Toggle Cari

  1. Home
  2. ...
  3. Article Indonesia Hygiene Forum
  4. Melindungi Kesehatan Keluarga dari Kuman di Rumah

Melindungi Kesehatan Keluarga dari Kuman di Rumah

GHD Bigbang 4

Laporan oleh International Scientific Forum on Home Hygiene (IFH) pada tahun 2009 menunjukkan bahwa penyakit saluran pencernaan, pernapasan, dan penyakit lainnya yang menular di masyarakat terus menimbulkan dampak besar pada kesehatan dan kemakmuran. Penyakit menular ini diperkirakan bisa menyebabkan lebih dari 13 juta kematian setiap tahunnya. Beban keuangan penyakit menular juga cukup besar, yakni hingga £745 juta setiap tahunnya di Inggris, hanya untuk penyakit usus infeksius, dan $152 miliar setiap tahunnya di Amerika Serikat, hanya untuk penyakit yang ditularkan melalui makanan. Laporan dari World Health Organization pada tahun 2003 menyimpulkan bahwa 31% dari wabah yang ditularkan melalui makanan ini terjadi di rumah. 

Penyakit menular yang biasa beredar di rumah di antaranya adalah infeksi saluran pernapasan, infeksi usus, serta infeksi kulit dan mata (MRSA, konjungtivitis). Infeksi ini disebabkan oleh kuman, bakteri, jamur atau virus, seperti Salmonella, Campylobacter, virus influenza, dan norovirus yang sangat "patogen". 

Kuman bisa masuk ke dalam rumah melalui manusia yang memiliki infeksi, makanan yang terkontaminasi, hewan peliharaan, ataupun air dan udara. Selain itu, tempat-tempat di mana ada air yang tergenang, seperti bak cuci, toilet, kamar mandi, permukaan berubin, pipa limbah, kain basah dan kain pembersih wajah juga dapat mendukung pertumbuhan mikroba dan dapat menyimpan sumber infeksi. 

Menyadari betapa rentannya penyebaran penyakit yang disebabkan oleh kuman di rumah, penting bagi kita untuk mencermati kembali cara membersihkan rumah agar keluarga kita terhindar dari penyakit. Salah satu langkah yang efektif dalam membunuh kuman penyebab penyakit adalah membersihkan rumah dengan disinfektan. Di rumah tangga, disinfektan efektif bekerja di area berisiko tempat berkembang biaknya kuman penyebar penyakit, termasuk area yang sering disentuh tangan seperti dapur, kamar mandi, gagang pintu, dan mainan anak-anak. 

Penggunaan disinfektan seperti dengan Wipol Disinfektan untuk kebersihan rumah tangga terbukti empat kali lebih efektif membunuh kuman dibandingkan pembersih biasa, dan sepuluh kali lebih efektif membunuh kuman dibandingkan membersihkan rumah hanya dengan air. Sebagai contoh, disinfektan untuk pembersih rumah tangga yang mengandung zat Ethoxylated Alcohol empat persen, dan Benzalkonium Chloride dua persen, ampuh mematikan kuman hingga 99 persen. Disinfektan dengan kandungan zat aktif tersebut juga memenuhi paramater bersih, yakni kurang dari 150 RLU. 

Penggunaan disinfektan juga bisa membuat berbagai kuman mati seperti Staphylococcus aureus, e.coli, enterobacter yang menyebabkan diare. Selain pengaruh zat aktif di dalamnya, efektivitas disinfektan melawan kuman juga ditentukan oleh dosis dan frekuensi pemakaian yang disesuaikan dengan kondisi rumah. 

Umumnya, disinfektan untuk membersihkan lantai rumah takarannya 23 ml (setara dengan satu tutup botol) untuk empat liter air (setara dengan satu ember sedang berisi setengah air). Jika kondisi rumah lebih banyak kotoran atau noda membandel, dosisnya bisa ditambah dua kali lipat. Dengan pemakaian tepat, disinfektan bisa memproteksi rumah hingga 7-8 jam.

Menjaga Kesehatan Tubuh di Musim Pancaroba

Kondisi cuaca bersuhu panas namun terkadang diselingi hujan dapat memicu beragam penyakit sebab perubahan cuaca yang ekstrim ini membuat tubuh harus berusaha keras untuk menyesuaikan diri. Cuaca dan suhu yang berubah dengan cepat serta meningkatnya debu, kuman, dan radikal bebas membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Selain itu, virus dan bakteri biasa berkembang biak dengan leluasa pada suhu yang lembab. Apabila daya tahan tubuh menurun, paparan virus dan bakteri akan menyebabkan timbulnya penyakit.

Penyakit yang paling banyak tersebar saat musim pancaroba antara lain: diare, infeksi saluran pernafasan atas (influenza, batuk, pilek) dan demam. Curah hujan yang tinggi serta angin kencang menyebabkan debu yang mengandung bakteri, virus, atau parasit penyebab diare beterbangan dan mencemari makanan. Bila makanan tersebut dikonsumsi, bisa menyebabkan terjadinya diare. Diare terus menerus dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit sehingga tubuh menjadi lemah, lemas, dehidrasi, bahkan dapat menyebabkan kematian bila tidak disertai pemberian cairan pengganti yang cukup. Perubahan cuaca juga berpotensi menimbulkan gangguan saluran pernafasan seperti influenza (flu). 

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita terutama di musim pancaroba. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah membiasakan pola hidup sehat, melalui asupan makanan yang bernutrisi dan bergizi, olahraga yang teratur, dan istirahat yang cukup, serta menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, membersihkan seisi rumah dengan disinfektan, serta memastikan kebersihan dapur dan peralatan makan dengan penggunaan sabun pembersih khusus. Penggunaan sabun pembersih seperti Sunlight Higienis+ Jeruk Nipis & Habbatussauda bisa menghilangkan bakteri dan mencegah pertumbuhan bakteri di spons 100 kali lebih baik dari sabun pencuci piring biasa. Dengan membiasakan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal, kita bisa mencegah terserang penyakit pada musim pancaroba.

Menjaga Sanitasi Peralatan Rumah Tangga

Salah satu sumber penularan penyakit dan penyebab terjadinya keracunan makanan adalah makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat higiene. Keadaan higienitas makanan dan minuman antara lain dipengaruhi oleh higienitas alat masak dan alat makan yang dipergunakan dalam proses penyediaan makanan dan minuman. Oleh karena itu, menjaga sanitasi alat makan menjadi sangat penting agar keluarga terhindar dari penyakit. Sanitasi alat makan ini dimaksudkan untuk membunuh sel mikroba vegetatif yang tertinggal pada permukaan alat. 

Menjaga kebersihan alat masak dan alat makan penting untuk memastikan bahwa makanan yang kita siapkan aman untuk dimakan. Risiko infeksi utama yang mungkin bisa terjadi dari kontaminasi kuman di alat masak dan makan adalah keracunan makanan dari bakteri, seperti Salmonella, Campylobacter, norovirus, Listeria, Escherichia coli O157 dan strain patogen E. coli lainnya. Mikroba ini bisa masuk ke dapur dan bertebaran di alat masak dan makan melalui berbagai cara, seperti melalui makanan yang terkontaminasi / terinfeksi yang dibeli dari ritel, anggota keluarga yang terinfeksi, serta hewan peliharaan.

Untuk menjaga kebersihan makanan yang baik berarti diperlukan pencegahan kontaminasi silang. Hal ini dilakukan dengan mencegah penyebaran kuman dari manusia, hewan peliharaan, serta makanan atau air yang terkontaminasi, ke dalam makanan yang sedang dipersiapkan untuk makan. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah:

  • Memastikan higienitas peralatan memasak, kain pembersih, dan spons, baik sebelum dan sesudah digunakan.
  • Membersihkan seluruh peralatan makanan sebelum dan setelah menyiapkan makanan menggunakan pembersih disinfektan seperti Sunlight Higienis+ Jeruk Nipis & Habbatussauda. 
  • Mencuci tangan dengan sabun pencuci tangan setelah memegang makanan yang mungkin terkontaminasi.
  • Tidak menyiapkan makanan saat hewan peliharaan sedang berada di dapur.
  • Memastikan makanan hewan terpisah dari makanan manusia, selalu mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh hewan, mainannya, atau peralatannya
  • Membersihkan lantai dapur yang dilewati hewan peliharaan menggunakan pembersih disinfektan.

Di samping itu, frekuensi pencucian dari alat dapur tergantung dari jenis alat yang digunakan. Alat saji dan alat makan harus dicuci, dibilas dan disanitasi segera setelah digunakan. Permukaan peralatan yang secara langsung kontak dengan makanan seperti pemanggang atau oven (oven listrik, kompor gas, maupun microwave) dibersihkan paling sedikit satu kali sehari. Peralatan bantu yang tidak secara langsung bersentuhan dengan makanan harus dibersihkan sesuai kebutuhan untuk mencegah terjadinya akumulasi debu, serpihan bahan atau produk makanan, serta kotoran lainnya. Dengan menjaga sanitasi peralatan rumah tangga khususnya peralatan rumah makan, keluarga bisa bebas dari kuman penyebab penyakit.

Back to top