Jakarta Food Editor’s Club siapa bilang makanan yang lebih sehat itu tidak lezat?

Siapa Bilang Makanan yang Lebih Sehat itu Tidak Lezat?

Jakarta, 23 Januari 2013 – PT Unilever Indonesia, Tbk., kembali menyelenggarakan Jakarta Food Editor’s Club (JFEC) Gathering yang bertujuan untuk berbagi informasi seputar makanan, minuman, nutrisi dan gaya hidup. Di penyelenggaraannya yang ketujuh ini, JFEC mengupas tentang bagaimana membuat masakan yang lebih sehat namun tetap lezat, mengenyangkan dan menggugah selera dan bagaimana peran chef dalam hal tersebut. JFEC kali ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidang nutrisi, Emilia E. Achmadi MS(Clinical Dietitian, Food & Nutrition Expert), dan ahli di bidang masak ChefAldhi Adhena (Executive Chef Unilever Food Solutions).

Menurut Chef Aldhi Adhena, Executive Chef Unilever Food Solutions, seorang chef selain handal dalam memasak, juga memiliki tantangan untuk memberikan solusi dan edukasi kepada konsumen dan masyarakat bagaimana bisa menghadirkan masakan yang lebih sehat tetapi juga lebih lezat, mengenyangkan dan menggugah selera. “Sebagai Chef, kita juga melihat, memang trend dari masyarakat saat ini sangat menyukai makan diluar dan mereka kerap mencari makanan yang memang lebih sehat ketika mereka memilih untuk makan di luar”, Chef Aldhi menambahkan.

Pernyataan Chef Aldhi tersebut diatas didukung oleh hasil riset yang dilakukan oleh Unilever Food Solutions sejak tahun 2001 terhadap 5000 responden dari 10 negara (Inggris, Jerman, Polandia, Rusia, AS, Brazil, Afrika Selatan, Turki, Indonesia dan China). Hasil riset tersebut dikemas dalam World Menu Report: ‘Seductive Nutrition’ yang memaparkan bahwa konsumen Indonesia menginginkan dua hal ketika memilih makanan: pilihan menu yang lebih menyehatkan (80%), dan sebanyak 52% konsumen ingin tetap memanjakan diri pada saat makan di luar rumah. Namun menurut para responden makanan yang lebih menyehatkan biasanya lebih mahal (58%),kurang menggugah selera (47%), dan tidak mengenyangkan (45%). Adapun beberapa hal yang menjadi pertimbangan para responden dalam memilih hidangan yang lebih sehat yaitu: porsi yang cukup, lezat dan nikmat, nama makanan yang menarik dan mengundang selera, rendah kandungan lemak, proses memasak yang dipanggang dan lebih banyak sayuran.

Emilia E. Achmadi MS, seorang Clinical Dietitian, Food & Nutrition Expert mengungkapkan ”Melihat adanya trend masyarakat saat ini yang lebih suka makan di luar, penting bagi masyarakat untuk mulai mau belajar dan mengetahui kebutuhan asupan gizi mereka, karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda, tergantung dari jenis kelamin, usia, kapasitas aktifitas keseharian dan lain-lain. Makanan seimbang haruslah memiliki kandungan zat gizi yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin & mineral, serta serat. Untuk itu perlu mengubah pola pikir dan menyadari bahwasanya ‘nutrition is not what I do, it is what I am – kebiasaan makan bukan hanya suatu aktifitas yang saya lakukan, melainkan jati diri saya’”. Merupakan sebuah pola pikir yang menyatu pada kebiasaan hidup sehari-hari dan bukan hanya semata-mata sebuah “pekerjaan” yang dilakukan secara terpaksa.

Makanan yang mengandung gizi seimbang dan sehat tidak selalu harus mahal, tetapi makanan yang segar dan tersedia secara lokal sehingga kandungan gizinya optimal. Untuk memperoleh makanan yang sehat, masyarakat harus dapat dan mau memilih alternatif dan mengontrol nafsu makan dengan baik. Misalnya ketika ingin makan nasi goreng, beras putihnya bisa diganti dengan beras merah yang lebih kaya serat. Memilih cara memasak dengan dipanggang daripada digoreng, memperbanyak jumlah sayuran, agar keseimbangan asupan gizi tercapai.

Salah satu solusi untuk mendapatkan makanan yang lebih sehat, Chef Aldhi memberi contoh, ketika makan beef buger, roti burger biasa dapat diganti dengan menggunakan roti gandum utuh karena mengandung lebih banyak serat. Daging sapi yang digunakan pun daging yang tanpa lemak dan menambah lebih banyak sayuran di dalamnya. Kentang goreng diganti dengan potongan kentang yang dipanggang sendiri dalam oven selain lebih menarik pastinya lebih sehat dan rasanya tetap enak.

Acara Jakarta Food Editor’s Club kali ini diharapkan bisa memberikan inspirasi mengenai bagaimana menghadirkan masakan yang lebih sehat namun tetap lezat, mengenyangkan dan menggugah selera. Untuk itu, pada kesempatan ini Chef Aldhi memberikan tips dan mendemonstrasikan cara memasak hidangan lebih sehat, yakni kreasi Nasi goreng beras merah yang unik dengan potongan ayam bakar dan dilengkapi sayuran segar yang kaya akan serat dan Spaghetti Bolognaise menggunakan pasta gandum utuh dengan saus dari Blogona, daging rendah lemak dan potongan tomat segar.

Selain itu para food editors yang hadir juga di tantang untuk membuat Nasi goreng dari beras merah, melalui kompetisi memasak di Dapur Unilever.

“Semoga solusi ini bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih makanan lebih sehat,” tutup Chef Aldhi Adhena.

Indonesia

PT Unilever Indonesia

Graha Unilever

Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15

Jakarta 12930

+62 21 5299 6773 / 6818

info.uli@unilever.com

Back to top