Sesuai data global WHO (2000) menunjukkan 60-90% anak-anak sekolah di negara industri memiliki gigi berlubang

Karies atau gigi berlubang adalah permasalahan yang sering dijumpai di rongga mulut. Sesuai data global WHO (2000) menunjukkan 60-90% anak-anak sekolah di negara industri memiliki gigi berlubang.

Batu, 30 Mei 2013 – Karies atau gigi berlubang adalah permasalahan yang sering dijumpai di rongga mulut. Sesuai data global WHO (2000) menunjukkan 60-90% anak-anak sekolah di negara industri memiliki gigi berlubang. Sementara di Indonesia, prevalensi pengalaman karies aktif sebesar 72,1% berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007. Walaupun prevalensinya tinggi namun karies masih sering dianggap sepele oleh masyarakat. Salah satu penyebab utama karies adalah karena adanya penumpukan plak di permukaan gigi. Plak merupakan kumpulan dari bakteri, asam, dan saliva (air liur) yang melekat erat di rongga mulut. Plak makin sering terbentuk bila makanan yang kita konsumsi mengandung karbohidrat atau yang mengandung gula.

Dalam kunjungannya ke SDN Ngaglik 01, Batu, Drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc, sebagai Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk., mengatakan, “Secara umum penyakit di rongga mulut disebabkan oleh timbunan plak. Bakteri di dalam plak akan mengubah karbohidrat dan gula menjadi asam yang akan melarutkan email gigi, yang bila terjadi terus menerus akan menyebabkan gigi berlubang. Plak tidak bisa hilang dengan hanya berkumur, harus dengan menyikat gigi. Karena itulah menyikat gigi pagi setelah makan dan malam sebelum tidur menjadi hal yang paling utama untuk menghindari penumpukan plak pada gigi.”

Pepsodent, terus melakukan beragam tindakan preventif dan promotif guna mengedukasi masyarakat mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut agar kejadian gigi berlubang dapat diturunkan. Salah satu bentuk komitmen tersebut dibuktikan melalui kegiatan School Program di Jawa Timur yang kali ini dimulai di SDN Ngaglik 01 kota Batu, salah satu sekolah yang pernah berpartisipasi di kegiatan school program dimana dokter kecil dari SDN Ngaglik 01 pernah mendapatkan penghargaan sebagai dokcil terbaik se-kota Batu.

Kegiatan School Program merupakan sarana dan edukasi bagi anak-anak untuk menjaga kesehatan giginya, dimaksudkan agar sejak dini anak-anak mengerti cara menyikat gigi yang benar di waktu yang tepat, proses gigi berlubang, makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan gigi, dan tidak takut berkunjung ke dokter gigi. School Program sudah berjalan sejak tahun 1995 dan telah menjangkau lebih dari delapan juta anak yang tersebar di ratusan kota di Indonesia, dengan target utama dimulai dari PAUD, TK dan SD serta pelatihan guru dan orang tua sebagai kader kesehatan gigi. Pepsodent mengemas kegiatan School Program dengan cara mengajarkan, menunjukkan dan melakukan dengan cara yang menyenangkan (tell, show and do).

Ketua PDGI, drg. Zaura Rini Aggraeni, MDS menjelaskan,”PDGI sangat mendukung School Program yang diprakarsai oleh Pepsodent, karena kegiatan ini sarat dengan edukasi dan bermanfaat bagi anak-anak, sehingga mereka mengerti cara menjaga kesehatan mulut dan giginya. Anak-anak harus diberikan edukasi secara konsisten dan butuh komitmen juga dari guru dan para orang tuanya, oleh karena itu menjadi tugas kita bersama untuk menyehatkan yang sakit dan terutamanya menjaga yang sehat untuk tetap sehat.”

Untuk wilayah Jawa Timur, selain dengan PDGI cabang Pepsodent bekerjasama dengan LSM Spektra sebagai tim pelaksana. Di kota Batu kegiatan School Program yang telah diadakan sejak tahun 2008-2009 menjangkau 80 SD dengan jumlah siswa yang teredukasi + 10.000 orang. Dimana penekanan edukasi School Pogram di Batu juga pada pembentukan dokter kecil yaitu siswa/i kelas 3,4,5 SD. Selain anak-anak yang menjadi target utama, School Program melakukan pembinaan kepada para kader kesehatan yang terdiri dari para guru dan orang tua. Melalui program Training for Trainer/ToT yang dilakukan hingga tahun ini telah menghasilkan 900 kader.

Pesan utama dalam School Program Pepsodent tahun ini adalah kampanye ‘Sikat gigi Sebelum Tidur’ (SST). Hal ini dilakukan mengingat kebiasaan menyikat gigi malam hari memiliki dampak lebih besar jika dilakukan dengan rutin dapat mengurangi kejadian gigi berlubang pada anak hingga 50%.

Bintang iklan Pepsodent dan Duta Konsumen Cerdas, Tasya Kamilla juga terpanggil untuk mengajak masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini dan cerdas dalam memilih produk yang akan digunakan. “Saya sangat antusias sekali dapat terlibat pada School Program dan kampanye Sikat gigi Sebelum Tidur Pepsodent. Kegiatan positif ini merupakan langkah awal anak-anak Indonesia untuk membiasakan menyikat giginya malam hari sebelum tidur serta mengajak keluarga Indonesia merawat kesehatan giginya sejak dini,” tukas Tasya.

“Setiap tahunnya, School Program memberikan apresiasi kepada kader berprestasi, dokter kecil dan juga sekolah binaannya untuk meningkatkan semangat mereka. Kami berharap kader kesehatan dan dokter kecil berperan sebagai agen-agen perubahan yang akan terus menerus menyebarkan edukasi menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga pada akhirnya kualitas kesehatan gigi masyarakat akan semakin meningkat,” tutup drg. Mirah.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top