Toggle Cari

  1. Home
  2. Berita dan Media
  3. Siaran Pers
  4. Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2016 Kembali Hadir di Universitas Jember

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2016 Kembali Hadir di Universitas Jember

Kenal dan Cegah Kebiasaan Buruk Terkait Kesehatan Gigi Anak

Jember, 22 September 2016 – Pepsodent, pasta gigi keluarga produksi Unilever Indonesia, kembali berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ketujuh. Tahun ini BKGN diselenggarakan di 21 FKG yang mempunyai Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) dan 30 kota PDGI cabang di Indonesia, mulai dari 19 September hingga 28 November 2016.

Kegiatan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis yang dilakukan secara konsisten sejak tahun 2010 ini telah resmi dimulai  pada tanggal 19 September 2016 kemarin di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

Jember menjadi kota kedua yang dikunjungi oleh BKGN. Selama tiga hari kedepan, mulai dari 22 sampai dengan 24 September 2016 masyarakat Jember dan sekitarnya diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan gigi dan mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut, FKG Universitas Jember.  Menargetkan 1.500 orang yang berkunjung, FKG Universitas Jember telah menyiapkan 65 dokter dan 238 co-ass kedokteran gigi untuk memberikan pelayanan.

Hadir meresmikan acara, dr. Hj. Faida, MMR selaku Bupati Jember; Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Jember; drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp. Pros; Dekan Universitas Jember dengan disaksikan oleh  Perwakilan PDGI, serta Prof. Dwi Prijatmoko, Ph.D., Direktur RSGM FKG Universitas Jember. Setelah diresmikan, acara dilanjutkan sikat gigi bersama yang diikuti oleh 500 anak SD di sekitar Jember.

BKGN merupakan salah satu wujud implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) dimana Pepsodent mengambil peran untuk meningkatkan kesehatan gigi 100 juta masyarakat dunia di tahun 2020 dan menciptakan Senyum Indonesia yang lebih sehat.

“Melalui BKGN kali ini, Pepsodent mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak. Sejumlah kebiasaan yang sering dilakukan anak dan dianggap sepele dapat berpotensi menjadi kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut si kecil, dengan mengenal kebiasaan buruk si kecil maka orang tua bisa melakukan pencegahan sedini mungkin,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk.

“Berdasarkan RISKESDAS 2013, sekitar 28,6% masyarakat Jawa Timur yang memiliki permasalahan gigi dan mulut, atau berada di atas angka rata – rata nasional yaitu 25,9%, namun baru 8,6% menerima penanganan. Lebih lanjut, berdasarkan profil kesehatan Kabupaten Jember tahun 2013, dari sekitar 2,4 juta penduduk Jember, 47.500 orang memerlukan perawatan gigi dan mulut, namun baru 67,7% mendapatkan perawatan,” jelas  drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp. Pros, Dekan FKG Universitas Jember.

“Kehadiran BKGN diharapkan mampu membantu penanganan permasalahan gigi yang dialami oleh masyarakat Jember melalui upaya promotif, preventif dan kuratif. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat di kota Jember, untuk memanfaatkan kehadiran BKGN di FKG Universitas Jember,” lanjut drg. Rahardyan.

Kebiasaan buruk yang berpengaruh bagi kesehatan gigi dan mulut adalah tidak berkunjung ke dokter gigi secara rutin. Padahal, dengan melalui kunjungan rutin ke dokter gigi,  permasalahan gigi bisa segera ditangani sehingga mampu mengurangi resiko gigi berlubang, penyakit gusi, serta mencegah perawatan lanjutan. Dengan perawatan rutin maka kondisi mulut seseorang menjadi lebih baik. 

Kebiasaan buruk lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan menyikat gigi dengan cara, frekuensi dan waktu yang salah. Padahal menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat selama minimal 2 menit dapat mengurangi resiko gigi berlubang sebanyak 50%.

Lebih lanjut, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menyikat gigi, karena penelitian memperlihatkan bahwa resiko gigi berlubang pada lapisan terluar dentin gigi berkurang secara signifikan sebesar 32% dan 56% pada lapisan dentin gigi terdalam pada anak yang mendapat pendampingan menyikat gigi dari orang tua.

“Kehadiran BKGN adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh para orang tua. Tiap tahunnya BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung melakukan konsultasi, penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant,” tutup drg. Mirah.

Telusuri lebih lanjut topik-topik ini
Back to top