Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2014 Resmi Dimulai

Lima ratus anak di Padang, termasuk yang berkebutuhan khusus mendapatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi gratis

Padang, 12 September 2014 – Pepsodent kembali berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN). Kegiatan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis yang dilakukan secara konsisten sejak tahun 2010 ini resmi dibuka hari inI di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas (RSGM) Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Baiturrahmah, Padang. Pelaksanaan BKGN di Padang akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 12 – 14 September 2014 dengan melibatkan sekitar 300 tenaga kesehatan gigi untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan gigi bagi sekitar 2.000 orang di wilayah Padang.

Penyakit gigi dan mulut termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia (Depkes:2008). Temuan tersebut diperkuat dengan hasil Riset Dasar Kesehatan yang menyatakan bahwa sekitar 25,9% penduduk Indonesia mengalami permasalahan gigi dan mulut namun baru 31,1% yang menerima pelayanan kesehatan gigi dan mulut. “Berangkat dari fakta yang ada, Pepsodent sebagai brand yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui kesehatan gigi dan mulut perlu mengambil bagian dalam edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat Indonesia. Salah satu komitmen Pepsodent diwujudkan melalui kegiatan BKGN, kami berharap dapat memberikan eduksi tentang pentingnya merawat kesehatan gigi dan memberikan pelayanan tidak hanya di kota besar, melainkan juga di daerah pelosok Indonesia. Sehingga dapat membantu pemerataan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat Indonesia.” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc - Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk.

Tenaga kesehatan gigi merupakan ujung tombak dalam memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat Indonesia. Hingga saat ini Indonesia sudah memiliki sekitar 25.000 dokter gigi dengan 66% terpusat di pulau Jawa dan sisanya menyebar di Indonesia. “Walaupun saat ini Indonesia sudah memiliki sekitar 25.000 dokter gigi, dalam arti secara absolut sudah mencukupi, namun ternyata sebaran dokter gigi tidak merata serta tidak proporsional dengan jumlah penduduk mengakibatkan jumlah dokter gigi di beberapa provinsi masih belum cukup. Terdapat sekitar 23 Provinsi di Indonesia yang masih kekurangan dokter gigi. Sedangkan baru 60% total puskesmas atau 7.158 puskesmas di Indonesia yang memiliki dokter gigi (Kemenkes, 2013), ” ungkap drg. Endang Jeniati, MARS., Ketua Biro Umum Perkumpulan Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia

Dalam rangka membantu pemerataan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut, BKGN yang telah memasuk tahun kelima penyelenggaraan terus memperluas jangkauan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat Indonesia. Total 18 Fakultas Kedokteran Gigi dan 20 PDGI Cabang di seluruh Indonesia akan berpartisipasi untuk mensukseskan BKGN. Sekitar 4.000 tenaga kesehatan gigi akan turun tangan dalam kegiatan tahunan yang berlangsung mulai dari 12 September hingga 19 November 2014.

Sumatera Barat sendiri telah memiliki 562 dokter gigi (KKI:2012), “Jika melihat jumlah penduduk Sumatera Barat yang berjumlah sekitar 4,8 juta jiwa, dapat dikatakan satu dokter gigi bertanggungjawab untuk melayani 8.500 pasien, perbandingan tersebut sudah memenuhi standar yang direkomendasikan oleh Indikator Indonesia Sehat, 2010 dimana satu dokter gigi diharapkan dapat melayani 10.000 pasien. Namun, masyarakat yang rutin kontrol ke dokter gigi 7,8%. Melalui BKGN kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Sumatera Barat, kota Padang khususnya untuk datang ke dokter gigi secara terartur. Agar BKGN dapat dirasakan manfaatnya bagi banyak masyarakat Indonesia, kami juga mengundang sejumlah siswa sekolah dasar berkebutuhan khusus saat pelaksaan BKGN di Universitas Baiturrahmah,” ujar drg. Utmi Arma, MDSc., Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah.

Selain memberikan pelayanan kesehatan gigi gratis bagi masyarakat , BKGN juga melakukan edukasi kesehatan gigi dan mulut serta pelayanan gratis untuk anak-anak. BKGN tahun ini akan memfokuskan edukasi serta pelayanan gigi dan mulut kepada anak-anak. Pendekatan yang digunakan tentu akan berbeda ketika kita mengedukasi anak-anak. Agar anak mudah paham dan tidak takut, proses edukasi perlu dibuat menyenangkan dan nyaman. Jika anak telah mendapatkan pengalaman menyenangkan anak diharapkan berani ke dokter gigi dan justru akan mengajak teman-teman dan orangtuanya merawat kesehatan gigi dan mulut, termasuk mengunjungi dokter gigi secara rutin dua kali setahun. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan momen BKGN setiap tahunnya.

Selama lebih dari 80 tahun berada di tengah masyarakat Indonesia, Unilever melalui Pepsodent telah bekerjasama dengan para stakeholder baik insitusi profesional seperti PDGI dan AFKDOKGI maupun institusi pemerintah seperti Kementrian Kesehatan untuk memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lebih dari 9 juta orang di Indonesia. Upaya konsisten ini merupakan implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) dimana Pepsodent mengambil peran untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar masyarakat dunia di tahun 2020.

“Pepsodent percaya bahwa kebiasaan sehat dapat dibentuk sejak dini dan anak dapat membawa perubahan baik bagi lingkungannya, termasuk perubahan dalam perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut. Oleh karenanya, tahun ini, kampanye edukasi kesehatan serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan oleh Pepsodent difokuskan kepada anak-anak mulai dari kegiatan ‘Gelar Dengar Pendapat’, pembentukan dokter gigi kecil di school program, kegiatan edukasi serta sikat gigi massal untuk perayaan Hari Kesehatan Gigi Dunia, ‘Misi Pahlawan Cilik’ dan termasuk Bulan Kesehatan Gigi Nasional yang konsisten dilakukan setiap tahun. Lebih lanjut, Pepsodent berharap anak dapat berperan sebagai “agent of change” untuk membangun kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, mulai dari menyikat gigi dua kali sehari dan rutin memeriksakan giginya dua kali dalam setahun,” tutup drg. Mirah.

Indonesia

Graha Unilever
Jl. Jend. Gatot Subroto kav.15
Jakarta – 12930

www.unilever.co.id

+6221-5299 5299

Back to top