Pilar Kesehatan, Kesejahteraan dan Nutrisi


SEBAGAI SEBUAH ENTITAS BISNIS YANG TERNAMA DAN BERTANGGUNG JAWAB yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia, Unilever Indonesia berkomitmen penuh untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan meningkatkan pengetahuan dalam masalah kesehatan dan kebersihan. Tujuannya adalah untuk diterapkan dalam usaha terintegrasi dari berbagai brand kami dan sokongan kolaboratif dari seluruh mitra dan pemangku kepentingan dari program-program kami di seluruh Indonesia.

Komitmen ini dimungkinkan tercipta melalui kampanye program terintegrasi kami “Indonesia Sehat” yang dijalankan sejak 2004. Melalui kampanye program Indonesia Sehat, Unilever Indonesia dengan dukungan Yayasan Unilever Indonesia dan seluruh program mitra menerapkan sebuah program edukasi; membangun kesadaran dan pengetahuan, meningkatkan kualitas praktek perilaku hidup bersih dan sehat yang dijalankan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui pengenalan enam pola hidup sehat dan teratur dalam sebuah kemitraan yang inklusif. Bersama Indonesia Sehat, Unilever Indonesia berharap dapat menginspirasi 100 juta masyarakat Indonesia untuk mengambil partisipasi aktif dalam memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Masyarakat Indonesia memiliki akses rendah untuk air minum yang aman. Perilaku hidup bersih dan sehat yang rendah, menjadi faktor utama dari kematian yang sebenarnya dapat dicegah. Di 2013, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia dari Kementerian Kesehatan (Riskesdas 2013), untuk kategori perilaku hidup bersih dan sehat, menyatakan bahwa hanya 32,3% orang Indonesia yang menjalankan praktek perilaku hidup bersih dan sehat dengan benar. Masih ada 20 provinsi lagi yang memiliki indikator masalah kebersihan dan kesehatan dibawah rata-rata angka nasional.

Melalui penerapan Indonesia Sehat, Unilever Indonesia berharap dapat berkontribusi terhadap upaya bersama yang dipimpin pemerintah dalam perbaikan status kebersihan dan kesehatan masyarakat Indonesia.

DI TAHUN 2015, Yayasan Unilever Indonesia terus melanjutkan perjalanannya menginspirasi setiap masyarakat Indonesia untuk memiliki kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik melalui dua program utama.

1. Program Sekolah Sehat

Program ini berfokus untuk menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar dan menengah melalui kegiatan pendidikan yang terpadu mengenai kesehatan, kebersihan dan gizi. Inti dari program ini adalah pembentukan para kader kesehatan, yang berperan penting dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada rekan sebayanya dengan cara memberikan teladan dan motivasi. Di tingkat SD, para kader kesehatan ini dikenal sebagai ‘dokter kecil’, sementara pada tingkat menengah, mereka disebut sebagai ‘duta muda.

Pesan utama dari program-program tersebut berkaitan erat dan didukung penuh oleh brand-brand kami, termasuk cucitangan dengan sabun setelah ke toilet dan sebelum makan (Lifebuoy); menyikat gigi pagi dan malam (Pepsodent); menggunakan toilet dengan benar di sekolah dan di rumah (Domestos); minum air yang aman (PureIt); dan sarapan bergizi sebelum pergi ke sekolah (Blue Band). Edukasi kesehatan dan kebersihan terpadu ini telah menjangkau sekitar 1,6 juta siswa sekolah dasar sejak 2015.

Di 2015, kami meneruskan kampanye ‘Youth’s Health’ Rexona di sekolah-sekolah menengah (Remaja Berani Hidup Sehat). Tema kampanye ini adalah untuk meningkatkan Kepercayaan diri dikalangan anak muda sehingga nyaman dengan penampilan dan kebersihan pribadi mereka, sekaligus memberi informasi sehingga mereka bisa membuat pilihan yang bertanggungjawab berkaitan dengan penggunaan narkoba dan seks sebelum menikah.

Selama tahun 2015, kami telah menjangkau tidak kurang dari 70.000 siswa sekolah menengah di 20 kota di Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Timur dan Bali dengan dukungan dari empat mitra lokal, HeartIndo, YCAB, Spektra dan Persada.

Seperti tahuntahun sebelumnya, kami mendapatkan dukungan dari para mitra lokal dan nasional untuk menyuarakan tema dan pesan melalui berbagai kegiatan dan aktivasi. Berikut ini adalah beberapacontoh dari kampanye kami selama tahun berjalan:

  • Minggu Sarapan Nasional (Februari): lebih dari 5.000 siswa sekolah dasar dan ibu mereka di wilayah Jakarta mendapatkan edukasi tentang pentingnya sarapan yang bergizi sebelum berangkat sekolah;
  • Hari Kesehatan Mulut dan Gigi Sedunia (Februari): sekitar 116.000 siswa sekolah dasar turut berpartisiasi dalam acara yang mengingatkan mereka tentang pentingnya menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. Kami melihat bahwa kebiasaan ini perlu diajarkan sejak usia dini, karena statistik menunjukkan bahwa hanya 2,3% dari orang Indonesia menyikat gigi mereka sebelum tidur (sumber: Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan, 2013);
  • Hari Cuci Tangan Sedunia (15 Oktober): sekitar 20.000 siswa sekolah dasar dan orang tua mereka terlibat dalam road show mulai pertengahan Oktober sampai pertengahan Nopember di 14 kota di 16 provinsi untuk memperkuat peran kebersihan sebagai pertahanan pertama terhadap penyakit menular;
  • Bulan Kesehatan Gigi Nasional (September- Nopember): Kami bekerjasama dengan klinik dan dokter gigi dari 14 fakultas kesehatan gigi di seluruh Indonesia untuk menyediakan pemeriksaan gigi bagi 50.000 pengunjung, termasuk siswa sekolah.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, Yayasan Unilever Indonesia (YUI) mendukung kegiatan ‘Life Saver,’ bekerjasama dengan divisi Corporate Communications. Life Saver mengajak para karyawan di seluruh lokasi bisnis Perseroan untuk memberikan sesi edukasi cuci tangan pakai sabun di sekolah dasar. Karyawan dapat berpartisipasi secara individu maupun dalam kelompok.

Karyawan didorong untuk menciptakan sesi yang menyenangkan dan interaktif; dan semua aktvitas didokumentasikan melalui foto dan video. Di akhir rangkaian program, kami mengadakan selebrasi untuk merayakan prestasi yang telah diraih. Melalui kegiatan ini, di 2015, sebanyak 51 kelompok dan 70 orang dari 11 divisi di 25 lokasi kerja dan kantor penjualan di seluruh Indonesia, berinteraksi dengan sekitar 2.600 anak-anak sekolah dasar.

2. Program Kesehatan Masyarakat

Perseroan telah menetapkan target untuk menginspirasi 100 juta orang Indonesia di perkotaan dan pedesaan di seluruh negeri untuk mengambil langkah-langkah guna meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Kami melaksanakan berbagai prakarsa berikut untuk mencapai target tersebut, yaitu: Program Ibu di Posyandu berfokus pada pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga untuk ibu yang memiliki anak di bawah usia 5 tahun. Program yang didukung oleh Lifebuoy ini memberikan perhatian khusus untuk para ibu yang baru pertama kali memiliki anak dengan tujuan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bayi yang baru lahir melalui praktek mencuci tangan yang benar dengan sabun. Dengan bekerja sama dengan aktivis dari PKK, yaitu gerakan kesejahteraan keluarga, program ini memberikan edukasi kebersihan dasar kepada lebih dari 4 juta ibu di 2015.

  • Di Jakarta, Perseroan mendukung pengembangan ruang publik ramah anak, yang dikenal sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Pembangunan fasilitas tersebut, yang juga memiliki fasilitas untuk pertemuan dan kegiatan masyarakat, diprakarsai oleh istri Gubernur Jakarta dan telah menarik dukungan dari sektor swasta dalam berbagai bentuk, mulai pemberian dana sampai soft skill. Dengan mitra lokal, Perseroan menyelenggarakan training of trainers bagi 100 orang ibu yang sebelumnya memang telah menjadi penggerak di dalam komunitas.
    Para ibu ini dibekali dengan kemampuan untuk mempromosikan kebiasaan hidup bersih dan sehat pada khalayak yang lebih luas lagi. Pelatihan ini meliputi praktek mencuci tangan dengan sabun yang tepat, menyikat gigi pagi dan malam, mengkonsumsi air minum yang aman, menggunakan toilet dengan benar, dan makan dengan menu yang seimbang.
  • Program Desa Sehat memberdayakan masyarakat pedesaan untuk meningkatkan kesehatan, kebersihan dan gizi yang baik. Di 2015, Unilever Indonesia bekerja sama dengan dua mitra lokal untuk membekali masyarakat di 12 desa di Jawa
    Tengah dan Jawa Timur dengan pengetahuan dan keterampilan untuk terlibat secara aktif dalam kesehatan masyarakat, kebersihan dan kebutuhan dan prioritas gizi. Untuk menciptakan dampak yang lebih luas lagi, program ini juga telah dikoordinasikan dengan pusat kesehatan masyarakat lokal, yaitu Posyandu.
  • Program Pasar Sehat Berdaya fokus menggerakkan para pemangku kepentingan di pasar tradisional untuk memperkuat keunggulan mereka dan mendorong pertumbuhan bisnis melalui perilaku sehat, perbaikan infrastruktur sanitasi dan menciptakan lingkungan yang aman dan sehat, dengan tetap melestarikan esensi dari pasar tradisional. Di 2015, bersama beberapa mitra lokal, Perseroan telah memfasilitasi lebih dari 7.000 pedagang di 10 pasar tradisional di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
    Di 2015, kami meningkatkan program ini melalui koordinasi dengan pihak pemerintah. YUI dan mitra lokalnya mengambil bagian dalam pelatihan intensif dengan menggunakan pendekatan partisipatif untuk melibatkan pedagang pasar secara lebih efektif dan mendorong terjadinya diskusi terbuka tentang isu-isu terkait kebersihan, sanitasi dan kesehatan lingkungan di pasar. Selain itu, YUI berkolaborasi dengan tim penjualan Perseroan untuk meningkatkan visibilitas brand kami di pasar tradisional melalui prakarsa Perfect Community.
    Inisiatif ini telah memberikan hasil yang nyata. Untuk menyebarluaskan ke khalayak yang lebih luas, YUI meluncurkan buku Program Pasar Sehat Berdaya di 2015 untuk berbagi praktek-praktek terbaik yang kami kembangkan selama lima tahun perjalanan memperkuat kehadiran pasar tradisional dan mengubahnya menjadi pusat perdagangan dalam komunitas mereka. Buku ini menguraikan tantangan dan menyoroti pentingnya menciptakan kondisi yang mendukung dan kemitraan di antara pemangku kepentingan pasar untuk menciptakan program yang sukses.
  • Care for Area Surrounding (CFAS) adalah sebuah program yang dikembangkan untuk memperkuat kesadaran karyawan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lokasi kerja Perseroan. Program ini memberi kesempatan pada setiap karyawan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan berbasis masyarakat seperti edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau melalui partisipasi aktif dari anggota masyarakat, pengembangan bank sampah, serta tantangan pada siswa SMK untuk menciptakan mesin pencacah plastik.

3.Bermitra Dengan Lembaga Internasional

Perseroan bekerja sama dengan beberapa mitra global di bawah ini pada program strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat:

  • UNICEF bekerja sama dengan Perseroan melalui YUI untuk memberikan dukungan knowledge management untuk sekretariat nasional Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Materi edukasi telah diproduksi dan disebarluaskan ke Kementerian dan mitra terkait untuk berbagi kisah sukses dan mempromosikan praktek-praktek sanitasi yang baik. Kedua belah pihak juga telah bekerja sama untuk mendukung implementasi program Pendekatan Masyarakat untuk Sanitasi Total/ Community Approaches to Total Sanitation (CATS) di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Kerjasama ini telah membuahkan sejumlah pencapaian, diantaranya:
    • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dari SBD (2015-2019) menempatkan target pada sanitasi (jumlah desa Open Defecation (ODF)). Pada 2019, 100% desa di SBD ditargetkan mencapai ODF.
    • Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) dari SBD (2015) telah mengalokasikan Rp150 juta untuk memperluas Community-Led Total Sanitation (CLTS) untuk memicu 24 desa di Kodi. Alokasi ini merupakan alokasi lokal pertama untuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kami telah sepenuhnya mengadopsi sistem pengawasan berbasis SMS. Semua Puskesmas menggunakan SMS untuk melaporkan kemajuan masyarakat ODF. Dari data ini dapat dilihat bahwa jumlah rumah tangga yang buang air besar sembarangan di kabupaten SBD mengalami penurunan sebesar 9,3% (dari 30.653 KK ke 27.793 KK)
  • World Food Programme (WFP) terus berkolaborasi dengan YUI pada program Makanan Sekolah. Program ini telah menjadi andalan dari kemitraan tahunan WFP dan Unilever Indonesia melalui kemitraan publik-swasta pada tataran global, Project Laser Beam. Melalui kemitraan ini, Perseroan telah meluncurkan kampanye perubahan perilaku di sekolah-sekolah binaan WFP, yang telah menjangkau sekitar 14.000 siswa sekolah dasar di 71 sekolah di kota dan kabupaten Kupang dan kabupaten Timor Tengah Selatan untuk menerima makanan rumahan bergizi 3 kali dalam seminggu, yang disiapkan oleh ibu-ibu yang telah digerakkan untuk membentuk kelompok memasak dan dilatih menyiapkan makanan bergizi. WFP juga menyelenggarakan program untuk memberdayakan siswa sekolah dasar di sekolahsekolah binaan untuk memainkan peran penting sebagai agen perubahan dengan mengedukasi rekan-rekan sebaya mereka mengenai pola hidup bersih dan sehat yang benar. Perseroan bermitra dengan
  • Save the Children sebagai bagian dari Project Sunlight (sekarang brightFuture) di 2014 untuk membantu anak-anak di Sumba, Nusa Tenggara Timur, mencapai impian mereka dengan memenuhi kebutuhan dasar: akses ke air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai. Proyek ini berfokus pada peningkatan akses air bersih dan sarana sanitasi serta meningkatkan kesadaran di kalangan anak usia sekolah tentang pentingnya sanitasi dan air bersih, dan perilaku higienis seperti mencuci tangan, menggosok gigi dengan benar dan toilet higienis. Dengan dukungan Perseroan, Save the Children meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi di 21 sekolah dasar di kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, melatih 126 guru dan 21 kepala sekolah untuk mengajar edukasi kebersihan di sekolah, dan memberikan manfaat terhadap total 4.600 siswa. Save the Children juga membagikan materi edukasi kesehatan dan kebersihan, yang memberikan manfaat secara tidak langsung kepada 3.000 siswa, 90 guru, 2.500 orang tua dan 6.000 anggota masyarakat. Inisiatif ini juga memungkinkan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat untuk memperkuat pengelolaan program kesehatan sekolah mereka di tingkat kabupaten, yang meliputi 91 sekolah dan 24.000 siswa. Oxfam dan YUI mendukung program bertajuk Beyond Availability di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga miskin pedesaan di kabupaten Takalar dan Pangkep dengan memperkuat kemampuan mereka dalam meningkatkan penggunaan makanan dengan praktek sanitasi dan penggunaan air bersih yang lebih baik. Praktek ini difasilitasi dengan memberdayakan kelompok perempuan. Program ini secara langsung memberikan manfaat terhadap 200 anggota dari sepuluh kelompok perempuan dan kelompok petani rumput laut di 5 desa dengan membangun kemampuan untuk memproduksi dan memproses produk rumput laut yang dapat dipasarkan. Program ini juga memberikan manfaat terhadap 200 siswa dan 10 guru di dua sekolah dasar percontohan di dua kabupaten serta 900 perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga yang rentan. Seratus pemangku kepentingan utama di tingkat provinsi dan 30 pegawai pemerintah juga meningkatkan kemampuan mereka untuk mengembangkan kebijakan keamanan pangan dan rencana alokasi anggaran ketahanan pangan yang sensitif terhadap gender. Melalui inisiatif misi sosial brand kami di bawah program Kesehatan Sekolah dan Masyarakat, Perseroan mampu menjangkau sekitar 5,1 juta orang untuk memiliki pengetahuan yang lebih baik akan praktek kesehatan, kebersihan serta gizi pada tahun 2015, jauh di atas target awal 3,7 juta orang.
Back to top