Pepsodent Rayakan Hari Kesehatan Gigi Dunia 2013: “Healthy Teeth for Healthy Life”

Gigi dan gusi yang bermasalah dapat menimbulkan beberapa komplikasi kelainan sistemik seperti endokarditis, diabetes, abses pada kulit, dan kelahiran bayi prematur.

Jakarta, 18 Maret 2013 – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Dunia (World Oral Health Day) 2013, Unilever Global melalui brand Pepsodent ikut menjadi bagian inisiatif FDI World Dental Federation yang ditetapkan tanggal 20 Maret. Ragam kegiatan edukasi yang telah Pepsodent lakukan bekerjasama dengan pihak yang kredibel baik di dunia maupun di Indonesia, seperti: kampanye menyikat gigi dua kali sehari pagi dan malam sebelum tidur, program edukasi ke sekolah-sekolah, pelatihan kader kesehatan gigi, penelitian dan Bulan Kesehatan Gigi Nasional, adalah bukti komitmen nyata Pepsodent untuk terus meningkatkan kesadaran sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, guna terciptanya kualitas hidup yang lebih baik.

Professional Relationship Manager - Oral Care, PT Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc, mengatakan “Kesehatan gigi merupakan gabungan dari pengetahuan dan penerapannya untuk menjadi perilaku. Dengan terus melakukan edukasi terhadap masyarakat Indonesia, terutama pada guru dan orang tua yang berkewajiban membentuk perilaku hidup sehat sejak dini diharapkan kebiasaan baik yang terbentuk dapat dibawa sampai dewasa sehingga kondisi gigi yang sehat dapat dipertahankan sampai akhir hayat. Penyakit gigi dan gusi merupakan penyakit yang mudah dicegah dengan rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, pola makan sehat, serta menyikat gigi minimal dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur manfaatnya akan terasa tidak hanya untuk kesehatan gigi tetapi juga tubuh secara keseluruhan.”

Ini selaras dengan tema yang diusung Hari Kesehatan Gigi Dunia tahun ini,‘Healthy Teeth for Healthy Life’. Tema tersebut merefleksikan gigi dan mulut merupakan ‘pintu gerbang’ masuknya kuman dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Dikatakan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr. Tengku Bahdar Johan, SpPD, “Para dokter sekarang melakukan pendekatan yang lebih holistik untuk merawat pasien karena banyak studi membuktikan bahwa masalah gigi dan terutama gusi dapat menimbulkan beberapa komplikasi kelainan sistemik seperti selulitis, abses pada kulit, endokarditis, diabetes, serta kelahiran bayi prematur dan berat badan lahir rendah.

Menurut dr internis yang berpraktek di RS Premier Bintaro ini “60% pasien disana misalnya, mengalami kelainan sistemik urtikaria (biduran) akibat karies gigi yang tidak ditangani dengan baik. Adapun populasi yang rentan mengalami gigi dan gusi yang bermasalah adalah anak, manula, malnutrisi, dan yang sedang menjalani proses cuci darah, tambah dr. Bahdar.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Federal Dental International (FDI), 90% populasi penduduk dunia memiliki sejumlah risiko dari karies, penyakit periodontal (jaringan penyangga gigi) dan hingga kanker mulut. Sehingga FDI World Dental Federation menjadikan World Oral Health Day 2013 ini sebagai pedoman kerjasama dengan berbagai pihak guna mencegah timbulnya epidemik karies gigi, penyakit gusi, gigi tanggal luas dan juga mengajak masyarakat dunia untuk berperan serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Di Indonesia sendiri, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), sebagai satu-satunya organisasi profesi kumpulan para dokter gigi di Tanah Air, terus berkomitmen untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat dengan cara ikut berperan dalam memajukan ilmu kedokteran gigi dan meningkatkan profesionalisme anggota dalam menjalankan perannya sebagai dokter gigi sesuai standard keilmuan kedokteran gigi. .

Menyikapi masalah penyakit gigi dan gusi yang ada di masyarakat Indonesia, drg. Zaura Rini, MDS, selaku Ketua PB PDGI Pusat, mengatakan, “PDGI menjadikan momentum Hari Kesehatan Gigi Dunia kali ini untuk makin mendengungkan himbauan agar masyarakat tidak segan untuk pergi ke dokter gigi melakukan pencegahan lebih awal dan membiasakan pola hidup sehat sejak dini. Kami akan terus mendorong dan mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri untuk terus memelihara gigi yang sehat tetap sehat dengan cara menyikat gigi malam sebelum tidur dan pagi hari sesudah sarapan, dan melakukan kontrol pemeriksaan berkala setiap 6 bulan sekali untuk membantu menekan biaya pengobatan,juga menghindari masalah penyakit gigi dan mulut atau bahkan penyakit organ tubuh lainnya lebih luas.”

Ajak anak untuk pergi ke dokter gigi sejak giginya sudah mulai tumbuh dan jangan membiasakan pergi ke dokter gigi menunggu sakit dan adanya keluhan, guna menghindari kompleksitas perawatan dan waktu kunjung yang lebih panjang, ujar drg. Rini menambah himbauannya pada masyarakat.

Di Indonesia, Pepsodent memperingati Hari Kesehatan Gigi Dunia dengan menggelar Free Dental Check Up dalam bentuk kegiatan edutainment ‘Dunia Pepsodent, Dunia Senyum Sehat’ di dua kota yaitu Jakarta (Gandaria City tanggal 22-24 Maret 2013), dan Bandung (Trans Studio Mall tanggal 6-7 April 2013).

“Pepsodent memberi kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat untuk melakukan free dental check-up, dan tidak hanya itu selama acara berlangsung, untuk menambah wawasan masyarakat khususnya para orang tua akan digelar talkshow dengan mengundang dokter spesialis penyakit dalam, dokter gigi anak dan ortodontis, juga ada banyak games yang bersifat edukasi untuk anak-anak,” tutup drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc dengan senyum.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top