Toggle Cari

  1. Home
  2. Berita dan Media
  3. Siaran Pers
  4. Komitmen Unilever Indonesia Wujudkan Generasi Muda Berkualitas Lewat “Remaja Berani Hidup Sehat”

Komitmen Unilever Indonesia Wujudkan Generasi Muda Berkualitas Lewat “Remaja Berani Hidup Sehat”

RBHS Talkshow RBHS Talkshow 2 RBHS Pembicara

Jakarta, 15 Desember 2016 – Generasi muda di Indonesia memegang peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa. Menyadari pentingnya peran generasi muda Indonesia, PT. Unilever Indonesia Tbk, melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI) menginisiasi Program Remaja Berani Hidup Sehat untuk memberikan edukasi perliaku gaya hidup sehat kepada 150.000 generasi muda Indonesia di tingkat sekolah lanjutan, baik itu menengah pertama maupun menengah atas.

Sinta Kaniawati selaku General Manager Yayasan Unilever Indonesia mengatakan, “Unilever percaya bahwa generasi muda merupakan agen kunci perubahan sosial yang harus dijaga perkembangan dan potensinya. Selain remaja merupakan bagian dari konsumen Unilever, inisiatif program Remaja Berani Hidup Sehat merupakan perwujudan dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP) dimana kami akan meningkatkan bisnis dua kali lipat seraya mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan serta meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. Program ini juga merupakan pengejawantahan dari Tujuan Global 3, 6, dan 17 untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan, ketersediaan air bersih dan sanitasi serta kemitraan untuk mencapai tujuan.”

Program Remaja Berani Hidup Sehat sudah berjalan sejak tahun 2006 dan tahun ini didukung oleh Rexona dan Pond’s berlangsung di 500 sekolah di 11 kota di Indonesia serta melibatkan 5,000 duta muda dengan target 150,000 remaja Indonesia. Kontribusi Rexona dan Pond’s dalam program Remaja Berani Hidup Sehat diwujudkan dalam bentuk edukasi di sekolah, product sampling & installment, dan school challenge. Hingga kini, program ini telah berhasil menjangkau hingga lebih dari 1 juta remaja Indonesia.

“Tahun ini program Remaja Berani Hidup Sehat berkolaborasi dengan Pond’s dan Rexona sebagai brand yang memiliki tujuan untuk memberikan dampak positif terhadap remaja Indonesia. Kami memiliki visi yang sama untuk menanamkan pemahaman mengenai pola hidup sehat agar para remaja dapat menjalani perubahan yang terjadi pada diri mereka dengan baik dan bertanggung jawab sehingga terhindar dari masalah kerentanan remaja serta mampu memaksimalkan potensi yang mereka miliki,” lanjut Sinta.

Hal ini juga turut diakui oleh Elizabeth Santosa selaku Psikolog Remaja, “Remaja mengalami perubahan hormonal dimana periode transisi hormonal ini menjadi faktor yang mempengaruhi perubahan psikologis mapun fisik yang mengakibatkan terjadinya kerentanan remaja.”

“Untuk membantu remaja dalam menghadapi perubahan psikologis dan fisik yang dapat menghalangi mereka menjadi versi terbaik dirinya, remaja perlu meningkatkan rasa percaya diri salah satunya dengan menerapkan gaya hidup yang sehat serta menjaga kebersihan tubuh dan wajah. Remaja yang hidup bersih dan sehat akan tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan bertanggung jawab akan dirinya,” tambah Elizabeth.

Lebih jauh, Unilever percaya bahwa suatu perubahan tidak dapat dilakukan sendiri. Dengan melakukan kemitraan yang baik antara perusahaan dan komunitas kali ini yang menyasar tingkat sekolah, Unilever ingin memberikan kontribusi terhadap kesehataan dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.

Kemal Soeriawidjaja selaku Executive Director CCPHI – Partnership for Sustainable Community mengatakan, “Membangun kemitraan untuk pembangunan melalui company-community partnership akan membawa dampak yang lebih signifikan untuk mewujudkan masyarakat sehat yang berkelanjutan. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan juga harus berbasis bukti (evidence-based) dan pembelajaran (lesson-learned) sehingga para remaja tidak hanya mendapatkan pemahaman namun juga perubahan perilaku.”

“Melalui program Remaja Berani Hidup Sehat, Unilever berharap dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan menginspirasi remaja di Indonesia. Selain itu, Unilever dapat meningkatkan kepercayaan diri dikalangan anak muda sehingga nyaman dengan penampilan dan kebersihan pribadi mereka, sekaligus memberi informasi sehingga mereka bisa membuat pilihan yang bertanggungjawab atas diri mereka,” tutup Sinta.

Sejarah Singkat Program Remaja Berani Hidup Sehat

Pada awalnya Yayasan Unilever Indonesia menginisiasi sebuah program yang didasari atas keprihatinan terhadap tingginya tingkat korban pengidap HIV/Aids yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pengetahuan seputar HIV/Aids baik itu gejala, penyebab, pengobatan, dan lain sebagainya.

Pada tahun 2006, program tersebut diselenggarakan di Surabaya dengan nama Surabaya Stop Aids dengan target remaja melalui roadshow edukasi ke sekolah-sekolah lanjutan baik itu menengah pertama maupun menengah atas.

Setelah dua tahun penyelenggaraan di Surabaya, program serupa kemudian diselenggarakan di Jakarta dengan nama program Jakarta Stop Aids di tahun 2008 berkolaborasi dengan salah satu brand di Unilever yaotu Close Up dengan tema Berani Ngomong Berani Buktiin. Penyelenggaraan program ini juga didukung oleh Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Radio Prambors.

Pada tahun 2010, program serupa juga diselenggarakan di Medan dengan nama program Ampera (Anak Medan Perangi Aids) yang didukung oleh Heartindo.

Secara umum, edukasi yang disampaikan adalah mengenai kepercayaan diri, kesehatan reproduksi, HIV Aids, bahaya narkoba, dan lain sebagainya. Materi edukasi bertujuan untuk mendukung arahan dan agenda pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yaitu untuk memperbaiki dan meningkatkan kesadaran akan HIV/Aids dan bahaya narkoba.

Setelah penyelenggaraan program secara berkelanjutan di setiap kota, pada tahun 2013 Yayasan Unilever Indonesia kemudian meresmikan satu nama progam yang dapat diterapkan di setiap kota, yaitu Remaja Berani Hidup Sehat (RBHS). Materi edukasi yang disampaikan pun lebih luas yaitu mengacu pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pada tahun 2014 dan 2015, RBHS berkolaborasi dengan Rexona dengan fokus edukasi pada pentingnya menggunakan deodoran untuk meningkatkan kebersihan dan kepercayaan diri dengan target hingga lebih dari 400 ribu siswa di berbagai kota.

Sedangkan pada 2016 ini, RBHS berkolaborasi dengan Pond’s dan Rexona guna mengedukasi remaja mengenai adanya perubahan fisiologi khususnya pada perubuhan kulit yang disebabkan oleh pubertas, sebuah fase perkembangan remaja. Perubahan fisiologi ini mampu mempengaruhi kinerja kulit sehingga salah satunya berdampak pada kulit wajah dan bau badan. Oleh karena itu diperlukan tips dan solusi untuk mengatasi perubahan ini guna mempertahankan kepercayaan diri sehingga mampu memaksimalkan potensi diri untuk masa depan yang lebih berkualitas.

Sampai tahun ini, program RBHS berhasil menjangkau hingga lebih dari satu juta remaja Indonesia.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini
Back to top