Daycare Unilever Tumbuh Kembangkan Kemandirian Anak Sejak Dini untuk Wujudkan Well-being Family


Closing Daycare Closing Daycare

Jakarta, 21 Juli 2016 – Setelah dibuka pada 30 Juli lalu, hari ini Daycare Unilever yang mengangkat tema “Happy Family, Happy Employee” ditutup dengan kemeriahan Pentas Anak dan sharing session bersama orang tua. Fasilitas ini secara konsisten Unilever Indonesia berikan selama 13 tahun terakhir kepada karyawan untuk mengajak peran aktif orang tua menjadi Happy Parents guna mewujudkan well-being family. Hal ini dilakukan karena Unilever Indonesia melihat pentingnya fungsi keluarga yang sejahtera (well-being family) baik untuk tumbung kembang anak dan faktor kesuksesan karyawan dalam menjalani pekerjaan sehari-hari di kantor.

Sancoyo Antarikso selaku Governance and Corporate Affairs Director & Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk mengungkapkan, “Unilever Indonesia, meyakini bahwa salah satu pilar terpenting yang menjadi kunci sukses kami adalah konsep ‘great people, great place’. Dengan semakin meningkatnya jumlah karyawan kami yang juga merupakan orang tua, kami telah mengambil langkah-langkah proaktif guna membantu mereka mewujudkan potensi optimal di lingkungan korporasi. Penyelenggaraan Daycare merupakan bagian dari komitmen Unilever untuk membantu karyawan kami memiliki keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan pribadi, termasuk dalam masa liburan mudik Lebaran karena tidak ada pengasuh anak di rumah.”

Pemandangan dimana anak-anak menangis di pagi hari merupakan hal yang umum terjadi ketika mereka ditinggal oleh orang tuanya berangkat bekerja, apalagi di saat pengasuh anak masih mudik lebaran. Setiap orang tua dihadapi situasi mengasuh anak serta membagi konsentrasi dengan pekerjaan di kantor. Pada momen tersebut, tak jarang muncul perasaan ‘tidak tega’ dari orang tua saat melihat buah hatinya menangis serta berpotensi stres karena tuntutan pekerja tetap menanti.

Berangkat dari fakta tersebut, Daycare Unilever membagi pengalaman dan tips dalam mengasuh anak, serta menjadi wadah bagi para orang tua dan karyawan untuk berbagi cerita seputar kemandirian anak. Melatih kemandirian anak sejak dini merupakan faktor penting untuk mempersiapkan masa depannya. Seiring berkurangnya ketergantungan anak terhadap orang tua, secara tidak langsung mengurangi tingkat kerewelan anak yang menjadi dilema bagi kebanyakan orang tua. Para orang tua pun dapat lebih fokus terhadap pekerjaannya serta membantu mengurangi tingkat stres yang mereka hadapi dan merasa lebih bahagia.

“Sebagai seorang Ibu yang aktif di dunia parenting, mengasuh anak merupakan tantangan yang tidak mudah dan kerap dihadapi oleh orang tua, terutama bagi mereka yang bekerja. Salah satu tantangannya adalah mengajarkan anak mengenai kemandirian. Hal-hal tersebut harus dimulai dengan berani melepaskan anak melakukan segala sesuatunya sendiri, namun tetap diawasi. Hal tersebut dapat menanamkan rasa tanggung jawab atas segala sesuatu yang dia lakukan dan melatih keberaniannya."

"Aku juga mengalami hal yang sama dalam menghadapi ketiga anakku, dimana aku selalu berusaha untuk memuji prestasi atau keberhasilan yang diraih Davina, Barata, dan Syanala mulai dari hal kecil sekalipun sehingga mereka merasa diapresiasi. Dengan begitu, anak kita akan merasa berani dan percaya diri dan menjadi lebih mandiri walaupun ditinggal orang tua yang bekerja,” ujar Mona Ratuliu selaku selebriti yang aktif dalam hal parenting melalui situs Monaratuliu.com.

Lutfi Nanda Umar selaku orang tua peserta Daycare Unilever menyatakan, “Kehadiran Daycare Unilever merupakan solusi bagi para orang tua yang bekerja agar dapat menitipkan anaknya selama ditinggal mudik oleh asisten rumah tangga, sehingga kami dapat menyelesaikan pekerjaan kantor dan mengasuh anak tanpa rasa khawatir. Apalagi semua aktivitas dikemas secara edukatif dan menarik, seperti ketika field trip ke Pizza Domino dan Kandank Jurank Doank dimana si kecil dapat belajar memasak membuat pizza, menanam padi dan menangkap ikan yang menjadi pengalaman seru untuknya selama menghabiskan masa liburan sekolah.”

Banyak aktivitas dan edukasi non-formal dengan sistem pengajaran montessori untuk menstimulasi kecerdasan, daya imajinasi, kreativitas, serta mempersiapkan kemandirian anak-anak seperti belajar sambil bermain, kesenian, olahraga, dan coba profesi, namun masih di dalam satu lingkungan yang sama dengan orang tua mereka. Pada acara penutupan Unilever Daycare 2016, anak-anak peserta Daycare Unilever juga turut memeriahkan acara dengan menampilkan Pentas Anak.

“Kami berharap program ini dapat memberikan banyak manfaat serta menggugah para orang tua untuk semakin aktif berperan serta dalam proses tumbuh kembang anak dan mempererat hubungan dengan anak dan keluarga, agar tercipta keluarga yang harmonis dan sejahtera. Semoga komitmen dari langkah kecil yang kami lakukan ini dapat menginspirasi banyak pihak terutama para orang tua dalam proses tumbuh kembang sang buah hati,” tutup Sancoyo.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini
Back to top