Domestos inisiasikan gerakan 1000 toilet higienis di 18 kota di Indonesia

Gerakan 1000 Toilet Higienis di 18 kota di Indonesia.

Clothes hanging on washing line

Jakarta, 18 September 2012– Kondisi toilet sekolah yang higienis merupakan bagian yang sangat penting dalam menciptakan sebuah lingkungan yang sehat bagi anak-anak. Adalah penting bagi sekolah untuk menyediakan sarana yang bersih dan higienis termasuk toilet sekolah. Keprihatinan pihak terkait, yaitu murid, guru, dan orangtua, atas kondisi toilet sekolah yang kurang higienis, juga menjadi perhatian Domestos yang merupakan sebuah produk pembersih toilet dan porselen dari PT Unilever Indonesia, Tbk.

“Sejak dicanangkannya Gerakan 1000 Toilet Higienis Domestos pada bulan Oktober 2011 lalu, Domestos telah melakukan berbagai kegiatan aktif untuk mengedukasi berbagai pihak seperti masyarakat, para guru dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) akan pentingnya menjaga kehigienisan toilet. Sebagai bagian dari komitmen kami yang berkelanjutan, hari ini kami menginisiasikan gerakan 1000 Toilet Higienis di 370 sekolah dan menjangkau 1,900 toilet di 18 kota di Indonesia.” ungkap Johan Mantik, Asisten Brand Manager Domestos, PT. Unilever Indonesia, Tbk. “18 kota yang kami jangkau adalah Jakarta, Bekasi, Bandung, Bogor, Tasikmalaya, DI Yogyakarta, Surabaya, Malang, Mojokerto, Gresik, Nganjuk, Kediri, Tuban, Blitar, Pamekasan, Medan, Binjai, dan Makassar.

Gerakan pembersihan toilet massal ini mendapat dukungan dari Yayasan Unilever Indonesia, Asosiasi Toilet Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, serta Manajemen dan Pengurus Sekolah” Johan menambahkan. Dokter Handrawan Nadesul, pengasuh rubrik kesehatan, penulis buku, health motivator, juga penggagas program Dokter Kecil di sejumlah provinsi,mengungkapkan bahwa toilet hygiene masih merupakan problemdisekolah.“Dengan kemampuan berbagai jenis kuman untuk berkembang biak berjuta-juta kali dalam hitungan jam, toilet merupakan sumber kontaminasi berbahaya untuk sejumlah penyakit. Untuk itu, anak sekolah perlu terbentuk perilaku sehatnya agar memahami bagaimana toilet yang sehat, dan cara memeliharanya. “Germ conscious” bagian dari pendidikan kesehatan sekolah,” ungkap Dr. Nadesul.

Untuk lebih memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai pentingnya hidup sehat dan menjaga kehigienisan toilet bagi guru, siswa dan orangtua, Domestos juga melakukan seminar ‘Training for Trainers’, membuat booklet dan komik edukasi yang mudah dicerna. “Selain itu kami juga memberikan pengarahan atau tips untuk membersihkan toilet yang baik dan benar agar setelah toilet-toilet ini kami bersihkan, siapapun yang akan melakukan perawatan toilet-toilet tersebut dapat mempertahankan kebersihan dan higienitasnya. Untuk selanjutnya, kami berharap agar semua pihak dapat meneruskan gerakan ini dengan bersama-sama menjaga kebersihan dan kehigienisan toilet dimanapun mereka berada,” sambung Johan melengkapi penjelasannya.

“Partisipasi dan peran industri swasta dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kehigienisan toilet, khususnya toilet sekolah, perlu mendapat dukungan penuh,” kata Naning S. Adiwoso, pemrakarsa dan pimpinan Asosiasi Toilet Indonesia. “Membuat toilet yang bagus saja belum cukup, perlu dilihat kembali apakah sarana penunjang toilet juga memadai. Selain itu, perawatan dan pemeliharaannya merupakan kunci dari toilet bersih dan higienis.”

Domestos juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan mendukung gerakan 1000 Toilet Higienis ini melalui Facebook Fanpage Domestos (www.facebook.com/Gerakan-Toilet-Higienis). Domestos akan menyumbangkan Rp. 1,000 untuk setiap “like” yang diberikan oleh masyarakat. Banyaknya “like” yang diterima oleh Domestos, menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi mengenai pentingnya toilet yang bersih dan higienis. Penggalangan dana melalui Facebook Fanpage masih akan terus dilangsungkan hingga akhir tahun 2012. “Kami berharap gerakan ini bisa minspirasi banyak pihak untuk bisa lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kebersihan toilet, khususnya toilet sekolah.” tutup Johan.

Back to top