Mikroskop yang telanjang

Bekerja sama dengan penemu Sunney Xie di Universitas Harvard, menggunakan teknik baru yang disebut Simulated Raman Scattering Microscopy (SRS).

Tanpa label

Pelaksana SRS perlu beberapa jam untuk mengumpulkan data yang cukup, penginterpretasian diusik kegaduhan sekeliling atau suara laser yang terlalu keras sehingga membuat sampel menjadi rusak. Secara tradisional ‘pelabelan’ digunakan untuk mengatasi masalah ini, tetapi label itu sendiri bisa memempengaruhi hasil. SRS memungkinkan kami untuk mempelajari sampel biologi yang baik secara cepat dan mudah, dan mencari molekul dalam area yang terbuka..

Minuman Soya dan Mayones

Besarnya jumlah mikrostruktur dalam makanan menentukan bentuk, tekstur, rasa dan kandungan yang ada. Dan emulsi merupakan struktur utama serta unit pembentuk struktur pada banyak makanan. Dengan mengambil sejumlah produk kami sebagai contoh dalam penelitian, ilmuwan dari pusat R & D kami di Trumbull dan Vlaardingen bergabung dengan Sunney ketika dia masih berada pada tahap akhir penyempurnaan teknik.

Kami menggunakan SRS untuk memeriksa distribusi dari lipids, protein, dan air di minuman soya AndezTM, dengan hasil tertulis dalam edisi khusus Nature yang berjudul “Microscopy Marvels”. Kami juga mempelajari mayones dimana minyak dalam emulsi air dibuat awalnya dari minyak sayuran dan kuning telur.

Evolusi

Hasil non-invasive 3D imaging yang baru ini lebih menguntungkan daripada metode sebelumnya karena menawarkan kontras kimia yang murni secara cuma-cuma. SRS telah terbukti sangat berguna untuk mengambil gambaran dari emulsi rendah lemak. Bagaimanapun juga, untuk emulsi dengan lemak tinggi gambaran ini terhalang oleh kuatnya ikatan yang tumpang tindih.

Saat ini grup Xie lebih jauh merasa optimis pada sistem SRS dan menyelidiki kemungkinan aplikasi pada makanan lainnya seperti spreads lemak. Sebagaimana dikatakan Marjolein van Ruijven dari R & D Unilever, “Saya sangguh merasa terhormat dapat menggunakan teknologi terdepan dari Universitas Harvard ini. Dan ketika kami dapat mengambil gambar dari contoh kami tanpa memberi label, kami bahkan lebih merasa senang. Sungguh mengagumkan berada di masa kelahiran teknologi baru ini.”

Reference: Microscopic Marvels. Nature 2009, 459, 636 - 637

Back to top