Tentang Yayasan Unilever Indonesia

Tonggak sejarah dimulai pada 27 November 2000. Misi dari Yayasan Unilever Indonesia adalah untuk mencari dan memberdayakan potensi masyarakat, memberikan nilai tambah bagi masyarakat, menyatukan kekuatan dengan mitra-mitranya dan bertindak sebagai katalis untuk pembentukan kemitraan.

Ide-ide pembangunan berkelanjutan dan tumbuh bersama dengan masyarakat tidak bisa dipisahkan dari konsep visioner mantan chairman dan CEO Unilever Indonesia dari tahun 1998 hingga 2003, Nihal Kaviratne. Sebagai pemimpin perusahaan, ia sangat memperhatikan upaya untuk membangun budaya perusahaan melalui transformasi organisasi dan perubahan, serta tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Pada saat itu, program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Unilever masih tidak merata dan tidak terintegrasi. Akibatnya, hasil jauh dari optimal, apalagi berkelanjutan. Kemudian yayasan didirikan dan diberi tugas untuk melakukan CSR secara terpadu.

Bagi Unilever, pendirian yayasan adalah investasi yang didasari komitmen tinggi. Hal ini jelas terlihat dari orang-orang yang ditunjuk untuk menjalankannya. Sebagai contoh, Jabatan level tinggi di yayasan ditempati oleh para eksekutif dengan pengalaman panjang dalam mengelola produk bernilai triliunan rupiah.

 Mendirikan yayasan sangatlah penting untuk membuat dampak yang lebih besar daripada program pemberdayaan masyarakat terisolasi dan terpisah-pisah. Keberadaan yayasan juga mempermudah pencatatan semua inisiatif dan kegiatan yang sudah dijalankan oleh Unilever. Program kerja dan anggaran menjadi lebih terkendali, karena pengawasan sekarang dilihat tidak hanya dari sisi keuangan saja namun juga hasil-hasil dari program. Keberhasilan program-program yayasan juga meningkatkan citra produk-produk Unilever dan perusahaan secara keseluruhan

 Keberadaan yayasan membuat kegiatan CSR Unilever lebih dari sekadar kegiatan amal yang temporer. Program yang berkelanjutan menjadi fokus utama Hal yang tidak kalah penting adalah Unilever tumbuh dan berkembang bersama dengan para mitra kerja yang terjun ke lapangan.

 Yayasan berdialog dengan sejumlah pihak untuk merancang program bersama-sama. Pendekatan baru ini tidak berarti bahwa Yayasan Unilever Indonesia (YUI) meninggalkan program amal yang dasarnya bersifat temporer. Dalam situasi tertentu, seperti bencana alam dan keadaan darurat, bantuan amal masih tetap dilakukan. Namun, serangkaian program selalu dibuat untuk memastikan bahwa bantuan amal tersebut terus berlanjut setelah situasi darurat usai.

 Untuk memastikan program yang berkelanjutan, pemilihan dan bekerja sama dengan para mitra yang tepat sangatlah penting. Mitra dapat berasal dari berbagai latar belakang  baik itu institusi pemerintahan, LSM, akademisi, atau kelompok masyarakat setempat.

 Program-program  YUI menekankan aspek kualitas daripada kuantitas. Dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat misalnya, yang penting adalah bukan berapa banyak uang yang diperlukan. Dalam hal ini, kami memiliki pendekatan berbeda dibandingkan oleh bank. yang menilai pelanggan berdasarkan jumlah kredit yang diperpanjang dan pembayaran bunga. Bagi kami yang terpenting adalah bagaimana setiap program dapat berjalan secara berkelanjutan dan meningkatkan standar hidup masyarakat.