Peringati Hari Buruh Sedunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kunjungi Pabrik Unilever di Rungkut

Pekerja PT. Unilever Indonesia, Tbk., Surabaya, mendapat kehormatan untuk berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jakarta, 1 Mei 2013 – Pekerja PT. Unilever Indonesia, Tbk., Surabaya, mendapat kehormatan untuk berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan pabrik Unilever di Rungkut, Surabaya hari ini (1/5). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2013. Dalam kunjungan ini, pimpinan Unilever Indonesia menekankan kembali pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dengan para pekerjanya guna memastikan pertumbuhan bisnis yang sustainable.

Presiden Direktur PT. Unilever Indonesia, Tbk., Maurits Lalisang mengatakan, ”Unilever ingin menumbuhkan bisnisnya dua kali lipat dan di waktu yang bersamaan mengurangi dampak lingkungan serta meningkatkan dampak positif yang ditimbulkan untuk masyarakat Indonesia. Sebagai aset utama perusahaan, para pekerja – yang adalah bagian dari masyarakat Indonesia - mendapat perhatian yang utama dari kami. Oleh karena itu, merupakan komitmen kami untuk selalu mempertahankan hubungan kerja yang kondusif dan nyaman dengan para pekerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.”

Komitmen Unilever Indonesia untuk mempertahankan hubungan industrial yang harmonis antara lain tercermin dari ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke XX pada bulan Januari 2013, yang disaksikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si.

”Unilever Indonesia merupakan salah satu perusahaan consumer goods dengan sejarah PKB paling panjang di Indonesia,” papar Maurits Lalisang. ”Hal ini merupakan salah satu cerminan bahwa Unilever Indonesia senantiasa melakukan bisnisnya secara bertanggungjawab dari hulu hingga hilir. Selama lebih dari 79 tahun berada di Indonesia, total telah 42 tahun Unilever Indonesia melakukan PKB diperusahaan, yang merupakan bukti bahwa masing-masing pemangku kepentingan, baik manajemen mapun pekerja, memiliki niat baik untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis demi mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak. Kami memiliki hampir 6500 karyawan permanen di Indonesia dan sebanyak hampir 1100 karyawan atau sekitar 15% diantaranya bekerja di pabrik kami di Rungkut.”

Perusahaan maupun Serikat Pekerja, papar Maurits Lalisang, selalu mencari cara untuk memotivasi karyawan agar dapat menjalankan pekerjaannya dengan hati yang tenang, aman dan nyaman.

”Hal tersebut antara lain diwujudkan dengan disepakatinya kenaikan gaji dan remunerasi yang wajar, memberi tunjangan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menyediakan berbagai fasilitas seperti pengadaan pusat kebugaran khusus karyawan, klub olah raga, nursery, penghargaan khusus kepada karyawan yang telah bekerja selama 15 dan 25 tahun, penghargaan kepada anak karyawan yang berprestasi, penerapan standar keamanan yang tinggi di lingkungan kerja, dan lain-lain. Semua ini ditujukan untuk memotivasi karyawan untuk bekerja dengan baik sekaligus membuat perusahaan tetap kompetitif dalam usahanya,” kata Maurits Lalisang.

Adanya hubungan yang harmonis antara perusahaan dan pekerja telah membuahkan hasil nyata bagi kesuksesan Unilever Indonesia dengan selalu mengalami pertumbuhan yang baik sekali dari tahun ke tahun, dengan rata-rata pertumbuhan dua digit selama 15 tahun berturut-turut. Sebagai ilustrasi, pada 2012, Unilever Indonesia sukses membukukan penjualan senilai Rp 27,3 triliun dengan nilai export sebesar Rp 1,2 triliun. Dalam tiga tahun terakhir Unilever Indonesia juga telah berinvestasi sebesar Rp 4,2 triliun di Indonesia, bukti lain mengenai komitmen Unilever Indonesia untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia, yang hanya akan tercapai dengan adanya sumber daya manusia yang bukan saja terampil di bidangnya namun juga memiliki motivasi tinggi untuk berkarya bagi kemajuan bersama.

”Kami sangat menghargai kunjungan Presiden Yudhoyono ke pabrik kami di Rungkut, karena dialog dengan Presiden merupakan kesempatan langka yang kami yakin akan dapat memotivasi karyawan untuk bersama-sama dengan perusahaan menciptakan suasana kerja yang semakin kondusif. Kondusivitas kerja akan mendorong produktivitas; dan produktivitas merupakan kunci utama pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dan pada akhirnya, dengan bertumbuhnya bisnis, perusahaan pun dapat menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan kerja yang lebih baik lagi bagi seluruh pekerjanya,” tutup Maurits Lalisang.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top