• Home
  • Berita dan Media
  • Siaran Pers
  • Project Sunlight Kumpulkan 8 juta dukungan masyarakat Indonesia untuk bangun fasilitas sanitasi dan program edukasi bagi 4,600 siswa sekolah dasar

Project Sunlight Kumpulkan 8 juta dukungan masyarakat Indonesia untuk bangun fasilitas sanitasi dan program edukasi bagi 4,600 siswa sekolah dasar

Project Sunlight telah berhasil mengumpulkan 8 juta dukungan yang didapatkan dari partisipasi masyarakat. Program ini menyoroti gagasan tentang masa depan dari pemimpin muda yang memiliki mimpi untuk menghadapi tantangan dengan menciptakan perubahan positif pada isu-isu lokal.

Jakarta, 3 Februari 2015 – Project Sunlight yang diluncurkan pada November 2014 dengan berfokus pada Masa Depan Sehat telah berhasil mengumpulkan 8 juta dukungan yang didapatkan dari partisipasi masyarakat melalui berbagai cara mudah. Program ini menyoroti gagasan tentang masa depan dari pemimpin muda yang memiliki mimpi untuk menghadapi tantangan dengan menciptakan perubahan positif pada isu-isu lokal. Khusus di Indonesia, sanitasi menjadi isu lokal yang menjadi perhatian Unilever tahun ini.

Maria Dewantini Dwianto, Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia Tbk. mengatakan, "Sanitasi merupakan permasalahan penting yang kerap memupuskan mimpi anak akan masa depan yang lebih cerah. Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat Indonesia yang ingin bersama-sama mewujudkan masa depan sehat bagi anak-anak Indonesia melalui Project Sunlight. Dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan sejak diluncurkan, Project Sunlight telah mengumpulkan sebanyak 8 juta dukungan. Masyarakat berpartisipasi melalui berbagai cara mudah seperti dengan menonton tayangan inspirasional gagasan pemimpin muda, menulis ide, bergabung menjadi relawan dalam #brightfuture volunteer day serta kerjasama Unilever dengan Lotte Mart.”

Project Sunlight merupakan perwujudan dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang bertujuan mengajak jutaan orang di seluruh dunia untuk mewujudkan hari esok yang lebih cerah bagi anak-anak dan generasi mendatang, dengan menerapkan cara hidup yang lebih lestari (sustainable), dengan menginspirasi masyarakat melakukan tindakan nyata. “Sebagai bentuk nyata dalam menciptakan masa depan sehat untuk generasi mendatang, dukungan dari masyarakat tersebut akan kami aktualisasikan dalam bentuk penyediaan edukasi dan pembangunan fasilitas sanitasi yang akan menjangkau 21 sekolah dan 4,600 anak-anak di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerjasama dengan Save The Children” tambah Maria yang akrab dipanggil Mia.

Save the Children adalah lembaga independen terkemuka di dunia untuk anak-anak yang bekerja di lebih dari 120 negara. Save the Children yang saat ini bekerja di 11 provinsi di Indonesia memiliki komitmen jangka panjang untuk bekerja di Sumba demi meningkatkan akses anak-anak terhadap kualitas perawatan anak usia dini, dan pendidikan dasar yang berkualitas. Ricardo Caivano, Country Director Save the Children menjelaskan, “Seperti Unilever, Save The Children percaya sanitasi merupakan modal dasar anak Indonesia untuk terus sehat. Bekerja di Indonesia sejak 1976, kami berkomitmen dalam membantu anak-anak untuk memiliki akses ke sanitasi yang lebih baik sehingga mereka bisa menggapai cita-citanya di masa depan.”

Menurut data Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia (MDG), target pemenuhan akses sanitasi layak pada 2015 harus mencapai 62,41%. Di Indonesia, baru 56,24% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, di mana Provinsi NTT menempati posisi terendah dengan presentase 30,5% . Provinsi NTT juga termasuk dalam lima provinsi dengan proporsi pembuangan akhir tinja tidak ke tangki septik tertinggi sebesar 65,3% . Fakta tersebut melatarbelakangi pemahaman Unilever dan Save The Children bahwa kondisi sanitasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama di Provinsi NTT.

Ricardo melanjutkan, “Baru 66% sekolah dasar yang memiliki akses ke air bersih dan hanya 51% sekolah yang memiliki fasilitas jamban sekolah di Kabupaten Sumba Barat. Sementara itu, hanya 18,3% anak-anak yang mengerti bagaimana mencegah diare dan hanya 24,1% anak-anak yang mencuci tangan mereka dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air besar .”

Sejak Januari, Unilever dan Save The Children dengan dukungan dari pemerintahan daerah, telah memulai beberapa kegiatan, diantaranya adalah meningkatkan akses fasilitas air bersih dan sanitasi, memberikan edukasi dan melatih guru, kepala sekolah dan siswa sekolah, mendistribusikan materi edukasi kesehatan dan kebersihan dan program pendukung lainnya.

Nugie dan Mona Ratuliu, publik figur yang dikenal memiliki kepedulian terhadap sanitasi merasa senang bisa menjadi bagian dari kegiatan Project Sunlight yang berhasil menginspirasi masyarakat Indonesia untuk melakukan tindakan nyata demi mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi anak Indonesia. Dira Noveriani selaku Duta Project Sunlight yang memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap kondisi sanitasi di Indonesia turut menyampaikan rasa bahagianya atas dukungan yang luar biasa dari masyarakat untuk Project Sunlight. Dengan demikian, Dira berharap masyarakat berhenti bersikap apatis terhadap sanitasi dan terus bekerja sama untuk mewujudkan masa depan sehat, sesuai dengan gagasan yang ia ketengahkan.

“Kami mengucapkan terimakasih atas peran aktif masyarakat dan juga dukungan dari berbagai pihak yang mendukung kegiatan Project Sunlight, kami berharap kegiatan ini bisa terus menginspirasi masyarakat dan kedepannya dapat membantu mewujudkan masa depan sehat bagi anak-anak Indonesia. Kami percaya bahwa sanitasi dan kesehatan adalah hak setiap anak Indonesia dan kita semua memiliki peran untuk membantu mewujudkan masa depan sehat bagi mereka," tutup Maria.

Indonesia

Graha Unilever
Jl. Jend. Gatot Subroto kav.15
Jakarta – 12930

www.unilever.co.id

+6221-5299 5299

Back to top