• Home
  • Berita dan Media
  • Siaran Pers
  • Pepsodent, sebagai pemimpin pasar produk pasta gigi di Indonesia, menyadari pentingnya pemahaman masyarakat akan permasalahan gigi sensitif

Pepsodent, sebagai pemimpin pasar produk pasta gigi di Indonesia, menyadari pentingnya pemahaman masyarakat akan permasalahan gigi sensitif

Jakarta, 5 Juni 2013 – Pepsodent, sebagai pemimpin pasar produk pasta gigi di Indonesia, menyadari pentingnya pemahaman masyarakat akan permasalahan gigi sensitif. Untuk itu pada hari ini, berkaitan dengan peluncuran dua (2) varian terbaru Pepsodent Sensitive Expert Enamel Care dan Pepsodent Sensitive Expert Fresh, Pepsodent menggelar sebuah acara temu media untuk memberikan edukasi lengkap mengenai penyebab gigi sensitif serta penanganan yang tepat sekaligus dengan solusi lengkap. Tidak sendirian, hadir pula dalam acara ini Drg. Zaura Rini Anggraini MDS., Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dan Drg. Diego Dimas M.M., praktisi dokter gigi dari InterDental Clinic, yang turut mendukung penyampaian informasi edukatif dan fakta khusus penderita gigi sensitif serta pentingnya menentukan pasta gigi sensitif yang tepat.

“Kami merasa perlu berbagi informasi ke media, dengan harapan masyarakat akan terinformasi dengan jelas bagaimana seharusnya bertindak. Ini berkaitan hasil penelitian yang menyatakan rendahnya jumlah masyarakat kita untuk merawat gigi sensitif, terhitung setengah dari penderita gigi sensitif di Indonesia tidak melakukan tindakan apapun,” demikian penjelasan Drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc., Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk.

Fakta dari sebuah laporan survei kolaborasi antara Pepsodent, Synovate dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran tahun 2010, menunjukkan bahwa 65% masyarakat Indonesia memiliki gigi sensitif dan setengahnya tidak melakukan tindakan apapun untuk menanggulangi masalah ini. Terlebih lagi, didapatkan hanya 6% telah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dan 19% yang sudah memeriksakan diri ke dokter gigi. Mayoritas atau 68% penderita gigi sensitif berusia 25 – 54 tahun atau berada dalam usia produktif .

Kurangnya pemahaman masyarakat soal gigi sensitif penting untuk diperhatikan, karena meskipun kerap diabaikan oleh penderitanya, permasalahan gigi sensitif dapat memengaruhi kualitas hidup karena penderita harus hidup dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Drg. Zaura Rini Anggraini, memberikan pendapatnya, “Kami di PDGI sangat mendukung langkah edukasi mengenai gigi sensitif kepada masyarakat. Rasa ngilu dan tidak nyaman tentu akan mengurangi kualitas hidup kita. Apalagi banyak dari usia produktif yang mengalaminya, bila didiamkan tentu ini bisa berdampak pada penurunan tingkat produktivitas kerja secara nasional. Karena bagaimanapun rasa ngilu dan tidak nyaman bisa memengaruhi produktivitas kerja.”

Masyarakat umum seringkali melakukan penanganan yang kurang tepat dalam menghadapi gigi sensitif. Wajar, karena tidak semua lapisan masyarakat memahami apa sebetulnya yang disebut dengan gigi sensitif. Gigi sensitif atau juga dikenal sebagai dentine hypersensitivity merupakan istilah umum untuk menunjukkan rasa nyeri yang timbul akibat terbukanya lapisan dentin di bawah email gigi. Dengan terbukanya dentin maka rangsangan dari makanan atau minuman akan menyebabkan rasa nyeri dan ngilu pada gigi, inilah yang disebut gigi sensitif.

Drg. Ratu Mirah Afifah menyampaikan bahwa dibutuhkan tiga aksi menangani permasalahan gigi sensitif agar tidak datang kembali. “Tiga aksi tersebut yaitu relieve, repair dan prevent yang semuanya terkandung lengkap di Pepsodent Sensitive Expert, berkat kandungan bahan aktif yang lengkap.” HAP mineral, Potassium Citrate, Sodium Monofluorophospate dan Zinc Citrate adalah bahan aktif yang menjadi acuan dokter gigi untuk penanganan gigi sensitif. Setiap bahan aktif memiliki peran penting dalam tiga aksi. “Sampai saat ini di Indonesia hanya Pepsodent Sensitive Expert yang memberikan tiga aksi; relieve, repair dan prevent,” tambah Drg. Mirah lagi.

Relieve: HAP mineral berperan penting dengan masuk ke dalam saluran dentin yang terbuka, HAP mineral merupakan mineral yang sama dengan bahan pembentuk gigi kita, yang berfungsi menutup bagian dentin yang terbuka sehingga rasa ngilu tidak akan mencapai syaraf gigi. HAP mineral ini dengan cepat dapat mengurangi rasa ngilu akibat gigi sensitif, dalam 30 detik (tercepat dibandingkan pasta gigi sejenis lainnya). Ditambah Potassium Citrate yang masuk ke dalam saluran dentin untuk membantu menghalangi rangsang dari luar masuk ke saraf gigi, dengan cara menutup saluran-saluran pulpa yang memiliki ruang syaraf. Repair: adalah aksi selanjutnya, dimana kombinasi dari HAP mineral sebagai sumber Calcium dan Sodium Monofluorophosphate sebagai sumber Flouride mampu membantu proses remineralisation untuk menguatkan lapisan email gigi. Prevent: kandungan Zinc Citrate memperkuat dan melindungi gusi serta bertugas untuk mencegah radang gusi (gingivitis) dengan cara menghambat metabolisme bakteri pada plak, sehingga mengurangi resiko munculnya gigi sensitif di kemudian hari.

Sebagai seorang praktisi kedokteran gigi yang melayani masyarakat umum, Drg. Diego Dimas menyadari betul bahwa masyarakat perlu lebih tahu tentang bagaimana mengatasi gigi sensitif. Drg. Diego berbagi pengalamannya, “Sekitar 7 dari 10 pasien datang ke klinik saya dengan keluhan dan setelah saya periksa ternyata mereka mengalami gigi sensitif. Cara sikat gigi yang keliru menjadi salah satu penyebab utamanya. Untuk itu saya sarankan penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif akan lebih ideal bila cara menyikat gigi benar, dan dilengkapi dengan penggunaan mouthwash. Penting untuk memastikan bahwa satu dengan yang lain saling mendukung.”

Drg. Ratu Mirah Afifah, Drg. Zaura Rini Anggraini dan Drg. Diego Dimas sepakat bahwa penyelesaian keluhan gigi sensitif yang penting bukan hanya bagaimana meredakan rasa ngilu sesaat, tetapi bagaimana mengatasi tuntas masalahnya dan mencegahnya datang kembali di kemudian hari.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top