• Home
  • Berita dan Media
  • Siaran Pers
  • Lifebuoy, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) terus mengkampanyekan edukasi “Sehat Ada Di Tangan Kita”

Lifebuoy, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) terus mengkampanyekan edukasi “Sehat Ada Di Tangan Kita”

Data WHO menyebut secara global 10 persen pasien rawat inap terjalari HAI

Jakarta, 4 Juni 2015 – Brand sabun kesehatan Lifebuoy, dari PT Unilever Indonesia Tbk., hari ini secara resmi mengumumkan perpanjangan kemitraan bersama Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan menggandeng Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk membantu mengurangi angka infeksi terkait pelayanan kesehatan -yang-berlangsung-di-rumah-sakit (Hospital Acquired Infection (HAI)). Upaya ini diiringi dengan rangkaian edukasi peningkatan kesadaran tentang HAI dan tindakan pencegahan praktisnya melalui kampanye Program “Sehat Ada di Tangan Kita” yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan peluncuran “Buku Panduan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan Khusus Kebersihan Tangan”. Seremoni peresmian dilangsungkan dalam kegiatan simposium “Hand Hygiene Practice in Hospital, Reducing Hospital Acquired Infection (HAI)” di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta.

“Melalui kemitraaan bersama PERSI dan KARS serta kampanye ‘Sehat Ada di Tangan Kita’, Lifebuoy memperkuat kredibilitasnya sebagai produk yang digunakan dan direkomendasikan para dokter untuk membantu mengurangi angka infeksi-terkait pelayanan kesehatan (HAI). Harapan kami, inisiasi ini bisa memberi kontribusi positif sehingga seluruh elemen di rumah sakit, baik petugas, pasien maupun pengunjung mampu mengembalikan sikap mental yang benar dalam memperkecil penyebaran HAI. Salah satunya membiasakan diri dan meneruskan informasi mengenai pentingnya tindakan pencegahan sederhana berupa cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir,” papar dr. Grace Cielia, MKK, Social and Professional Marketing PT Unilever Tbk

Infeksi terkait pelayanan kesehatan - yang tersebar melalui kuman, telah menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian. Berdasarkan data WHO, secara global 10 persen pasien rawat inap menderita infeksi ini - di Indonesia sebesar 9,8 persen, dan bahkan menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Di rumah sakit, infeksi terkait pelayanan kesehatan dapat menular dengan mudah melalui interaksi langsung maupun tidak langsung (kontak fisik, udara) antara petugas medis kepada pasien, pasien satu kepada pasien lain, maupun pasien kepada pengunjung. “Meski mengkuatirkan, infeksi-yang-berlangsung-di-rumah-sakit dapat dicegah secara sederhana, yakni membiasakan mencuci tangan dengan benar di 5 saat penting. Penelitian terkini dalam Journal of Environmental Research and Public Health, menunjukkan cuci tangan pakai sabun atau CTPS mampu menghilangkan 92 persen organisme (penyebab penyakit infeksi) di tangan. Adanya kolaborasi PERSI dan KARS bersama Lifebouy mengkampanyekan ‘Sehat Ada di Tangan Kita”, tentunya bisa memberi gaung lebih besar sehingga kesadaran masyarakat terhadap infeksi terkait pelayanan kesehatan semakin tinggi dan risiko terjangkit pun bisa dihindari,” ujar Dr.dr. Sutoto, Mkes, Head of PERSI.

Untuk memudahkan dan memperluas jangkauan sebaran edukasi, PERSI–KARS didukung oleh Lifebuoy meluncurkan buku “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan Khusus Kebersihan Tangan” yang akan didistribusikan ke sejumlah besar instansi rumah sakit di Indonesia. Buku ini diharapkan bisa menjadi pedoman pembelajaran bagi praktisi medis tentang pentingnya kebersihan tangan di lima (5) saat penting: 1) sebelum menyentuh pasien; 2) sebelum melakukan tindakan bersih/aseptik; 3) setelah terkena cairan tubuh pasien; 4) setelah menyentuh pasien; dan 5) setelah menyentuh benda-benda di sekeliling pasien. Tak hanya itu, penanggulangan infeksi terkait pelayanan kesehatan juga harus didukung kondisi eksternal yang higienis. Rumah sakit harus menjaga kebersihan lingkungannya agar terbebas dari debu dan kotoran. Perlu diingat bahwa sekitar 90 persen dari kotoran kasat mata mengandung kuman – yang kemudian berpotensi memicu HAI.

Ragam edukasi yang diprakarsai Lifebuoy mempertegas komitmen brand ini untuk terus menciptakan lingkungan Indonesia yang bersih dan sehat, baik berlingkup kecil seperti keluarga maupun berskala lebih besar yaitu masyarakat luas. Keberlanjutan inisiasi yang telah dijalankan selama bertahun-tahun memperlihatkan pula wujud kepedulian perusahaan yang konsisten dan berjangka panjang. Dari sisi solusi, sebagai merek terpercaya dan telah digunakan secara turun temurun, Lifebuoy selalu selangkah lebih maju untuk melindungi kesehatan konsumen/pengguna Indonesia melalui jajaran produk-produk yang berkualitas.

“Selain apa yang kami hadirkan hari ini, kami telah menyusun rencana dan akan menyebarkan Program ‘Sehat Ada di Tangan Kita’ di lima kota besar di Jawa, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang agar tujuan kampanye ‘Sehat Ada di Tangan Kita’ tercapai dan semakin meluas. Kami menyadari adanya keterbatasan infrastruktur bagi berbagai pihak untuk bisa menjalankan kebiasaan CTPS dengan baik. Karenanya kami sangat terbuka untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti kali ini bersama PERSI dan KARS, sehingga ke depan angka kejangkitan infeksi-yang-berlangsung-di-rumah-sakit atau HAI ini dapat berkurang secara signifikan dan segera,” tutup dr. Grace.

Indonesia

Graha Unilever
Jl. Jend. Gatot Subroto kav.15
Jakarta – 12930

www.unilever.co.id

+6221-5299 5299

Back to top