengambil keputusan ketika membeli produk kebutuhan sehari-hari, khususnya mengetahui potensi dampak terhadap lingkungan dari produk yang akan dibeli. Mengapa demikian? Karena konsumen memiliki kekuatan untuk menjaga kelestarian bumi dari produk yang digunakannya.”

Director of Public Relation & Communication PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), Danny Kojongian menyambut baik inisiatif program #beliyangbaik ini, “Kami sangat menyambut baik inisiatif Unilever mengajak Hypermart berpartisipasi dalam program ini dimana hal ini juga sejalan dengan visi misi perusahaan kami dan sesuai dengan arahan CSR kami. Melalui program ini, MPPA dapat mengemban sekaligus 2 dari 3 arahan CSR kami yaitu kelestarian lingkungan dan perlindungan konsumen. Pelestarian linkungan memerlukan partisipasi aktif semua pihak tidak hanya Unilever & Hypermart namun juga konsumen, untuk itu kami mengundang seluruh konsumen Hypermart dan masyarakat Indonesia berpartisipasi secara aktif dalam program ini.”

Kelompok Mom Sweet Mom yang diwakili oleh Novita Angie, Mona Ratuliu dan Riafinola (Nola B3) sangat antusias mengajak konsumen untuk ikut serta dalam program ini “Sebagai ibu, kita tentu punya keinginan agar anak-anak kita bisa hidup lebih nyaman dan menikmati lingkungan yang lestari di masa yang akan datang. Dengan memahami 5 hal sebelum membeli produk kebutuhan sehari-hari, kami tak sekedar memberikan apa yang dibutuhkan keluarga, tetapi juga telah berinvestasi untuk kelestarian lingkungan demi masa depan yang cerah bagi anak-anak kami.”

“Program #beliyangbaik hanya merupakan satu dari banyak tindakan nyata yang telah dilakukan Unilever Indonesia untuk menjalankan prinsip bisnis yang berkelanjutan, khususnya dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan,” imbuh Sancoyo.

Di hulu, papar Sancoyo, tercatat pada tahun 2014 Unilever telah melakukan berbagai prakarsa yang memberikan hasil nyata dalam pengurangan jejak karbon, antara lain :

  • Menambah prosentase bahan mentah yang berasal dari sumber pertanian yang lestari dan menyejahterakan petani (dari 14% di 2011 ke 48% di 2014).
  • Mengurangi emisi karbon sebesar 21.08% per ton produksi sejak tahun 2008.
  • Mengurangi 24.35% konsumsi air per ton produksi sejak tahun 2008.
  • Mengurangi limbah pabrik sebanyak 79,8% sejak tahun 2008 sampai 2013 hingga mencapai nihil limbah pabrik di tahun 2014.
  • 90% daya beban pengangkutan ditingkatkan untuk mengurangi mengurangi penggunaan BBM, dan mengurangi emisi.
  • 22% pengurangan armada yang masuk untuk mengantarkan bahan baku dari gudang pusat ke pabrik kami di Cikarang.
  • 50% pengurangan penggunaan listrik di gudang sebagai hasil kebijakan dan kampanye hemat listrik, yang melibatkan karyawan di setiap gudang.
  • Mengembangkan 1.272 Bank Sampah, dengan total sampah terkumpul sebanyak 3.425 ton.

“Dengan kata lain, program #beliyangbaik melengkapi upaya kami untuk mengurangi jejak karbon, melalui sebuah kegiatan yang melibatkan konsumen dan masyarakat. Dengan semakin banyak orang yang terlibat dan melakukan tindakan kecil yang nyata dan konsisten, kami yakin bahwa masa depan yang lebih cerah niscaya akan terwujud.” tutup Sancoyo Antarikso.

Back to top