Site Navigation

Berani Ngomong Berani Buktiin

21/09/2006 : Inisiatif CloseUp menggalang kepedulian dan semangat anak muda Surabaya untuk pencegahan penularan HIV-AIDS di Indonesia

Sebagai pasta gigi yang mengerti dan peduli terhadap anak muda serta selalu melakukan berbagai inovasi dan kreatifitas untuk mereka, CloseUp bekerjasama dengan MTV Staying Alive, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Yayasan Unilever Peduli dan Radio Prambors hari ini mengumpulkan 70 perwakilan anak muda di Jakarta untuk mengajak mereka menjadi penggerak bagi komunitasnya dalam kepedulian mereka terhadap pencegahan penularan HIV-AIDS di Indonesia. Hadir pada acara ini adalah Veronika Utami – Brand Manager CloseUp, PT Unilever IndonesiaGilbert Claymondt  dariYCAB dan duta CloseUp Rianti Cartwright dan Christian Sugiono. Dipandu dengan MC Panda dan Ari Dagink, acara ini dihadiri pula oleh artis pendukung pencegahan HIV/AIDS seperti Titi Kamal, VJ Evan, VJ Fina dan Duta YCAB Saykoji.

”Acara ini merupakan rangkaian dari kampanye CloseUp ’Brani Ngomong Brani Buktiin’ dimana CloseUp ingin memberikan inspirasi bagi anak muda Indonesia untuk tidak sekedar berani ngomong tetapi yang terpenting adalah brani buktiin atas kepedulian mereka terhadap meningkatnya penularan HIV di Indonesia, dimana yang tertular virus ini, setelah kurang lebih 5-10 tahun akan mengalami gejala AIDS.” ucap Veronica Utami yang biasa disapa dengan panggilan Utami ”Kegiatan ini kami lakukan untuk mengumpulkan dana bagi kampanye pencegahan penularan HIV-AIDS yang belakangan ini marak seiring dengan meningkatnya penyalahgunaan narkoba.”

Berdasarkan data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) tahun 2005 yang dikutip oleh YCAB, terdapat 3,2 juta pecandu narkoba di Indonesia dimana 80%-nya adalah remaja usia 12-24 tahun dan 48%-nya positif terinfeksi HIV.

Data dari Badan Narkotika Nasional yang dikutip oleh The Jakarta Post, 4 September 2006, juga menunjukkan terdapat sekitar 522.000 pecandu narkoba menggunakan jarum suntik   (Injecting Drug Users - IDUs) yang artinya mereka beresiko tinggi terinfeksi HIV-AIDS. Penggunaan jarum suntik bersama sangat memegang peran dalam penyebaran HIV-AIDS. 

“Data-data inilah yang semakin mendorong CloseUp untuk mengadakan gerakan nasional ini (national movement). Bahkan, kali ini CloseUp tidak saja mengajak anak muda untuk tak sekedar ngomong bahwa mereka peduli tetapi juga buktiin.” jelas Utami. 

Lebih lanjut Utami mengatakan bahwa seringkali anak muda ingin membuktikan kepeduliannya terhadap pencegahan penularan HIV-AIDS namun tak tahu harus mulai dari mana atau bagaimana caranya. 

Dengan demikian, lanjut Utami, generasi muda perlu dibekali dengan informasi yang benar tentang penularan HIV-AIDS dan bagaimana pencegahannya. Diharapkan nantinya mereka akan mampu mengambill pilihan bijak bagi hidupnya atau bahkan lebih lagi, mampu menyebarkan informasi tersebut kepada orang-orang terdekatnya. 

”Pada kampanye ini, CloseUp berinisiatif dengan mengajak sebanyak-banyaknya anak muda di seluruh Indonesia menggalang dana bagi program pencegahan penularan HIV-AIDS di negeri ini. Setiap penjualan CloseUp kemasan 160gr di supermarket, konsumen otomatis menyumbangkan Rp 300 yang akan disalurkan ke YCAB untuk program sosialisasi dan edukasi pencegahan penyalahgunan Narkoba dan penularan HIV-AIDS. Sebagai bukti bahwa konsumen telah berpartisipasi, CloseUp akan memberikan CloseUp tag dimana di pelat besi tag tersebut tercantum tulisan ”BUKTIIN” dan ”NGOMONG.”

YCAB dipercaya sebagai penerima donasi untuk kemudian digunakan dalam kampanye pencegahan penularan HIV-AIDS karena telah lama dipercaya sebagai lembaga swadaya masyarakat yang memiliki jaringan yang tersebar di kalangan anak muda, pelajar, dan berbagai komunitas untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Penggunaan narkoba ini merupakan faktor yang meningkatkan resiko penularan HIV-AIDS.

Lewat ”Brani Ngomong Brani Buktiin”, CloseUp mengajak anak muda agar bisa memberikan pengaruh positif kepada komunitas di mana ia berada dengan NGOMONG tentang informasi dan pengetahuan yang benar seputar HIV-AIDS dan mengajak rekan-rekannya ikut serta menyumbang untuk program pencegahan penularan HIV-AIDS lewat pembelian CloseUp. Donasi tersebut adalah BUKTI bahwa anak muda memiliki kepedulian terhadap sesamanya. ”Semakin banyak anak muda di Indonesia yang memakai CloseUp tag, maka semakin besar donasi dan bukti kepedulian mereka terhadap pencegahan penularan HIV-AIDS” papar Utami. 

Kampanye ’Brani Ngomong Brani Buktiin’ sendiri merupakan analogi yang ditarik dari manfaat CloseUp untuk kesehatan mulut. Ngomong adalah analogi dari nafas segar yang selalu menjadi ciri khas CloseUp sejak dulu, sedangkan Buktiin merupakan analogi dari gigi kuat dan sehat. 

Sesuai dengan gayanya yang muda dan dinamis, CloseUp ingin meningkatkan kesadaran anak muda tentang HIV-AIDS dengan gaya yang khas anak muda. ”Kita menggunakan bahasa dan jalur-jalur komunikasi anak muda agar kampanye yang kita jalankan ini didengar dan masuk di hati mereka” jelas Utami. 

Untuk itu CloseUp menggandeng MTV dan Prambors untuk menjalankan kampanye baik on air maupun off air. MTV sendiri memiliki kampanye global terhadap pencegahan penularan HIV-AIDS lewat MTV Staying Alive yang tahun ini akan dikolaborasikan dengan kampanye CloseUp ’Brani Ngomong Brani Buktiin’

Dengan Prambors, YCAB, dan Yayasan Unilever Peduli, CloseUp menjalankan program talkshow seputar pencegahan penularan HIV-AIDS yang tayang di Prambors setiap Rabu sore pukul 17.00 – 18.00. Selain itu, CloseUp juga akan mengadakan kompetisi antar sekolah agar semakin banyak anak muda yang tertarik untuk ikut membuktikan bahwa mereka peduli. 

Sebagai penutup, Utami sekali lagi menegaskan misi Close Up berkaitan dengan dukungannya terhadap anak muda, ”Melalui program ini, CloseUp ingin meningkatkan kepedulian anak muda terhadap pencegahan penularan HIV-AIDS di Indonesia dimana kepedulian tersebut diwujudkan dalam omongan dan bukti langsung berupa donasi. Pada akhirnya semangat seperti ini yang akan membuat anak muda Indonesia mampu untuk berkontribusi positif bagi bangsa ini.”


Indonesia :

PT Unilever Indonesia
Graha Unilever
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15
Jakarta 12930 

T: +62 21 5299 6773
F: +62 21 526 2046

Info.Uli@unilever.com