PT Unilever Indonesia Tbk. Catat CAGR 14.6% dalam 10 tahun terakhir

Selama 10 tahun terakhir, PT Unilever Indonesia Tbk. telah mencatat CAGR (Compounded Annual Growth Rate) sebesar 14,6%.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Maurits Lalisang mengatakan, “Kami berhasil mencapai pertumbuhan top dan bottom line yang sangat baik di tahun 2012, dengan pertumbuhan volume mencapai dua digit di sebagian besar kategori berkat kuatnya inovasi dan pengembangan pasar. Kami berhasil meningkatkan pangsa pasar dan menjadi market leader di hampir semua kategori utama.”

Hasil yang baik ini, papar Maurits Lalisang, merupakan buah dari kerja keras di tengah iklim usaha yang sulit, dimana kenaikan harga-harga merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi. Tingginya kenaikan harga gula kelapa yang merupakan salah bahan baku utama di divisi Foods, tidak menentunya harga minyak mentah dan melemahnya Rupiah merupakan tiga hal utama yang harus dihadapi Perseroan selama 2012.

“Kesuksesan kami di tahun 2012 dan tahun-tahun sebelumnya adalah buah dari adanya business model yang dirancang untuk menciptakan pertumbuhan yang sustainable / berkelanjutan. Untuk kami, sustainability merupakan bagian tak terpisahkan dari cara kami berbisnis. Saat ini dunia mengalami masalah pemanasan global, kelangkaan air, tingginya harga bahan bakar, kurangnya sanitasi di banyak daerah serta semakin mahal dan tidak menentunya pasokan makanan. Sebagai perusahaan, kami ikut bertanggung jawab, sekaligus mendapat peluang, untuk membuat cara berbisnis kami menjadi bagian dari solusi bagi masalah-masalah tersebut. Misalnya, dengan menurunkan jumlah limbah produksi, kami telah menciptakan efisiensi dan menurunkan biaya, yang pada akhirnya akan meningkatkan marjin dan menurunkan resiko. Contoh lain, dengan menjadikan sustainability sebagai dasar pemikiran saat merancang produk, membeli bahan baku dan melakukan proses produksi, kami akan berpeluang untuk membuat inovasi yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan penghidupan para pemasok kami.”

Tiga elemen penting yang menjadi amunisi utama bagi berjalannya model ini, kata Maurits Lalisang, adalah brand, people dan operation.

“Dalam hal people, kami berinvestasi untuk membangun kapabiltas dan kepemimpinan para karyawan, serta menarik talenta-talenta terbaik dari pasar. Dalam hal brand, kami terus mengembangkan produk-produk superior yang akan dicari konsumen, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan yang menguntungkan bagi bisnis. Sementara itu, kekuatan dalam operation berarti mengembangkan kemampuan untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan membuat produk-produk inovatif untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda dari konsumen dengan daya beli yang berbeda-beda pula.”

Brand, people dan operation yang kuat telah memungkinkan Perseroan untuk meraih pertumbuhan volume yang menguntungkan. Dengan bertambahnya volume, berarti Perseroan dapat mengoptimalkan penggunaan infrastuktur serta membagi beban fixed cost ke lebih banyak produk, sehingga harga rata-rata per produk menjadi lebih rendah. Hal ini meningkatkan profitabilitas Perseroan sehingga pada akhirnya merekapun bisa berinvestasi lebih banyak lagi untuk brand, people dan operation. Demikian seterusnya. Siklus ini, kata Maurits Lalisang, disebut sebagai “virtuous circle of growth” atau “lingkaran pertumbuhan yang baik dan benar”.

“Inovasi dan pemasaran merupakan dua area penting dimana kami banyak berinvestasi. Adanya produk-produk baru yang lebih baik, lebih efektif dan tepat guna merupakan hasil dari investasi kami dalam bidang riset dan pengembangan. Inovasi didukung dengan pemasaran yang efektif adalah kunci untuk memperkuat ekuitas brand. Hasil akhirnya adalah pertumbuhan volume yang lebih kuat, yang akan menjamin terus berputarnya siklus pertumbuhan kami,” kata Maurits Lalisang. “Investasi dalam brand dan inovasi telah menghasilan peluncuran produk-produk baru di 2012, antara lain TRESemmé, rangkaian bumbu jadi Royco, Axe Anarchy untuk wanita dan pria, Molto Ultra Aroma Essence dan Magnum Gold.”

Kinerja Perseroan yang baik tercermin dari 161 penghargaan eksternal yang diterima Perseroan selama 2012. Baru-baru ini, untuk kedua kalinya berturut-turut, Perseroan telah memenangkan Capital Market Award 2013 sebagai Best Listed Company dengan kapitalisasi pasar di atas IDR 10 trilyun. Penghargaan ini dianugerahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang telah berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan dengan berbasis pada tata kelola perusahaan yang baik.

Mengenai tahun 2013, Maurits Lalisang berkata bahwa Perseroan telah memasuki tahun ini dengan momentum yang kuat. “Kinerja kami di kuartal pertama tahun ini menggembirakan. Penjualan tumbuh 14,7%, mencapai hampir IDR 7,6 trilyun walau kompetisi semakin ketat. Laba per saham mencapai IDR 188 dengan marjin bersih 18,9%. Kami juga tetap memiliki neraca dan arus kas yang sehat di kuartal pertama tahun ini. Untuk sisa perjalanan kami di 2013, kami bersikap optimis namun tetap waspada. Tantangan dan ketidakpastian akan terus ada, namun kami yakin bahwa dengan rangkaian inovasi serta strategi pengembangan pasar yang kuat kami akan tetap dapat merebut hati para konsumen.”

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top