Sebanyak 79% orang tua dan 85% anak di Indonesia tidak menyikat gigi

Pepsodent, brand pasta gigi terkemuka keluaran Unilever, hari ini melansir dua (2) hasil survei yang menyoroti mengenai kebiasaan menyikat gigi di malam hari utamanya ibu dan anak.

Jakarta, 6 Mei 2013 – Pepsodent, brand pasta gigi terkemuka keluaran Unilever, hari ini melansir dua (2) hasil survei yang menyoroti mengenai kebiasaan menyikat gigi di malam hari utamanya ibu dan anak. Hasil survei pertama secara spesifik melibatkan 165 keluarga di Jakarta selama 3 minggu untuk mengukur kapan/waktu, frekuensi dan lamanya masyarakat menyikat gigi. Hasil survei memperlihatkan data mengejutkan bahwa sekitar 46% responden menyikat giginya hanya sekali sehari dengan frekuensi terbanyak dilakukan di pagi hari saat mandi. Didapatkan pula bahwa frekuensi rata-rata ibu menyikat gigi 1,5 kali sehari dan anak hanya 1,3 kali dengan waktu rata-rata menyikat gigi kurang dari 2 menit.

Survei kedua adalah dengan metode online yang dilakukan Unilever secara global di 4 negara yaitu: Perancis, India, Italia dan Indonesia, untuk mengetahui kebiasaan menyikat gigi dan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara umum. Survei ini melibatkan 1.634 responden, yang terdiri dari anak (usia 8-12 tahun) dan orang tua. Tidak kalah mengejutkannya, secara global didapatkan bahwa 71% orang tua dan 74% anak tidak menyikat gigi di malam hari. Di Indonesia angka ini lebih tinggi, yaitu 79% orang tua dan 85% anak tidak menyikat gigi di malam hari sebelum tidur. Hal lain, frekuensi anak tidak menyikat gigi di malam hari lebih tinggi daripada orangtua. Orang tua di semua negara menyikat gigi lebih lama dibandingkan anak-anak. Di Italia, India dan Indonesia, sekitar 50% anak menyikat gigi selama satu menit atau kurang.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan (RISKESDAS) 2007, DKI Jakarta merupakan salah satu dari 3 propinsi yang mempunyai persentase tertinggi untuk menyikat gigi dua kali sehari sebanyak 98.5%. Sedang secara Nasional proporsi masyarakat yang menyikat gigi setiap hari dua kali sehari tetapi di waktu mandi pagi dan sore adalah 90,7%. Sedangkan yang melakukannya di saat yang tepat yaitu setelah sarapan pagi hanya sebesar 12.6% dan malam sebelum tidur hanya 28.7%.

Menanggapi hasil tersebut, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClindent., MDSc selaku Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk. mengatakan, ”Kami semakin terpacu untuk terus menggalakkan kebiasaan sikat gigi. Setelah bertahun-tahun melakukan kampanye 'Brushing Day and Night', Pepsodent kali ini ingin merangkul para orang tua untuk memberikan bekal kepada anak dengan menjadi role model yang baik, terutama dalam hal menyikat gigi, lewat kampanye yang difokuskan untuk menggalakkan kebiasaan baik menyikat gigi saat malam hari sebelum tidur (Sikat gigi Sebelum Tidur/SST)”.

Dari kacamata psikologi, orangtua terutama ibu adalah figur paling penting sebagai “role model” dalam mengajarkan suatu kebiasaan kepada anak, karena anak adalah peniru ulung. Anak usia 8-12 tahun akan mencari informasi dan bertanya kepada orang tua. Tahapan pemikiran anak dalam kisaran usia ini adalah konkrit operasional, yakni anak membutuhkan contoh nyata yang diamati dalam belajar suatu perilaku tertentu. Salah satunya dalam hal menyikat gigi dengan memberikan contoh berulang kali sehingga menjadi kebiasaan.

“Perubahan perilaku tidak hanya memerlukan elemen tunggal, namun perlu 5 elemen yaitu mudah dipahami/dimengerti, dibuat semudah mungkin, dibuat menyenangkan untuk anak, diberikan hadiah (rewarding), dan dijadikan kebiasaan sehari-hari. Untuk itu, ibu perlu berdisiplin dalam menyikat gigi malam hari sebelum tidur, agar anak meniru kebiasaan tersebut," tukas Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog anak.

Dukungan yang lebih luas untuk kampanye Pepsodent Sikat Gigi Malam Sebelum Tidur/SST kalo ini juga diberikan oleh Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI). Dengan penuh semangat drg. Syarif Hidayat, SpKGA(K) selaku Ketua IDGAI mengajak para ibu untuk memulai dan membiasakan diri serta mengajak anak mereka menyikat gigi di malam hari sebelum tidur. “Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin, dapat mengurangi masalah gigi berlubang pada anak hingga 50%, karena bakteri berkembang biak lebih cepat di malam hari," ujar drg. Syarif.

drg. Syarif juga menghimbau para ibu agar tidak lagi takut, malas atau enggan mengajak anak-anaknya pergi ke dokter gigi sedini mungkin. Dokter gigi sudah dibekali ilmu komunikasi verbal dan non-verbal untuk anak-anak dan klinik gigi pun kini didesain lebih ramah untuk anak-anak.

“Melalui kampanye ini kita patut menyadari bahwa orangtua adalah contoh terdekat bagi anak untuk memulai kebiasaan baik menyikat gigi dua kali sehari, terutama malam hari sebelum tidur,” tutup drg. Mirah.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top