Bango kembali hadirkan festival jajanan bango 2013 bertajuk legenda kuliner nusantara

50 legenda kuliner dari berbagai pelosok Nusantara hadir untuk memuaskan selera para pecinta kuliner di Bandung.

Replace this image

Bandung, 9 Februari 2013 – Tahun ini, kecap Bango produksi PT. Unilever Indonesia Tbk. kembali memanjakan warga Bandung dengan kelezatan dan kemeriahan yang selalu identik dengan pelaksanaan Festival Jajanan Bango (FJB). Bertempat di Monumen Perjuangan, FJB menyapa warga Bandung yang memendam kerinduan terhadap sederetan hidangan tradisional otentik yang telah menjadi bagian dari warisan kuliner Nusantara. Kota ini adalah kota persinggahan pertama dari serangkaian pelaksanaan FJB yang tahun ini hadir di lima kota besar, yaitu Bandung (9 Februari), Surabaya (24 Februari), Malang (17 Maret), Semarang (31 Maret) dan Jakarta (13 April).

Dalam pembukaan FJB, Marieska Widhiana, selaku Senior Brand Manager Bango menuturkan, “FJB digelar sejak 2005 sebagai wujud konsistensi misi sosial Bango untuk terus mengajak masyarakat luas ikut melestarikan berbagai makanan tradisional Nusantara warisan leluhur. Tahun ini, bertepatan dengan perayaan ulangtahun Bango yang ke 85, kami memberikan kejutan istimewa bagi para penggemar kuliner dengan mengunjungi lima kota besar, didasarkan atas keinginan untuk mendekatkan diri dengan lebih banyak lagi penggemar kuliner Nusantara dan berbagi keceriaan dan kelezatan FJB yang sudah terkenal sebagai agenda tahunan yang selalu dinantikan.”

Tahun ini FJB mengusung tema ”Legenda Kuliner Nusantara” sebagai bentuk penghargaan kepada begitu banyak sosok legenda yang telah sepenuh hati melestarikan kuliner Nusantara melalui hidangan legendaris yang mereka persembahkan. Mereka memiliki komitmen dan kecintaan yang begitu tinggi terhadap kuliner Nusantara dan telah menjadi mitra setia sekaligus sumber inspirasi bagi Bango untuk terus mempertahankan misi sosialnya.

Bandung, kota dengan potensi kuliner yang besar

Bandung terpilih sebagai salah satu kota pelaksanaan karena kota ini memiliki potensi kuliner yang sangat besar dan banyak diantaranya sudah melegenda. Hal tersebut dibenarkan oleh tamu kehormatan, Dra. Hj. Lia Ambasari, M.Pd – Kepala Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan dan Nilai Tradisional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya menuturkan, “Wilayah Jawa Barat khususnya Bandung sangat terkenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang memiliki ciri khas tersendiri. Saat ini, sektor makanan dan jajanan kota kami telah menjadi satu kekuatan sekaligus daya tarik yang tidak tidak perlu diragukan lagi. Kami bangga bahwa Bandung kembali terpilih sebagai kota pelaksanaan FJB tahun ini. Kami berharap FJB akan memberikan kontribusi positif terhadap sektor pariwisata di Jawa Barat, khususnya wisata kuliner sehingga dapat menjadi daerah strategis bagi kunjungan wisata kuliner baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.”

Marieska menjelaskan, ”Selama 85 tahun Bango telah menjaga kualitas sepenuh hati, di FJB ini kami menghadirkan Kampung Bango yang sangat interaktif sehingga para pecinta kuliner bisa mendapatkan informasi mengenai berbagai keunggulan kecap Bango, baik dari segi penggunaan bahan-bahan alami berkualitas maupun dari segi proses pembuatan yang berstandar ketat. Kampung Bango ini kami persembahkan untuk memperlihatkan kepada para pecinta kuliner bagaimana Bango dengan sepenuh hati selalu berusaha mempersembahkan kecap dengan kualitas yang terbaik, sehingga mereka dapat terus setia terhadap Bango yang selama ini sudah menjadi bagian yang sangat dekat dalam keseharian mereka.”

Selain itu, sebagai bentuk lain dari komitmen menjaga kualitas sepenuh hati, pada upacara pembukaan dilakukan juga sebuah prosesi unik. Prosesi unik ini menunjukkan apresiasi Bango kepada 85 petani teladan mewakili 9000-an petani kedelai hitam Mallika yang selama ini dengan sepenuh hati telah menumbuhkan dan memelihara kualitas kedelai hitam Mallika, bahan utama pembuatan kecap Bango.

Para legenda kuliner

Mengenai pemilihan sosok legenda kuliner yang hadir di FJB tahun ini, Marieska menjelaskan bahwa Bango telah melakukan proses pencarian dan pertimbangan yang cukup panjang. Mereka adalah sosok-sosok terpilih yang tak kenal lelah dalam melestarikan kuliner Nusantara. Hari ini dihadirkan sederetan legenda kuliner dari berbagai wilayah Nusantara, termasuk tentunya dari wilayah Jawa Barat sebagai tuan rumah. Kelezatan dan ketenaran mereka adalah jiwa sekaligus daya tarik utama dari FJB.

Salah seorang legenda kuliner asal Jawa Barat yang memeriahkan acara ini adalah Mie Koclok Mas Edy. Salah satu kunci utama dari kelezatan hidangan yang sudah melegenda sejak tahun 1945 ini adalah penggunaan kecap yang berkualitas. ”Rasa tidak pernah bohong. Oleh karena itu saya tidak pernah mengutak-utik resep mie koclok yang telah turun-temurun digunakan keluarga saya, termasuk dengan selalu menggunakan kecap Bango,” ujar Mas Edy mantap ketika ditanyakan mengenai rahasia suksesnya. Tahun ini bukan kali pertama keikutsertaan Mie Koclok Mas Edy dalam FJB sebagai salah satu legenda kuliner. Hidangan ini sudah menjadi salah satu jajanan yang menjadi favorit pengunjung FJB, untuk itu Mas Edy menyatakan kebanggaan dan harapannya atas pelaksanaan FJB kali ini, ”Bangga sekali rasanya karena hidangan kami disandingkan dengan nama-nama legendaris dari berbagai wilayah Indonesia. Saya berharap pelaksanaan FJB semakin mendorong sesama pengusaha kuliner untuk selalu memajukan dan melestarikan hidangan-hidangan otentik khas Nusantara,”

Begitu pula dengan salah satu legenda kuliner asal Yogyakarta, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, yang juga turut dihadirkan di FJB. Hidangan Oseng-Oseng Mercon racikan Bu Narti menjadi unik karena rasanya yang pedas namun tetap legit karena menggunakan kecap Bango sebagai bahan dasar. Warung Oseng-Oseng Mercon Bu Narti sudah lebih dari sepuluh tahun dikenal dan digemari oleh masyarakat seantero Yogyakarta, dan menjadi salah satu hidangan yang wajib dicicipi saat bertandang kesana karena kelezatannya yang dahsyat. Karena kelegendarisan itulah tahun ini untuk pertamakalinya Oseng-Oseng Mercon Bu Narti dihadirkan sebagai bagian dari jajaran legenda kuliner yang dipersembahkan FJB di lima kota. Bu Narti menuturkan, ”Saya sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan FJB dengan harapan hidangan saya dapat semakin dikenal dan memuaskan selera lebih banyak lagi pecinta kuliner di luar Yogyakarta.”

Tak hanya menghadirkan 10 Legenda Kuliner Nusantara, seperti pelaksanaan FJB di tahun-tahun sebelumnya, ada pula demo resep masakan tradisional terpilih di Dapur Bango yang akan semakin menambah pengetahuan pengunjung mengenai resep dan cara jitu penyajian warisan kuliner Nusantara. Sedangkan untuk menambah kemeriahan FJB, terdapat berbagai fasilitas yang tentunya semakin membuat betah pengunjung, seperti Area Permainan Anak. Di tempat ini, para pengunjung dan anak mereka dapat bersantai mencoba aneka permainan di sela serunya berburu jajanan. Tentunya dihadirkan pula sederetan hiburan seru seperti pagelaran musik dan tari tradisional serta games interaktif yang siap menemani pengunjung sepanjang hari. Acara ditutup dengan penampilan atraktif dari The Dance Company. Grup band yang digawangi oleh Ariyo Wahab, Pongki Barata dan Nugie ini membawakan lagu-lagu hits mereka yang dengan apik dikombinasikan dengan lagu tradisional Jawa Barat, membuat suasana menjadi memuncak dengan meriah. ”Semoga sederetan legenda kuliner yang kami persembahkan dan juga rangkaian aktivitas yang kami sediakan dalam FJB tahun ini mendapat tempat tersendiri di hati warga Bandung dan mampu menginspirasi mereka untuk ikut melestarikan warisan kuliner Nusantara. Sampai jumpa bulan depan di kota berikutnya, Surabaya!” pungkas Marieska.

Back to top