Perayaan Hari Kesehatan Gigi Dunia 2016 ‘Semua Berawal dari Sini, Gigi yang Sehat, Tubuh yang Sehat’

Kesehatan Gigi dan Mulut yang Baik Dapat Membantu Mencegah Penyakit Tidak Menular dan Infeksi.

Perayaan Hari Kesehatan Gigi Dunia 2016

Jakarta, 18 Maret 2016 – Dalam perayaan World Oral Health Day (WOHD) 2016, Pepsodent kembali bekerjasama dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan perayaan WOHD 2016 dilakukan dengan menggelar aktivitas edukasi 21 hari sikat gigi pagi dan malam, serta pemeriksaan gigi gratis di 150 kota/kabupaten yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Diresmikan oleh Dr. Patrick Hescot, Presiden FDI (World Dental Federation) dan drg. Farichah Hanum, M.Kes., Ketua Umum PB PDGI, perayaan WOHD 2016 ditandai dengan kegiatan sikat gigi bersama serta pemeriksaan gigi gratis untuk siswa SD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu.

WOHD merupakan inisiatif FDI (World Dental Federation) dan Unilever mendukung penuh sebagai pengejawantahan dari strategi bisnis Unilever Sustainable Living Plan (USLP). Menyoroti sejumlah isu berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut, Pepsodent bekerjasama dengan berbagai institusi yang memiliki keseragaman visi dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat Indonesia. Untuk menjangkau 430.000 siswa sekolah dasar, Pepsodent melibatkan 4.000 dokter gigi dari PDGI Cabang, dokter-dokter gigi muda di 31 fakultas dan program studi kedokteran gigi Indonesia, serta rekan – rekan LSM untuk mengimplementasikan berbagai program promotif, preventif dan kuratif. Atas kegiatan ini, Pepsodent berhasil memecahkan dua rekor MURI untuk kategori ‘Sikat Gigi secara Serentak di Lokasi dan Peserta Terbanyak,’ dan ‘Pemeriksaan Gigi secara Serentak di Lokasi dan Peserta Terbanyak’.

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent. MDSc., Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk., mengatakan, “Sebagai salah satu mitra global resmi peringatan WOHD 2016, Pepsodent secara konsisten menyebarkan kebiasaan baik dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut dimulai dengan cara paling sederhana yaitu menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Karena gigi yang sehat juga dapat mewujudkan tubuh yang sehat.”

Sejalan dengan tema WOHD 2016, “Semua Berawal dari Sini, Gigi yang Sehat, Tubuh yang Sehat” drg. Farichah Hanum, M.Kes., Ketua Umum PB PDGI menyatakan, “Mulut dapat menjadi cerminan tanda – tanda penyakit sistemik dalam tubuh. Banyak kelainan tubuh, yang tanda-tanda pertamanya muncul dari dalam rongga mulut. Lebih lanjut, banyak kondisi umum tubuh yang akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan di dalam rongga mulut. Faktor risiko terjadinya penyakit gigi dan mulut merupakan faktor risiko yang sama untuk terjadinya Penyakit Tidak Menular atau PTM (Non Communicable Diseases). PTM (Stroke, Diabetes, Penyakit jantung, Kanker) merupakan penyakit penyebab utama kematian. Contoh faktor risiko terjadinya penyakit gigi dan mulut serta PTM adalah konsumsi gula yang berlebih, alkohol dan rokok.”

Padahal, berdasarkan data dari WHO pada tahun 2015, PTM menyebabkan 38 juta kematian di dunia setiap tahun. Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2007) menyebutkan bahwa 59,5% kematian di Indonesia diakibatkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). “Sesuai dengan anjuran FDI, PB PDGI bergandengan tangan dengan berbagai pihak, baik itu tokoh masyarakat, pemerintah, tokoh professional dan pihak swasta untuk terus melakukan upaya strategi promosi kesehatan pencegahan dan mengendalikan faktor-faktor risiko terjadinya gangguan kesehatan gigi dan mulut yang sekaligus dapat untuk mengendalikan Penyakit Tidak Menular yang menjadi beban secara global dan nasional,” tambah drg. Hanum.

Selain menghindari berbagai faktor risiko penyebab masalah kesehatan gigi dan mulut, menjaga kebersihan gigi dan mulut juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi odontogenik. “Kuman anaerob (tidak membutuhkan oksigen untuk kehidupannya) dalam gigi dan rongga mulut juga bisa menjadi sumber infeksi ke organ – organ tubuh lain, misal ke paru – paru, ginjal dan organ reproduksi. Infeksi di rongga mulut pun dapat menyebabkan berbagai penyakit lain seperti Post Streptococcal Arthritis (Radang Sendi), Demam Rematik Akut, Penyakit Jantung Rematik, terutama berupa kelainan katup jantung dan Kerusakan Ginjal (Post Streptoccal Glomerulonephritis) berat bahkan menyebabkan gagal ginjal,” jelas dr. Mangatas Manalu, Sp.PD., dokter ahli penyakit dalam.

Sebagai tambahan, sebuah penelitian dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, anak dengan riwayat infeksi gigi memiliki risiko 2.7 kali lebih tinggi mengalami HSP (Henoch Scholenin Purpura, penyakit peradangan pembuluh darah yang umum diderita oleh anak-anak di bawah 10 tahun) dengan potensi kerusakan ginjal, dibanding anak tanpa infeksi gigi. Lebih lanjut setelah dilakukan perawatan gigi secara konservatif terjadi perbaikan HSP secara klinis (Sari Pediatri 2013;14(6)). “Oleh karenanya, untuk terhindar dari berbagai manifestasi penyakit, penting bagi kita memerhatikan kesehatan gigi dan mulut, baik dengan menjauhi faktor risiko penyakit gigi dan mulut, maupun menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara sesederhana sikat gigi dua kali sehari pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur,” tutup drg. Mirah.

Back to top