Site Navigation

148 RT (Rukun Tetangga) dari Lima Wilayah di Jakarta Dukung Program “Jakarta Green & Clean” untuk Bantu Kurangi Masalah Persampahan Kota

30/05/2006 : Untuk mengangkat masalah persampahan kota agar lebih mendapat perhatian dari warga dan pihak terkait, Yayasan Unilever Peduli   – sebuah   yayasan yang dibentuk oleh PT Unilever Indonesia Tbk untuk melaksanakan program-program kontribusi sosial Unilever – bekerjasama dengan Jaringan Delta FeMale Indonesia (JDFI) mengadakan program Jakarta  Green and Clean. 

Kegiatan ini didukung oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Propinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dana Mitra. Program yang sudah berjalan sejak April 2006 ini adalah program lingkungan hidup skala RT yang fokus pada masalah kebersihan dan penghijauan. Program ini akan berakhir pada Juli 2006 yang ditutup dengan pengumuman pemenang yang akan dilaksanakan berkaitan dengan HUT DKI dan menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Program Jakarta Green and Clean yang merupakan program pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah mandiri ini adalah bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial / CSR (Corporate Social Responsibility)  yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia, Tbk melalui Yayasan Unilever Peduli. PT Jaringan Delta FeMale Indonesia adalah Perusahaan Jaringan Radio yang juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, program Jakarta Green and Clean adalah merupakan salah satu bentuk kepedulian jaringan radio ini dalam masalah kebersihan lingkungan. Kedua Perusahaan memiliki komitmen dan kepedulian yang sama untuk dapat menyelenggarakan program ini di Jakarta.

General ManagerYayasan Unilever Peduli Okti Damayanti mengatakan, “Kami sangat gembira, bahwa ternyata antusiasme warga Jakarta untuk menjadikan Kota Jakarta ini menjadi bersih dan hijau sangatlah besar. Hal ini terlihat dari banyaknya RT yang turut serta dalam program Jakarta Green & Clean ini. Sekitar 148 RT yang terdiri dari lima wilayah kota Jakarta saling bahu membahu sesama warga untuk mensukseskan program Jakarta Green and Clean, menjaga kebersihan dan keindahan linkungan sekitar tempat tinggal mereka.” 

Dari 148 RT, tim juri yang terdiri dari Dinas Kebersihan Kota Jakarta, Unilever, JDFI, KLH, BPLHD Propinsi dan LSM Dana Mitra akan memilih 20 RT yang masuk babak final. Kriteria penilaian program kompetisi lingkungan ini meliputi pengelolaan dan pemilahan sampah serta program penghijauan. “Dari setiap RT akan dilihat tingkatan pelaksanaan pemilahan sampahnya, apakah masih dalam tingkatan dasar, menengah atau sudah tinggi (advance). Pemilahan sampah yang kami lihat disini adalah sampah yang dikelola secara individual (masing-masing warga) maupun yang dikelola bersama di tingkat RT-nya. Pengelolaan sampah dimasing-masing rumah tangga kami harapkan dapat meliputi konsep 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), program recycle dan composting.  Selain itu  kami juga akan melihat, apakah dalam RT tersebut melakukan penghijauan, tipe apa saja tanaman yang ada, adakah kegunaan dari tanaman tersebut terutama bagi warga setempat,” tambah Okti.

Sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Okty, Corporate Secretary JDFI, Ujang Nugraha juga sangat antusias menyambut Jakarta Green and Clean ini. “Program kepedulian lingkungan ini sejalan dengan missi JDFI, sebagai sebuah perusahaan radio berjaringan, kami memiliki komitmen untuk terus menerus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Berbagai program yang terkait dengan lingkungan hidup telah diselenggarakan oleh JDFI seperti penanaman pohon di bantaran kali Ciliwung, di kali pesanggrahan, melaksanakan program Green City & Green Community, yang dilaksanakan bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Unilever Indonesia. Dengan semakin banyaknya perusahaan dan media yang terlibat dalam program lingkungan, maka diharapkan nilai-nilai dan budaya bersih dan penghijauan lingkungan semakin melembaga pada masyarakat, “ demikian komentar Ujang. 

Menjelaskan lebih jauh mengenai program ini, Silvi Tirawaty, Environment Project Manager Yayasan Unilever Peduli memaparkan, “Untuk mengoptimalkan program ini, kami merangkul kader-kader lingkungan dari masyarakat dengan memberikan pelatihan tentang pengelolaan lingkungan hidup yang benar. Kami yakin dengan melibatkan kader-kader, pemahaman masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar dapat menghasilkan lingkungan hidup yang lebih baik”.  

Silvi memaparkan bahwa pada awal pelaksanaannya di tahun 2002, Unilever memulai penerapan konsep ini pada kelurahan Jambangan di Surabaya. Masyarakat diperkenalkan dengan konsep pemilahan sampah organik dan non-organik mulai tingkat rumah tangga, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan mempergunakan teknologi sederhana. 

“Konsep serupa juga akan diterapkan di Jakarta, karena 60 persen sampah rumah tangga adalah sampah organik, penerapan konsep ini dapat mengurangi volume sampah yang ditimbun di TPA    secara signifikan. Sementara itu, sampah non-organik pun memiliki nilai ekonomis karena masyarakat dapat menjualnya kepada pemulung. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh pendapatan ekstra,” papar Silvi. 

Sebagai perusahaan yang tumbuh di Indonesia bersama dengan masyarakat Indonesia, Unilever punya perhatian besar terhadap masalah lingkungan hidup yang berdampak besar pada kualitas hidup masyarakat. Salah satu masalah lingkungan yang paling umum di perkotaan adalah masalah sampah yang menjadi musuh bersama sehingga harus diatasi secara bersama pula. Bertitik tolak dari pemikiran tersebut, sejak tahun 2002 Unilever melalui Yayasan Unilever Peduli telah memprakarsai program pengelolaan sampah mandiri di tingkat rumah tangga, dengan pilot project di kelurahan Jambangan, Surabaya. Kegiatan ini dilakukan secara partisipatoris bersama-sama dengan masyarakat.

Atas aktivitas tanggung jawab sosial perusahaannya di kelurahan Jambangan ini, baru-baru ini Unilever dianugerahi penghargaan lingkungan hidup internasional dari Energy Globe (www.energyglobe.com). Dalam ajang tingkat international ini, Unilever merupakan satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang berhasil meraih penghargaan pertama untuk kategori water  sejak ajang ini mulai dilaksanakan pada tahun 2000. Program Lingkungan Hidup di Surabaya merupakan salah satu dari 700 proyek yang masuk ke panitia International Energy Globe Awards 2005 untuk lima kategori yang diperlombakan, yakni: air, bumi, api, udara, dan pemuda.

Indonesia:

PT Unilever Indonesia
Graha Unilever
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15
Jakarta 12930 

T: +62 21 5299 6773
F: +62 21 526 2046

Info.Uli@unilever.com