Toggle Cari

  1. Home
  2. Berita dan Media
  3. Siaran Pers
  4. Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2016 Kembali Hadir di Universitas Jenderal Soedirman

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2016 Kembali Hadir di Universitas Jenderal Soedirman

Kenal dan Cegah Kebiasaan Buruk Terkait Kesehatan Gigi Anak

Purwokerto, 26 September 2016 – Pepsodent, pasta gigi keluarga produksi Unilever Indonesia, kembali berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ketujuh. Tahun ini BKGN diselenggarakan di 21 FKG yang mempunyai Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) dan 30 kota PDGI cabang di Indonesia, mulai dari 19 September hingga 28 November 2016. Kegiatan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis yang dilakukan secara konsisten sejak tahun 2010 ini telah resmi dimulai  pada tanggal 19 September 2016 kemarin di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.
Purwokerto menjadi lokasi ketiga yang dikunjungi oleh BKGN. Selama tiga hari ke depan, mulai dari 26 sampai dengan 28 September 2016 masyarakat Purwokerto dan sekitarnya diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan serta perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Menargetkan 1.500 orang yang berkunjung, jurusan Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran UNSOED dan RSGM UNSOED telah menyiapkan 110 dokter gigi anggota PDGI Banyumas dan sekitarnya untuk memberikan pelayanan. Tidak ketinggalan, 120 mahasiswa profesi (koass) serta 240 mahasiswa S1 jurusan Kedokteran Gigi UNSOED turut serta mendukung pelayanan klinis maupun non-klinis.
Hadir meresmikan acara Ir. Achmad Husein, Bupati Purwokerto dan Dr. dr. Fitranto Arjadi, M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Setelah diresmikan, acara dilanjutkan dengan sikat gigi bersama yang diikuti oleh 750 siswa PAUD/TK/SD/SMP di sekitar Purwokerto.
BKGN merupakan salah satu wujud implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) di mana Pepsodent mengambil peran untuk meningkatkan kesehatan gigi 100 juta masyarakat dunia di tahun 2020 dan menciptakan Senyum Indonesia yang lebih sehat. “Melalui BKGN kali ini, Pepsodent mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak. Sejumlah kebiasaan yang sering dilakukan anak dan dianggap sepele dapat berpotensi menjadi kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut si kecil, dengan mengenal kebiasaan buruk si kecil maka orang tua bisa melakukan pencegahan sedini mungkin,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk.
“Pada bulan Agustus 2016, pasien anak yang berkunjung ke klinik integrasi - yang dilayani mahasiswa profesi - Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman mencapai 138 anak. Sebanyak 69% dari jumlah tersebut mendapatkan perawatan gigi berlubang dan sisanya berupa perawatan pencegahan. Dari data kunjungan pasien anak tersebut, sebanyak 14% memiliki lubang gigi yang besar sehingga membutuhkan perawatan syaraf gigi, sedangkan 30% lainnya harus dilakukan tindakan pencabutan dini. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat di kota Purwokerto memanfaatkan kehadiran BKGN di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman,” ungkap drg. Helmi Hirawan, Sp.BM, Ketua Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman.
drg. Helmi menambahkan, “BKGN di Universitas Jenderal Soedirman memberikan pelayanan promotif, preventif, serta kuratif. Dengan demikian, kami berharap masyarakat Purwokerto dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk mengenal dan mencegah sejumlah kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak.”
Kebiasaan buruk yang umum berpengaruh bagi kesehatan gigi dan mulut adalah tidak berkunjung ke dokter gigi secara rutin. Padahal, dengan melalui kunjungan rutin ke dokter gigi,  permasalahan gigi bisa segera ditangani sehingga mampu mengurangi resiko gigi berlubang, penyakit gusi, serta mencegah perawatan lanjutan. Dengan perawatan rutin maka kondisi mulut seseorang menjadi lebih baik.
Kebiasaan buruk lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan menyikat gigi dengan cara, frekuensi dan waktu yang salah. Padahal menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat selama minimal 2 menit dapat mengurangi resiko gigi berlubang sebanyak 50%.
Lebih lanjut, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menyikat gigi, karena penelitian memperlihatkan bahwa resiko gigi berlubang pada lapisan terluar dentin gigi berkurang secara signifikan sebesar 32% dan 56% pada lapisan dentin gigi terdalam pada anak yang mendapat pendampingan menyikat gigi dari orang tua.
“Kehadiran BKGN adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh para orang tua. Tiap tahunnya BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung melakukan konsultasi, penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant,” tutup drg. Mirah.
Telusuri lebih lanjut topik-topik ini
Back to top